Local News: Malaysia 

 | 

Sign Up

 | 

Sign In

Advertisment

++ I Can Smell Taroreh_88 Nearby... ++

Comments

Showing posts 1 - 7 of7
Sensasi

Kota Kinabalu, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#1
Feb 25, 2008
 
Welcome back brur!

Hahahahahahah!!

;D
BabiMelacca

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#2
Feb 25, 2008
 
Cerita untuk "China Medan"

Mei-lan sedang duduk termangu. Hatinya kelu. Dia terus-menerus menangis, tapi air matanya tidak keluar, sudah habis. Apalagi yang harus ditumpahkan?

Semula dia sangat percaya pada kisah-kisah perkosaan yang dimuat surat kabar. Sumbernya internet. Itu terjadi karena dia sangat emosional menghadapi trauma kerusuhan 14 Mei.

Semula Mei-lan berhitung seperti membukukan uang. Ikut arisan di kampung. Upah bajaj selalu dilebihinya. Jika ada tetangga yang sakit atau meninggal atau pesta selalu didatangi dan diberinya bantuan. Kesemuanya itu masuk dalam pembukuan debet. Sorot mata mengejek di pasar dan semacamnya masuk pembukuan kredit. Saldo debet Mei selalu diperhitungkan lebih.

Setelah itu, Mei-lan melangkah lebih rasional. Meratap terus-menerus adalah sebuah penyakit, tidak hanya bagi orang per orang seperti dirinya tapi juga untuk semua orang keturunan. Karenanya, dia ingin menggeledah apa sebenarnya yang telah terjadi.

Terus terang, kalangan keturunan terlalu eksklusif. Semangat pembaurannya sangat kurang. Kalangan laki-lakinya bebas kawin-mawin dengan perempuan pribumi, tapi kalangan perempuannya tidak boleh dikawini oleh laki-laki pribumi. Ini kurang adil. Alasan warga keturunan, turunan darah akan hilang bila perempuan keturunan dikawinkan dengan laki-laki pribumi. Soalnya, garis keturunan darah selalu dihitung atau dilihat dari sudut garis laki-laki.

Selain itu, karena bidang-bidang lain agak tertutup, maka kalangan keturunan habis-habisan bekerja di sektor ekonomi hingga berhasil. Sogok-menyogok adalah bagian kolusi dan korupsi di bidang ekonomi yang menarik. Sedihnya, para penyogok Melayu hanya menyogok sedikit dengan bangga bercerita ke mana-mana. Itu tidak terjadi pada penyogok keturunan. Mereka suka royal dalam memberi sogokannya dan cukup rapi menyimpan rahasia sogokan. Pejabat negara suka penyogok jenis yang belakangan.

Kalangan pribumi kurang rajin, baik di bidang pekerjaan maupun di sekolah. Karena, jumlahnya yang sangat banyak, kalangan pribumi lebih mudah terlihat rendahnya, termasuk dalam kepemilikan hartanya. Keadaan ini diperparah oleh para penyogok keturunan yang menikmati hasilnya secara berlebihan di depan hidung pribumi.

Tiba-tiba datang Pek-hong menemui Mei-lan. Sudah beberapa tahun Mei tidak bertemu temannya asal Medan ini. Wajahnya penuh heran.

''Ngapain kamu tiba-tiba nongol?'' tanya Mei.

Temannya lebih heran lagi. Dahinya berkerut-kerut.''Kamu baik-baik?'' tanyanya.

''Seperti kamu lihat,'' jawab Mei.

''Sungguh kamu baik-baik saja?'' desak Pek-hong.

Mei tidak mengerti maksud temannya.

''Maaf,'' kata Pek-hong,''kamu tidak seperti yang diceritakan internet?''

''Apa maksudmu?''

''Maaf, kamu diperkosa?''

Mei menggelengkan kepala.''Saya justru memperkosa mereka dengan ketakadilan,'' jawabnya. Pek-hong makin tidak mengerti.
combro

Paris, France

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#3
Feb 25, 2008
 
tororeh isep kontol gw :D
Sensasi

Kota Kinabalu, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#4
Feb 25, 2008
 
combro wrote:
tororeh isep kontol gw :D
Hahahahaahahah!!

;D
sutawijaya

Paris, France

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#5
Feb 25, 2008
 
Sensasi wrote:
<quoted text>
Hahahahaahahah!!
;D
kontol lw... lw emangnya hantu bangkit :D
Sensasi

Kota Kinabalu, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#6
Feb 25, 2008
 
sutawijaya wrote:
<quoted text>
kontol lw... lw emangnya hantu bangkit :D
Hahahahahahaha!! Hebat lho brur! Hahahahaha!! Tapi masih ada TROJAN nya!!

