“Legenda Bukit Barisan”

Since: Jan 12

Satellite Owner

#633 Jan 7, 2012
~~RITUAL LABUHAN~~

Kulon Progo (ANTARA News)- Sejumlah warga menggelar ritual Labuhan Uba Rampe Ruwatan dari Gunung Lanang hingga Pantai Congot, Desa Sindutan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa mulai pukul 05.00 WIB.

Tokoh sprititual Kabupaten Kulon Progo Suwasono di Temon, Selasa, mengatakan, arak-arakan labuhan akan dimulai dari Sanggar Pamujan Gunung Lanang menuju Pantai Congot dengan membawa uba rampe ruwatan berupa hasil bumi, potongan rambut dan pakaian para peserta ruwatan yang akan dilabuh di laut selatan.

Sebelum dilakukan acara labuhan, terlebih dulu dilangsungkan ritual Ruwatan Sukerto dan pagelaran wayang kulit oleh Dalang Ki Basuki dari Kebumen dengan lakon Semar Kuning.

"Tradisi Labuhan ini sudah berlangsung sejak 20 tahun lalu atau sekitar 1990, UNTUK MENGHILANGKAN KESIALAN warga Temon," katanya.

Ia menuturkan, jumlah peserta ruwatan mencapai 49 orang yang berasal dari Jakarta, Semarang dan Salatiga serta warga Kulon Progo. "Mereka yang ikut ruwatan ini adalah anak tunggal, anak bersaudara dua perempuan, atau laki dan perempuan, serta orang yang memiliki aura sial," katanya.

Ia juga mengatakan, dengan ritual labuhan, WARGA MEMPERSEMBAHKAN KEPALA KERBAU DENGAN HAEAPAN, TERHINDAR DARI SEGALA BAHAYA DAN KESULITAN.

"Upacara labuhan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini ada persembahan kepala kerbau dengan harapan bangsa Indonesia selamat, tenteram dan terhindar dari malapetaka, terutama semoga Yogyakarta selalu diberikan ketrentraman dan kesejahteraan seperti yang terukir dalam pesan wayang kulit dengan lakon Semar Kuning yang artinya ketenteraman, kedamaian dan keadilan," katanya.

“Legenda Bukit Barisan”

Since: Jan 12

Satellite Owner

#634 Jan 7, 2012
~~Nelayan Sidoarjo Gelar Ritual Syirik "Nyadran"~~

Sidoarjo (ANTARA News)- Para nelayan di Desa Bluru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu menggelar ritual sedekah laut yang mereka namakan "Nyadran", dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Waras selaku Ketua Paguyuban Nelayan Sumber Rejeki di Bluru Kidul, mengatakan, kegiatan seperti itu sudah dilakukan para nelayan sejak zaman nenek moyang.

"Setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW para nelayan menggelar `Nyadran`. Hal itu dilakukan sejak saya masih kecil hingga saat ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa," katanya.

Dalam "Nyadran" kali ini sedikitnya 40 perahu nelayan dikerahkan untuk membawa sesajen dan juga nasi tumpeng untuk dilarung di muara sungai. "Ada sembilan titik yang digunakan untuk melarungkan sesajen tersebut," katanya.

Selain di muara sungai, sesaji juga diletakkan di tempat dianggap memiliki kekuatan mistis. Para nelayan juga melakukan doa bersama di makam Dewi Sekardadu yang berlokasi di sekitar muara sungai.

"Kami sebagai nelayan Bluru meyakini, Dewi Sekardadu sebagai leluhur kami. Sehingga, wajib bagi kami untuk melakukan ritual doa bersama di makam tersebut," kata Waras.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Saiful Ilah meminta nelayan Bluru Kidul tetap melestarikan tradisi sedekah laut sebagai salah satu objek wisata. "Mari kita rawat tradisi ini sebaik baiknya," kata Wabup dalam memberikan sambutannya.

Ia juga mengimbau masyarakat di Bluru Kidul yang bekerja sebagai nelayan untuk selalu mengingat dan melestarikan budaya leluhurnya. "Salah satunya dengan tetap melakukan ritual Nyadran pada setiap peringatan Maulid Nabi Saw," katanya.

