[Pic] BUGIS VS DAYAK DI TARAKAN - 28.9.2010

Posted in the Malaysia Forum

First Prev
of 162
Next Last

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#1 Sep 28, 2010
ASYIKKK.... SYURRRR.... MAKNYUSSS...

ASLI BHINNEKA TUNGGAL IKA LAGI GAN...

BENTROKAN BUGIS VS DAYAK DI TARAKAN UDAH BERLANGSUNG 5 HARI GAN...

SAKING BRUTALNTA... HINGGA ADA WARGA KOTA TARAKAN MENGUNGSI MENINGGALKAN RUMAH MEREKA GAN...

KATA JAWA BHINNEKA TUNGGAL IKA GAN... REALITANYA BO'ONG BANGET GAN...

BHINNEKA TUNGGAL IKA ITU BICARA MUNAFIK SI JAWA GAN....

ASLI JAWA ITU TUKANG GOMBAL GAN... OMONG KOSONG DOANG GAN....

MONGGO DI BACA GAN... ADA FOTONYA GAN....

[http://nasional.vivanews.com/ news/read/180117-tarakan-bentr ok-lagi--tiga-polres-dikerahka n]
RAPAT SPASI

Kerusuhan Tarakan
Bentrok lagi, Jumlah Korban Jadi Tiga Orang
Selasa, 28 September 2010 22:16 WIB

JAKARTA--MI: KETEGANGAN ANTARA WARGA SUKU DAYAK TIDUNG DAN WARGA BUGIS di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, kembali pecah menjadi bentrokan terbuka. Hingga Selasa (28/9) pukul 22.00 Wita tiga warga telah menjadi korban dan sebuah rumah dibakar massa.

Bentrokan kembali pecah sejak pukul 21.00 Wita setelah kedua kubu terlibat aksi saling kejar dan saling serang. Peristiwa ini terjadi di Kawasan Simpang Tiga dan Jalan Selumit, Kota Tarakan.

"Awalnya mereka saling memancing, seorang warga suku Bugis mendekati kubu masyarakat Dayak Tidung di sekitar Simpang Tiga. Saat dikejar ia lari ke arah jalan Selumit. Di sana sudah menunggu kelompok warga Bugis yang langsung menyerang para pengejar," ujar Kameramen Metro TV, Zakir yang berada di tempat kejadian.

Menurutnya, upaya menjebak para penyerang yang dilakukan Suku Bugis ini mengakibatkan bentrok fisik langsung terjadi secara massal dan frontal. "Mereka menggunakan berbagai senjata dari mulai balok, parang hingga panah," tukasnya.

Akibat bentrokan tersebut dua orang warga yang belum diketahui identitasnya tersungkur menjadi korban. Sebelumbnya satu orang meninggal.

"Sepertinya dari kelompok penyerang karena mereka terdesak ke lorong-lorong di sekitar daerah tempat tinggal etnis Bugis ini," ujar Zakir.

Tidak hanya itu, imbuhnya, sebuah rumah di lokasi tersebut dibakar warga penyerang setelah terlebih dahulu dirusak dengan cara dilempari balok dan batu.

"Setelah jatuh korban warga penyerang kembali ke arah Simpang Tiga dan warga yang bertahan sibuk memadamkan api di rumah yang terbakar," ujarnya.

Meski bentrokan kembali terjadi tidak tampak adanya aparat keamanan yang mencoba melerai maupun membubarkan massa. "Tidak ada aparat keamanan sama sekali," pungkasnya.(Jaz/OL-2)

MANTAP GAN....

BENAR-BENAR BHINNEKA TUNGGAL IKA GAN....

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#2 Sep 28, 2010
LAGI BERITANYA GAN...

BENAR-BENAR SUMPAH PEMUDA GAN...

[http://regional.kompas.com/re ad/2010/09/29/04011522/Tarakan .Kembali.Mencekam..1.Tewas]
RAPAT SPASI

Tarakan Kembali Mencekam, 1 Tewas
Rabu, 29 September 2010 | 04:01 WIB

Tarakan, Kompas - Situasi di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, kembali mencekam menyusul pecahnya bentrokan antarwarga di simpang empat Grand Tarakan Mall, Selasa (28/9) malam. Satu orang dilaporkan tewas dan dua lainnya mengalami luka parah. Belum diketahui persis apakah kasus ini terkait kerusuhan sehari sebelumnya.

Saat dikonfirmasi dari Kota Samarinda semalam, Direktur Intelkam Kepolisian Daerah Kaltim Komisaris Besar Rudi Pranoto hanya membenarkan adanya bentrokan itu.”Ya, ya, ya, kami masih berusaha mengatasi situasi ini,” katanya singkat.

