Local News: Bellevue, IL 

 | 

Sign Up

 | 

Sign In

Advertisment
 

Comments

512

Joined

Jan 22, 2008

Badges

darth

Recent Posts

Malaysia

Topix membosankan

forum ini kok tambah lama tambah membosankan ,udah gak bisa upload gambar ,word nya dibatesin trus sering ngaco pulak  (Feb 1, 2009 | post #1)

Malaysia

MALAYSIA: 2nd Top Asian Destination

bali is the most popular island in the world kalo gak percaya tengok majalah travel & leisure  (Feb 1, 2009 | post #12)

Malaysia

Battle of surabaya.. satu propaganda pembohongan indon..

Sekarang semua teroris mampus ditangan den 88 indo sekarang aman terkendali.......,  (Jul 8, 2008 | post #791)

Malaysia

*** Kuta, Bali BERGEGAR lagi!! ***

Mana bom nya ???  (Jul 8, 2008 | post #3)

Malaysia

Us sport fans

Penggemar nfl , mlb , nascar dan indy car ayo join sini ada yang tahu tayangan nascar & nfl ada dimane cos espn udah gak nayangin  (Jul 8, 2008 | post #1)

Malaysia

MALINGSIA beli kapal selam

Emank scorpane malon sudah datang semua  (Jul 4, 2008 | post #391)

Malaysia

MALINGSIA beli kapal selam

The Korean Navy operates nine Type-209 submarines armed with torpedoes and submarine-to-surfa ce missiles. The per-unit price is more than $200 million. In return, Indonesia's arms manufacturer PT Dirgantara Indonesia (PT DI) will deliver eight CN-235 aircraft for maritime patrol operations to Korea, the source said, adding the Korea Coast Guard will operate the aircraft. The CN-235 is a medium-range twin-turbo-prop airplane, jointly developed by Indonesia and Spain, and is widely used by a number of foreign operators, such as the U.S. Coast Guard, Malaysia, Thailand and the United Arab Emirates for maritime patrol, surveillance and troop transport. The aircraft has a top cruising speed of 509 km/h and can operate at an altitude of 9,145m. It has a range of 5,000 km with maximum fuel and 2870 km with a 4,000-kg payload. A variant for maritime patrol costs some $25 million, said the source. Korea purchased eight CN-235s for VIP and transport units in the early 2000s in a similar trade deal with Indonesia, which bought a squadron of Korea's indigenous KT-1 Woongbi basic trainer jets and hundreds of military vehicles. The deal was worth $150 million. The envisaged subs-for-aircraft deal is expected to help boost Korea's defense industry further by resuscitating the production line for Changbogo-class submarines, another source said. ``I believe the deal would be mutually beneficial,'' he said. ``For Korea's part, the submarine exports would not only help raise the low operational capacity of the country's shipbuilders in the future, but also offer more chances to get more submarine contracts from Indonesia and other nations.'' In a move to boost bilateral cooperation in the defense industry, Former President Roh Moo-hyun and his Indonesian counterpart, Susilo Bambang Yodhoyono, issued a joint declaration on “strategic partnership relationship” during a summit in December 2006. The two leaders agreed to improve cooperation on defense-related technology transfer and joint development. Last December, South Korea’s rolling stock maker Rotem agreed with Indonesia’s PT.PINDAD on the joint development and production of six-wheel-drive armored vehicles.  (Jul 3, 2008 | post #389)

