Comments
1 - 20 of 208 Comments Last updated May 22, 2012
First Prev
of 11
Next Last

“bungai terong”

Since: Mar 08

lantang senang belama

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#1
May 21, 2009
 
yuk,mohon posting perkongsian saudara Ponari tentang Dharma Bali ke sini..mau buat arsip yach! rekan2 lain,mohon saling menghormati yach..thread nich bukan mau debat,cuma kumpul ilmu Dharma khas Bali & mungkin sampuna akan masukkan ilmu Cina kuno di sini..untuk tatapan dunia moden gitu ;)

“Romeo Armando Mamamia Lezato”

Since: May 09

Lame Sekaido, Baby

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#2
May 21, 2009
 
Dharma Hindu Bali ya ?

“bungai terong”

Since: Mar 08

lantang senang belama

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#3
May 21, 2009
 
Romeo Asperando wrote:
Dharma Hindu Bali ya ?
ya ;)
untuk kefahaman kita semua di sini ;)

sampuna selalu memegang prinsip TIADA SATU AGAMA YG TERBAIK, HANYA AGAMA YANG PALING COCOK UNTUK INDIVIDU TERSEBUT ;)

“Romeo Armando Mamamia Lezato”

Since: May 09

Lame Sekaido, Baby

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#4
May 21, 2009
 
sampuna wrote:
<quoted text>
ya ;)
untuk kefahaman kita semua di sini ;)
sampuna selalu memegang prinsip TIADA SATU AGAMA YG TERBAIK, HANYA AGAMA YANG PALING COCOK UNTUK INDIVIDU TERSEBUT ;)
Selama agama tersebut tidak merugikan orang lain maka agama tersebut baik,

you are smart baby

“bungai terong”

Since: Mar 08

lantang senang belama

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#5
May 21, 2009
 
bro ponari hilang ke mana yach???

“bungai terong”

Since: Mar 08

lantang senang belama

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#6
May 21, 2009
 
kaum Asia kuno mempunyai pandangan tersendiri terhadap dunia, dan rata2nya membahagikan dunia ini kepada dua,yaitu :

1. yang bisa dilihat di mata kasar (nyata)

2. dunia yg ngak kelihatan (ghaib)

Masyarakat Asia kuno sentiasa mengkagumi dunia yg ghaib tersebut sehinggakan menurut setiap budaya tempatan, terdapat bayangan yg rumit tentang dunia tersebut dibandingkan dengan dunia nyata.

misalnya,masyarakat Cina membayangkan dunia yg tidak kelihatan itu seolah2 mempunyai unsur2 baik dan jahat, sebagaimana agama2 moden sekarang.

Makhluk2 yang mendiami alam ghaib itu ada yang baik dan ada yang jahat.Idea ini disimpulkan dalam lukisan Yin Yang.Disebabkan adanya yg baik & yg jahat, maka terlahirlah perlunya perhubungan dengan makhluk yg baik (dewata) untuk dilindungi dari pengaruh yg jahat.

Maka,timbulnya apa yang disebut oleh antripologist sebagai shamanism,iaitu satu cabang kepercayaan yg menghubungkan dunia ghaib dengan yg nyata.

Lagu2 seruan dipercayai diajar oleh para dewata untuk menyeru mereka apabila sesi 'kaunseling' diperlukan diperturunkan dan dikawal sebagai rahsia di tokong2.Ia disertakan dengan upacara2 suci dan alatan2 khas sebagaimana dipesan dewata tersebut.

Sehingga sekarang,para dewata sentiasa melindungi masyarakat dan akan memilih orang2 tertentu untuk membantu masyarakat di sekeliling.

“bungai terong”

Since: Mar 08

lantang senang belama

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#7
May 24, 2009
 
ponari..dijemput posting ;)

“Only If”

Since: Apr 09

Ksitigarbha Bodhisattva

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#8
May 24, 2009
 
Terima kasih saudaraku sampuna, Ponari akan siapkan bahannya dulu.

