Local News: Malaysia 

 | 

Sign Up

 | 

Sign In

Advertisment

Kebanyakan lagu Malaysia memakai Bahasa Indonesia

Comments (Page 2)

Showing posts 21 - 40 of141
|
Go to last post| Jump to page:
Freddy

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#21
Nov 24, 2007
 
zein_el wrote:
Bahasa Indonesia sebenarnya sebutan netral iaitu untuk permudahkan pertuturan! Sama juga di Malaysia dimana kaum India, Cina ,orang orang Non Malay lebih senang berbicara mirip bahasa Indonesia! Mudah sebutannya! Mana mungkin orang dari suku kaum lain boleh bertutur loghat Melayu? Sulit bukan? jadi kebijakan Indonesia saya puji kerana mempermudahkan orang berbahasa Indonesia!
Betul atau tidak Orang Orang Papua lebih dahulu mengangkat Bahasa Melayu menjadi Bahasa Persatuan mereka berbanding Indonesia? Mengikut catatan mereka menetapkan Bahasa Melayu sebagai bahasa resmi pada tahun 1925! Betul atau tidak? Sila anda bagi komen!
Soal bahasa Indonesia itu relatif mudah dipelajari itu benar, lupa penelitian siapa tapi bahasa Indonesia jika dibandingkan dengan bahasa lain memang lebih mudah dipelajari, terutama jika dibandingkan dengan bahasa Perancis dll. Bagus kan mempermudah orang Indonesia dengan beragam bahasa ini saling berkomunikasi.

Kalau soal orang Papua memakai bahasa Melayu, itu baru kudengar, soalnya keragaman bahasa di Papua ini sangat banyak, maklumlah walaupun satu pulau tapi mereka terpisah gunung yang tinggi dan jurang yang terjal, dan mereka pun lebih senang tinggal di sukunya masing2. Tapi betulkah fakta nih?
Hati Nurani

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#22
Nov 24, 2007
 
Freddy wrote:
<quoted text>
Soal bahasa Indonesia itu relatif mudah dipelajari itu benar, lupa penelitian siapa tapi bahasa Indonesia jika dibandingkan dengan bahasa lain memang lebih mudah dipelajari, terutama jika dibandingkan dengan bahasa Perancis dll. Bagus kan mempermudah orang Indonesia dengan beragam bahasa ini saling berkomunikasi.
Kalau soal orang Papua memakai bahasa Melayu, itu baru kudengar, soalnya keragaman bahasa di Papua ini sangat banyak, maklumlah walaupun satu pulau tapi mereka terpisah gunung yang tinggi dan jurang yang terjal, dan mereka pun lebih senang tinggal di sukunya masing2. Tapi betulkah fakta nih?
Masalah teman-teman dari Papua fasih berbahasa Indonesia, terus saya juga kagum dengan orang-orang di Indonesia Timur. Karena pekerjaan, dalam beberapa tahun ini saya banyak melakukan kunjungan ke pelosok-pelosok daerah dan desa di Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dan saya terhenyak bahwa saudara-saudara kita di sana bahkan yang tinggal di desa-desa mampu berbicara bahasa Indonesia dengan baik. Tidak banyak bangsa yang memiliki bahasa nasional yang secara luas digunakan oleh segenap rakyatnya. Jadi dalam hal pengembangan bahasa, bolehlah Indonesia bangga punya bahasa nasional dan persatuan yaitu Bahasa INDONESIA yang mudah-mudahan akan terus merambah ke manca negara manakala bangsa Indonesia terutama generasi mudanya bangga untuk menggunakan dan terus mengembangkan bahasa Indonesia sehingga menjadi bahasa modern di dunia. Tapi kalau orang-orang Indonesia tidak lagi suka berbahasa Indonesia, lebih senang menggunakan bahasa Inggris karena lebih bergengsi, maka nasib bahasa Indonesia juga akan rahib di telan arus globalisasi yang dahsyat dab bahasa Indonesia hanya akan menjadi bahasa pinggiran.
Hidup NKRI

Tangerang, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#23
Nov 24, 2007
 
Kita Para “Indon”…Ketika Emha Ainun Najib berkata….

