First Prev
of 4
Next Last
India Medan

Tangerang, Indonesia

#1 Jan 8, 2011
India Dan Indonesia Akan Tingkatkan Kerjasama Keamanan

India and Indonesia will anchor their five-year-old strategic partnership by beefing up counter-terrorism cooperation with an extradition treaty and a pact on preventing drug trafficking that will be signed during Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono’s visit starting 25 January.

India, one of the world’s fastest growing emerging economies, and Indonesia, a secular democracy with the world’s largest Muslim population that will be taking over the chair of the Association of Southeast Asian Nations (Asean), are also hoping to launch talks to finalize a comprehensive economic partnership agreement that is expected to boost bilateral trade from the present $12 billion (Rs.54,480 crore) level.

Yudhoyono, who previously visited India in 2005 when the two countries elevated their ties to a strategic partnership, is the chief guest for India’s 62nd Republic Day celebrations on 26 January. Indonesia’s first president Sukarno was the chief guest at India’s first Republic Day celebrations on 26 January 1950.

“This is an important visit for us from the historic point of view,” Leonard Hutabarat, first secretary in the Indonesian embassy in New Delhi, told reporters here on Friday.

“There are discussions on for concluding eight to 10 pacts in areas like education, science and technology, and IT. There will be an extradition pact and another on prevention of drug trafficking” that are expected to be signed during the visit, he said. The extradition and prevention of drug trafficking pacts “will provide the foundation for future cooperation in counter-terrorism, given that such crimes are transnational in nature today”, Hutabarat said, recalling that India and Indonesia had signed a memorandum of understanding on counter-terrorism in 2004.

From India’s point of view,“Indonesia is a pivotal country in South-East Asia. It is part of Asean, it has the largest Muslim population in the world, but it is also a pluralistic democracy, a mosaic of different ethnic and religious groups, which makes it similar to India”, said an Indian foreign ministry official who did not want to be named. India has the second largest Muslim population in the world and is battling an Islamic insurgency in Kashmir.“Indonesia is also a close neighbour as the Andaman chain of islands is some 80km from Indonesia’s nearest outlying island. Like us, Indonesia has had problems with terrorism, but it has also had success in fighting it,” the official added.

According to Hutabarat, Indonesian authorities have uncovered links between incidents of terrorism on Indonesian soil and Afghanistan in the past. During talks with Indian leaders in New Delhi, terrorism will be one of the issues on the table, he said.

Indonesia is also a member of the Group of Twenty grouping of developed and developing countries formed in the wake of the global economic crisis three years ago.“The country clocked 5.6% growth last year and is looking to grow at 7% in the next few years,” said Hutabarat.

Cementing the strategic partnership are joint patrols by the Indonesian and Indian navies in the pirate-infested Straits of Malacca, a key route for east-bound energy supplies meant for countries such as China and Japan. India has also been training Indonesian air force personnel for ground support duties for Sukhoi aircraft, Hutabarat said.

Indonesia is also looking at the way India’s National Human Rights Commission, National Disaster Management Authority and Election Commission work, an is interested in closer cooperation in these areas to bolster its institutions, he said.
India Medan

Tangerang, Indonesia

#4 Jan 8, 2011
Indonesia Jadi Hub Jaringan "Peacekeeping Centers"
Jakarta (ANTARA News)- Pemerintah Indonesia berupaya menjadi hub bagi jaringan pusat penjaga perdamaian di kawasan pada 2011 sebagai salah satu wujud komitmen pada pemeliharaan perdamaian dunia serta salah satu dari 20 negara pengirim pasukan perdamaian terbesar PBB.

"Dalam isu operasi pemeliharaan perdamaian, Indonesia aktif berkontribusi pada pengembangan konsep strategis penggelaran misi pemeliharaan perdamaian dunia. Pada tahun 2011, Indonesia akan berupaya menjadi hub bagi jaringan peacekeeping centers di kawasan," kata Menlu Marty Natalegawa dalam Pernyataan Pers Tahunan di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan bahwa sepanjang 2010, Indonesia telah mengirim sekitar 1.785 personil di tujuh misi PBB sebagai cerminan komitmen dalam pemeliharaan perdamaian dunia. Dengan demikian, Indonesia merupakan salah satu dari 20 negara pengirim pasukan perdamaian PBB terbesar.

