AL-QURAN kalam ALLAH SWT

Posted in the Malaysia Forum

First Prev
of 2
Next Last

“Tingkah Anak Negri”

Since: Dec 07

Khatulistiwa

#1 Mar 14, 2008
Seorang pengkritik besar Islam “Sabiliomore” mengatakan bahwa Al-Quran adalah Kitab Suci yang terjaga keasliannya (dari segi isi) sepanjang sejarah. Hal ini dikutip oleh Dr. Zakir Naik, seorang pakar ilmu perbandingan agama saat memberikan kuliah tentang agama Hindu yang dihadiri ratusan ribu sampai satu juta manusia di sebuah pantai di India.

Seorang orientalis “Gibb” berkomentar :“Tidak ada seorang pun dalam 15 abad ini yang telah memainkan alat bernada nyaring yang demikian mampu serta berani dan yang demikian luas getaran jiwa yang diakibatkannya seperti apa yang dibaca oleh Muhammad saw yakni Al-Quran”.

Ulama Syi’ah kontemporer, Muhammad Husain Al-Thabathaba’iy mengatakan bahwa Sejarah Al-Quran demikian jelas dan terbuka, sejak turun hingga masa kini. Ia dibaca oleh kaum Muslim sejak dahulu sampai sekarang, sehingga pada hakikatnya Al-Quran tidak membutuhkan sejarah untuk membuktikan keotentikannya.

Al-Quran memiliki bahasa yang demikian mempesona, redaksinya yang demikian teliti, dan mutiara pesan-pesannya yang demikian agung, telah mengantar kalbu masyarakat yang ditemuinya berdecak kagum, walaupun nalar sebagian mereka menolaknya. Sejarah telah mencatat bahwa banyak sekali kaum Orientalis dan Misionaris yang berusaha membuat buku tentang sejarah Al-Quran sesuai versi mereka sendiri dengan maksud membuat pemeluk agama Islam menjadi ragu-ragu tentang keotentikan Al-Quran. Terkadang umat Islam yang membaca buku tersebut tidak menyadari siapa yang menulis, mereka kira yang menulis adalah sejarahwan Muslim.

Sejarah telah mencatat bahwa Al-Quran itu dihafal dari saat pertama diturunkannya sampai pembukuannya. Sehingga seperti yang diucapkan oleh Muhammad Husain diatas, pada hakikatnya tidak diperlukan sejarah untuk membuktikan keotentikannya. Tapi bagi mereka yang ragu-ragu, ada suatu rahasia mengapa Al-Quran susah untuk dipalsukan. Dr. Mustafa Mahmud, mengutip pendapat Rasyad Khalifah, juga mengemukakan, bahwa dalam Al-Quran sendiri terdapat bukti-bukti sekaligus jaminan akan keotentikannya. Huruf-huruf Hija’iyah yang terdapat pada awal beberapa surah dalam Al-Quran adalah jaminan keutuhan Al-Quran sebagaimana diterima oleh Rasulullah saw. Tidak berlebihan dan atau berkurang satu huruf pun dari kata-kata yang digunakan oleh Al-Quran. Kesemuanya habis terbagi 19 sesuai dengan jumlah huruf-huruf B(i)sm All(a)h Al-R(a)hm(a)n Al-R(a)him. Huruf a dan i dalam kurung tidak tertulis dalam aksara bahasa Arab . Rasyad Khalifah (wafat 1990 M) berpendapat bahwa ditinggalkannya huruf “alif” pada Basmalah, adalah agar jumlah huruf-huruf ayat ini menjadi 19 huruf, tidak 20. Angka 19 menjadi angka rahasia yang berkaitan dengan Al-Quran.

“Tingkah Anak Negri”