Ada sejumlah fakta dan data bisa dipakai kalau mau pertandingan keunggulan, bangsa Indonesia sesungguhnya tak terlawan oleh siapapun di muka bumi ini, kecuali ( kita juga memiliki) sejumlah kecenderungan seperti “ Selengean”,“cengengesan”,”isen g”, tidak percaya satu sama lain, terlalu permisif, dan suka menggampangkan sesuatu.
Kita bisa diskusi tentang Indonesia-Malaysia sekian bab. Misalnya kontinuasi perang dingin dan dendam Melaka-Majapahit. Bab lain tentang hang Tuah dan Hang jebat. Bab lain tentang kementrian Pariwisata dan Eni Beatric. Bab lain tentang TKI-TKW sebagai representasi bangsa Indonesia, sehingga generasi terbaru Malaysia membayangkan Indonsia itu hutan rimba, suku terasing, kampong-kampung, dusun-dusun uneducated dan uncivilized nation.
Bab lain tentang paradoks fanatisme Melayu, tetapi orientasi kebaratan yang makin meninggi. Bab lain tentang perlunya bangsa Malaysia dikasih data tentang jumlah orang Jawa di tengah-tengah bangsa dan suku-suku di wilayah nusantara. Cukup statistic saja dulu, tak perlu hal Ronggowarsito, Gajahmada, filsafat adiluhung, tari badaya ketawang, apalagi sampai Tan Malaka, Pramudya Ananta Toer atau BJ Habibie. Juga tak perlu hitung dulu berapa jumlah mal di Kelapa Gading saja, tak perlu seluruh Jakarta , disbanding Kuala Lumpur.
Bab lain tentang hal-hal internal di kandungan kehidupan bangsa Malaysia . Tentang posisi persaingan Melayu melawan etnik China dan India. Tentang konstelasi nilai pencapaian akademis mahasiswa Indonesia di Malaysia. Tentang bandingan omzet Digi, Maxis, dan Celcom yang mencerminkan prestasi manajemen pada perusahaan-perusahaan “etnik” dibelakangnya. Tentang dangsut dan campur sari, serta sejarah etos ekonomi di chowkit. Tentang tukang batu, tukang kayu Jawa dan bagaimana gerangan prestasi ekonomi mereka. Tentang peran masa depan TKW bagi anak-naka Malaysia. Tentang bangsa yang menghindari “3D”: dirty, difficult, dangerous…
Tetapi semuanya itu sebenarnya tak perlu diungkap. Kalau SBY punya kalimat yang memnuhi kepiawaian diplomatic sekaligus keindahan budaya dan kearifan rohani, segera semua bisa dieliminasi. KEcuali memilih seperti Bung Karno:“GANYANG MALAYSIA!!!” Atau mungkin bisa duta SBY dan perutusan Pak Lah dududk bersama, kemudian bikin pernyataan bersama. Bangsa Malaysia adalah bangsa yang sebaiknya dipangku oleh bangsa Indonesia. Soal rebut-ribut hak cipta itu silahkan pilih beberapa jalan berpikir, misalnya:
“O, itu orang jawa Sunda Bugis Ambon sendiri yang berbaju Malaysia yang menggoda Indonesia melalui rasa sayange dll. Supaya bangsa Indonesia bangun dari tidurnya, marah, dan bertindak bersungguh-sungguh untuk membangun kembali dan membela martabatnya. Klaim dan godaan itu dilakukan bersumber dari kandungan rahasia rasa nasionalisme anak turun kita sendiri di Malaysia..”
Menantu Rasulullah Muhammad SAW, Ali ibn Abi Thalin, menang duel, musuh tergeletak dengan ujung pedang Ali di lehernya. Si Musuh meludahi wajah Ali, sehingga ali menarik pedangnya, ngeloyor pergi meninggalkan musuh yang sebenarnya dengan satu gerakan kecil bisa ditumpasnya. Ketika ditanya, Ali menjawab:“ Karena diludahi aku meninggalkannya. Karena aku takut gerak ujung pedangku digerakkan oleh amarah, bukan bergerak karena Allah”. Kita tak perlu pergi seperti Ali, sebab kita sangat besar: KITA PANGKU SAJA MALAYSIA.
( Dikutip dari Seputar Indonesia, Jum’at, 23 November 2007)
imam