Korban tewas belum diketahui identitasnya. Korban luka dikabarkan bernama Yudi dan Kalun. Sejumlah warga dan wartawan Tribun Kaltim yang dihubungi per telepon mengatakan, dua kelompok massa itu tiba-tiba berhadapan di simpang empat Grand Tarakan Mall dan bentrok pukul 21.30 Wita. Semua aktivitas usaha langsung terhenti.

Sebelumnya, sore hari, satu rumah di kawasan Juata Kerikil dibakar sekelompok orang yang belum diketahui identitasnya.

Sebagaimana diberitakan, Senin lalu terjadi bentrokan dan kerusuhan di kota tersebut. Bentrokan melibatkan warga setempat dan warga pendatang.

Bentrokan dipicu kematian seorang tokoh adat yang juga imam masjid bernama Abdullah (45), Minggu malam. Abdullah meninggal dunia akibat mengalami banyak luka tusukan setelah berupaya melerai perkelahian yang melibatkan anaknya.

Kepolisian Resor Kota Tarakan kemarin menyatakan telah menahan tiga tersangka penganiayaan/pengeroyokan Abdullah. Mereka berinisial Br (20), Aa (16), dan Ln (20).

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Komisaris Besar Antonius Wisnu Sutirta, penangkapan ketiga tersangka berdasarkan informasi dari sembilan saksi yang ditahan.”Polisi masih mengejar sejumlah tersangka lain yang diduga terlibat pengeroyokan di kawasan Perumahan Juwata Permai yang juga menyebabkan Rahmat (25), putra Abdullah, terluka,” ujar Wisnu Sutirta.

Penangkapan ketiga tersangka itu, lanjut Wisnu, terdengar oleh massa yang prihatin dan mendukung pihak korban. Mereka kemudian mendatangi Kantor Polresta Tarakan pukul 14.00 dan menuntut agar tersangka diserahkan kepada mereka.

Polisi berupaya meredam kemarahan itu dengan mempersilakan perwakilan massa melihat tersangka dan meminta mereka memercayai proses hukumnya kepada polisi.”Akhirnya, mereka setuju,” ujar Wisnu.

SABANG MERAUKE GAN...

WAKAKAKAKKAKAKA....

WAKAKAKAKKAA.....

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#3 Sep 28, 2010
LAGI BERITA BHINNEKA TUNGGAL IKA GAN...

WAKAKAKAKKAA....

WAKAKAKAKKAKAA....

HAMPIR SETIAP BULAN AKAN ADA KERUSUHAN ETNIS DI INDONESIA GAN...

YEL-YEL BHINNEKA TUNGGAL IKA ITU OMONG KOSONG JAWA DOANG GAN...

WAKAKAKAKAKKAA.....

[http://regional.kompas.com/re ad/2010/09/29/06063378/Tarakan .Panas.Lagi..1.Tewas.dan.3.Luk a-7]
RAPAT SPASI

Kekerasan
Tarakan Panas Lagi, 1 Tewas dan 3 Luka
Rabu, 29 September 2010 | 06:06 WIB

TARAKAN, KOMPAS .com — Konflik yang melibatkan dua kelompok di Tarakan, Kalimantan Timur, kembali pecah, Selasa (28/9/2010) sekitar pukul 22.00 WIB. Akibatnya, seorang warga tewas, sementara tiga warga lainnya mengalami luka serius.

Korban tewas kini berada di RSUD Tarakan. Situasi di Tarakan kini makin mencekam.
Informasi yang dihimpun Tribun Timur di lokasi kejadian, bentrok antarkelompok tersebut terjadi di simpang jalan Grand Tarakan Mall.

Dua kelompok massa saling berhadap-hadapan menggunakan senjata tajam berupa samurai, parang, dan badik. Peristiwa menegangkan itu mengakibatkan seorang pemuda tewas terkena senjata tajam.

Sementara tiga pemuda lainnya mengalami luka serius di tubuhnya. Tangan seorang korban bahkan putus akibat terkena sabetan samurai.

Tiga pria yang terluka langsung dibawa ke RS Angkatan Laut Tarakan, sementara korban tewas dibawa ke RSUD Tarakan. Belum diketahui identitas korban tewas, begitu pun dengan korban luka.