Since: Dec 07

Khatulistiwa

#2 Mar 14, 2008
Rasyad Khalifaf pada mulanya mendapat kesulitan ketika menemukan bahwa masing-masing kata yang menghimpun Bismillahirrahmanirrahim , kesemuanya habis dibagi 19, kecuali Al-rahim. Tadinya kata Al-rahim ditemukan sebanyak 115 kali. Disini ia menemukan kejanggalan, yang konon mengantarnya mencurigai adanya satu ayat yang menggunakan kata rahim , yang pada hakekatnya bukan ayat Al-Quran. Ketika itu pandangannya tertuju kepada surah Al-Tawbah ayat 128, yang pada mulanya tidak ditemukan oleh Zaid. Karena, sebagaimana dibaca, ayat tersebut diakhiri dengan kata rahim. Tetapi kecurigaan itu sirna karena kata rahim pada ayat tersebut bukannya menunjuk kepada sifat Tuhan, tetapi sifat Nabi Muhammad saw. Sejarah mencatat saat itu Zaid menemukan kesulitan ketika akan membukukan Al-Quran karena beliau dan sekian banyak sahabat menghafal ayat Laqad ja’akum Rasul min anfusikum ‘aziz ‘alayh ma ‘anittun harish’alaykum bi al mu’minina Ra’uf al-rahim (QS 9 : 128). Tetapi naskah yang ditulis dihadapan Nabi saw itu tidak ditemukan. Syukurlah pada akhirnya naskah tersebut ditemukan juga ditangan seorang sahabat yang bernama Abi Khuzaimah Al-Anshari. Jadi benar-benar pembukuan Al-Quran itu dicocokkan antara hafalan dan naskah yang ada pada saat itu. Inilah rahasia angka 19 dalam Al-Quran :

Huruf “ qaf ” yang merupakan awal dari surah ke-50, ditemukan terulang sebanyak 57 kali atau 3 x 19. Huruf-huruf “ kaf , ha’, ya’,‘ayn , shad ”, dalam surah Maryam, ditemukan sebanyak 798 kali atau 42 x 19. Huruf “ nun ” yang memulai surah Al-Qalam, ditemukan sebanyak 133 atau 7 x 19. Kedua huruh “ ya’” dan “ sin ” pada surah Yasin masing-masing ditemukan sebanyak 285 atau 15 x 19. Kedua huruf “ tha ” dan “ ha ” pada surah Thaha masing-masing berulang sebanyak 342 kali, sama dengan 19 x 18. Huruf-huruf “ ha’” dan “ mim ” yang terdapat pada keseluruhan surah yang dimulai dengan kedua huruh ini ha’ mim, kesemuanya merupakan perkalian dari 114 x 19, yakni masing-masing berjumlah 2.166. Kata “Allah” disebutkan sebanyak 2.698 kali (2.698 : 19 = 142). Kata “Isim” dalam Al-Quran terulang sebanyak 19 kali. Kata “ar-Rahman” sebanyak 57 kali (57 : 19 = 3). Kata “Ar-Rahim” sebanyak 114 kali (114 : 19 = 6).

“Tingkah Anak Negri”

Since: Dec 07

Khatulistiwa

#3 Mar 14, 2008
Bilangan-bilangan diatas, dijadikan rumusan untuk mengecek Al-Quran dipalsukan atau tidak. Karena seandainya ada ayat yang berkurang atau berlebih atau ditukar kata dan kalimatnya dengan kata atau kalimat yang lain, maka tentu perkalian-perkalian tersebut akan menjadi kacau. Angka 19 diatas, yang merupakan perkalian dari jumlah-jumlah yang disebut itu, diambil dari pernyataan Al-Quran sendiri, yakni yang termuat dalam surah Al-Muddatstsir ayat 30 yang turun dalam konteks ancaman terhadap orang yang meragukan kebenaran Al-Quran. Dan bukti diatas mungkin hanya sebagian kecil dari bukti yang lain yang belum ditemukan oleh manusia. Surah Al-Muddatstsir : 30 “ Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)”.

Selain itu di dalam Al-Quran terdapat keseimbangan dalam ayat-ayatnya. Abdurrazag Nawfal, dalam Al-I’jaz Al-Adabiy li Al-Quran Al-Karim yang terdiri dari 3 jilid, mengemukakan sekian banyak contoh tentang keseimbangan tersebut, yang dapat kita simpulkan secara singkat sebagai berikut.

Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya. Beberapa contoh, di antaranya :


Al-hayah (hidup) dan al-mawt (mati), masing-masing sebanyak 145 kali;
Al-naf‘(manfaat) dan al-madharrah (mudarat), masing-masing sebanyak 50 kali;
Al-har (panas) dan al-bard (dingin), masing-masing 4 kali;
Al-Shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan), masing-masing 167 kali;
Al-Thuma ninah (kelapangan/ketenangan) dan al-dhiq (kesempitan/kekesalan), masing-masing 13 kali;
Al-rahbah (cemas/takut) dan al-raghbah (harap/ingin), masing-masing 8 kali;
Al-Kufr (kekufuran) dan al-iman (iman) dalam bentuk definite, masing-masing 17 kali;
Kufr (kekufuran) dan iman (iman) dalam bentuk indefinite, masing-masing 8 kali;
Al-shayf (musim panas) dan al-syita’(musim dingin), masing-masing 1 kali.