"Ke depan, diplomasi Indonesia akan terus menampilkan kesiapan Indonesia meningkatkan kontribusinya dalam misi perdamaian PBB untuk menjadi sepuluh negara penyumbang terbesar pasukan PBB," katanya.

Menurut Menlu, peningkatan kontribusi pasukan Indonesia tidak hanya terlihat dalam jumlah personil, melainkan juga dalam penambahan unit. Indonesia telah mengirimkan KRI Kaisiepo pada Agustus 2010 untuk bergabung dalam Maritime Task Force (MTF) UNIFIL. Hal itu adalah partisipasi kedua setelah KRI Diponegoro yang bergabung dengan MTF pada bulan April-September 2009.

Indonesia, kata Menlu, juga terus mendorong peningkatan peran sipil atau White Helmet untuk mendukung berbagai program pembangunan dan rehabilitasi wilayah pasca konflik bersenjata. Namun hal ini dilakukan dengan senantiasa mengedepankan kepemilikan nasional negara terkait.

Selain berupaya meningkatkan kontribusi pada pasukan penjaga perdamaian, dalam upayanya menciptakan keamanan dan perdamaian internasional, Indonesia, kata Menlu, Indonesia juga memainkan peran sentral dalam isu perlucutan senjata nuklir guna mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.

"Keputusan Indonesia untuk memulai proses ratifikasi Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji coba Senjata Nuklir/CTBT telah mendapatkan sambutan sangat positif oleh masyarakat internasional. Pada 2011 ini, Indonesia Insya Allah dapat merampungkan proses ratifikasi tersebut dan akan mendorong berbagai pihak agar traktat CTBT tersebut dapat segera diimplementasikan," katanya.

Pernyataan pers tahunan Menlu itu dihadiri oleh antara lain Dr. Alwi Shibab (Menlu periode 1999-2001), Dr. N. Hassan Wirajuda (Menlu periode 2001-2009), Joop Ave (Menparpostel periode 1993-1998), Agus Gumiwang (Wakil Ketua Komisi I DPR RI) dan Sidharto Danusubroto (Wakil Ketua BKSAP DPR RI) serta sedikitnya 340 undangan dari kalangan media, diplomatik, akademisi, instansi pemerintah serta pejabat Kemlu.
India Medan

Tangerang, Indonesia

#5 Jan 8, 2011
AS Bantu Kesiapan F-16 TNI AU
Jakarta (ANTARA News)- Pemerintah Amerika Serikat (AS) senantiasa membantu perawatan dan pemeliharaan pesawat tempur F-16 Tenntara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Hal itu disampaikan mantan Komandan Komando Angkatan Udara AS kawasan Asia Pasifik (US PACAF), William J. Begert, saat mengadakan kunjungan kehormatan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Imam Sufaat, di Jakarta, Selasa.

Juru bicara TNI AU, Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro, usai menghadiri pertemuan itu menyampaikan, perawatan dan pemeliharaan mesin F-16 TNI AU oleh AS sudah berjalan normal pasca-kebijakan embargo AS.

"Sudah tiga tahun ini mereka membantu dan memantau perawatan dan pemeliharaan mesin dan suku cadang F-16 kita," ungkap Bambang.

Perawatan dan pemeliharaan dilakukan oleh perusahaan Pratt & Whitney, di mana William Begert menjabat sebagai wakil pimpinan pengembangan bisnis dan layanan purna jual perusahaan tersebut.

Bambang mengemukakan, mereka terdiri atas beberapa tim yang rutin datang dua kali setahun melakukan pengecekan terhadap pesawat-pesawat F-16 yang bermarkas di Pangkalan Udara Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.

"Secara umum, perawatan dan pemeliharaan mesin yang dilakukan, disesuaikan dengan kondisi yang ada berlanjut seperti sebelum embargo dilakukan dan kemudian dicabut pada November 2005," katanya.

TNI Angkatan Udara kini memiliki 10 unit pesawat F-16 Fighting Falcon yang bermarkas di Skuadron Udara 3 Pangkalan Udara Iswahjudi.
India Medan

Tangerang, Indonesia

#6 Jan 8, 2011
Lapan Siap Uji Statik Roket RX-550

Jakarta, Kompas - Roket pengorbit satelit berdiameter 550 mm atau 0,55 meter telah berhasil dirancang bangun Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Uji Statik roket RX-550 ini akan dilaksanakan akhir Januari setelah menjalani uji struktur.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Adi Sadewo Salatun di Jakarta, Senin (3/1), menjelaskan, pembuatan RX-550 ini melibatkan PT Krakatau Steel dalam tahap rekayasa. Keterlibatan industri strategis ini dalam pencetakan moncong roket atau nozzle.