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#24
Nov 24, 2007
 
bahasa melayu yang dipakai malaysia kampungan plus norak. lagu-lagu malaysia di indonesia gak laku karena aneh dan sampah. dandanan artis malaysia juga norak gak kayak artis-artis indonesia yang keren dan gaul...kan malaysia miskin kreativitas hahahaha
zein_el

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#25
Nov 24, 2007
 
Hati Nurani wrote:
<quoted text>
Masalah teman-teman dari Papua fasih berbahasa Indonesia, terus saya juga kagum dengan orang-orang di Indonesia Timur. Karena pekerjaan, dalam beberapa tahun ini saya banyak melakukan kunjungan ke pelosok-pelosok daerah dan desa di Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dan saya terhenyak bahwa saudara-saudara kita di sana bahkan yang tinggal di desa-desa mampu berbicara bahasa Indonesia dengan baik. Tidak banyak bangsa yang memiliki bahasa nasional yang secara luas digunakan oleh segenap rakyatnya. Jadi dalam hal pengembangan bahasa, bolehlah Indonesia bangga punya bahasa nasional dan persatuan yaitu Bahasa INDONESIA yang mudah-mudahan akan terus merambah ke manca negara manakala bangsa Indonesia terutama generasi mudanya bangga untuk menggunakan dan terus mengembangkan bahasa Indonesia sehingga menjadi bahasa modern di dunia. Tapi kalau orang-orang Indonesia tidak lagi suka berbahasa Indonesia, lebih senang menggunakan bahasa Inggris karena lebih bergengsi, maka nasib bahasa Indonesia juga akan rahib di telan arus globalisasi yang dahsyat dab bahasa Indonesia hanya akan menjadi bahasa pinggiran.
Bahasa Inggeris berkembang diawali dengan penjajahan. Dari situ ia berkembang menjadi bahasa perdagangan. Walau pun ia merupakan bahasa Prima dunia perdagangan namun bagi yang baru mempelajari memang agak sulit untuk berbicara kerana sifat bahasa dan ejaannya agak mengelirukan serta tidak mesra lidah semasa menuturkannya!
Bahasa Indonesia yang mempunyai akarnya dari Bahasa Melayu berkembang sebelum adanya Indonesia! Dikira penggunaannya melebihi 90% penduduk Indonesia!
Di Malaysia walaupun kami pernah dijajah Inggeris, di perkirakan tidak lebih dari 40% rakyatnya fasih berbahasa Inggeris kerana fakta bahas Inggeris itu sendiri! Pekerja asing terutamanya dari Myanmar,Nepal,India, Bangladesh serta warga Afrika lebih menyenangi bahasa Melayu dari bahasa Inggeris! Maka tidak menghairankan jika lebih dari 90% orang Malaysia boleh berbahasa Melayu!

Jadi pada hemat saya kedua dua bahasa itu ada potential menjadi bahasa dunia kalau terus di lestarikan dan diperkenalkan dimanca negara!
Hati Nurani

