++ Malon-BABI ada Maruah Budaya? ++
- Posted in the Malaysia Forum
Comments
|
Pasti yang ini dikatakan sebagai MARUAH MALON-BABI...
1. The sex industry accounts for an estimated 1.2 billion dollars to 3.3 billion dollars in annual earnings, or between 0.8 and 2.4% of the country's GDP, the study said. In Selangor alone, prostitution-related activities are estimated to be worth 91 million dollars annually.(Dario Agnote, "Sex trade key part of S.E. Asian economies, study says," Kyodo News, 18 August 1998) => Bukti MALON-Babi BANGSA SUNDAL!! 2. There are at least 650,000 prostitutes in Malaysia. In 1998 there were 150,000 registered prostitutes compared to 72,000 in 1995. 30 percent are children.(Selangor Free Children Society, Mohammad Farid, "Malaysian economic crisis boosts prostitution," Reuters, 26 July 1998) => Wah, PELACUR pun kena REGISTER jugak? SAH BANGSA PELACUR! 3. Particularly because of the economic crises in Asia, women in Thailand and Malaysia are increasingly forced into prostitution as the only means of survival.("Women Workers Are Last in, First Out," Associated Press, 30 April 1998) In Malaysia the economic crisis has driven thousands of women into prostitution for economic survival. Although "streetwalkers" are prohibited in KL, there is no law prohibiting the sale of sexual services.(Selangor Free Children Society, Datuk F, "Malaysia economic crisis boosts prostitution," Reuters, 26 July 1998) => Kerana KEMISKINAN, Bangsa MALON-Babi sanggup jual PUKI dan PANTAT! Jadilah Bangsa HARAM JADAH! 4. The city of Penang, with tens of thousands of prostitutes, is the largest sex industry center in South East Asia, which consists of hectares and hectares of modest houses with large, plate-glass windows where bored girls sit waiting: "streets full of human aquariums". It is also a magnet for the divorced and dispossessed women of the strict Chinese villages. The sex industry serves as a source of women for prostitution in provincial towns, through a black market network of pimps.(Louise Williams, "Sex in the Cemetary," Sydney Morning Herald, 25 January 1997) => PENANG Sarang JUAL PUKI terbesar di Asia Tenggara! Inilah MARUAH BANGSA MALON-BABI Sebenarnya!! Di dalam PUKI ibu-ibu JALANGNYA! Berterima-kasihlah pada Brittish kerana memberi kamu makan supaya kamu tak JUAL PUKI untuk makan anak-anak Malon-Babi mu! Need more statistics? Wakakakakakakakakakakaka!!! Memang SAH BANGSA MALINGSI HARAM JADAH MALON-BABI ni!! KOmen??? Wakakakakakakakakaka!! |
||||
|
Up-up
|
||||
|
Up-Up
|
||||
|
Apakah Malon serupa babi??. Betul!!!.
Waakaakakakak... |
||||
|
Pandangan terhadap pelacuran
Di kalangan masyarakat Indonesia, pelacuran dipandang negatif, dan mereka yang menyewakan atau menjual tubuhnya sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Ada pula pihak yang menganggap pelacuran sebagai sesuatu yang buruk, malah jahat, namun toh dibutuhkan (evil necessity). Pandangan ini didasarkan pada anggapan bahwa kehadiran pelacuran bisa menyalurkan nafsu seksual pihak yang membutuhkannya (biasanya kaum laki-laki); tanpa penyaluran itu, dikhawatirkan para pelanggannya justru akan menyerang dan memperkosa kaum perempuan baik-baik. Salah seorang yang mengemukakan pandangan seperti itu adalah Augustinus dari Hippo (354-430), seorang bapak gereja. Ia mengatakan bahwa pelacuran itu ibarat "selokan yang menyalurkan air yang busuk dari kota demi menjaga kesehatan warga kotanya." Pandangan yang negatif terhadap pelacur seringkali didasarkan pada standar ganda, karena umumnya para pelanggannya tidak dikenai stigma demikian. |
||||
|
Pelacuran dalam sastra
Penyair W.S. Rendra pernah menulis dua buah puisi tentang pelacur yang lebih netral dalam "Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta!" Bahkan lebih dari itu, dalam puisinya "Nyanyian Angsa", Rendra melukiskan Maria Zaitun, seorang pelacur, yang justru menjadi kekasih Tuhan, yang dikontraskannya dengan kaum agamawan yang menjauhkan diri daripadanya. [sunting] Istilah lain untuk pelacur Istilah pelacur sering diperhalus dengan pekerja seks komersial, wanita tuna susila, istilah lain yang juga mengacu kepada layanan seks komersial. Khusus laki-laki, digunakan istilah gigolo. |
||||
|
Selama yang di istana tidak berani membedah korupsi, maka yakinlah yang akan kita temukan adalah yang kecil-kecil saja