Sementara itu, fabrikasi propelan dari material padat ini dilakukan bertahap, yaitu dengan mempertimbangkan ukurannya yang relatif besar, keterbatasan fasilitas yang dimiliki Lapan, dan keamanan proses.

Sutrisno, Kepala Bidang Propelan Lapan, mengatakan, pembuatan propelan yang terdiri dari delapan bagian ini dimulai September 2010. Setiap bagian atau segmen itu kemudian disatukan menjadi bentuk yang utuh.

Pemeriksaan struktur roket RX-550 yang dipamerkan dalam Indo Defence di Jakarta, November lalu, menurut Adi, dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional yang memiliki fasilitas non destructive test (NDT). Pengetesan ini untuk memeriksa hasil pengelasan pada sambungan setiap segmen dan kemungkinan adanya keretakan pada struktur.

Rencana uji statik RX-550 pada akhir Januari 2011 ini, menurut Deputi Teknologi Dirgantara Lapan Soewarto Hardhienata, mundur dari jadwal semula, pertengahan Desember lalu.”Pengunduran ini menyesuaikan pergeseran pelaksanaan NDT menggunakan sinar X. Kalau uji sinar X hasilnya baik, baru dilakukan uji statik,” ujar Soewarto.

Di Kabupaten Garut

Uji statik akan dilaksanakan di Instalasi Uji Terbang Roket di pantai selatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Jika uji statik ini berhasil, tahap selanjutnya adalah mempersiapkan RX-550 untuk uji terbang. Sebelum itu, data uji statik akan dimasukkan dalam simulasi komputer untuk melihat sistem aerodinamika roket.”Dalam simulasi, roket harus mampu masuk ke orbit pada ketinggian 200 kilometer,” ungkap Adi.

Sistem simulasi komputer ini akan dilaksanakan bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia yang memiliki fasilitas tersebut.

Apabila pengujian ini tidak menunjukkan hasil yang memadai, diameter roket harus ditingkatkan. Selain itu juga perlu dilakukan peremajaan sistem pencampur propelan atau mixer untuk dapat membuat bahan bakar roket yang dapat meluncur hingga ketinggian di atas 230 kilometer. Dalam mempersiapkan peluncuran roket ini, Lapan juga akan bekerja sama dengan PT Pindad.(YUN)
Rajagobal

Santa Clara, CA

#7 Jan 8, 2011
Waah.... makin mantap saja nih indo.. klo gitu gw gabung saja ke Indo untuk latih bolasepak U-10 tahun.
kopassus puiii

Bandar, Malaysia

#8 Jan 8, 2011
hehe..sudah buka thread baru yak..
persoalan pasal borneo tadi belum dijawab..
hehehehehe
India Medan

Tangerang, Indonesia

#9 Jan 8, 2011
Hovercraft TNI AL Dimodifikasi

overcraft yang dimiliki TNI Angkatan Laut sedang dimodifikasi sistim pendorongnya. Ada Lima unit Hovercraft yang dimiliki oleh Koarmatim yang di awaki oleh anggota Divisi Pantai yang berada dibawah jajaran Satuan Kapal Amfibi (satfib) Koarmatim yang saat ini diujicobakan dilaut sekitar Dermaga Koarmatim Kamis (06/01). Sistim pendorong yang dirubah dari semula menggunakan Fix Propeler menjadi Picth Propeler yang memiliki sistim kerja yang berbeda. Sistim lama Fix Propeler memiliki kelemahan jika mesin di start maka kendaraan tersebut langsung berjalan atau melaju. Sedangkan sistim baru Picth Propeler memiliki keunggulan jika mesin distart kendaraan tersebut masih biasa diam ditempat.
Dalam proses modifikasi Hovercraft dibawah ketua koordinasi Kolonel Laut (T) Cahyono R. SE yang merupakan Staf Ahli (Sahli) Pangarmatim bidang Teknologi Logistik bekerjasama dengan Fasilitas Pemeliharaan dan Pangkalan (Fasharkan) Surabaya serta Divisi pantai.“Rencananya kelima Hovercraft yang ada di Koarmatim semuanya akan dimodifikasi jika dalam uji coba kali ini berhasil tanpa ada hambatan”, tegas Sahli Pangarmatim bidang Teknologi Logistik.
Ada beberapa spesifikasi yang dimiliki oleh Hovercrat TNI AL buatan industry Nasional tahun 2005 yang ada sekarang diantaranya adalah kendaraan ini memiliki peralatan radar navigasi, Global Position Sistym (GPS) radio komunikasi, mampu mengangkut 20 personel dengan beban berat maksimum 2000 kilo gram. Kecepatan maksimum 33 knot, kecepatan jelajah 28 knot dengan menggunakan mesin 466HP. Deutz BF 8M 1015 CP buatan Jerman berbahan bakar solar yang mampu berjalan diatas gelombang setinggi 100 Cm menggunakan sistim kemudi hidrolik. Yang belum diketahui oleh banyak orang bahwa hovercraft ini saat berjalan posisinya adalah tidak menyentuh air atau darat, tetapi melayang sekitar (3)Tiga Cm dari permukaan, selain mampu menjelajah lautan juga mampu berjalan di rawa-rawa dan daratan. Fungsi hovercraft dikalangan TNI AL sebagai sarana mendukung operasi pendaratan amfibi, ambulan air dan angkut personel
India Medan

