|
Rudy
Shah Alam, Malaysia
|
Seriously, apakah kita siap berperang melawan Malaysia? ---------- Melihat banyak sekali "perang kata-kata" yang mengesankan forum berita dan politik sebagai nothing but a "reluctant Fight Club", gue mencoba mengangkat diskusi tentang dengan tema: Seriously, apakah kita siap berperang dengan malaysia.. Banyak sudah komentar-komentar yang dilontarkan oleh para petinggi kita, baik politik maupun militer tentang perlunya menunjukkan kepada Malaysia, bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan berdaulat. Dari sisi politik, ada yang mendukung pemutusan hubungan diplomatik dengan Malaysia, ada yang mengancam memutuskan pengiriman TKI/TKW ke Malaysia, namun ada juga yang merasa bahwa riak-riak hubungan diplomatis dengan Malaysia "dicuekin' saja". Di sisi pertahanan, TNI katanya akan melakukan gelar latihan tempur di perbatasan Indonesia dan Malaysia untuk mendukung tekanan diplomatis terhadap Malaysia. Tapi yang menarik dari komentar-komentar para petinggi militer Indonesia adalah bahwa latihan militer atau gelar pasukan adalah untuk menunjukkan bahwa Indonesia bukan negara yang lemah, but contradiktif dengan pernyataan kemudian bahwa yang dibutuhkan Indonesia adalah penambahan personnel, pembangunan armada.. Dari berbagai komenar di forum ini, saya tidak ragu sedikitpun akan nasionalisme dan semangat perjuangan bangsa Indonesia, yang sudah terbukti ampuh melawan penjajah dulu. Namun fakta membuktikan bahwa pelecehan terhadap Indonesia yang dilakukan oleh Malaysia sudah terlalu sering terjadi, yang menjatuhkan martabat bangsa maupun yang terang-terangan mencaplok bagian dari kedaulatan bangsa dan kenyataannya, kita belum berani melakukan sebuah diplomasi radikal (baik persuasif maupun militer) terhadap Malaysia. Pertanyaan saya adalah: Seriously!! Apakah Indonesia (kita) benar-benar siap untuk melakukan diplomasi radikal terhadap Malaysia to the extent, apakah hari ini, kita siap berperang melawan Malaysia dengan kemenangan di pihak kita???
|
|
kopral
Shah Alam, Malaysia
|
Judged:
1
1
Tambahan referensi untuk diskusi adalah power. Menurut Mearsheimer (2001) power bisa dibagi dua, potential dan actual. Potential power didasarkan atas jumlah penduduk dan kekayaan (finansial) dari sebuah negara, karena kedua komponen ini adalah building blocks bagi kekuatan militer. But Actual power adalah kekuatan yang ada pada militer (Army, Navy and air Force). Jadi dalam konteks power, apabila ingin didiskusikan, apakah Indonesia lebih dari Malaysia, maupun sebaliknya?
|
|
Rudy
Shah Alam, Malaysia
|
dont think indonesia is capable of projecting its military power beyond its orders. This sabre rattling exercise, in my opinion is only seasonal. Perhaps the military establishment is looking for more funds i.e to replace its antiquated 'toys' and at the same time enrich themselves. Politicians on the other hand are taking advantage to get more supports (votes).
War will not happen since US will not just sit and watch. Selat Melaka is too important to be a war zone. Singapore will inevitably be dragged into the war. So does Australia.
So, don't worry dudes, life will go on as usual.
|
|
letnan
Shah Alam, Malaysia
|
Judged:
1
Yang jadi pertanyaan itu kalo perang, indo bakal menang ga???? Kalo diliat dari kondisi negara saat ini jawabnya ga bakal menang kecuali ada bantuan dari amerika... Semangat emang ngebantu tapi itupun dengan kondisi tertentu. Di masa lampau perang dilakukan jarak dekat maka semangat sangat membantu karena ada kalanya 1 orang bisa ngalahin 10 orang ato lebih tapi saat ini perang dilakukan dengan range weapons jadi biar semangat tapi tembakan meleset terus mana bisa menang...
|
|
sersan
Shah Alam, Malaysia
|
Judged:
2
1
don't forget the british.. lol...
|
|
praka
Shah Alam, Malaysia
|
wah bener nih mau perang sama malay?
kalo perang frontal, kemungkinan kemenangan d pihak kita.
pertimbangannya, letak jakarta dan kualalumpur.
jakarta geografisnya lebih terlindungi, masih ada sumatra dan kalimantan. letaknya jauh dari malay.
kualalumpur lebih terbuka dan dekat dengan sumatra.