SEBUAH PERNYATAAN MENGEJUTKAN terlontar dari mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Amien Rais. Ia mengatakan, sumber korupsi di Indonesia berada di istana. Apa maksud di balik ucapannya? Menurut Amien, ia meyakini bahwa pusat korupsi berada di jantung kekuasaan, yaitu istana.“Saya mempelajari ilmu politik, ilmu sosial bertahun-tahun itu, saya yakin sekali bahwa pusat korupsi berada di jantung kekuasaan. Jantung kekuasaan adalah istana. Istana bukan bagian dari solusi, istana adalah bagian dari masalah korupsi. DPR juga dekat-dekat dengan jantung kekuasaan, jadi harus diurus juga. Kalau nggak pernah sampai ke jantung, ya penyelesaiannya nggak akan jauh juga,” kata Amien, sebelum membuka acara Temu Wicara Partai Amanat Nasional (PAN)- Mahkamah Konstitusi (MK), di Hotel Sulthan, Jakarta, Jumat (11/4). Meminjam pernyataan pakar hukum Denny Indrayana, Amien mengutarakan empat episentrum korupsi yaitu Cendana, konglomerat hitam, senjata/militer dan istana.“Selama yang di istana tidak berani membedah korupsi, maka yakinlah yang akan kita temukan adalah yang kecil-kecil saja,” ujarnya. Sebaliknya, lanjut Amien, jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono konsisten dengan ucapannya untuk memimpin sendiri pemberantasan korupsi, ia yakin masih ada harapan cerah. “Tapi dengan waktu yang tinggal 14 bulan kekuasaannya, tampaknya tidak akan terwujud.“Yang terpenting diingat, pemberantasan korupsi tidak akan pernah melaju karena istana tidak pernah berbenah diri. Istana bagian dari korupsi, bukan bagian dari solusi,” tegasnya lagi. |
||||
|
Waktu itu aku melihat tayangan Metro Highlights, tayangan tentang Indonesia saat ini. Topik di malam itu adalah kemiskinan di Indonesia. Aku melihat disitu ditayangkan saat masyarakat berebut raskin hingga membuat petugasnya marah-marah karena ketidaksabaran orang-orang disitu dan takut jika mereka tidak mendapat jatah.
dari google Mirisnya bukan main. Kemudian, tayangan dilanjutkan dengan sederet kasus pembunuhan yang bermotif sama: terhimpit kemiskinan. Sederet kasus yang terjadi di Indonesia dengan alasan kemiskinan ternyata sangat banyak. Yang lebih ironi, sang pembunuh adalah ibunya sendiri. Sang ibu nekat mengakhiri nasib putra-putrinya karena alasan ekonomi. Tidak ada uang untuk membeli makan. Malu karena tidak dapat memberi makan anak-anaknya. Bahkan ada yang ibunya ikut bunuh diri bersama anak-anaknya. Trus, sekarang yang dipertanyakan adalah suaminya. Dimanakah ia? Ternyata kebanyakan adalah seorang yang tidak bertanggung jawab, pemabuk , penjudi pokoknya orang yang tidak tahu malu. Ada lagi sebuah kasus di Sulawesi. Kasus ini cukup terkenal yaitu kasus meninggalnya ibu yang tengah hamil tua dan dua anaknya. Yah, alasan yang hampir sama, karena kemisikinan melanda, mereka harus mati karena kelaparan. Beruntung nasib seorang anaknya yang masih dapat melanjutkan hidup karena sempat ditolong oleh pihak medis. Suami dari ibu itu adalah seorang tukang becak. Katanya perharinya ibu itu hanya diberi uang suaminya 5000 rupiah. Ironisnya, suaminya adalah pemabuk dan selalu membeli minuman keras. Sederet kasus kemiskinan di Indonesia yang begitu memilukan. Padahal negara ini kaya akan sumber daya alamnya. Alamnya yang hijau, lautnya yang biru. Tapi, mengapa dapat terjadi hal yang sangat menyakitkan seperti ini? Apa yang salah dengan bangsa ini? Ataukah dengan orang-orang yang hidup di negeri ini? Tentu kita tidak dapat sepenuhnya menyalahkan kepada pemerintah saat ini karena tidak dapat mengentaskan Indonesia dari kemiskinan. Yang terpenting adalah kita, sebagai masyarakat, sebagai makhluk sosial, memperhatikan nasib saudara-saudara kita yang ada dikanan kiri rumah kita, yang ada di jalan yang selalu kita lewati. Negara ini akan makmur jika setiap orang dapat merubah dirinya menjadi orang yang lebih baik. Saling tolong menolong, itu kuncinya. Apa kita adalah orang yang hanya cyber sosial. Hanya bersosial didepan komputer berselancar dan mengunjungi orang-orang yang hanya ada di dunia maya? Teman, hidup ini nyata,bukan maya. Masa depan bangsa ini ada di tangan kita-kita, mau kita jadikan apa negara ini,mau kita arahkan kemana bangsa ini, itu ada di tangan kalian-kalian, kita-kita. |
||||
|
Apa Solusi untuk Mengatasi Kebobrokan Globalisasi?