Menurut dia, Nyadran sudah menjadi salah satu agenda pariwisata yang ada di Kabupaten Sidoarjo. "Sudah sepatutnya, warga Sidoarjo lainnya juga bangga dengan adanya peringatan seperti ini," kata salah satu Calon Bupati Sidoarjo dalam Pilkada 2010 itu.
Cina Medan

Kuala Lumpur, Malaysia

#635 Jan 7, 2012
Kyai_Slamet wrote:
100%MANUSIA, 100%TUHAN, 100%ROHKUDUS
APAKAH ITU, tuhan bagi manusia berotak kacau
TRINITI = Rokok Kretek Buatan Jawa
Jawa..peneguk kontol Yahudi...tegar gan!

“Legenda Bukit Barisan”

Since: Jan 12

Satellite Owner

#636 Jan 7, 2012
~~Menaklukan tuyul Candi Penataran~~

Banyak tempat yang diperkirakan menyimpan berjuta misteri mengenai mahluk tuyul. Mahluk yang berwujud seorang bayi ini ditengarai banyak mendiami tempat-tempat yang wingit atau angker, seperti di Pantai Samas, Gunung Kawi, serta Candi Penataran.

Kalau Anda ingin memiliki pesugihan tuyul, sebaiknya mengunjungi salah satu dari tiga tempat tersebut. Dan hal ini harus dibicarakan dahulu dengan pasangan. Bila tidak, maka akan timbul bencana dikemudian hari. Karena tuyul itu tidak patuh kepada Anda lagi dan mulai berulah. Jika tidak diberi ASI dan dimanja!

Menurut seorang paranormal yang sudah terbiasa mengurus masalah pesugihan tuyul sekitar Candi. Sebelum menaklukan mereka, Anda harus menjalankan laku tapa ngluweng atau mengubur diri. Setelah itu tercapai, maka penguasa ghaib di wilayah Candi Penataran akan mengadakan perjanjian saling menguntungkan.

Eyang Heru Paksa akan memperlihatkan wujudnya sebagai seorang kakek yang berjanggut panjang, bertubuh sedang saja. Beliau adalah sosok yang menguasai alam siluman di sana. Perjanjian yang akan diadakan berhubungan dengan pengorbanan yang akan diberikan.

Biasanya, tuyul tersebut akan minta disusui ASI dari payudara istri pencari pesugihan dan harus diperhatikan serta dimanja. Kalau hal tersebut dilanggar maka mereka akan tidak patuh lagi kepada ‘majikannya’ dan akan membuat kesulitan.

Istri pemilik pesugihan tuyul, tubuhnya akan lemas dan pucat karena ASI-nya akan dihisap dengan kuat dan akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Belakangan istrinya akan kehilangan percaya diri dan takut menghadapi orang karena perasaan bersalah yang mendalam.

Mahluk tuyul tersebut tidak langsung bisa disuruh mencuri, tetapi harus dilatih terlebih dahulu oleh ‘majikannya’ atau pemiliknya. Setelah mengerti apa yang harus dilakukan, mereka akan melaksanakan perintah pemiliknya tersebut.

Pemilik pesugihan dapat memantau tuyul peliharaannya dengan memasang lampu minyak. Kalau tuyulnya dalam bahaya dia harus segera meniup lampu tersebut dan bersamaan dengan hal itu, tuyul itu akan lenyap dari pandangan mata. Maka selamatlah dia dari pengejaran orang-orang yang akan menangkapnya
Allah SWT waria

Jakarta, Indonesia

#637 Jan 7, 2012
triniti bangsa arab: mamad = allah = roh syetan
triniti bangsa arab: jihad dan kekerasan

sadar gak kalian sendiri saat ini atau beberapa menit yg lalu saling bertikai antar sesama muslim sendiri? klu sadar berarti masih waras, klu gak sadar penyakitnya sudah terlnjur parah!

“Legenda Bukit Barisan”

Since: Jan 12

Satellite Owner

#638 Jan 7, 2012
~~Sedekah Bumi, Simbol Syukur Masyarakat Kedungsuren~~

SEBAGAI rasa syukur terhadap hasil bumi yang melimpah, masyarakat Desa Kedungsuren Kecamatan Kaliwungu Selatan melaksanakan ritual sedekah bumi, Jumat (17/12). Selain sedekah bumi, dalam pelaksanaan tradisi tahunan tersebut juga dibarengi dengan haul Kiai Abdillah Baqik yang dipercaya sebagai sesepuh yang pernah membangun alias "mbabat alas" Desa Kedungsuren.