“Tingkah Anak Negri”

Since: Dec 07

Khatulistiwa

#4 Mar 14, 2008
Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya.


Al-harts dan al-zira’ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali;
Al-‘ushb dan al-dhurur (membangkakan diri/angkuh), masing-masing 27 kali;
Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati –jiwanya), masing-masing 17 kali;
Al-Quran, al-wahyu dan Al-Islam (Al-Quran, wahyu dan Islam), masing-masing 70 kali;
Al-‘aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing 49 kali;
Al-jahr dan al-‘alaniyah (nyata), masing-masing 16 kali.
Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya.


Al-infaq (infak) dengan al-ridha (kerelaan), masing-masing 73 kali;
Al-bukhl (kekikiran) dengan al-hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali;
Al-Kafirun (orang-orang kafir) dengan al-nar/al-ahraq (neraka/pembakaran), masing-masing 154 kali;
Al-Zakah (zakat/penyucian) dengan al-barakat (kebajikan yang banyak), masing-masing 32 kali;
Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghadhb (murka), masing-masing 26 kali

“Tingkah Anak Negri”

Since: Dec 07

Khatulistiwa

#5 Mar 14, 2008
Keseimbangan antara bilangan kata dengan penyebabnya.


Al-israf (pemborosan) dengan al-sur’ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23 kali;
Al-maw ‘izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), masing-masing 25 kali;
Al-asra (tawanan) dengan al-harb (perang), masing-masing 6 kali;
Al-salam (kedamaian) dengan al-thayyibat (kebajikan), masing-masing 60 kali.
Di samping keseimbangan-keseimbangan tersebut, ditemukan juga keseimbangan khusus

Kata yawn (hari) dalam bentuk tunggal sejumlah 356 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun. Sedangkan kata hari yang menunjuk kepada bentuk plural (ayyam) atau dua (yawmayni), jumlah keseluruhannya hanya 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam sebulan. Di sisi lain, kata yang berarti “bulan”(syahr) hanya terdapat 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam 1 tahun.
Al-Quran menjelaskan bahwa langit ada “tujuh”. Penjelasan ini diulanginya sebanyak tujuh kali pula, yakni dalam ayat-ayat : Al-Baqarah 29, Al-Isra’ 44, Al-Mu’minun 86, Fushshilat 12, Al-Thalaq 12, Al-Mulk 3 dan Nuh 15. Selain itu, penjelasannya tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam masa dinyatakan pula dalam “tujuh” ayat.
Kata-kata yang menunjuk kepada utusan Tuhan, baik rasul (rasul), atau nabiyy (nabi), atau basyir (pembawa berita gembira), atau nadzir (pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita tersebut, yakni 518 kali.

“Tingkah Anak Negri”

Since: Dec 07

Khatulistiwa

#6 Mar 14, 2008
Beberapa orientalis mengkritik sistematika penulisan Al-Quran dengan mengatakan ada beberapa surat yang direvisi karena ada beberapa surah yang tidak teratur rima-nya juga isinya dalam satu surah ada yang saling tidak berkaitan. Memang benar, ada rima yang berbeda dalam rangkaian ayat-ayat Al-Quran . Ini bukan saja dalam rangka membuktikan bahwa Al-Quran bukan syair sebagaimana dituduhkan sementara kaum musryikin, tetapi juga untuk tidak menimbulkan kejenuhan mendengar atau membaca ayat-ayat yang rimanya terus menerus sama, dan yang lebih penting dari itu, pergantian rima itu dapat menyentak, sehingga melahirkan perhatian bagi pembaca atau pendengarnya, menyangkut pesan yang dikandung ayat yang berbeda rimanya itu. Mengenai isi yang tidak berkaitan dalam satu surat menurut Al-Khaththaabi adalah agar setiap pembaca Al-Quran dapat memperoleh sekian banyak petunjuk dalam waktu singkat (tanpa harus membaca seluruh ayat-ayat Al-Quran), meski jawabannya belum memuaskan banyak pihak. Sebenarnya seperti halnya “rima”, ketidak berkaitan ayat-ayat dalam satu surah dimaksudkan agar tidak tejadi kejenuhan dalam hati manusia yang membacanya. Karena sekiranya membaca satu persoalan saja kemungkinan ada kejenuhan. Sebenarnya jika Al-Quran dibaca maka rangkaian-rangkaian ayat-ayat itu (meski beda isi) dalam satu surat bagaikan untaian nada musik yang menghasilkan suara yang indah. Seperti kita tahu bahwa nada musik itu beda-beda, seupama nadanya sama, mungkin musiknya tidak indah. Para ulama yang menekuni Ilmu keserasian hubungan bagian-bagian Al-Qur’an, mengemukakan bahkan membuktikan keserasian dimaksud, paling tidak ada 6 hal :