itu terjadi kalau AU dan AL kita minimal seimbang dengan malay.
|
|
GGK
Shah Alam, Malaysia
|
What you're saying is that Indonesia has no power to confront with Malaysia?
|
|
GGK
Shah Alam, Malaysia
|
Judged:
1
What i meant is that Indonesia lacks firepower to confront Malaysia. My opinion is that, Malaysia could win a battle but might lost the war of attrition. Besides, Malaysia could invoke Five Power Defence Agreement (FPDA) which requires British, Australia, Singapore & New Zealand for assistance. Then, it would not be an affair between Indonesia and Malaysia only. US definitely will get involved. Can Indonesia sustain this kind of pressure? I think the Indonesian establishment understands this very well.
|
|
|
GGK
Shah Alam, Malaysia
|
Thank you. I wasn't aware of the FPDA. Since you brought it up, is is fair to assume that actually, these five countries "to some extent" support the aggression behavior of Malaysia against Indonesia?
I think the whole issue of alliance and defense cooperations should make Indonesia to re-think its International relations strategy. Would it be wise to assume that Malaysia have relative gain compare to Indonesia, because Indonesia still adopt its "bebas dan aktif" doctrine, which actually makes Indonesia "mandul"?
|
|
ma_LAZY_a
Pontianak, Indonesia
|
Rudy wrote: Seriously, apakah kita siap berperang melawan Malaysia? ---------- Melihat banyak sekali "perang kata-kata" yang mengesankan forum berita dan politik sebagai nothing but a "reluctant Fight Club", gue mencoba mengangkat diskusi tentang dengan tema: Seriously, apakah kita siap berperang dengan malaysia.. Banyak sudah komentar-komentar yang dilontarkan oleh para petinggi kita, baik politik maupun militer tentang perlunya menunjukkan kepada Malaysia, bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan berdaulat. Dari sisi politik, ada yang mendukung pemutusan hubungan diplomatik dengan Malaysia, ada yang mengancam memutuskan pengiriman TKI/TKW ke Malaysia, namun ada juga yang merasa bahwa riak-riak hubungan diplomatis dengan Malaysia "dicuekin' saja". Di sisi pertahanan, TNI katanya akan melakukan gelar latihan tempur di perbatasan Indonesia dan Malaysia untuk mendukung tekanan diplomatis terhadap Malaysia. Tapi yang menarik dari komentar-komentar para petinggi militer Indonesia adalah bahwa latihan militer atau gelar pasukan adalah untuk menunjukkan bahwa Indonesia bukan negara yang lemah, but contradiktif dengan pernyataan kemudian bahwa yang dibutuhkan Indonesia adalah penambahan personnel, pembangunan armada.. Dari berbagai komenar di forum ini, saya tidak ragu sedikitpun akan nasionalisme dan semangat perjuangan bangsa Indonesia, yang sudah terbukti ampuh melawan penjajah dulu. Namun fakta membuktikan bahwa pelecehan terhadap Indonesia yang dilakukan oleh Malaysia sudah terlalu sering terjadi, yang menjatuhkan martabat bangsa maupun yang terang-terangan mencaplok bagian dari kedaulatan bangsa dan kenyataannya, kita belum berani melakukan sebuah diplomasi radikal (baik persuasif maupun militer) terhadap Malaysia. Pertanyaan saya adalah: Seriously!! Apakah Indonesia (kita) benar-benar siap untuk melakukan diplomasi radikal terhadap Malaysia to the extent, apakah hari ini, kita siap berperang melawan Malaysia dengan kemenangan di pihak kita??? ya siap lah, toh jalan diplomasi gx ada kemungkinan kok... orang Indonesia dari dulu emank mo meng-"ganyang" malazya. kayak nya dendam musti terbakar lagi...
|
|
Raden wijaya
Kuala Lumpur, Malaysia
|
Yang Pastinya kalau Perang benar benar Berlaku...