Tangerang, Indonesia

#10 Jan 8, 2011
up sikit ^^
India Medan

Tangerang, Indonesia

#11 Jan 8, 2011
2010, Awal Kebangkitan Industri Pertahanan Indonesia
JAKARTA - Bidang pertahanan menutup tahun dengan indah. Awal hingga tutup tahun 2010, pertahanan Indonesia maju signifikan, meskipun beberapa bidang masih harus dibenahi dan diperbarui untuk membangun pertahanan yang tangguh dan ideal.
Dua komponen utama bidang pertahanan itu, yakni pertama, meningkatkan kemampuan dan modernisasi alat utama sistem senjata (alusista). Pada sisi lain, profesionalitas dan kesejahteraan prajurit tetap prioritas ditingkatkan tanpa memengaruhi reformasi TNI yang giat digencarkan pemerintah.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, konsep pertahanan telah ditetapkan sesuai semangat peningkatan kesejahteraan dan penguatan angkatan bersenjata.
Karena itu, enam program yang menjadi arah pembangunan ke depan, tak perlu diubah, diantaranya revitalisasi industri pertahanan untuk memenuhi kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF), konsep kebijakan khusus penetapan wilayah perbatasan dan pulau terluar, remunerasi prajurit, proses pengalihan bisnis TNI dan perumusan legislasi yang ditetapkan dalam prolegnas.
Pada sisi lain, Indonesia tidak perlu lagi mencemaskan kedaulatannya dilecehkan bahkan dikangkangi negara luar. Ke depan, bidang pertahanan tidak lagi membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
"Melalui industri pertahanan, Indonesia akan membangun pertahanan dalam negeri melalui perwujudan MEF," ujar Purnomo kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini, usai menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan yang juga Deputi Perdana Menteri Singapura, Teo Chee Hean di Kantor Kemhan, Jakarta.
Satu tahun terakhir, industri pertahanan dan modernisasi alutsista mulai menggeliat dari mati suri selama 13 tahun. PT Dirgantara Indonesia (DI) yang dikatakan nyaris tidak berproduksi lagi, saat ini justru mengalami kebangkitan kembali dengan berbagai pesanan baik dari dalam maupun luar negeri. "CN-235 MPA mengalami permintaan baru dari Korea Selatan dalam versi militer," ujar Purnomo.
Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengatakan, kesuksesan perusahaan dalam mengembangkan versi pesawat patroli terbaru itu telah mengundang ketertarikan TNI Angkatan Laut (AL) memesan CN-235 MPA dan beberapa negara sahabat di Asia.
"Helikopter produksi PT Dirgantara Indonesia juga mengalami kenaikan permintaan. PT Dirgantara Indonesia ternyata memiliki daya tahan yang sangat tinggi untuk survive dan dewasa ini kembali berkembang dengan baik," ujarnya. Purnomo mengatakan, PT DI bekerja sama dengan industri pesawat di Korea menyiapkan pembuatan pesawat tempur KFX. Pesawat tempur ini lebih canggih dibandingkan pesawat tempur buatan AS F-16, namun masih berada di bawah F-35.
Untuk pertahanan laut, ditambahkan Purnomo, dalam waktu empat tahun ke depan, PT PAL Indonesia bekerja sama dengan perusahaan kapal Belanda segera menyelesaikan kapal perusak kawal rudal (PKR). PKR akan memperkuat armada pertahanan TNI AL. "Tahun 2014 mendatang, pembuatan PKR ditargetkan selesai," ujarnya.
Nilai investasi PKR sebesar Rp 2,2 triliun. Selain membuat kapal perusak kawal rudal, PT PAL Indonesia juga akan membuat dua kapal selam.
Industri kapal yang lain adalah Industri Kapal Lundin di Banyuwangi yang mampu membangun kapal-kapal sekoci maupun katamaran dengan kecepatan sangat tinggi. Industri kapal ini telah memenuhi kebutuhan kapal untuk AL Singapura dan Malaysia maupun TNI AL. Dalam keadaan perang, industri kapal ini tentu dapat memenuhi banyak kebutuhan angkatan laut Indonesia.
Sementara itu, untuk matra darat, Pindad telah memiliki teknologi pengembangan panser dengan teknologi Prancis. Panser tersebut memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan yang dibuat Renault, Prancis, dan bahkan menggunakan mesin perusahaan Prancis tersebut.
Panser tersebut juga mulai diekspor ke negara-negara ASEAN. Dengan kemampuan tersebut, diyakini Purnomo, Pindad dapat berkembang lebih tinggi dengan pengembangan tank-tank ringan yang sesuai dengan medan di Indonesia.(Feber Sianturi)
India Medan