;D
BabiMelacca

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#7
Feb 25, 2008
 
Cerita untuk "China Medan"dan"Sensasi "

Mei-lan sedang duduk termangu. Hatinya kelu. Dia terus-menerus menangis, tapi air matanya tidak keluar, sudah habis. Apalagi yang harus ditumpahkan?

Semula dia sangat percaya pada kisah-kisah perkosaan yang dimuat surat kabar. Sumbernya internet. Itu terjadi karena dia sangat emosional menghadapi trauma kerusuhan 14 Mei.

Semula Mei-lan berhitung seperti membukukan uang. Ikut arisan di kampung. Upah bajaj selalu dilebihinya. Jika ada tetangga yang sakit atau meninggal atau pesta selalu didatangi dan diberinya bantuan. Kesemuanya itu masuk dalam pembukuan debet. Sorot mata mengejek di pasar dan semacamnya masuk pembukuan kredit. Saldo debet Mei selalu diperhitungkan lebih.

Setelah itu, Mei-lan melangkah lebih rasional. Meratap terus-menerus adalah sebuah penyakit, tidak hanya bagi orang per orang seperti dirinya tapi juga untuk semua orang keturunan. Karenanya, dia ingin menggeledah apa sebenarnya yang telah terjadi.

Terus terang, kalangan keturunan terlalu eksklusif. Semangat pembaurannya sangat kurang. Kalangan laki-lakinya bebas kawin-mawin dengan perempuan pribumi, tapi kalangan perempuannya tidak boleh dikawini oleh laki-laki pribumi. Ini kurang adil. Alasan warga keturunan, turunan darah akan hilang bila perempuan keturunan dikawinkan dengan laki-laki pribumi. Soalnya, garis keturunan darah selalu dihitung atau dilihat dari sudut garis laki-laki.

Selain itu, karena bidang-bidang lain agak tertutup, maka kalangan keturunan habis-habisan bekerja di sektor ekonomi hingga berhasil. Sogok-menyogok adalah bagian kolusi dan korupsi di bidang ekonomi yang menarik. Sedihnya, para penyogok Melayu hanya menyogok sedikit dengan bangga bercerita ke mana-mana. Itu tidak terjadi pada penyogok keturunan. Mereka suka royal dalam memberi sogokannya dan cukup rapi menyimpan rahasia sogokan. Pejabat negara suka penyogok jenis yang belakangan.

Kalangan pribumi kurang rajin, baik di bidang pekerjaan maupun di sekolah. Karena, jumlahnya yang sangat banyak, kalangan pribumi lebih mudah terlihat rendahnya, termasuk dalam kepemilikan hartanya. Keadaan ini diperparah oleh para penyogok keturunan yang menikmati hasilnya secara berlebihan di depan hidung pribumi.

Tiba-tiba datang Pek-hong menemui Mei-lan. Sudah beberapa tahun Mei tidak bertemu temannya asal Medan ini. Wajahnya penuh heran.

''Ngapain kamu tiba-tiba nongol?'' tanya Mei.

Temannya lebih heran lagi. Dahinya berkerut-kerut.''Kamu baik-baik?'' tanyanya.

''Seperti kamu lihat,'' jawab Mei.

''Sungguh kamu baik-baik saja?'' desak Pek-hong.

Mei tidak mengerti maksud temannya.

''Maaf,'' kata Pek-hong,''kamu tidak seperti yang diceritakan internet?''

''Apa maksudmu?''

''Maaf, kamu diperkosa?''

Mei menggelengkan kepala.''Saya justru memperkosa mereka dengan ketakadilan,'' jawabnya. Pek-hong makin tidak mengerti.
Tell me when this thread is updated!
(registration is not required)
Showing posts 1 - 7 of7
Type in your comments to post to the forum
Name
(appears on your post)
Comments
Type the numbers you see in the image on the right:

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Other Recent Malaysia Discussions

Search the Malaysia Forum:
Topic Updated Last By Comments
Mahasiswa Malingsia Belajar jadi Aktivis di Unp... 3 min Jayapore 7
Muzik Rock Indon Lembik!! 4 min DaROCKWILDER 1341
Apakah Msia Malu Dengan Keburukannya ? 4 min Jetfire 11
Indo dominasi Nominasi Anugerah Planet Muzik 2009 4 min garuda_didadaku 330
MENGAPA KRISTEN tak bisa JAWAB 4 min BALITA 15039
http://indoncelaka.blogspot.com/ 5 min Claudy 956
siapakah Indon sial di mata anda? (Dec '08) 8 min LoveKL 18