Keserasian kata demi kata dalam satu surah
Keserasian kandungan ayat dengan fashilat yakni penutup ayat
Keserasian hubungan ayat dengan ayat berikutnya
Keserasian uraian awal (mukadimah) satu surah dengan penutupnya
Keserasian penutup surah dengan uraian awal (mukadimah) surah sesudahnya
Keserasian tema surah dengan nama surah
Bukti lainnya adalah beberapa ilmu pengetahuan yang ditemukan sekarang ini, sudah diungkapkan oleh Al-Quran saat pertama kali Al-Quran turun, baik tentang Kelautan, Hidrology, Geology, Reproduksi dll


Contoh diatas hanyalah sedikit bukti dari kebenaran Al-Quran, mungkin dilain waktu ada yang menemukan bukti lagi. Insya Allah!!!.

Sumber : Penerbit Mizan,“Membumikan Al-Quran”, Quraish Shihab dan sumber lainnya.

“Malingsia”

Since: Feb 08

Nusantara

#7 Mar 14, 2008
attu dapet info dimana? pernah main ke FC kaskus ga?

“No hard Feeling..”

Since: Jan 08

Kota Kinabalu,Sabah,Malaysia

#8 Mar 14, 2008
:) salam
Anti Islam

Tangerang, Indonesia

#9 Mar 14, 2008
Kalam allah? kalau gitu allah kalian gak bisa ngitung dong? huahahaha, lihat nih, bikin rumus kok bisa kacau gini sih?

It just doesn't add up: Sura 4:11-12 and 4:176 state the Qur'anic inheritance law. When a man dies, and is leaving behind three daughters, his two parents and his wife, they will receive the respective shares of 2/3 for the 3 daughters together, 1/3 for the parents together [both according to verse 4:11] and 1/8 for the wife [4:12] which adds up to more than the available estate. A second example: A man leaves only his mother, his wife and two sisters, then they receive 1/3 [mother, 4:11], 1/4 [wife, 4:12] and 2/3 [the two sisters, 4:176], which again adds up to 15/12 of the available property.
Anti Islam

Tangerang, Indonesia

#10 Mar 14, 2008
If Islam were a violent religion, then all Muslims would be violent?

The Muslim Game:

Most Muslims live peacefully, without harming others, so how can Islam be a violent religion? If Islam were the religion of terrorists, then why aren’t most Muslims terrorists?

The Truth:

Simply put, because it’s wrong to kill people, regardless of what Islam may or may not teach.

All religions align in some form or fashion with intuitive utilitarian principles. Many Muslims in the West often hold an interpretation of Islam that is much closer to Judeo-Christianity than to the actual way of Muhammad, since that is how their religion is presented to them. They only know the biographical details of their prophet that are in line with moral restraint, and not the ones that speak of hedonism, deception, power and violence.

Decent Muslims are that way because they are more loyal to the moral law written in their hearts than they are to the details of Muhammad’s religion, whether they know it or not. They filter out evidence to the contrary - when they may encounter it - and truly believe that their religion is inclusive of the many freedoms and values that are cherished in the West (perhaps never questioning why liberty and tolerance are conspicuously lacking in Muslim lands).

Although it is a broad religion, it is no coincidence that the purists in Islam – those most prone to taking the words of Muhammad literally – are almost always the more dangerous. They may be called ‘extremists’ or ‘fundamentalists,’ but, at the end of the day, they are always the more dedicated to the Qur’an and following the path of Jihad as mandated by Muhammad.