Personel Brimob Polda Kaltim langsung mengamankan lokasi kejadian. Situasi di Tarakan saat ini benar-benar mencekam. Sesaat sebelumnya, sekitar pukul 18.00, sebuah rumah yang berada tak jauh dari Polresta Tarakan dibakar massa.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kebakaran tak berani memadamkan api karena mendapat ancaman dari sekelompok orang. Api pun dibiarkan membubung tinggi sehingga menghanguskan rumah salah satu kelompok warga.(Junisah/Niko Ruru)

KORBAN JIWA PADA BERJATUHAN GAN...

ASLI BHINNEKA TUNGGAL IKA NIH GAN....

WAKAKAKAKAKAKAKA....

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#4 Sep 28, 2010
PERTIKAIAN SUKU, KOTA TARAKAN MENCEKAM...

ASLI BHINNEKA TUNGGAL IKA GAN...

ASLI SUMPAH PEMUDA GAN...

WAKAKAKAKAKAKKAA....

[http://www.vivaborneo.com/kot a-tarakan-mencekam-akibat-pert ikaian-suku.htm]
RAPAT SPASI

Pertikaian Suku, Kota Tarakan Mencekam

September 27, 2010

Tarakan –vivaborneo .com – Kota Tarakan di utara Kalimantan Timur mencekam akibat bentrokan antara suku Dayak Tidung dengan suku Bugis pendatang, Senin (27/9) dini hari. Bentrokan yang terjadi sekitar pukul 02.00 tersebut, dipicu akibat tewasnya seorang penduduk lokal dalam sebuah perkelahian usai pesta minuman keras.

Menurut informasi yang didapat vivaborneo .com dari warga Tarakan, suasana sejak dinihari hingga sore masih mencekam, terutama di sekitar lokasi bentrokan di dekat pelabuhan feri baru, Juwata, yang menjadi basis suku Bugis.

Jalan-jalan diblokir untuk mencari pembunuh Abdullah (45) yang tewas dengan luka mengenaskan di perut dan sebagian anggota tubuh terpotong. Warga Dayak Tidung ini menari-nari sambil membawa senjata tajam dengan simbol ikat kepala berwarna merah sebagai tanda berperang.

Saat ini, suku Dayak Tidung yang sebagian besar beragama Islam, datang dari berbagai pulau di sekitar Pulau Tarakan mulai berdatangan ke Selumit, kawasan yang didominasi penduduk lokal. Mereka melengkapi diri dengan Mandau, tombak dan sumpit.

Jalan-jalan di dalam Kota Tarakan, sejak dinihari telah dikuasai Suku Dayak Tidung yang melakukan konvoi dijalan-jalan sambil membawa senjata tajam. Pihak kepolisian tidak dapat berbuat banyak, hanya menghalau massa agar tidak terus memburu lawannya.

Mengantisipasi bentrokan meluas, Yonif 613/Raja Alam diturunkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga suku Bugis di Juwata. Penduduk diungsikan ke markas Yonif 613 yang tak jauh dari tempat kejadian. Situasi di tengah Kota Tarakan hingga kini masih aman terkendali.

Sejauh ini, aparat kepolisian dari Brimobda Polda Kaltim dan Polresta Tarakan masih berjaga-jaga untuk menghindari meluasnya perang yang melibatkan dua suku tersebut. Polres setempat telah menyatakan Siaga Satu untuk mengantisipasi keadaan terburuk.

Hingga pukul 21.00 wita jalanan telah lengang seperti layaknya telah tengah malam. Toko-toko banyak yang tutup untuk menghindari penjarahan dan pengrusakan oleh warga yang sedang marah.

Sementara itu, sejak pagi hingga siang rumah Abdullah (45), seorang tokoh masyarakat yang tewas masyarakat berkumpul untuk mengantarkan jenazah Abdullah. Ratusan warga Juwata Permai yang ikut mengantar jenazah ke pemakaman terlihat masih membawa senjata tajam. Bahkan, kerabat korban mendesak polisi agar segera menangkap pelaku yang jumlahnya 30 orang dalam waktu 2X24 jam.

“Kami mendesak polisi agar pelaku pembunuhan segera ditangkap dalam waktu 2X24 jam, jika tidak, kami sendiri yang akan bertindak,” ungkap seorang kerabat korban yang tidak mau disebutkan namanya.

Di Kabupaten Nunukan, yang jaraknya hanya 3 jam perjalanan dengan speedboat dari Pelabuhan Tengkayu Tarakan, susana masih aman terkendali meskipun polisi tampak berpatroli dan berjaga-jaga di sejumlah sudut kota.