Menurut Kepala Desa Kedungsuren, Nandirin, kegiatan sedekah bumi yang dilaksanakan di desanya meruapakan kegiatan turun menurun yang dilaksanakan tiap tahun. Pelaksanaannya, kata dia, diselenggarakan setiap hari kesepuluh bulan Suro, atau bulan Muharam. Namun, lanjutnya, baru dua tahun terakhir, sejak dirinya menjadi Kades, kegiatan sedekah bumi dibuat meriah.

"Sebelumnya acara ini hanya dirayakan dengan sederhana. Saya memandang momentum ini bisa dibuat lebih meriah dan bisa menjadi suatu tradisi yang menarik untuk diritualkan guna mengundang warga dari daerah lain untuk ikut ritual," ujar Nandirin.

Menurut cerita Nandirin, Desa Kedungsuren merupakan desa tempat beristirahatnya Kiai Abdillah Baqik atau Ki Ageng Karto Suryo Widjaja, ketika mengambil kayu untuk pilar pembangunan Masjid Demak. Saat pembangunan Masjid Demak, salah satu pilar masjid diambil dari daerah Tunggak Ombo, Desa Kedungsuren.

Kala itu, Kiai Abdillah Baqik beserta anak buahnya berusaha membawa kayu yang akan dijadikan pilar masjid dengan cara melarungnya melalui Kali Blorong yang mengalir di daerah itu. "Kayu tersebut diceritakan dilarung hingga Demak. Peristiwa larung kayu pilar Masjid Demak tersebut, juga kami peringati dengan sedekah bumi dan ritual melarung kepala kambing ke kali Blorong," jelasnya.

Berbut Berkah

Dalam kegiatan sedekah bumi ini, penyelenggaran juga menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk dan tahlilan di makam Abdillah Baqik sebagai puncak acara. Sebelum acara tahlilan, warga di tiga dusun yang ada di Desa Kedungsuren, yaitu Dusun Glagah, Dusun Krajan Barat dan Krajan Timur membawa hasil buminya untuk dikumpulkan di petilasan Kiai Abdillah Baqik.

Setelah hasil bumi dikupulkan, kemudian diserahkan ke Kepala Desa. Selanjutnya, hasil bumi yang telah terkumpul itu kembali diberikan kepada warga. Biasanya, ratusan warga yang datang ikut berebut untuk mendapatkan hasil bumi tersebut.

"Hasil bumi yang telah diberi doa dalam acara ritual, dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai jimat yang bisa membawa kesuksesan maupun rejeki. Warga percaya, jika mendapatkan hasil bumi yang telah diberi doa, akan membawa rejeki melimpah bagi mereka," jelas Nandirin.

Sementara, Siti Nuryati (46), warga Desa Kedungsuren mengatakan, setiap tahun dirinya selalu ikut dan ambil bagian dalam prosesi ritual rebutan hasil bumi. "Saya setiap tahun ikut rebutan, berharap bisa mendapatkan rejeki melimpah dan hasil panen yang baik," ujar Siti.

“Legenda Bukit Barisan”

Since: Jan 12

Satellite Owner

#639 Jan 7, 2012
~~Tradisi Ojung : Ritual Minta Turun Hujan dari Ancaman Kekeringan~~

Bondowoso - Berharap segera turun hujan dan terhindar dari akibat kekeringan musim kemarau warga Desa Klabang, Bondowoso menggelar tradisi Ojung. Selain pagelaran tarian Topeng Kuna dan Rontek Singo Wulung, dalam tradisi itu juga digelar pertandingan saling pukul menggunakan sebatang rotan.

Tarian Topeng Kuna dan Rontek Singo Wulung menjadi pembuka tradisi Ojung yang digelar di Balai Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Bondowoso. Tarian ini berlatarbelakang cerita rakyat di desa itu yakni Juk Seng. Juk Seng saat itu dipercaya menjadi demang yang dalam menjalankan tugas pemerintahan dibantu orang setia Jasiman dan murid-muridnya.