Tangerang, Indonesia

#12 Jan 8, 2011
kopassus puiii wrote:
hehe..sudah buka thread baru yak..
persoalan pasal borneo tadi belum dijawab..
hehehehehe
hehe aku hanya mengajak siapa yg sokong sabah,serawak,kucing,kinibalu merdeka saja ^^
India Medan

Tangerang, Indonesia

#13 Jan 8, 2011
Armed Perbarui Alutsista

Magelang (ANTARA News)- Alat utama sistem senjata (alutsita) artileri medan (Armed) Komando Cadangan Strategis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kostrad) akan diperbarui menjadi lebih canggih.

Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Armed TNI AD, Brigjen TNI A. Agung Gde Suardhana, di Magelang, Kamis, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Ia mengatakan, diharapkan regenerasi alutsita ini akan membantu Armed dalam menjawab tantangan zaman yang lebih kompleks dan berat.

Menurut dia, meriam 76 mili meter (mm) yang telah lama digunakan Armed akan diganti meriam 105 mm KH 178 buatan Korea Selatan yang lebih mutakhir. Pasukan Armed juga akan mendapat tambahan senjata baru, yakni roket WR 40 langusta buatan Polandia.

"Penambahan dan regenerasi beberapa alutsita ini harus dijadikan tantangan untuk terus maju. Jangan dianggap sebagai kendala," katanya pada pengarahan kepada 350 prajurit Armed 3/105 Tarik Magelang di Mako Armed 3.

Ia berharap, seluruh prajurit TNI AD khususnya di Armed 3 agar cepat belajar dan terus belajar, agar tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi. Apalagi perkembangan iptek sekarang sangat cepat dan terus berubah.

Menurut dia, akan dibentuk tiga divisi baru yakni divisi lintas udara (linud), raider (serang), dan divisi mekanis (mesin). Ketiga divisi tersebut untuk menggantikan Divisi Malang dan Jawa Barat.

Ia mengatakan, penambahan divisi ini untuk mendukung pembinaan kesatuan agar lebih baik. "Jangan sampai prajurit Armed ketinggalan zaman dan teknologi," katanya menambahkan.
(ANT/P003)

Sumber: Antara:
India Medan

Tangerang, Indonesia

#15 Jan 8, 2011
Damen Shipyard Jajaki Pembangunan Galangan Kapal di Sabang, Aceh
Sabang (ANTARA News)- Perusahaan perkapalan Belanda, Damen Shipyards Gorinchem, menjajaki investasi bidang industri galangan kapal di kawasan Pulau Weh, Sabang, Provinsi Aceh.

Manajer Pemasaran Damen Shipyards Gorinchem untuk Asia Pasifik, Maarten Jongen, di Sabang, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan studi kalayakan apakah Pulau Weh ideal untuk membangun galangan kapal.

"Kami memang butuh waktu untuk meneliti apakah kawasan Sabang ini cocok untuk didirikan sebuah galangan kapal. Kami belum bisa memutuskan sebelum adanya studi kelayakan ini," katanya.