Sebagai pembuka, kami orang Bali percaya dengan "Menjadi Orang Baik"
Kemenangan Dharma atau Kebaikan dengan ADharma atau kejahatan, kami rayakan setiap 6 bulan sekali menurut penanggalan bulan. Atau kalau menurut penanggalan Dewa kami rayakan Pagi hari dan sore hari, 6 bulan penanggalan manusia Bali sama dengan setengah hari penanggalan Dewata, satu hari penanggalan dewata sama dengan 1 tahun penanggalan bulan bali.

“Only If”

Since: Apr 09

Ksitigarbha Bodhisattva

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#9
May 24, 2009
 
Cerita sejarahnya:

Sejarah Raja Mayadenawa

Bagi masyarakat Bali, Hari Galungan kemenangan Dharma melawan ADharma punya sejarah sendiri. Jaman dahulu berkisar 108M (Bukti: Prasasti Tampak siring) tersebutlah seorang Raja Bali keturunan Raksasa yang sangat sakti dan berkuasa bernama Mayadanawa. Dengan kesaktiannya, Mayadenawa mampu berubah wujud menjadi apa saja (Ilmu leak Bali Asli, sebelum mendapat pengaruh dari ilmu leak Kahuripan Jawa 1017M).

Mayadenawa menguasai daerah yang luas meliputi Siam, Malaka, Borneo, Sulawesi/Makasar, Sumbawa, Bugis, Lombok dan Blambangan. Raja ini terkenal kejam dan tidak mengijinkan rakyatnya untuk memuja dewa serta menghancurkan semua pura / tempat pemujaan yang ada. Rakyat tidak berani melawan karena kesaktian Mayadenawa.

Lalu tersebut pula seorang pendeta bernama Mpu Kulputih. Beliau yang sedih melihat melihat kondisi rakyat akhirnya melakukan semedi di Pura Besakih memohon petujuk para Dewa untuk mengatasi Mayadenawa. Dewa Mahadewa kemudian memerintahkan beliau pergi menuju Jambu Dwipa (Tanah India) untuk meminta bantuan.

Singkat cerita, bantuan pasukan datang dari India dan kahyangan Dewata untuk memerangi Mayadenawa dipimpin oleh Dewa Indra. Namun Mayadenawa sudah mengetahui kedatangan pasukan ini berkat banyaknya mata-mata. Perang dashyat pun terjadi dengan korban berjatuhan di kedua belah pihak.

Akhirnya pasukan Mayadenawa kocar-kacir dan melarikan diri meninggalkan sang Raja. Namun Mayadenawa belum mau menyerah begitu saja. Pada malam hari di saat jeda perang, Mayadenawa diam-diam menyusup ke tempat pasukan kahyangan dan memberi racun pada sumber air mereka. Agar tidak ketahuan, Mayadenawa berjalan hanya dengan menggunakan sisi kakinya. Tempat inilah yang kemudian dikenal dengan Tampak Siring.

Pagi harinya, pasukan kahyangan meminum air dan keracunan. Dewa Indra tahu racun berasal dari sumber air, sehingga beliau menciptakan mata air baru yang sekarang dikenal dengan Tirta Empul. Berkat Tirta empul, semua pasukan yang keracunan bisa pulih kembali. Sungai yang terbentuk dari Tirta Empul kemudian dikenal dengan nama Tukad Pakerisan.

“Only If”

Since: Apr 09

Ksitigarbha Bodhisattva

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#10
May 24, 2009
 
Dewa Indra mengejar Mayadenawa yang nelarikan diri dengan pembantunya. Dalam pelarian, Mayadenawa sempat mengubah wujudnya menjadi Manuk Raya (burung besar). Tempatnya berubah wujud sekarang dikenal dengan Desa Manukaya.

Namun Dewa Indra terlalu sakti untuk dikelabui sehingga selalu mengetahui keberadaan Mayadenawa walopun sudah berubah wujud berkali-kali. Sampai akhirnya Dewa Indra mampu membunuh Mayadenawa. Darah Mayadenawa mengalir dan menjadi sungai yang dikenal dengan Tukad Petanu.