Bersama sahabatnya singa, Juk Seng sering bertempur mengusir penjajah. Karena tauladan itulah warga sekitar rela memberikan uang sedekah kepada para penari. Dipimpin sesepuh warga sekitar, melanjutkan prosesi ritual selamatan terbesar di desa itu.

Mereka meletakkan aneka makanan sesaji di mata air sembari membakar dupa. Mereka makan bersama di pinggir sungai, usai doa bersama mohon agar selamat dari mara bahaya akibat musim kemarau.

Kini tiba saatnya puncak tradisi Ojung digelar. Pertandingan adu pukul sebatang rotan. Peserta lelaki dewasa sejak usia 17 tahun hingga usia tua 50 tahunan. Saat wasit memberi aba-aba, pertandingan dimulai dua pemakin inipun adu tangkas memecutkan rotan.

Rasa panas menyengat, itulah yang dirasakan pemain Ojung begitu batang rotan mendarat dibagian tubuh. Tradisi Ojung digelar warga Klabang, Bondowoso setiap tahun sekali saat musim kemarau. Selain keselamatan dengan tradisi ini warga juga berharap segera turun hujan atau tak terjadi kemarau panjang.
Bukti Jawa Brengsek

Kuala Lumpur, Malaysia

#640 Jan 7, 2012
VIVAnews - Pemerintah mengumumkan, per 31 Mei 2011, memiliki utang US$ 201,07 miliar atau Rp1.716 triliun dengan kurs Rp8.537 per dolar AS. Utang ini melonjak dibandingkan posisi akhir 2010, yang tercatat Rp1.676 triliun.

Dalam data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, utang tersebut lebih dari setengahnya dalam bentuk Surat Berharga Negara.

"Proporsi pinjaman luar negeri sebesar 34 persen, sedangkan SBN 65,7 persen," tulis keterangan itu, Senin 13 Juni 2011.

Bila dilihat dari mata uang, utang tersebut mayoritas dalam bentuk dolar AS, kecuali SBN rupiah yang nilainya Rp955 triliun atau setara US$112 miliar. "Catatan ini merupakan angka sangat sementara."

Sejak 2006, outstanding utang per 31 Mei ini merupakan tertinggi. Pada 2006, utang pemerintah hanya US$144 miliar (Rp1.302 triliun dengan kurs saat itu Rp9.020 per dolar AS), dan pada 2007 naik lagi menjadi US$147 miliar (Rp1.389 triliun).

Sementara pada 2008 menjadi U$149 miliar (Rp1.636 triliun), pada 2009 US$169 miliar (Rp1.590 triliun), dan pada 2010 naik menjadi US$186 miliar atau Rp1.676 triliun.(umi)

“Legenda Bukit Barisan”

Since: Jan 12

Satellite Owner

#643 Jan 7, 2012
~~Ritual Kungkum Agar Bisnis Lancar~~

JOGJA- DYAH Nugrahaeni (31), sudah merampungkan ritual kungkum di Sendang Kasihan, Dusun Kasihan, Kelurahan Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul, DIY, Senin (6/12) malam. Ritual itu dijalani agar bisnisnya lancar. Ia memiliki usaha toko emas di Semarang, Jawa Tengah.

Laku spiritual semacam itu tidak hanya dilakukan pada malam Suro saja, melainkan dua kali dalam sebulan.“Saya merasa mendapatkan berkah dari ritual kungkum ini,” katanya sambil mengatakan kalau dirinya sudah berhasil membuka cabang toko emas di Kota Ungaran, Jawa Tengah.

Merasa berhasil dalam usaha, ia pun berpesan kepada teman-temannya agar mengikuti jejaknya, yaitu ritual kungkum di Sendang Kasihan.“Bagi yang usahanya terus merugi maupun seret jodoh saya sarankan untuk laku spiritual di sini,” jelasnya sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.

Malam Satu Sura ini, dirinya datang bersama teman-temannya dan merupakan kali kedua dia berendam di sendang tua tersebut.

Sendang Kasihan selama ini diyakini peninggalan Sunan Kalijaga. Menurut cerita pengelola sendang, Yudaryanto, dahulu kala di daerah sendang itu adalah kawasan tandus yang sangat kesulitan air.