Dalam kunjungan ke Sabang, perwakilan manajemen Damen Shipyards Gorinchem, didampingi Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Ruslan Abdul Ghani, dan Wali Kota Sabang, Munawar Liza Zein.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan pihak Pemerintah RI. Salah satunya yakni PT PAL di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, dengan membuat empat kapal perang TNI AL.

Ketua Dewan Pengawas dan Asistensi Kawasan Sabang, Adnan Ganto, menjelaskan bahwa pihaknya sangat berkeinginan adanya sebuah galangan kapal di Sabang, namun bukan untuk membuat kapal perang tapi komersial.

Sabang, katanya, memiliki potensi cukup baik bagi investasi bidang maritim, termasuk industri galangan kapal komersial karena letak Pulau Weh yang strategis berada di jalur lintas perairan internasional.

Adnan Ganto, yang juga penasehat Kementerian Pertahanan RI di Bidang Ekonomi, menjelaskan bahwa dipilihnya Damen Shipyards Gorinchem untuk membangun industri perkapalan komersial di Sabang itu karena perusahaan Belanda tersebut sudah berpengalaman.

Menurut dia, perusahaan perkapalan asal Belanda itu telah menyelesaikan pembuatan empat kapal perang TNI AL, yakni KRI Diponegoro, KRI Hasanudin, KRI Sultan Iskandar Muda dan KRI Kaisabu.

"Saya pikir pemerintah sangat puas terhadap hasil kerja perusahaan Damen dalam membuat kapal perang itu," katanya.

Kemudian, Adnan menjelaskan, dalam pertemuan lanjutan antara president Damen dengan Menteri BUMN beberapa waktu lalu di Jakarta, manajemen Damen berkeinginan melebarkan sayap perusahaannya ke kawasan Asia.

"Dari hasil pembicaraan dengan Menteri BUMN, maka saya mencoba menggaet Damen untuk melihat potensi di Sabang yang memungkinkan perusahaan tersebut membuka sayapnya di Pulau Weh ini," kata dia.

Adnan Ganto menjelaskan bahwa hasil pertemuannya dengan pimpinan perusahaan Damen di Belanda membuat manajemen perusahaan tersebut memutuskan untuk meninjau Sabang.

"Kunjungan Maarten Jongen hari ini ke Sabang merupakan awal dan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Mudah-mudahan akan berlanjut untuk kehadiran industri perkapalan di Sabang ini," katanya menambahkan.
India Medan

Tangerang, Indonesia

#16 Jan 8, 2011
ayo bung tora sila copas postingan saya di thread baru kamu ya!^^
gatoloco

Gillette, WY

#17 Jan 8, 2011
indonesia more hottt nowww........
India Medan

Tangerang, Indonesia

#18 Jan 8, 2011
TNI AD Beli Meriam 105 MM KH 178 Dan Roket WR 40 Langusta

Magelang, CyberNews. Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Armed TNI AD (Danpussenarmed Kodiklat TNI AD) Brigjen A. Agung Gde Suardhana mengatakan alat utama sistem senjata (alutsita) Armada Medan (Armed) TNI AD Kostrad akan diregenerasi menjadi lebih canggih.

Langkah ini dilakukan demi mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat. Diharapkan regenerasi alutsita ini akan membantu Armed dalam menjawab tantangan zaman yang lebih kompleks dan berat.

Menurut Brigjen Agung Gde Suardhana meriam 76 MM yang telah lama digunakan Armed digantikan meriam 105 MM KH 178 buatan Korsel yang lebih mutakhir. Pasukan Armed juga akan mendapat tambahan senjata baru yakni roket WR 40 langusta buatan Polandia.

"Penambahan dan regenerasi beberapa alutsita ini harus dijadikan tantangan untuk terus maju. Jangan dianggap sebagai kendala," tegas Brigjen A. Agung Gde Suardhana dalam pengarahan kepada 350 prajurit Armed 3/105 Tarik Magelang di Mako Armed 3, Kamis (16/12).

Dia berharap seluruh prajurit TNI AD khususnya di Armed 3 agar cepat belajar dan terus belajar agar tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi. Apalagi perkembangan iptek sekarang sangat cepat dan terus berubah.