Dalam Islam 3 faktor produksi penting seperti air, tanah, dan api merupakan milik bersama. Tidak boleh dimonopoli oleh perorangan. Harus dikelola secara bersama oleh negara. Hasilnya harus bisa dinikmati oleh semua rakyat. Betapa banyak pertambangan kita seperti minyak, gas, emas, perak, tembaga, dsb dikelola oleh perusahaan asing yang mengeruk sebagian besar keuntungan dan hanya menyisakan sedikit receh untuk kolaborator yang bekerja untuk kepentingan mereka. Harusnya itu semua dikelola bersama-sama oleh rakyat Indonesia via BUMN dan hasilnya dinikmati oleh semua rakyat Indonesia. 69,4 juta hektar tanah di Indonesia juga dimonopoli oleh 652 pengusaha. Harusnya itu bisa dinikmati oleh semua petani dan pekebun di Indonesia. Banyak petani gurem yang tanahnya kurang dari 0,4 hektar. Bahkan banyak pula yang tak punya tanah sekali hingga terpaksa jadi buruh tani dengan penghasilan kurang dari Rp 300 ribu per bulan. Itu pun tidak tentu. Harus ada reformasi tanah di Indonesia sehingga semua petani/pekebun di Indonesia bisa mendapatkan tanah minimal 2 hektar untuk berusaha. Dikuasainya sektor perkebunan kelapa sawit 100% oleh Swasta mengakibatkan pemerintah tidak punya ”gigi” untuk mengontrol harga minyak goreng sehingga tidak terjangkau lagi oleh rakyat dan selalu mengikuti harga internasional. Seharusnya pemerintah minimal menguasai lebih 50% sehingga pemerintah bisa memenuhi kebutuhan rakyat dengan harga yang terjangkau. Swasta hanya memikirkan keuntungan/bisnis. Tidak bisa diharapkan untuk berjiwa sosial atau memenuhi kebutuhan rakyat. Sebagian besar dari sekitar Rp 800 trilyun uang APBN (di mana sekitar Rp 500 trilyun dari pajak rakyat)ternyata tidak untuk rakyat miskin yang memerlukan. Untuk orang miskin kurang dari 5%. Itu pun setelah berbagai potongan dan kebocoran lebih besar lagi. Sebagai contoh, para pejabat dan departemen berlomba menaikan gaji dan tunjangan. Jaksa dengan kasus suap Jaksa Urip berdalih bahwa jaksa melakukan korupsi karena gaji Urip yang Rp 3,5 juta itu kecil. Jadi gaji jaksa harus dinaikan agar tidak korup. Padahal jaksa Urip yang bergaji Rp 3,5 juta per bulan itu menurut garis kemiskinan yang dibuat pemerintah, yaitu Rp 167.000/bulan, sangat kaya. Penghasilannya lebih dari 20 kali lipat penghasilan orang miskin. Gaji direktur BI di atas Rp 200 juta per bulan. |
||||
|
AYUH SENSASI.
Mungkin kamu belum puas ditelanjangi? |
||||
|
||||
Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.
| Topic | Updated | Last By | Comments |
|---|---|---|---|
| ((Emil...Masuk Sini)) | 3 min | DaROCKWILDER | 23 |
| 40 Orang terkaya di Indonesia (Jan '08) | 3 min | zein el | 113 |
| MENGAPA KRISTEN tak bisa JAWAB | 5 min | Wanita Sedunia | 15237 |
| Muzik Rock Indon Lembik!! | 6 min | DaROCKWILDER | 1358 |
| INJIL atau ALQURAN Sesuai ilmu pengetahuan?? (Apr '08) | 7 min | sekedar meng... | 42 |
| Nampaknya forumer indonesia sudah insaf | 9 min | Investigator | 2 |
| ini topik baik - niat baik masuk ler... | 9 min | lutung kesarung | 140 |