Berjuta juta rakyat akan mati...Jiran, kawan/teman, kekasih, ayah, ibu,,,Suami,Isteri..
|
|
ma_LAZY_a
Pontianak, Indonesia
|
Judged:
1
letnan wrote: Yang jadi pertanyaan itu kalo perang, indo bakal menang ga???? Kalo diliat dari kondisi negara saat ini jawabnya ga bakal menang kecuali ada bantuan dari amerika... Semangat emang ngebantu tapi itupun dengan kondisi tertentu. Di masa lampau perang dilakukan jarak dekat maka semangat sangat membantu karena ada kalanya 1 orang bisa ngalahin 10 orang ato lebih tapi saat ini perang dilakukan dengan range weapons jadi biar semangat tapi tembakan meleset terus mana bisa menang... ya kalo berani jangan maen senjata. maen fisik sahaja. kita liat, siapa yang menang. toh kalo perang, Malazya banyak orang china nya dari pada melayu nya... melayu malay kan pengecut sangat...
|
Joined: Dec 22, 2007
Comments: 146
Petaling Jaya, Malaysia
|
Judged:
1
ma_LAZY_a wrote: <quoted text> ya kalo berani jangan maen senjata. maen fisik sahaja. kita liat, siapa yang menang. toh kalo perang, Malazya banyak orang china nya dari pada melayu nya... melayu malay kan pengecut sangat... Perang la korang.. biar dua-dua hancur.. tapi best gak perang-perang ni.. boleh main tembak-tembak..
|
|
Raden wijaya
Kuala Lumpur, Malaysia
|
Judged:
2
praka wrote: wah bener nih mau perang sama malay?
kualalumpur lebih terbuka dan dekat dengan sumatra. Ya kalau Perang, Selepas dapat mematah serangan Indonesia . Selepas mengusai Laut, Sumatera akan jadi Daerah pertama di counter attack,Kalimantan menjadi daerah kedua. Keupayaan TNI berpecah pecah di beribu ribu pulau, Kebanyakkan Militer berada di Jawa.Susah untuk 'transport' ke kepulauan yang lain. yang PAstinya Ramai jiwa akan terkorban...
|
|
nasi_sambel
Surabaya, Indonesia
|
Judged:
1
Apa kau kira rakyat sumatra dan kalimantan akan tinggal diam? Garuda wrote: <quoted text> Ya kalau Perang, Selepas dapat mematah serangan Indonesia . Selepas mengusai Laut, Sumatera akan jadi Daerah pertama di counter attack,Kalimantan menjadi daerah kedua. Keupayaan TNI berpecah pecah di beribu ribu pulau, Kebanyakkan Militer berada di Jawa.Susah untuk 'transport' ke kepulauan yang lain. yang PAstinya Ramai jiwa akan terkorban...
|
|
Melayu Malaysia
Pontianak, Indonesia
|
Garuda wrote: <quoted text> Ya kalau Perang, Selepas dapat mematah serangan Indonesia . Selepas mengusai Laut, Sumatera akan jadi Daerah pertama di counter attack,Kalimantan menjadi daerah kedua. Keupayaan TNI berpecah pecah di beribu ribu pulau, Kebanyakkan Militer berada di Jawa.Susah untuk 'transport' ke kepulauan yang lain. yang PAstinya Ramai jiwa akan terkorban... orang tak berpendidikan inilah seperti kamu. cobalah kalo ko nak serang Indonesia... bakal di babat habis ama polis Indonesia...
|
|
combro
Paris, France
|
GGK wrote: Thank you. I wasn't aware of the FPDA. Since you brought it up, is is fair to assume that actually, these five countries "to some extent" support the aggression behavior of Malaysia against Indonesia? I think the whole issue of alliance and defense cooperations should make Indonesia to re-think its International relations strategy. Would it be wise to assume that Malaysia have relative gain compare to Indonesia, because Indonesia still adopt its "bebas dan aktif" doctrine, which actually makes Indonesia "mandul"? why did you use many different nick names and talked to yourself? are you crazy? go to mental hospital ;D
|
|
Laksmana Bentan
Johor Bahru, Malaysia
|
Judged:
3
Ermmmm lambat betul INDON ni nak ganyang Malaysia...Bila agaknya..Aku tengah tunggu ni... Aku nak tengok Jenaral INDON yang KORUP bagi arahan...Laksmana TNI-Al boleh di beli.....terutama yg di Batam
|
|
Panglima Burung
Kulai, Malaysia
|
Judged:
1
Polisi indonesia saja Pling Plang mengendali kasus,lg sibuk extortion rakyat miskin,macam mana moe babat.Kita akan bersatu ama Singapore dan DOR!!!! selat Melaka kita yg control.
|
|
ma_LAZY_a
Pontianak, Indonesia
|
Laksmana Bentan wrote: Ermmmm lambat betul INDON ni nak ganyang Malaysia...Bila agaknya..Aku tengah tunggu ni... Aku nak tengok Jenaral INDON yang KORUP bagi arahan...Laksmana TNI-Al boleh di beli.....terutama yg di Batam awak nak cepat2 di ganyang Indonesia ke...? begini caranya, buat sahaja perkara yang buat rakyat Indonesia marah... nah, itu caranya...
|
|
|