Suadharna mengatakan pihaknya akan membentuk tiga divisi baru yakni divisi lintas udara (linud), raider (serang) dan divisi mekanis (mesin). Ketiga divisi tersebut untuk menggantikan Divisi Malang dan Jawa Barat.
kopassus puiii

Bandar, Malaysia

#19 Jan 8, 2011
India Medan wrote:
<quoted text>
hehe aku hanya mengajak siapa yg sokong sabah,serawak,kucing,kinibalu merdeka saja ^^
hehe..aku sokong tapi kalimantan pun perlu merdeka sekali..
indon sokong atau tidak..hehehehe
India Medan

Tangerang, Indonesia

#20 Jan 8, 2011
Dua Kapal Baru Perkuat TNI AL

Surabaya (ANTARA News)- Dua kapal baru jenis tunda dan "Landing Platform Dock" (LPD) hasil produksi perusahaan dalam negeri, dioperasikan untuk memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut.

Kapal tunda TD Lawu produksi PT Jalakaca Mitraguna Jakarta diserahkan Asisten Logistik Kepala Staf TNI AL (Aslog KSAL) Laksamana Muda TNI Didik Suhari kepada Komandan Lantamal V Brigjen TNI (Mar) Halim A. Hermanto di Surabaya, Rabu.

Sedangkan kapal LPD buatan PT PAL Indonesia diserahkan kepada Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksma TNI Didit Herdiawan.

Kapal jenis LPD bernama KRI Banjasmasin itu, beberapa waktu lalu sudah diresmikan penggunaannya oleh Menteri Pertahanan.

Kapal TD Lawu yang memiliki panjang 25 meter dan lebar delapan meter itu, merupakan kapal tunda ketujuh yang dimiliki Dinas Kesyahbandaran TNI AL.

Komandan Lantamal V Brigjen TNI (Mar) Halim A. Hermanto mengatakan keberadaan Kapal TD Lawu akan sangat mendukung tugas Lantamal V, dalam memberikan dukungan logistik dan administrasi kepada unsur-unsur operasional Koarmatim dan TNI AL.

"Kami masih memerlukan tambahan kapal tunda dengan kemampuan manuver yang handal dan tenaga pendorong yang memadai, karena kapal perang yang dimiliki TNI AL semakin besar," katanya.

KSAL Laksamana TNI Soeparno dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Aslog Kasal Laksda TNI Didik Suhari, mengatakan sebelum dioperasikan, Kapal TD Lawu telah menjalani berbagai uji kelaikan yang dilakukan Dislaikmatal dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

"Kapal ini siap menjadi pendukung operasional KRI-KRI yang memerlukan lepas dan sandar, khususnya di Dermaga Ujung Surabaya," ujarnya.

Ia menambahkan pembangunan kedua kapal tersebut merupakan bagian dari pembangunan kekuatan TNI AL menuju kekuatan pokok minimum.

Selain itu, TNI AL juga berusaha memenuhi sarana dan prasarana lainnya, seperti pembangunan pangkalan, agar mampu melaksanakan fungsi azasinya.

"Salah satu kelengkapan pangkalan untuk mendukung operasi adalah penyediaan fasilitas kapal tunda," tambah KSAL.(*)
India Medan

Tangerang, Indonesia

#21 Jan 8, 2011
KRI Berbody Alumunium

Diam-diam, TNI-AL sedang membuat kapal perang (KRI) berbahan dasar aluminium. Hasilnya ditampilkan di Tanjung Guncang, Batam, kemarin.

KRI made in Indonesia itu bukan hanya rancangan anak bangsa, namun seratus persen pekerjaannya ditangani putra-putri Indonesia yang tinggal di Batam, Kepulauan Riau.”Ini kapal perang (KRI) pertama di Indonesia berbahan baku aluminium yang sukses dikerjakan anak bangsa,” kata Asisten Logistik (Aslog) TNI-AL Laksamana Muda Hardiwan.

Kapal perang yang dberi nama KRI Krait-827 itu merupakan hasil saling tukar ilmu antara TNI-AL -lewat Fasharkan (fasilitas pemeliharaan dan perbaikan) Mentigi- dan PT Batam Expresindo Shipyard (BES), Tanjung Guncang.

PT BES maupun TNI-AL mengaku cukup hati-hati dalam pembuatan kapal itu karena harus sesuai dengan standar operasional dan izin PBB. KRI tersebut bertonase 190 DWT dengan jarak jelajah sekitar 2.500 mil.