Sungai ini konon telah dikutuk. Bila airnya digunakan untuk mengairi sawah, padi akan tumbuh lebih cepat namun darah akan keluar di saat panen dan mengeluarkan bau. Kutukan akan berakhir setelah 1000 tahun.

Kemenangan Dewa Indra atas Mayadenawa kemudian menjadi simbol kemenangan kebaikan (Dharma) melawan kejahatan (Adharma) yang diperingati sebagai Hari Galungan.

Pada Hari Raya Galungan, ada tradisi untuk membuat Penjor. Penjor adalah simbol dari Gunung sekaligus simbol dari keberadaan para Dewa. Penjor berbentuk seperti umbul-umbul dengan bahan tiang dari bambu dan hiasan utama janur, padi, kelapa, buah serta hasil-hasil bumi lainnya. Ini sebagai simbol bahwa semua hasil bumi yang kita nikmati berasal dari Tuhan. Penjor biasanya dibuat sehari sebelum Galungan

“Only If”

Since: Apr 09

Ksitigarbha Bodhisattva

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#11
May 24, 2009
 
Rangkaian Peringatan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali dan daerah-daerah lain yg ada keturunan orang Bali.

Peringatan Hari Galungan sebenarnya sudah dimulai beberapa hari sebelum Galungan dan berakhir beberapa hari setelah Kuningan.

Galungan minus 6, hari Kamis (Wrespati) Wage wuku Sungsang, disebut Sugimanek (Sugihan) Jawa, adalah hari kedatangan para Dewa ke Bumi. Pada hari ini umat melakukan upacara ditujukan kepada para Dewa dan luluhur

Galungan minus 5, hari Jumat (Sukra) Keliwon Sungsang, disebut Sugimanek (Sugihan) Bali, adalah hari untuk membersihkan diri. Umumnya umat melakukan upacara di pura (matirtha yatra), berdoa dan lebih menghayati ajaran dalam Kitab Suci Weda.

Galungan minus 3, hari Minggu (Redite) Pahing Dungulan adalah hari dimana umat disarankan untuk melakukan semedi untuk menenangkan diri. Pada 3 hari sejak hari Minggu akan datang 3 macam Bhuta yang akan menggoda pikiran kita yaitu Bhuta Galungan, Bhuta Dungulan, and Bhuta Amangkurat. Bhuta adalah syetan selalu menggoda manusia.

Pada hari Minggu atau Senin ini, umat mulai membuat kue/kueh atau tape untuk Galungan.

Galungan minus 1, hari Selasa (Anggara) Wage Dungulan disebut Penampahan, biasanya umat melakukan pemotongan hewan untuk keperluan upacara. Juga melakukan caru/segehan di halaman rumah ditujukan kepada Sang Bhuta Galungan.

Galungan, hari Rabu (Budha) Keliwon Dungulan adalah hari kemenangan atas ujian mental selama 3 hari dari Sang Bhuta Galungan sekaligus simbol kemenangan Dharma melawan Adharma. Persembahan ditujukan kepada Tuhan dan leluhur yang turun ke dunia

Galungan plus 1, hari Kamis (Wrespathi) disebut Umanis Galungan, adalah hari dimana umat bisa menikmati hari kemenangan. Umumnya orang melakukan rekreasi ke Pura-pura sambil subakti/sembahyang, tempat-tempat wisata dan berkunjung ke sanak keluarga.

Galungan plus 5, hari Senen (Soma) Keliwon Kuningan, disebut Pamacekan Agung, adalah hari untuk berdoa untuk tujuan yang mulia dan kebersihan hati. Pemacekan berasal dari kata &#8216;pacek&#8217; yang berarti di tengah (5 hari setelah Galungan dan 5 hari sebelum Kuningan).
Galungan plus 10, hari Sabtu (Saniscara) Keliwon Kuningan, disebut Tumpek Kuningan, hari datangnya para Dewa dan luluhur ke dunia, namun hanya sampai pukul 12 siang. Itulah sebabnya umat melakukan upacara sebelum tengah hari berlalu

Galungan plus 35, hari Rabu (Buda) Keliwon Pahang, disebut Pegat Wakan, adalah hari terakhir dari rangkaian meditasi selama 42 hari sejak Sugimanek Jawa (Hindu Bali adalah peninggalan Hindu Majapahit perpaduan dengan Budaya Bali Asli).