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#26
Nov 24, 2007
 
Hidup NKRI wrote:
Kita Para “Indon”…Ketika Emha Ainun Najib berkata….
(Dikutip dari Seputar Indonesia, Jum’at, 23 November 2007)
Kisruh dalam hubungan Indonesia - Malaysia rupanya tidak kunjung padam bahkan semakin meluas, sampai-sampai budayawan Emha Ainun Najib pun ikut memberikan komentar. Kemarin malam, saya melihat acara TV di RCTI yang sedang memilih wakil Indonesia untuk Asian Idol dan salah satu komentator yaitu Anang tampil beda dari yang lain yaitu memakai baju batik. Ketika disinggung oleh pembawa acara (MC) kenapa memakai baju batik yang selama ini memang tidak lazim dalam acara pentas musik seperti ini, Anang menjawab "supaya batik tidak dicuri......" Mungkin maksud Anang, biarlah batik juga bisa tampil dalam berbagai ragam acara dan pentas, tidak hanya dalam acara resmi dan seremonial. HEBAT, Bung Anang. Saya salut karena Anda telah memberikan contoh, tidak hanya retorika kosong yang sering dikumandangkan oleh para pejabat di Indonesia. Kalau kita memang cinta dengan produk seni dan budaya Indonesia, marilah kita juga bertindak dan memberikan kontribusi nyata, tidak cukup dengan kata-kata atau marah-marah. Perbanyaklah menggunakan batik sehingga industri batik di tanah air pun akan terus maju. Saat ini dunia pasti tahu, darimana batik berasal. Tapi kalau kemudian industri batik Indonesia mengalami kemunduran karena orang Indonesia tidak lagi banyak yang mau memakai batik, ya jangan dipersalahkan kalau dalam dekade mendatang Malaysia yang akan menjadi Sentra Batik Nusantara, kita di Indonesia malah mungkin perlu berterima kasih karena Malaysia telah melestarikan sebagian dari budaya Nusantara yang mulai terkikis di tanah asalnya karena serbuan arus globalisasi utamanya dari Barat, Cina dan Arab

“Malaysia Boleh”

Joined: Nov 17, 2007

Comments: 2007

Bukit Damansara

ISP: Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#27
Nov 24, 2007
 
Hati Nurani ma kasih yaa .. byk info baru dpt nich.. anda rajin yaa buat research ..kok semalaman ga tdr kamu ???

“Crush Malaysia!”

Joined: Nov 24, 2007

Comments: 42

Yaroslavl, Russia

ISP: Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#28
Nov 24, 2007
 
i can speak indonesian, an easy language, other than malays, c---r---a---p languange
dcr3

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#29
Nov 24, 2007
 
Wekz wrote:
<quoted text>
Aduh,kesian amat...kok dibuang seeh pake logat melayu? segitu rendahkah logat melayu? trus,dlm situasi rasmi,eh resmi (aduh,gw ketularan bhs malay jg neyh),pake logat apa donk?(biar karya tulisannya gak dibuang?)... gak pake ler,jer,ader,citer,dan sebagainya kan??mhn penjelasan...
Kalau kamu menulis karya didalam bahasa gaul dan dihantar ke dewan bahasa,kamu rasa ianya akan diterima menjadi sastera kebangsaan? Semestinya bahasa baku sahaja yang diterima

kalau tak silap saya, citer,ader,jer ler, itu diklasifikasikan sebagai bahasa/ejaan 'R'. ianya popular di dalam chat room semasa internet mula meraih populariti di malaysia. Dan sehingga kini ianya masih digunakan. Bahasa 'R' ini digunakan dengan menambar R di setiap penghujung perkataan yang sesuai. Contohnya perkataan 'semua', di dalam percakapan harian ia menjadi semue, kemudian semuer dan terus menjadi sumer.

Cth lain : bila(baku)->bile(logat melayu)->biler (bahasa r)
Hati Nurani

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#30
Nov 24, 2007
 
W_Harris wrote:
Hati Nurani ma kasih yaa .. byk info baru dpt nich.. anda rajin yaa buat research ..kok semalaman ga tdr kamu ???
Ya, hari sabtu dan minggu kan hari santai untuk cari sesuatu yang lain di luar rutinitas pekerjaan kantor yang melelahkan. Hari Sabtu dan bisa tidur sampai larut malam tapi bangun di hari Minggu agak siangan, tidak terburu-buru seperti hari kerja biasa. Diskusi di forum internet ini memang asyik sekali, menambah wawasan dan pengetahuan walaupun kadang-kadang miris juga melihat banyak kata dari kebun binatang yang bersliweran. Kadang-kadang saya meringis antara marah dan tertawa, apalagi kalau membaca komentar-komentar dari Hitler-45 yang provokatif tapi jenaka. Tapi banyak asyiknya koq, inilah dunia Maya ......
jojor