Malaysia

MALINGSIA beli kapal selam

By Jung Sung-ki Staff Reporter South Korea is nearing a $1-billion deal with Indonesia to trade two of its 1,300-ton attack submarines and related technology for eight Indonesian-built advanced maritime patrol aircraft, a military source said Monday. Arms procurement officials from the two nations, which forged a ``strategic partnership'' in December 2006, will meet next week in Indonesia to sign a memorandum of understanding (MOU) on the proposed deal, the source said. ``The two sides have virtually finalized the deal, as Indonesia accepted our final proposal on June 12 when its vice defense chief was visiting,'' the source privy to the deal told The Korea Times on condition of anonymity. ``As long as there are no other developments, the two sides will sign an MOU during the meeting to implement the project,'' he said. Unless the MOU is signed during the working-level talks, Defense Minister Lee Sang-hee will address the issue with his Indonesian counterpart when he visits Jakarta this month, he said. Russia is also competing to sell its submarines to Indonesia by offering a package of weapons systems, including attack and transport helicopters, and armored vehicles, along with cash, he noted. Under the ``counter-purchase mechanism,'' the source said, South Korea will provide Indonesia with two Type-209 Changbogo-class submarines, built by Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering in technical cooperation with Germany's Howaldtswerke-Deut sche Werft (HDW), and transfer related technology as well. The diesel/electric propulsion sub, measuring 56 meters in length and 5.5 meters in width, can submerge to a depth up to 250 meters and has an underwater endurance of some 15 days. It has a surface speed of 11 knots and can cruise submerged at a speed of 22 knots. The sub can carry up to 33 sailors.  (Jul 3, 2008 | post #388)

Malaysia

Penambahan Pesawat Tempur F16

senin, 12 Mei 2008 23:11 WIB Dua Sukhoi TNI AU Alami Gangguan Avionik JAKARTA--MI: Mabes TNI Angkatan Udara mengakui dua unit pesawat Sukhoi masing-masing SU-27Sk dan SU-30MK mengalami masalah dalam sistem avionik hingga tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. "Masalah avionik, mengakibatkan kedua unit Sukhoi tidak bisa digunakan," kata staf Divisi Penggunaan dan Pengerahan Pesawat Mabes TNI AU Sudipo Handoyo di Jakarta, Senin (12/5). Ia mengatakan, timbulnya masalah avionik kedua pesawat Sukhoi itu disebabkan salah satu komponen avionik belum bisa didatangkan dari Rusia karena stoknya tidak tersedia. "Kalau untuk anggaran kita ada. Namun, jika barang yang dibutuhkan tidak ada atau tidak ready stock bagaimana?, kita harus tetap menunggu," kata Sudipo. Sebelumnya, sumber ANTARA di Skuadron 11 Pangkalan Udara (Lanud Hassanudin, Makassar, mengungkapkan, dua unit pesawat tempur TNI Angkatan Udara buatan Rusia Sukhoi SU-27SK dan SU-30MK kini masih mengalami masalah pada sistem avionik, sehingga tidak dapat dikerahkan dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2008 mendatang. "Dengan kondisi yang ada saat ini, mungkin hanya dua yang akan dikerahkan dalam Latgab TNI 2008 mendatang," katanya. Ia mengatakan, dua unit pesawat jet tempur tersebut telah lama tidak mengalami pembaharuan sistem avionik karena keterbatasan anggaran TNI saat ini untuk segera memenuhi sistem avionik tersebut. Padahal, tambah dia, jika sistem avionik tidak segera diperbaharui akan berdampak pada keselamatan penerbangan itu sendiri. Dengan kondisi itu, dari empat pesawat Sukhoi yang didatangkan dari Rusia September 2003 itu hanya dua yang layak untuk ditampilkan dalam Latgab TNI Pantauan ANTARA di Skaudron 11/Hassanudin, dua pesawat yang mengalami 'trouble' pada sistem avioniknya telah terjadi sejak beberapa bulan silam dan hingga kini hanya dua yang bisa digunakan. (Ant/OL-06) Tuh cuma masalah teknis kan hanya gara2 spare part nya lagi habis di russia bentar lagi juga nyala lagi  (May 16, 2008 | post #278)

Malaysia

Penambahan Pesawat Tempur F16

Setahu saya biaya terbang Sukhoi itu 500juta/jam jadi kalo gak ada kegiatan yah mendingan didiemin daripada ngurangi jam terbang  (May 16, 2008 | post #277)