Of course, the same question can easily be turned around. If Islam is a religion of peace, then why is it the only religion that consistently produces religiously-motivated terrorist attacks? Why are thousands of people able to cut off an innocent person’s head or fly a plane into a building while screaming praises to Allah? Where’s the outrage among other Muslims when this happens… and why do they get more worked up over cartoons?
LASKAR JIHAD

Jakarta, Indonesia

#11 Mar 14, 2008
@anti islam

saudaraku sebangsa umat Kristiani / Nasrani / Katolik pelajarilah kembali dan renungkanlah Injil yang ada ditanganmu ……dan beranikanlah membaca buku-buku Islam walaupun ada perasaan benci , kesal, jijik, takut, malu, hina, tiada guna, buang-buang waktu

Jangalah kau hanya mendengarkan Islam / versi Islam dari lingkungan kalian sendiri …. Memang mungkin banyak umat muslim juga tidak beraklahk Islami (Al-quran dan Al Hadist ), tapi apakah itu yg menjadi penghalang untuk mengetahui kebenaran Allah dan kehidupan akhirat yang kekal ?….
Anti Islam

Tangerang, Indonesia

#12 Mar 14, 2008
mendengarkan ajaran islam dari lingkungan kami sendiri? hehehehe..gak bisa menjelaskan ya?

Gini aja deh, gue ada beberapa pertanyaan, kalau laskar jihad bisa menjawab dengan memuaskan, gue akan mundur dan minta maaf gimana? hehehe

“Jangan jelesss...”

Since: Feb 08

mendidik malon

#14 Mar 14, 2008
Sdr anti islam
pertanyaan ttg pasal waris sudah di jawab di thread lain.

“Jangan jelesss...”

Since: Feb 08

mendidik malon

#15 Mar 16, 2008
trims tante attu

“capegh degh!!!!”

Since: Dec 07

Depok, Indonesia

#16 Mar 16, 2008
Anti Islam wrote:
mendengarkan ajaran islam dari lingkungan kami sendiri? hehehehe..gak bisa menjelaskan ya?
Gini aja deh, gue ada beberapa pertanyaan, kalau laskar jihad bisa menjawab dengan memuaskan, gue akan mundur dan minta maaf gimana? hehehe
dan gw ounya pertanyaan untuk para "domba", gmn???

klo loe bisa jawab dengan memuaskan gw akan pindah agama......

gmn???

berani???

jikakakaka..........

“capegh degh!!!!”

Since: Dec 07

Depok, Indonesia

#17 Mar 16, 2008
malon pake hp wrote:
attu dapet info dimana? pernah main ke FC kaskus ga?
sering mampir di FC juga brow???

“capegh degh!!!!”

Since: Dec 07

Depok, Indonesia

#18 Mar 16, 2008
KONSILI NEICEA >>yesus dilantik sebagai tuhan (?)
Konsili dalam dunia kristen sudah dilaksanakan sebanyak 21 kali. yang pertama adalah; Konsili Nicea (325 Masehi). Pada abad ini pertikaian paham sangat sengit membakar Gereja. Arius, uskup dari Aleksandria, menolak ketuhanan Yesus yang menimbulkan kemarahan sebagian besar orang-orang Kristen. Akhirnya kaisar Konstantine menyelenggarakan konsili di Nicea tahun 325 Masehi. 1800 orang yang diundang untuk hadir dalam konsili ini terdiri atas, 1000 orang yang berasal dari Gereja Timur dan 800 dari Gereja Barat. 22 orang rombongan Arius yang dipimpin oleh Eusebius of Nicomedia, semuanya diusir dari forum.Sehingga secara keseluruhan Konstantine telah mengusir keluar sekitar 1482 uskup dan hanya 318 yang diijinkan mengikuti hingga akhir.

Yang paling penting dari semuanya, keputusan Konsili Nicea diambil dengan cara pengambilan suara, bahwa Yesus seorang Tuhan bukan sekedar nabi yang bisa wafat.(Holy Blood Holy Grail, hal.472) Konsili Nicea menjatuhkan hukuman pengucilan Arius dan uskup lainnya yang ikut dalam konsili tetapi menolak doktrin Trinitas. Tulisan-tulisan Arius dibakar, dan akan dimasukkan ke penjara bagi siapa saja yang kedapatan memiliki tulisannya.(Edward Gibbon, Decline and Fall of Roman Empire, vol.2, hal.693

kemuadian saya bertanya-tanya :
1. yesus diangkat jadi tuhan melalui vooting. siapa yang melantiknya ?
2. oknum yang melantik yesus jadi tuhan; berarti jabatannya lebih tinggi dari
yesus (?)
3. 325 tahun sebelumnya, siapa tuhannya orang kristen ?
4. 325 tahun sebelumnya, apa jabatan yesus ?
5. mungkinkah pada masa mendatang diadakan lagi konsili untuk memilih
tuhannya orang kristen ?

pertanyaan-pertanyaan yang aneh,......tapi setidaknya itulah pertanyaan2 yang pasti timbul bagi yang membaca sejarah konsili nicea,...dan jawabannya pasti lebih aneh-aneh,...