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#31
Nov 25, 2007
 
bagus nih.. disini orang malaysia udah pandai pake bahasa indonesia.. gak pake "kat","ker " lagi? malah sekarang pake "nich".. wah bener2 semakin indonesia..
apa ini udah jadi forum indonesia?:D

kenapa gak pake logat melayu aja sih? kenapa harus ikut2an logat indonesia?
syits

Surabaya, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#32
Nov 25, 2007
 
saya mo nanya ama 'sodara2' kita orang malaingsia...: gimana rasanya dapet merdeka hasil pemberian penjajah?
kalo ketemu ama bangsa2 dunia di forum PBB gimana ya? mau taruh dimana muka kalian?!!

sejelek2nya indonesia, belanda aja takut ama kami sampe mereka lari tunggang langgang.... lha kalau kalian bisanya mengemis minta merdeka.... eh jangan2 ga pernah minta ya... inggris aja yang kasian ga tega ngeliat orang malaysia ga punya martabat... derajatnya paling rendah didunia!!!

Joined: Oct 23, 2007

Comments: 432

Bekasi

ISP: Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#33
Nov 25, 2007
 
kenapa orang malingsia ngomongnya e??

karena rata2 orang malingsia tak bisa mangap dengan sempurna jadi pas baca quran salah teros
dcr3

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#34
Nov 25, 2007
 
merahputih wrote:
kenapa orang malingsia ngomongnya e??
karena rata2 orang malingsia tak bisa mangap dengan sempurna jadi pas baca quran salah teros
orang riau juga omongnya e. apa kamu fikir mereka tidak terasa dengan kata kamu tu ?
dcr3

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#35
Nov 25, 2007
 
syits wrote:
saya mo nanya ama 'sodara2' kita orang malaingsia...: gimana rasanya dapet merdeka hasil pemberian penjajah?
kalo ketemu ama bangsa2 dunia di forum PBB gimana ya? mau taruh dimana muka kalian?!!
sejelek2nya indonesia, belanda aja takut ama kami sampe mereka lari tunggang langgang.... lha kalau kalian bisanya mengemis minta merdeka.... eh jangan2 ga pernah minta ya... inggris aja yang kasian ga tega ngeliat orang malaysia ga punya martabat... derajatnya paling rendah didunia!!!
india juga merdeka secara aman.
filipina merdeka secara aman.
brunei merdeka secara aman.

banyak lagi negara di dunia ini merdeka secara aman. Adakah kesemua negera ini perlu rasa malu dengan mengemis kemerdekaan? Kalau begitu Mahatma Gandhi adalah pengemis kemerdekaan terbesar abad ke20 kerana beliaulah merintis kemerdekaan tanpa menumpahkan darah.
SeLat Bertam

Yogyakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#36
Nov 25, 2007
 
dcr3 wrote:
<quoted text>
orang riau juga omongnya e. apa kamu fikir mereka tidak terasa dengan kata kamu tu ?
Betul, aku org Melayu Riau, kami juga ngomong 'e', kami juga terasa di hina, tapi saya ngerti Mereka ni menghina melayu Malaysia, kalau sempat de menghina melayu riau.. Aku sekel kpale de, tapi aku rasa tidaklah !!
betulkah ??
Freddy