Salam Dharma.
Semoga seluruh makhluk hidup berbahagia.

“Only If”

Since: Apr 09

Ksitigarbha Bodhisattva

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#12
May 24, 2009
 
Salam dharma kami adalah

"Om Swastyastu"

Swastyatu berasal dari kata Swastika (Tapak Dare).
Swastika merupakan salah satu simbol yang paling disucikan dalam tradisi Hindu, merupakan contoh nyata tentang sebuah simbol religius yang memiliki latar belakang sejarah dan budaya yang kompleks.

Swastika diyakini sebagai salah satu simbol tertua di dunia, telah ada sekitar 4000 tahun lalu (berdasarkan temuan pada makam di Aladja-hoyuk, Turki), berbagai variasi Swastika dapat ditemukan pada tinggalan-tinggalan arkeologis (koin, keramik, senjata, perhiasan atau pun altar keagamaan) yang tersebar pada wilayah geografis yang amat luas.

Wilayah geografis tersebut mencakup Turki, Yunani, Kreta, Cyprus, Italia, Persia, Mesir, Babilonia, Mesopotamia, India, Tibet, China, Jepang, negara-negara Skandinavia dan Slavia, Jerman hingga Amerika.

Kata Swastika terdiri dari kata Su yang berarti "baik", kata Asti yang berarti "adalah" dan akhiran Ka yang membentuk kata sifat menjadi kata benda. Sehingga lambang Swastika merupakan bentuk simbol atau gambar dari terapan kata Swastyastu (Semoga dalam keadaan baik).

Simbol ini, yang dikenal dengan berbagai nama seperti misalnya Tetragammadion di Yunani atau Fylfot di Inggris, menempati posisi penting dalam kepercayaan maupun kebudayaan bangsa-bangsa kuno, seperti bangsa Troya (memiliki tradisi bakar mayat dengan mata dihiasi mata uang logam berkilat, sama dengan tradisi bakar mayat Bali, berbeda dengan India), Hittite, Celtic serta Teutonic. Simbol ini dapat ditemukan pada kuil-kuil Hindu, Jaina dan Buddha maupun gereja-gereja Kristen (Gereja St. Sophia di Kiev, Ukrainia, Basilika St. Ambrose, Milan, serta Katedral Amiens, Prancis), mesjid-mesjid Islam ( di Ishafan, Iran dan Mesjid Taynal, Lebanon) serta sinagog Yahudi Ein Gedi di Yudea.

Swastika pernah (dan masih) mewakili hal-hal yang bersifat luhur dan sakral, terutama bagi pemeluk Hindu, Jaina, Buddha, pemeluk kepercayaan Gallic-Roman (yang altar utamanya berhiaskan petir, swastika dan roda), pemeluk kepercayaan Celtic kuna (swastika melambangkan Dewi Api Brigit), pemeluk kepercayaan Slavia kuno (swastika melambangkan Dewa Matahari Svarog) maupun bagi orang-orang Indian suku Hopi serta Navajo (yang menggunakan simbol itu dalam ritual penyembuhan). Jubah Athena serta tubuh Apollo, dewa dan dewi Yunani, juga kerap dihiasi dengan simbol tersebut.

Bahkan, swastika juga pernah menjadi simbol dari sebuah kekejaman tak terperi saat Hitler menggunakannya sebagai perwakilan dari superioritas bangsa Arya. Jutaan orang Yahudi tewas di tangan para prajurit yang dengan bangga mengenakan lambang swastika (Swastika yang &#8220;sinistrovere&#8 221;: miring ke kiri sekitar 45 derajat) di lengannya. Namun Symbol yg diadopsi Terbalik.