Pemkab Nunukan menghimbau masyarakat Nunukan yang sebagian besar suku Bugis, untuk tidak datang ke Kota Tarakan sementara susana belum aman. Selain menghindari konflik yang dapat meluas, imbauan ini juga menjadi perhatian warga untuk dapat menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

YA UDAH... BUBAR AJA NKRI GAN...

GA PERNAH TENANG GAN... HAMPIR SETIAP BULANNYA ADA RUSUHAN ANTAR ETNIS GAN....

KATANYA BHINNEKA TUNGGAL IKA GAN....

BULLSHIT... BANGET GAN....

WAKAKAKAKAKKAA....

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#5 Sep 28, 2010
SUKU DAYAK MEMBAWA SENJATA MANDAU GAN...

[http://nasional.vivanews.com/ news/read/180117-tarakan-bentr ok-lagi--tiga-polres-dikerahka n]
RAPAT SPASI

Nasional
Jawa Timur
Tiga Polres Bantu Amankan Tarakan
Warga setempat terlihat membawa senjata mandau. Senjata asli suku Dayak.
Rabu, 29 September 2010, 08:11 WIB

VIVAnews - Bentrokan dua etnis kembali pecah di Tarakan, Kalimantan Timur. Warga setempat yang terlibat bentrok dengan etnis Bugis dari Sulawesi, dilaporkan membawa senjata tradisional asli Dayak.

"Saya lihat dalam gambar, mereka membawa mandau (senjata khas Dayak)," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Marwoto Soeto saat dihubungi VIVAnews .com, Rabu 29 September 2010.

Menurut Marwoto, bentrokan pagi ini dipicu karena kubu korban tewas, Abdullah, yang juga warga asli setempat tidak puas dengan tuntutan yang diajukan. Kubu korban merasa tuntutannya tidak dipenuhi oleh kelompok lawan.

Abdullah sendiri tewas saat bentrokan pertama pecah pada Senin 27 September 2010 dini hari waktu setempat. Abdullah tewas diduga dikeroyok lima orang yang melakukan pemalakan terhadap anaknya.

Saat ini, polisi di lokasi terdekat sudah berjaga-jaga. Personel dari tiga markas Kepolisian Resor (Polres) sudah dikerahkan. "Ada bantuan dari Polres Nunukan, Polres Berau, dan Polres Bulungan. Tiga Polres itu paling dekat dengan lokasi," kata Marwoto.

Bentrokan pertama berawal dari pengeroyokan anak korban Abdullah, Abdul Rahmansyah oleh lima orang pada Minggu 26 September 2010 pukul 22.30 WITA. Saat itu Abdul Rahmansyah sedang melintas di kompleks Korpri.

Tiba-tiba Abdul Rahmansyah dihadang lima orang tak dikenal. "Dikeroyok, mengalami luka-luka dan dirawat di RS Tarakan," kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri, Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana, kemarin.

Setelah itu, Senin 27 September pukul 00.00 WITA orang tua Abdul Rahmansyah, Abdullah beserta enam orang suku Tidung lainnya mencoba mendatangi pengeroyok anaknya. Keributan pun pecah. "Dalam insiden itu meninggal satu orang, Abdullah," kata Untung Yoga.

MANTAP SEKALI GAN...

BENAR-BENAR BHINNEKA TUNGGAL IKA GAN....

WAKAKAKAKAKAKAKKAAA...

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#6 Sep 28, 2010
BERIKUT ADALAH KRONOLOGIS BENTROKAN ANTARA SUKU DAYAK VS BUGIS DI TARAKAN GAN...

MENURUT POLRI GAN....

[http://us.detiknews.com/read/ 2010/09/29/082833/1450922/10/p olri-beberkan-kronologi-bentro kan-warga-di-tarakan]
RAPAT SPASI

Rabu, 29/09/2010 08:28 WIB
Polri Beberkan Kronologi Bentrokan Warga di Tarakan
Nograhany Widhi K - detikNews

Jakarta - Mabes Polri membeberkan kronologi bentrokan yang terjadi di pusat Kota Tarakan, Kaltim, pada Minggu 26 September 2010 lalu. Bentrokan itu melibatkan 2 kelompok yang berada di Tarakan, yang dicapai 1 jam dengan pesawat terbang dari Samarinda.

Berikut kronologi lengkap dari Divisi Humas Mabes Polri yang dilansir di akun Twitter dan Facebooknya, Rabu (29/9/2010).

Peristiwa Kerusuhan

Pada tanggal 26 September 2010 sekitar pukul 22.30 WITA. Telah terjadi
perkelahian antar sekelompok warga dari Suku Bugis dan Suku Tidung di Kampung Juata Permai, Tarakan, Kalimantan Timur. Akibat perkelahian tersebut 1 (satu) orang tewas.