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#37
Nov 25, 2007
 
Hati Nurani wrote:
<quoted text>
Masalah teman-teman dari Papua fasih berbahasa Indonesia, terus saya juga kagum dengan orang-orang di Indonesia Timur. Karena pekerjaan, dalam beberapa tahun ini saya banyak melakukan kunjungan ke pelosok-pelosok daerah dan desa di Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dan saya terhenyak bahwa saudara-saudara kita di sana bahkan yang tinggal di desa-desa mampu berbicara bahasa Indonesia dengan baik. Tidak banyak bangsa yang memiliki bahasa nasional yang secara luas digunakan oleh segenap rakyatnya. Jadi dalam hal pengembangan bahasa, bolehlah Indonesia bangga punya bahasa nasional dan persatuan yaitu Bahasa INDONESIA yang mudah-mudahan akan terus merambah ke manca negara manakala bangsa Indonesia terutama generasi mudanya bangga untuk menggunakan dan terus mengembangkan bahasa Indonesia sehingga menjadi bahasa modern di dunia. Tapi kalau orang-orang Indonesia tidak lagi suka berbahasa Indonesia, lebih senang menggunakan bahasa Inggris karena lebih bergengsi, maka nasib bahasa Indonesia juga akan rahib di telan arus globalisasi yang dahsyat dab bahasa Indonesia hanya akan menjadi bahasa pinggiran.
setuju... sewaktu saya di Irian Jaya (sekarang Papua) pun saya tidak mempunyai kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang asli disana dengan bahasa Indonesia. Tapi perlu diketahui di Papua sendiri memiliki ratusan bahasa sendiri, yang bahkan kalau mereka bertemu suku lain (terutama suku yang kecil) mereka kesulitan untuk berkomunikasi dengan bahasa suku masing2. Penyebaran bahasa Indonesia dalam hal ini cukup menguntungkan
Freddy

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#38
Nov 25, 2007
 
Hati Nurani wrote:
<quoted text>
Ya, hari sabtu dan minggu kan hari santai untuk cari sesuatu yang lain di luar rutinitas pekerjaan kantor yang melelahkan. Hari Sabtu dan bisa tidur sampai larut malam tapi bangun di hari Minggu agak siangan, tidak terburu-buru seperti hari kerja biasa. Diskusi di forum internet ini memang asyik sekali, menambah wawasan dan pengetahuan walaupun kadang-kadang miris juga melihat banyak kata dari kebun binatang yang bersliweran. Kadang-kadang saya meringis antara marah dan tertawa, apalagi kalau membaca komentar-komentar dari Hitler-45 yang provokatif tapi jenaka. Tapi banyak asyiknya koq, inilah dunia Maya ......
hehehe setuju... moga2 banyak juga yang kita bisa ambil dari forumer kedua negara ini
Freddy

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#39
Nov 25, 2007
 
dcr3 wrote:
<quoted text>
orang riau juga omongnya e. apa kamu fikir mereka tidak terasa dengan kata kamu tu ?
orang Melayu Kepri juga bercakap dengan logat 'e' pada akhir katanya kok. Tapi memang yang diserang dalam forum ini kan Melayu Malaysia

Joined: Aug 16, 2007

Comments: 648

Melaka.

ISP: Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#40
Nov 25, 2007
 
SeLat Bertam wrote:
<quoted text>
Betul, aku org Melayu Riau, kami juga ngomong 'e', kami juga terasa di hina, tapi saya ngerti Mereka ni menghina melayu Malaysia, kalau sempat de menghina melayu riau.. Aku sekel kpale de, tapi aku rasa tidaklah !!
betulkah ??
Mike orang riau ye? Riau nye di mane? Bengkalis ke, Tembilahan ke atau Kepri? Saje teman nak tanye aje!
Cume nak tambah kenalan!
Tell me when this thread is updated!
(registration is not required)
Showing posts 21 - 40 of141
|
Go to last post| Jump to page:
Type in your comments to post to the forum
Name
(appears on your post)
Comments
Type the numbers you see in the image on the right:

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Other Recent Malaysia Discussions

Search the Malaysia Forum:
Topic Updated Last By Comments
Memalukan: Malaysia Gagal Ternakkan Sotong di D... 4 min indon mati p... 5
Mahathir Mencela PM Najib Razak dan melayu 4 min emil 2
40 Orang terkaya di Indonesia (Jan '08) 5 min ZXN Indonesia 112
MENGAPA KRISTEN tak bisa JAWAB 5 min natanael 15207
MetroTV:TIM INDONESIA PERINGKAT DUA DI OLIMPIAD... 5 min MALINGSIALAN... 4
Mahasiswa Malingsia Belajar jadi Aktivis di Unp... 6 min emil 8
Tuhankah Yesus? 6 min woofwoof 226