Send a Message
to Jubir

Comments

371

Joined

Oct 24, 2012

Jubir Profile

Forums Owned

Recent Posts

sergio ramosss bukti malonte tolol luar biasa

kasih iklan proton dulu, pasti dia muncul  (Jan 4, 2013 | post #29)

ALUTSISTA RAHASIA buatan INDONESIA

bung soyuz minta kirimannya donk. thx before  (Jan 2, 2013 | post #13692)

Indonesia: The newest BRIC?

se7 ma ts  (Nov 11, 2012 | post #55)

ALUTSISTA RAHASIA buatan INDONESIA

Trimaran baru kapan kelar nih bro  (Nov 11, 2012 | post #7753)

--wow RINTIHAN PILU SHAHPASKAL;CURHAT BOMBAY---

turret PT91M copot i.dailymail.co.uk/i/pix/2011/03/20/article-1368264-0B424BA700000578-91_634x368.jpg  (Nov 1, 2012 | post #41)

--wow GILA:::PT 91 TANK TERMURAH DIDUNIA---

PT91M destroyed lh5.ggpht.com/_kIW Y2DV0KnE/TPqHBPLqd zI/AAAAAAAAIJU/_1G Oy-fhieU/Iraqi%20t ank%20destroyed%20 by%20aerial%20bomb .jpg  (Nov 1, 2012 | post #49)

DISKRIMINASI ETNIS INDIA di MALAYSIA

Diskriminasi di budaya Indikator diskriminasi budaya oleh Ted Gurr (1994): 1. Ethnicity merupakan suatu diskriminasi yang berkaitan dengan etnis tertentu. Diskriminasi etnis India oleh pemerintah Malaysia sudah sangat jelas terlihat dalam diskriminasi politik maupun diskriminasi ekonomi dimana etnis non Melayu tidak memiliki hak-hak seperti yang didapatkan oleh etnis Melayu. 2. Religion Pemerintah Malaysia telah melakukan pengabaian kepada etnis non Melayu termasuk pengabaian atas agama etnis non Melayu. Bahkan, pemerintah Malaysia tidak mengakui agama Hindu yang dianut oleh etnis India. Selain itu, pemerintah Malaysia justru menghancurkan kuil Hindu Malaimel Sri Selva Kaliamman yang telah berusia seabad di Kuala Lumpur.[10] Umat Hindu di Malaysia yang mayoritas adalah etnis India yang datang pada lokasi menanggis dan memohon agar penghancuran kuil tersebut dihentikan tetapi permintaan etnis India tersebut tidak diperdulikan. Pemerintah Malaysia hanya mengakui agama islam di Malaysia bahkan Malaysia memakai islam sebagai agama negara. Pemerintah Malaysia tidak mengakui agama lain selain agama islam. Sehingga etnis India yang mayoritas beragama Hindu mengalami diskriminasi.  (Oct 31, 2012 | post #5)

DISKRIMINASI ETNIS INDIA di MALAYSIA

4. Ketidaksetaraan dalam aktivitas komersial. Pemerintah Malaysia juga memberikan banyak hambatan dalam bidang komersial atau bisnis terhadap etnis India.[8] Contohnya bisnis media massa ataupun media cetak, hampir 100 persen media di Malaysia dimonopoli oleh etnis Melayu sehingga tidak ada ruang bagi etnis non Melayu untuk melakukan bisnis.[9] 5. Ketidaksertaraan untuk mendapatkam profesi atau pekerjaan. Etnis India selalu didiskriminasi dan dipersulit untuk memperoleh pekerjaan. Terutama pekerjaan yang terkait dengan profesi pada pemerintahan atau perusahaan-perusah aan strategis. 6. Ketidaksetaraan dalam untuk mendapatkan jabatan atau posisi di kantor atau perusahaan. Etnis India juga selalu menempati posisi atau jabatan dibawah, dan hanya sedikit sekali yang memperoleh posisi atau jabatan diatas. Dari penjelasan diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa diskriminasi ekonomi yang terjadi di Malaysia termasuk dalam ketegori diskriminasi yang ekstrim pula sebab keenam indikator diskriminasi Ted Gurr ada dalam kasus diskriminasi yang dialami oleh etnis India di Malaysia.  (Oct 31, 2012 | post #3)

DISKRIMINASI ETNIS INDIA di MALAYSIA

Diskriminasi Ekonomi Dalam bidang ekonomi Ted Gurr (1994) mengemukakan 6 indikator diskriminasi ekonomi dalam suatu masyarakat yaitu: 1. Ketidaksetaraan pendapatan Ketidaksetaraan pendapatan sangat jelas terlihat antara etnis Melayu dan etnis India. Sebab etnis India selalu menempati posisi yang rendah baik dalam posisi di pemerintahan maupun di kantor atau perusahaan. Sehingga sebagai konsekuensi logis dari adanya diskriminasi politik diatas maka pendapatan etnis India lebih rendah bila dibandingkan dengan etnis Melayu. 2. Ketidaksetaraan dalam hal kepemilikan tanah dan asset-aset lain. Etnis Melayu diberikan kemudahan dalam pembelian rumah atau mobil dengan harga murah karena etnis Melayu selalu diberi potongan harga sehingga mendapat harga yang lebih murah. Sedangkan etnis non Melayu termasuk etnis India tidak mendapatkan potongan harga sehingga harus membeli dengan harga yang jauh lebih mahal. Mayoritas etnis India yang miskin tersebut tidak dapat membeli rumah atau mobil karena kehidupan mereka yang miskin semakin dipersulit sehingga mereka semakin miskin. 3. Diskriminasi terkait dengan hak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Etnis non Melayu selalu mendapatkan hambatan untuk bisa menempuh pendidikan pada perguruan tinggi. Bahkan dari 8 persen total etnis India yang tinggal di Malaysia hanya 5 persen yang bisa memasuki perguruan tinggi.[7] Etnis India yang diterima itu juga tidak mendapatkan fasilitas yang diberikan pada etnis Melayu. Perlakuan istimewa hanya dapat dinikmati oleh etnis Melayu dimana mereka dapat memperoleh fasilitas termasuk mendapatkan beasiswa keluar negeri.  (Oct 31, 2012 | post #2)