Malaysia

Penambahan Pesawat Tempur F16

AH yang benar setahu saya sih masih bisa jalan dan sekarang senjatanya pun sudah dateng ,masalah instrumen yang bahasa russia itu kan masalah teknis semata bisa dipelajari no big deal ,sedangkan pemilihan pabrik knapoo itu karena TNI ingin sukhoi kita lebih mirip dengan milik cina yang cenderung maritim superiority karena negara kita negara maritim ,sedangkan irkut lebih condong untuk membuat pesawat fusion/campuran komponen dari negara laen macam MKI dan MKM tapi kelemahannya biaya operasionalnya cukup tinggi. OH yah bulan oktober nanti kita akan kedatangan 3 sukhoi lagi dan dilanjutkan tahun depan ,sedangkan pengganti Hawk mk53 dan OV-10 diputuskan L-159B dan Super tucano  (May 16, 2008 | post #276)

Malaysia

Makanan Khas Malaysia

jangan gila dong babi enak tau apalagi kalo dibikin salami sama steak  (Apr 5, 2008 | post #11)

Malaysia

Coffee terenak

kalo untuk pagi menurut gua masih toraja kalosinya excelso yang dibuat dengan french press sedangkan yang instan nescafe gold yang decaf dicampur milk shake untuk malem  (Apr 5, 2008 | post #1)

Malaysia

Indonesia punya listrik kah?

disini sudah ada progam listrik masuk desa dari jaman pak de harto kalo sekarang mah hampir seluruh desa dijawa sudah teraliri listrik asal tempatnya bukan terpencil dan susah aksesnya  (Apr 2, 2008 | post #6)

Malaysia

Senjata Made In Indonesia

Nih senjata katanya kita sudah TOT sama china dan diproduksi di dalam negeri Yingji-82 atau YJ-82 alias C-802 merupakan rudal anti kapal permukaan buatan negeri China mulai diperkenalkan oleh produsennya China Haiying Electro-Mechanical Technology Academy (CHETA) pada tahun 1989. Rudal C-802 merupakan turunan dari rudal pendahulunya yaitu YI-8 atau C-801, sebenarnya kedua rudal ini baik itu C-801 dan C-802 hampir mirip dari bentuk maupun ukurannya termasuk juga teknologi pendorongnya yang sama-sama menggunakan solid-propellant rocket booster serta sama-sama menggunakan pemandu yang serupa yaitu system Inertial dan radar aktif . Perbedaan yang sangat mencolok dari kedua rudal ini terletak pada penggunaan bahan bakar pada mesin turbojet-nya, jika C-801 menggunakan bakar solid untuk mesin roketnya maka C-802 menggunakan bahan bakar dari paraffin. Penggantian jenis bahan bakar ini berakibat pada kemamapuan daya jelajah yang meningkat drastis dari 80 Km untuk C-801 menjadi 120 Km untuk C-802, bertambah 40 Km. Rudal yang mempunyai dimensi berat 715 kg dan panjang 6.392 m serta diameter 36 cm ini mampu melesat dengan kecepatan 0.9 mach. C-802 juga terkenal sebagai rudal yang mempunyai kemampuan untuk menghindar dari radar musuh, karena selain dilengkapi dengan perangkat anti-jamming yang terpasang pada peralatan pemandunya, rudal ini juga mempunyai kemampuan terbang rendah yaitu 20-30 meter pada saat awal diluncurkan dan kemudian ketinggiannya akan turun menjadi 5-7 meter ketika mendekati sasaran. Dengan dilengkapi hulu ledak tekanan tinggi seberat 165 Kg dengan sistem tunda dan semi-armour-pierci ng cukup mampu untuk membuat kapal musuh berpikir dua kali untuk menghadapi rudal C-802 ini. Rudal C-802 mampu diluncurkan dari berbagai platform mulai dari kendaraan darat, kapal perang permukaan, pesawat terbang hingga kapal selam.  (Apr 1, 2008 | post #96)

Q & A with darth

Headline:

Me and myself...ups...

Hometown:

Heaven

Neighborhood:

God

Local Favorites:

Liquor shop

I Belong To:

Myself

I'm Listening To:

Myself

Read This Book:

Tom & Jerry

Favorite Things:

Marguarita

On My Mind:

Sex...sex...and...sex!!!

I Believe In:

Luck