Kapal itu dilengkapi radar dengan jangkauan 96 Nautical Mil (setara 160 km) dengan sistem navigasi GMDSS Area 3 (jangkauan komunikasi dan radar yang sudah cukup luas) dengan kecepatan terpasang 25 knots. KRI itu juga dilengkapi dengan senjata antiserangan udara 12,7 mitraliur dan senjata meriam haluan laras ganda (Two in Barrel) kaliber 25 mili yang dapat dioperasikan secara otomatis maupun manual.

Dalam paparannya di depan Aslog TNI-AL dan sejumlah petinggi TNI-AL di galangan kapal PT BES, pihak manajemen perusahaan tersebut mengklaim keunggulan kapal buatan anak bangsa berbahan baku aluminium itu adalah dari sisi efektivitas.”Kapal ini lebih ringan dan lentur jika dibandingkan dengan kapal yang terbuat dari besi. Maintenance aluminium lebih murah dan tahan karat (antikorosi) dan dirancang hemat bahan bakar minyak (BBM),” kata HRD PT BES Syairudin
India Medan

Tangerang, Indonesia

#22 Jan 8, 2011
kopassus puiii wrote:
<quoted text>
hehe..aku sokong tapi kalimantan pun perlu merdeka sekali..
indon sokong atau tidak..hehehehe
IYA AKU SOKONG KALIMANTAN UTARA MERDEKA !!^^
India Medan

Tangerang, Indonesia

#23 Jan 8, 2011
AS Tegaskan Akan Tetap Bantu Pemeliharaan Hercules TNI AU

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmennya untuk membantu pemeliharaan pesawat-pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara. Pernyataan itu disampakan Atase Udara (Atud) Amerika, Colonel Kevin A. Booth, saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Jakarta, Kamis (23/12).
.
Juru bicara TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Bambang Samoedro, usai menghadiri pertemuan itu mengatakan satu unit pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara tengah menjalani pemeliharaan berat dalam Programmed Depot Maintanance (PDM) di hangar perusahaan ARINC di Oklahoma, Amerika Serikat (AS).

"Semula direncanakan lebih dari satu, namun kita baru kirim satu. Tetapi mereka tetap komitmen untuk membantu pemeliharaan sejumlah pesawat Hercules TNI Angkatan Udara," kata Bambang. Satu pesawat yang menjalani pemeliharaan berat di ARINC untuk kali pertama itu, bernomor register A-1323.

"Program pemeliharaan PDM tersebut merupakan pemeliharaan tingkat berat untuk pesawat C-130 Hercules yang mengacu pada `technical order` yang dikeluarkan AS. Program ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah disepakati angkatan udara RI dan AS," katanya, menambahkan.

Bambang menegaskan, program pemeliharaan yang dibiayai dengan hibah AS itu bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapan pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara. "Pengerjaan pemeliharaan itu akan dilangsungkan selama enam bulan, melibatkan sepuluh orang teknisi TNI Angkatan Udara dalam rangka alih teknologi," ungkapnya.

Tentang penyelesaian pemeliharaan satu unit Hercules itu, Bambang mengatakan, "dari rencana enam bulan, kemungkinan mundur hingga lebih dari enam bulan karena ternyata banyak yang harus diperbaiki dan diganti,". Perbaikan menyeluruh satu unit Hercules itu diperkirakan menelan biaya senilai 6,5 juta dolar AS.

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 4
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Malaysia Discussions

Title Updated Last By Comments
GAY JAKARTA, ayo berhimpun disini (Oct '11) 7 min like it 2,417
KELEMAHAN ISLAM: CUMA BERANI MENGHINA KRISTEN D... (May '13) 16 min White Hacker Ngie 199
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 20 min Haji Muhammad Abd... 76,487
ALUTSISTA RAHASIA buatan INDONESIA (Aug '12) 24 min MONYONG DOGOL 62,813
Timnas malaysia U19 pulang KAMPUNG , malon pura... (Sep '13) 31 min Patindon 3,380
UMAT iSLAM TIDAK MAKAN DAGING BABI AKIBAT JADI ... (Jul '13) 37 min Bondet 37
Negara Terbaik Untuk Berbisnis: Malaysia Masuk ... (Oct '13) 43 min Patindon 2,319
Bahrain has always been economic, business hub,... 1 hr Crush Em 2013 151
Saya baby mila , cewek bispak (Apr '08) 3 hr david 13,111
•••

Malaysia People Search

Addresses and phone numbers for FREE

•••