Kronologi Kejadian

Minggu tanggal 26 September 2010 sekitar pukul 22.30 WITA.

Pada saat Sdr ABDUL RAHMANSYAH, Warga Kel Juata Permai sedang melintas di Perum Korpri Jl Seranai III, Juata Kec Tarakan Utara, Kota Tarakan, secara tiba-tiba dikeroyok 5 (lima) orang tidak dikenal, sehingga sdr Abdul Rahmansyah mengalami luka-luka di telapak tangan.

Selanjutnya Sdr Abdul Rahmansyah pulang ke rumah untuk meminta pertolongan dan diantar pihak keluarga ke RSU Tarakan untuk berobat.

Pada hari Senin 27 September 2010

Sekitar pukul 00.30 WITA, Sdr ABDULLAH (56 Thn), warga Kel Juata Permai, Orang tua Sdr Abdul Rahmansyah beserta 6 (enam) orang yang merupakan keluarga dari Suku Tidung berusaha mencari para pelaku pengeroyokan dengan membawa senjata tajam berupa mandau, parang dan tombak.

Mereka mendatangi sebuah rumah yang diduga sebagai rumah tinggal salah seorang dari pengroyok di Perum Korpri Jl Seranai III, Juata, Tarakan Utara Kota Tarakan. Penghuni rumah yang mengetahui bahwa rumahnya akan diserang segera mempersenjatai diri dengan senjata tajam berupa badik dan parang.

Kemudian terjadilah perkelahian antara kelompok Sdr Abdullah (warga Suku Tidung) dengan penghuni rumah tersebut (kebetulan warga Suku Bugis Latta). Akibatnya Sdr Abdullah meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam.

Pada pukul 01.00 WITA, di Perum Korpri Jl Seranai III, Tarakan Utara, Kota Tarakan terjadi penyerangan yang dilakukan sekitar 50 orang (Warga Suku Tidung) yang bersenjatakan mandau, parang dan tombak.

Terjadi pengrusakan terhadap rumah milik Sdr NOODIN (Warga Suku Bugis Letta), Warga Kel Juata Permai, Tarakan Utara.

Pada pukul 05.30 WITA terjadi lagi aksi pembakaran terhadap rumah milik Sdr SARIFUDIN (Warga Suku Bugis Latta), Warga Perum Korpri Jl. Seranai RT 20 Kel
Juata Permai, Tarakan Utara.

Pada pukul 06.00 WITA, sekitar 50 orang (Warga Suku Tidung) mencari Sdr BAPAK ASNAH (Warga Suku Bugis Latta), namun berhasil diamankan anggota Brimob.

Pada pukul 10.00 WITA, massa kembali mendatangi rumah tinggal Sdr NOODIN (Warga Suku Bugis Latta) dan langsung membakarnya.

Pada pukul 11.00 WITA, massa kembali melakukan pengrusakan terhadap 4 (empat) sepeda motor yang berada di rumah Sdr NOODIN.

Pada pukul 14.30 WITA, korban meninggal Sdr ABDULLAH (Alm) dimakamkan di Gunung Daeng Kel Sebengkok Kec Tarakan Tengah, Kota Tarakan.

Pada pukul 18.00 WITA, terjadi pengeroyokan terhadap Sdr SAMSUL TANI (Warga Suku Bugis), Warga Memburungan RT 15 Kec Tarakan Timur, Kota Tarakan, oleh orang tidak dikenal.

Pukul 18.00 WITA, personel gabungan dari Polres Tarakan (Sat Intelkam, Sat Reskrim dan Sat Samapta) diperbantukan untuk mengamankan TKP.

Pada pukul 20.30 WITA s/d 22.30 WITA bertempat di Kantor Camat tarakan Utara
berlangsung pertemuan yang dihadiri untur Pemda setempat seperti Walikota Tarakan, Sekda Kota Tarakan, Dandim Tarakan, Dirintelkam Polda Kaltim, Dansat Brimob Polda Kaltim, Wadir Reskrim Polda Kaltim serta perwakilan dari Suku Bugis dan Suku Tidung.

BHINNEKA TUNGGAL IKA...
malayDOG JAGA BUCKINGHAM

Jakarta, Indonesia

#7 Sep 28, 2010
Ane China dari Medan ???? Yang jelas kau orang INDONESIA yang tidak senang sama Indonesia. Bahasamu Kental Indonesian People !!!! Sekarang ajukan saja owe jadi warga negara bangsa lain !!! TERSERAH you !!!!Daripada owe berlawanan dalam hati sanubari owe....