“Only If”

Since: Apr 09

Ksitigarbha Bodhisattva

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#13
May 24, 2009
 
Apa yg saya sampaikan diatas semoga bermanfaat, dapat digunakan untuk jalan Dharma kebaikan umat manusia dan menjadi referensi untuk pengetahuan. Bukan untuk diperdebatkan dan menjadi bahan ejekan semata.

Salam Dharma
Senoga semua makhluk Hidup Berbahagia.

“Only If”

Since: Apr 09

Ksitigarbha Bodhisattva

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#14
May 24, 2009
 
Gambar swastika hitler yang salah ngak bisa ditampilkan (sinistrovere), saya yakin semua pasti tahu swastika Hitler.

Salam Dharma.

“Only If”

Since: Apr 09

Ksitigarbha Bodhisattva

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#15
May 24, 2009
 
Kaitan Dharma Hindu dengan Dhamma Budha di Bali adalah, Hindu Bali dikenal dengan nama Hindu Ciwa Budha, mengacu kepada leluhur mereka di tanah jawa syailendra dan Sanjaya. dengan peninggalan candi Borobudur dan candi Perambanan.

yang akan kita bicarakan nanti adalah:
Ponari menulis Dharma (Hindu Ciwa Budha) Budha yg diadopsi adalah Budha Mahayana
Sampuna Menulis Bhuda Theravada

Walaupun dalam garis besar berbeda pemahaman danum memiliki tujuan yang sama, terhindar dari punarbawa, samsara, terlahir kembali.
Kami Hindu Bali mencapai Moksa / bodhi
Budha mencapai Bodhisatwam.

“Only If”

Since: Apr 09

Ksitigarbha Bodhisattva

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#16
May 24, 2009
 
Raja-Raja yg pernah memerintah di Pulau Bali:

RATU SRI UGRASENA, RAJA I DI SINGHAMANDAWA, TAHUN SAKA 837-864 ( 915-942 M )
SRI KESARI WARMADEWA, BERTAHTA DI SINGHADWALA TAHUN 839 SAKA (917 M), PENGANUT BUDDHA
SRI HARI TABANENDRA WARMADEWASRI SUBADRIKA WARMADEWA, TAHUN 887 DAN 889 SAKA (965 DAN 967 M) MENJADI RAJA DI TABANAN
SRI CANDRABHAYASINGHA WARMADEWA, TAHUN 884 SAKA (962M) MENJADI RAJA DAN BERKEDUDUKAN DI TAMPAKSIRING
SRI JANASADHU WARMADEWA (PRASASTI SEMBIRAN)
SRI WIJAYA MAHADEWI, SAKA 905 (983M)
SRI DHARMODAYANA WARMADEWA (UDAYANA), SAKA 911-923 (989-1001M) DENGAN MAHENDRADATTA, BUDDHA DAN SIWA
MARAKATTA
ANAK WUNGSU, 994 SAKA (1072M)

RAJA BALI TERAKHIR SEBELUM BALI DITAKLUKKAN MAJAPAHIT ADALAH
SRI TAPOHOLUNG (ASTASURA RATNA BUMI BANTEN = RATU BEDAHULU

Jaman Penaklukan oleh Majapahit.
PEMERINTAHAN DI BALI DIPEGANG OLEH KYAYI GUSTI AGUNG PASEK GELGEL, DIBANTU PARA KESATRYA BALI DAN JAWA

Berlanjut ke Dinasty Majapahit di Bali

PUSAT KERAJAAN DI SAMPRANGAN GIANYAR
DALEM SRI KRESNA KEPAKISAN
DALEM ILE (AGRA SAMPRANGAN
DALEM SEMARA KEPAKISAN (DALEM KETUT NGELESIR), TAHUN 1383-1460M
DALEM WATUR ENGGONG), 1460-1558M
DALEM PEMAYUN BEKUNG, 1560-1580
DALEM ANOM SEGENING, 1580-
DALEM ANOM PEMAYUN
DALEM DIMADE
IDA I DEWA AGUNG JAMBE (DEWAGUNG JAMBE) MULAI TAHUN 1704 M

Raja - raja selanjutnya masih memerintah hingga kini di Bali, silsilahnya dapat ditemuai di Masing-masing kerajaan.