Pada saat itu, Sunan Kalijaga bertemu Mbok Rondo Kasihan yang membawa kendi untuk mencari air ke sungai. Sunan Kalijaga pun lantas menancapkan tongkat yang dibawanya ke tanah, dan seketika muncul sumber air.

Sendang Kasihan pertama dibangun tahun 1923 oleh Iro Diwiryo, dan pernah direnovasi oleh Pemerintah Kabupaten Bantul. Kedalaman air di sendang ini setinggi dada orang dewasa. Dahulu, perempuan yang menjalani ritual kungkum harus memakai kemben. Tetapi saat ini pakaian pelaku ritual dibebaskan.

Pengunjung yang menjalani laku kungkum tidak ada batasan waktunya. Ada yang hanya berendam beberapa menit, tapi juga ada yang berendam sampai dua jam lebih. Setelah berendam, mereka melakukan ritual bakar menyan (dupa) dan tabur bunga di tempat penujuban, yang terdapat patung Dewa Siwa dan Ganesha.

“Legenda Bukit Barisan”

Since: Jan 12

Satellite Owner

#644 Jan 7, 2012
Cina Medan wrote:
<quoted text>
Jawa..peneguk kontol Yahudi...tegar gan!
gan, pernah dengar Tomy Dari Padang ???
TORA SUDIRO

Kuala Lumpur, Malaysia

#645 Jan 7, 2012
Jawa semakin dibenci 2012:

KENAPA SUKU DI INDONESIA BENCI JAWA?

Jawa itu KORUP
Jawa itu BEJAD
Jawa itu JOROK
Jawa itu PENJILAT
Jawa itu MUNAFIK
Jawa itu PEMBUAL
Jawa itu PENINDAS
Jawa itu KEJAWEN
Jawa itu PEMBOHONG
Jawa itu PENGKHIANA

“Legenda Bukit Barisan”

Since: Jan 12

Satellite Owner

#647 Jan 7, 2012
MAHO PUN DIJADIKAN TRADISI OLEH JAWA GAN!!!!!

Kompas, Minggu, 28 Januari 2007 (Kehidupan)
Gemblak Pun Berganti Gadis

“Saya pernah jadi gemblak Warok Dasuki asal Desa Jajar, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, dari waktu umur 12 tahun-18 tahun," kata Subasir (64), Selasa (23/1) siang itu.

Lelaki ganteng berkulit putih itu termasuk gemblak terkenal di Ponorogo. Enam tahun, jadi gemblak, dia memperoleh upah tiga sapi.

Gemblak adalah sisi kontroversial tradisi warok Ponorogo. Gemblak biasanya adalah pemuda tampan berusia belasan tahun yang dijadikan kekasih warok.

Tradisi unik itu muncul sebagai upaya warok menyalurkan hasrat seksual, tanpa berhubungan intim dengan perempuan. Hubungan dengan perempuan dipercaya melunturkan ilmu. "Kadang, saya juga dikeloni (dipeluk), diciumi, dan digauli warok. Rasanya seperti jatuh cinta saja," kata Subasir.

Gemblak menjadi kebanggaan warok Banyak warok bertengkar demi mempertahankan gemblak. Gemblak biasa diajak menghadiri acara pernikahan, nonton layar tancap, makan di warung, atau sekadar jalan-jalan.

Gemblak-gemblak yang bagus bisa digilir antar warok. Mbah Benjot (70) asal Desa Carat, Kecamatan Kauman, mengaku pernah memelihara tiga gemblak tapi kadang pinjam gemblak lain. "Melihat pemuda ganteng dan bersih, warok-warok sudah bingung," katanya.

Dalam pertunjukan reog, para gemblak menari jathilan. Mereka didandani bak perempuan dan menari dengan gemulai. Tradisi ini surut seiring dengan modernisasi. Awal tahun 1980-an, gemblak digeser gadis-gadis remaja menari jathilan dengan lebih memikat kerumunan massa..

Konsep gemblak pun bergeser menjadi anak asuh. Warok Tobroni (70) asal Kelurahan Cokromenggalan mengaku membiayai sekolah keempat gemblak yang dipeliharanya dan memberikan satu sapi setiap 2-3 tahun. "Saya tidak menggaulinya seperti warok zaman dulu," katanya.