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#8 Sep 28, 2010
SAKING GAWATNYA HINGGA WARGA KOTA PERLU DI EVAKUASI GAN....

BENAR-BENAR BHINNEKA TUNGGAL IKA GAN....

WAKAKAKAKAKAKKA....

[http://us.detiknews.com/read/ 2010/09/28/230503/1450770/10/w arga-dievakuasi-tinggalkan-pus at-kota-tarakan-yang-masih-men cekam]
RAPAT SPASI

Selasa, 28/09/2010 23:05 WIB
Bentrok Warga di Tarakan
Warga Dievakuasi Tinggalkan Pusat Kota Tarakan yang Masih Mencekam
Robert - detikNews

Tarakan - Suasana Kota Tarakan yang mencekam lagi membuat aparat mengungsikan warga. Beberapa warga terlihat diangkut truk meninggalkan pusat Kota Tarakan, tempat kerusuhan terjadi.

"Saya melihat truk-truk aparat melaju. Ada orang-orang di dalamnya, sepertinya evakuasi, mengarah meninggalkan pusat kota," ujar Anto, warga yang tinggal sekitar 1 km dari pusat di Jalan Mulawarman, Tarakan, Kalimantan Timur, Selasa (28/9/2010).

Anto menduga, truk-truk yang mengangkut warga itu mengarah ke Batalyon Infanteri 613 Raja Alam. Truk itu melintas sekitar pukul 22.30 Wita.

Suara tembakan juga masih terdengar beberapa kali. Asap memang sudah mulai mengecil tapi teriakan warga, seperti orang berkelahi masih terdengar. Situasi lengang dan mencekam, toko-toko di pusat kota di sekitar Jl Gadjah Mada sudah mulai tutup sejak pukul 20.00 Wita.

Sementara Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta membenarkan bahwa situasi Tarakan mencekam kembali.

"Ya benar (ada ketegangan lagi). Tapi saya baru tiba di Tarakan, nanti saya informasi lebih lanjut perkembangannya," ujar Antonius ketika dikonfirmasi detikcom.

WAKAKAKAKAKAKKAAA....

BUBAR AJA NKRI GAN...

WONG HAMPIR SETIAP BULAN ADA AJA BENTROK ANTAR ETNIS GAN....

PANCASILA UDAH GAGAL GAN.....

BHINNEKA TUNGGAL IKA ITU CUMAN GOMBALAN SI JAWA GAN....

WAKAKAKAKAKAKAKAKKAKAKAA....

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#9 Sep 28, 2010
SUKU DAYAK ITU ADALAH SUKU ASLI DI TARAKAN GAN...

SEMENTARA SUKU BUGIS ITU PENDATANG GAN...

BENTROKAN DI TARAKAN INI ADALAH BENTROKAN ANTARA SUKU ASLI VS SUKU PENDATANG GAN.... DAYAK VS BUGIS GAN....

SEBUAH POTRET BHINNEKA TUNGGAL IKA DI INDONESIA GAN...

WAKAKAKAKAKAKKAKA....

[http://us.detiknews.com/read/ 2010/09/28/231103/1450771/10/m assa-berseliweran-bawa-parang- dan-bakar-rumah-warga]
RAPAT SPASI

Selasa, 28/09/2010 23:11 WIB
Bentrok Warga di Tarakan
Massa Berseliweran Bawa Parang dan Bakar Rumah Warga
Ari Saputra - detikNews

Jakarta - Situasi mencekam sangat terasa di Kota Tarakan, Kalimantan Timur. Ratusan massa berseliweran dengan membawa parang dan berbagai senjata tajam lain yang lain.

Pukul 22.00 WITA, sebuah rumah dibakar massa.

"Mereka pada bawa parang. Kalau bom molotov saya tidak melihat. Tadi ada rumah warga dibakar. Asapnya mengepul tinggi. Kalau toko belum ada (yang dibakar)," kata seorang warga yang terjebak di salah satu hotel di Jl Mulawarman, Karang Anyar Pantai, saat dihubungi detikcom Selasa (28/09/2010) malam.

Warga yang enggan disebutkan namanya ini mengaku belum berani keluar dari hotel menuju rumahnya yang dekat dengan lokasi kerusuhan.

"Saya belum berani pulang. Seharusnya sudah bisa pulang jam setengah sepuluh, sampai sekarang (pukul 23.30 Wita) belum berani," imbuhnya yang berada sekitar 3 blok dari aksi bakar-bakaran.