Salam Dharma

“Only If”

Since: Apr 09

Ksitigarbha Bodhisattva

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#17
May 24, 2009
 
Saat ini sering kita jumpai orang bali yang suka berlaku jahat, dijaman Kaliyuga yang serba tidak pasti saat ini kita harus pintar-pintar membawa diri untuk selalu menjadi dan menjaga "Sebagai Orang Baik", tahan Godaan yang nyata-nyata ada didepan mata kita, tetap fokus dengan ajaran Dharma, tetap waspada dengan segala bentuk godaan, hanya ini yg bisa kita perbuat dijaman ini, untuk menjaga Bali dan manusia Bali, agar tetap bisa menjadi Orang Baik.
Godaan besar pernah orang Bali hadapi, yang hampir saja orang bali kehilangan kesabaran dan masuk kedalam KRODA, tidak hanya sekali dua kali, hinaan oleh pejabat negara, maupun teror yg tidak bisa kita bayangkan, namun Orang bali tetap kokoh dan selalu fokus dengan Dharma, serta menjalankan Sasana dengan Benar tanpa cacat secuilpun.

Semoga kami tetap berada dalam lindungan yang Maha Kuasa.

Salam Dharma.

“bungai terong”

Since: Mar 08

lantang senang belama

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#19
May 24, 2009
 
Ponari wrote:
Kaitan Dharma Hindu dengan Dhamma Budha di Bali adalah, Hindu Bali dikenal dengan nama Hindu Ciwa Budha, mengacu kepada leluhur mereka di tanah jawa syailendra dan Sanjaya. dengan peninggalan candi Borobudur dan candi Perambanan.
yang akan kita bicarakan nanti adalah:
Ponari menulis Dharma (Hindu Ciwa Budha) Budha yg diadopsi adalah Budha Mahayana
Sampuna Menulis Bhuda Theravada
Walaupun dalam garis besar berbeda pemahaman danum memiliki tujuan yang sama, terhindar dari punarbawa, samsara, terlahir kembali.
Kami Hindu Bali mencapai Moksa / bodhi
Budha mencapai Bodhisatwam.
wah, sodara Ponari ada daya ingatan yg bagus ya!
perbincangan kita di Bedegul masih kuat di ingatan!!!

muahahaha!!!

Khan di Hindu Bali, Buddha merupakan salah satu menifestasi Sang Visnu?

Atau Sang hyang Buddha tidak lain dari Sang Hyang Widi?

“Only If”

Since: Apr 09

Ksitigarbha Bodhisattva

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#20
May 24, 2009
 
bila kita menjalankan dharma, segala sesuatu yang baik akan menghampiri kita, bagaikan menonton sebuah pertunjukan drama, semua mengalir begitu saja, maka dari itu mari kita pupuk bekal rohani kita melalui jalan agama, tidak perlu ada perbedaan, kita jalani ajaran kita masing-masing, tanpa harus dipertentangkan. Intinya semua ajaran Agama mengajarkan kita kebaikan semata.

Salam Dharma

“bungai terong”

Since: Mar 08

lantang senang belama

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#21
May 24, 2009
 
Ponari wrote:
bila kita menjalankan dharma, segala sesuatu yang baik akan menghampiri kita, bagaikan menonton sebuah pertunjukan drama, semua mengalir begitu saja, maka dari itu mari kita pupuk bekal rohani kita melalui jalan agama, tidak perlu ada perbedaan, kita jalani ajaran kita masing-masing, tanpa harus dipertentangkan. Intinya semua ajaran Agama mengajarkan kita kebaikan semata.
Salam Dharma
sampuna mau tanya adza apa pandangan Hindu Bali tentang Sang Hyang Buddha..mohon pencerahan yach ;)

Tell me when this thread is updated: (Registration is not required)

Add to my Tracker Send me an email

First Prev
of 11
Next Last
Type in your comments below
Name
(appears on your post)
Comments
Characters left: 4000

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

•••
•••