“No hard Feeling..”

Since: Jan 08

Kota Kinabalu,Sabah,Malaysia

#19 Mar 17, 2008
salam...

“Manusia, BUKAN Tuhan.”

Since: Feb 08

Kuala Lumpur

#20 Mar 17, 2008
Anti Islam wrote:
mendengarkan ajaran islam dari lingkungan kami sendiri? hehehehe..gak bisa menjelaskan ya?
Gini aja deh, gue ada beberapa pertanyaan, kalau laskar jihad bisa menjawab dengan memuaskan, gue akan mundur dan minta maaf gimana? hehehe
Sikapmu ternyata angkuh dan pongah. Sahabatmu sesama Indonesia sendiri menyarankan kamu supaya meneliti intisari Al Quran meskipun kamu rasa benci atau takut. Ini bermakna kamu tidak pernah mengumpama manusia yang bukan seagama dengan kamu. Sedangkan para sarjana ilmuan dan agamawan seluruh dunia mendalami Quran walaupun mereka tidak menganutinya. Malah mereka mengakui akan kebenarannya.Cuma mungkin dia belum mendapat hidayahnya.
Siapa kamu berbanding mereka yang berlapang dada ingin mengetahui isi Al-Quran. Para forumer Malaysia atau Indonesia tidak menganggap kamu sebagai penganut kristian sejati. Apatah lagi untuk benar-benar mengamalkan ajarannya.

Sedarkan kamu, kamu cuma seumpama masuk gelanggang joget dengan tarian yang amat canggung dan salah tingkah dalam menyikapi pandangan seluruh forumer muslim. Kamu hanya percuma mengundang rasa benci manusia lain terhadap kamu yang memperleceh agama lain.

Sepengetahuanku yang punya banyak rakan kristian,
mereka tidak mencemuh agama lain seperti Budha , Hindu atau fahaman Tao. Malah seorang guru Tai Chi yang sudah seusia bapaku yang juga seorang paderi gereja menunjukkan sifat lemah lembut dan amat berlapang dada. Banyak perkara tentang kristian dalam kepala saya.

Jika dibanding dengan kamu bagai langit dengan bumi.

Berdebat dengankamu cuma membuang masa. Kamu tidak punya kelayakan melainkan caci-maki yang tidak senonoh. Andai kata, Nabi Isa hidup waktu ini , saya tidak tahu apa akan jadi. Apatah lagi dengan begitu banyaknya pengubahan Injil oleh tangan manusia sehingga wujudnya pelbagai versi Injil yang terang-terang memperbodohkan kamu.

Anti Islam

Tangerang, Indonesia

#21 Mar 17, 2008
cute baby wrote:
Sdr anti islam
pertanyaan ttg pasal waris sudah di jawab di thread lain.
gue gak tau di thread mana Attu balasnya ^_^...silakan ulang di post di sini....

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 2
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Malaysia Discussions

Title Updated Last By Comments
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 1 min imam mahdi dajjal 97,766
KESIAN, INDONESIA DIPIMPIN Oleh DEWA BADUT JOKOWI 3 min Henrie 4,072
Malaysia Merdeka karena apa ya??? 25 min CyberNano 1
fakta tentang indonesia yg dunia perlu tau teru... (Dec '12) 27 min CyberNano 10
Sriwijaya sudah terbukti berpusat dan bermula d... 29 min Ciung Wanara 1,058
::: UANG SOSOK RECEHAN ANDA JANGAN DISUMBANGKAN... (Sep '13) 51 min vhie 24
No telefon gay 0175322044 (Nov '10) 52 min gersang 4,465
ALUTSISTA RAHASIA buatan INDONESIA (Aug '12) 8 hr jlr-gza 62,905
More from around the web