Diberitakan sebelumnya, Kota Tarakan kembali mencekam Selasa malam ini. Aktivitas ekonomi dan pendidikan di Tarakan, belum berlangsung normal. Pedagang memilih menutup toko mereka lebih awal dan sekolah pun diliburkan.

Meski aparat TNI dan Polri berjaga-jaga,warga tetap khawatir terjadinya bentrokan susulan, pasca bentrokan Minggu (28/09/2010) lalu, yang menewaskan seorang tokoh masyarakat, Abdullah (50).(Ari/nwk)

KATANYA SUMPAH PEMUDA SEGALA...

BO'ONG BANGET GAN....

WAKAKAKAKAKAKKAA....

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#11 Sep 28, 2010
malayDOG JAGA BUCKINGHAM wrote:
Ane China dari Medan ???? Yang jelas kau orang INDONESIA yang tidak senang sama Indonesia. Bahasamu Kental Indonesian People !!!! Sekarang ajukan saja owe jadi warga negara bangsa lain !!! TERSERAH you !!!!Daripada owe berlawanan dalam hati sanubari owe....
WAKAKAKAKAA....

ENTE NUBITOL YA GAN...

NIH BACA... BUKTI BHINNEKA TUNGGAL IKA DI INDONESIA NIH GAN...

WARGA BUGIS DI UNGSI KE PANGKALAN MILITER GAN...

WARGA BUGIS DI USIR SAMA SUKU DAYAK GAN....

WAKAKAKAKAKAA....

HIDUP BHINNEKA TUNGGAL IKA.... HIDUP SUMPAH PEMUDA...

WAKAKAKAKAKKAAA....

[http://us.detiknews.com/read/ 2010/09/29/080715/1450910/10/e vakuasi-masih-berlangsung-warg a-diungsikan-ke-pangkalan-mili ter]
RAPAT SPASI

Rabu, 29/09/2010 08:07 WIB
Bentrokan Warga di Tarakan
Evakuasi Masih Berlangsung, Warga Diungsikan ke Pangkalan Militer
Robert - detikNews

Tarakan - Hingga Rabu (29/9/2010) pagi ini, evakuasi warga di pusat Kota Tarakan masih berlangsung pasca bentrokan pada Selasa malam kemarin. Pangkalan militer di Tarakan menjadi tempat pengungsian warga.

Sofyan, warga Kota Tarakan yang bermukim di Kelurahan Lingkas Ujung, Tarakan, Kaltim, kepada detikcom mengatakan, suasana pagi ini cukup lengang. Banyak aparat dari TNI/Polri berkeliling di sudut-sudut Kota Tarakan, juga terlihat water canon di Jalan Yos Sudarso.

Masih terlihat adanya evakuasi warga dari pusat kota.

"Truk-truk aparat yang melintas dari arah pusat Kota mengevakuasi warga. Banyak warga lebih memilih tinggal di dalam rumah," ujar Sofyan.

Desas-desus yang didengar warga, akan ada aksi serangan balasan pada pagi hari ini. Sofyan menyayangkan pihak yang bertikai dibiarkan saja membawa senjata tajam.

Sementara Kadispen TNI AD Brigjen S Widjanarko membenarkan adanya evakuasi warga yang masih berlangsung hari ini.

"Ya benar ada evakuasi warga. Sekarang ada di pusat-pusat militer," ujar Brigjen S Widjanarko saat dikonfirmasi detikcom, Rabu pagi ini.

Warga diungsikan di pusat-pusat militer seperti di Pangkalan TNI AL Jl Yos Sudarso, Tarakan, kemudian di Yonif 613 Raja Alam, Juata, Kodim dan instalasi militer lainnya.

"Dalam evakuasi warga TNI AD tidak berpihak pada siapa pun, hanya untuk memberi rasa aman. Dan ada juga permintaan pengamanan dari polisi setempat, supaya bentrokan tidak meluas," tutur Widjanarko.

ASYIKKKK.... SYURRRR.... MAKNYUSSSS....

WAKAKAKAKAKAKAKA....
asli kalimantan

Samarinda, Indonesia

#12 Sep 28, 2010
lucu ya kalo ada saudara kita yg di bantai??
PANGLIMA BURUNG

Santa Clara, CA

#13 Sep 28, 2010
USIR SUKU PENDATANG DARI BUMI KALIMANTAN:-)
misery

Indonesia

#14 Sep 28, 2010
ga ada hubungannya dgn bhinneka tunggal ika.ini cuma kasusyg berawal dari busuknya perangai manusia.kebetulan aja bersuku bugis.bhinneka tunggal ika bukan bahasa jawa.tapi sansekerta gan.jgn jadi provokator gan...
babineka

Malaysia

#15 Sep 28, 2010
babi tunggal ikaw... hahaha.. lumrah babi, menyondol apa saja...
KSATRIA DAYAK

Santa Clara, CA

#16 Sep 28, 2010
Bentrokan di Tarakan Kembali Pecah, Dua Tewas

Rabu, 29 September 2010 10:05 WIB
Metrotvnews.com ,
Tarakan - Bentrokan di Tarakan kembali pecah, Kamis (29/9) pagi tadi sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Bentrokan yang terjadi di Jalan Yos Sudarso, Tarakan, Kalimantan Timur, ini menelan dua korban tewas.
Aparat yang berusaha melerai dua kelompok yang bertikai sempat melepaskan tembakan untuk memberikan peringatan. Namun, tembakan peringatan justru dibalas tembakan senjata rakitan ke arah aparat. Suasana berubah menjadi mencekam.
Bentrokan pagi tadi merupakan lanjutan dari bentrokan tadi malam yang juga menewaskan dua orang. Dalam bentrokan itu dua kelompok sempat saling berhadap-hadapan dalam jarak dekat, sekitar 100 meter.
Hingga saat ini suasana kota Tarakan masih lumpuh. Sejumlah warga masih mengungsi ke tempat aman, terutama ke Markas Polres setempat dan markas TNI Angkatan Laut. Perkantoran dan toko-toko hingga kini masih tutup.(RIE)
KSATRIA DAYAK

Santa Clara, CA

#17 Sep 28, 2010
misery wrote:
ga ada hubungannya dgn bhinneka tunggal ika.ini cuma kasusyg berawal dari busuknya perangai manusia.kebetulan aja bersuku bugis.bhinneka tunggal ika bukan bahasa jawa.tapi sansekerta gan.jgn jadi provokator gan...
Kami suku dayak sekarang ga mau lagi diinjak2 oleh suku pendatang:-P

Hidup Dayak!
papadaan jua

Samarinda, Indonesia

#18 Sep 28, 2010
mirip tipikal madura waninya keroyokan, urang tuha pulang di keroyoki kaitu,.. bujur2 kada pintar lalu,.
indonesia

Yogyakarta, Indonesia

#19 Sep 28, 2010
malayDOG JAGA BUCKINGHAM wrote:
Ane China dari Medan ???? Yang jelas kau orang INDONESIA yang tidak senang sama Indonesia. Bahasamu Kental Indonesian People !!!! Sekarang ajukan saja owe jadi warga negara bangsa lain !!! TERSERAH you !!!!Daripada owe berlawanan dalam hati sanubari owe....
Dia orang Malaysia yang mengaku- ngaku indonesia cuman di hidden location.....
terahkir di pantau dia di kuala lumpur!!!
Menhan

Penang, Malaysia

#20 Sep 28, 2010
hahaha..nanti saya kirim sukhoi 3 biji. akan sya arah mereka drop tabung lpg p-100 atas kepala dayak dan bugis itu. brengsek kalian,,mau rasa besi tabung lpg ya! tunggu saatnya!
CinaMalaysia

Jakarta, Indonesia

#21 Sep 28, 2010
Biasalah itu proses kedewasaan suatu bangsa, itung2 latihan perang buat ngabisin Orang2 Malaysia, besok jg udah reda, paling2 agen2 Malaysia yg komporin entar juga malon kehabisan dana, Indonesia makin sehat2 aj,

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 162
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Malaysia Discussions

Title Updated Last By Comments
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 5 min Tangguh P 82,987
FORUM LONTE/GIGOLO (Silakan Isi) (Jul '09) 9 min Ferdy 27,636
senyum 9 min hani 5
GAY JAKARTA, ayo berhimpun disini (Oct '11) 15 min Ari Febrian Santosa 2,515
No telefon gay 0175322044 (Nov '10) 31 min bob chuby 3,790
Wow,,,,VB BERAPI LP06(MALON) SENJATA TERJELEK D... (Nov '12) 52 min formalin 39
Agar TOPIX RAMAI , HanZ bebaskan Indo WANNABE 1 hr HanZ----IP NANJING 2
Saya baby mila , cewek bispak (Apr '08) 1 hr galam 13,196
AKU GAY mau isap KONTOL/KOTE (Mar '10) 2 hr Donald duck 9,561

Malaysia People Search

Addresses and phone numbers for FREE