Warok yang pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Ponorogo itu menolak anggapan, warok punya kelainan seksual. Tobroni sendiri memiliki 12 anak dan 22 cucu dari tiga istri yang dinikahinya. "Warok adalah lelaki normal," katanya
raunar86 hotmail dot com

Kuala Lumpur, Malaysia

#648 Jan 7, 2012
Nah, ini dia REKOR DUNIA yang bikin orang2 Jawa bangga! Tidak ada lagi yang bisa mengalahkan orang Jawa dalam hal SODOMI!!
hihihi XD
----------
Guru Sodomi 100 Muridnya
* Yang Menolak Langsung Dibunuh
Kebon Jeruk, Warta Kota
M Buchoirudin (62), guru yang dikenal ramah ternyata tega menyodomi lebih dari 100 anak. Rian Hidayat (14), salah satu anak yang berontak justru dipukul martil hingga tewas di rumah Buchoirudin di Jalan H Jafar, Kebon Jeruk, Jakbar, Kamis (6/5) pukul 03.00.
Kondisi Rian Hidayat, warga Jalan Pembina III RT 03/06 Rawasari, Jaktim, dalam keadaan mengenaskan. Kepalanya hancur dikepruk palu. Di bagian depan dan belakang kepala tampak bolong. Darah membalut wajah dan kepala siswa kelas 1 SLTPN 47 itu. Tubuh Rian ditemukan di depan Mushala Arrahman, dekat kontarakan Buchoirudin di RT 11/12.
Namun Buchoirudin yang sudah kakek-kakek itu dibekuk tiga jam setelah jenazah Rian ditemukan. Buchoirudin ditangkap di dekat warung rokok di Jalan Pelita 1, Jatipulo, Tomang, Jakbar.
Menurut Kapolsektro Kebon Jeruk, Kompol Ahmad Alwi, "Sekitar pukul 04.00 seorang warga yanga bernama Abdul Khoir bangun untuk bekerja sebagai sopir mikrolet M11 (jurusan Tanah Abang-Kebon Jeruk). Dia melihat mayat Rian tertelungkup di depan Mushola Arrahman," kata Ahmad.
Abdul langsung melaporkan itu ke ketua RT dan dilanjutkan ke polisi. Dari sejumlah saksi diperoleh info bahwa sebelumnya Rian singgah di rumah kontrakan Buchoirudin. Polisi lalu mendobrak rumah kontrakan berukuran 3 x 6 meter itu. Di rumah petak berdinding tripleks itu, ditemukan barang bukti sebuah martil berdarah, kasur penuh bercak darah, serta dinding yang juga terlihat bekas cipratan darah yang sudah dilap.
Ternyata Buchoirudin punya beberapa kontrakan, di antaranya di Jatipulo. "Saat kami tangkap dan ditanyai, dia mengaku telah membunuh Rian," kata Ahmad.
----------
100?? phewwww! Pantesan Merapi meletus dan kampungnya ditelan lapindo! Bener2 bangsa kualat seperti kaum LUTH!
XD

betul gan, jawa memang binatang cabul
Wakakak
ZorroIndo

Kuala Lumpur, Malaysia

#649 Jan 7, 2012
bansa jawa adalah bansa anjing. sok manis, sok alus padahal khurafat, pembunuh dan tukang ngibul.

“Legenda Bukit Barisan”

Since: Jan 12

Satellite Owner

#650 Jan 7, 2012
Kalau Kyai_Slamet yang legendaris udah turun tangan,,, Jawa dan Kristen pun pada lari terbirit2 gan... wkwkwk
Si kecil

United States

#651 Jan 7, 2012
Titip gan,DI POSTING KAN ARTIKEL RITUAL GUNUNG KAWI.

“Legenda Bukit Barisan”

Since: Jan 12

Satellite Owner

#652 Jan 7, 2012
~~Ritual Mesum Pesugihan di Jawa Tengah~~

Mungkin sudah banyak yang tahu tentang ritual mencari pesugihan semacam babi ngepet dll yang dilakukan orang di Gunung Kemukus. Parahnya "laku" yang dilakukan adalah berhubungan seks dengan pasangan tidak sah.

Ritual jorok seperti bokep ini banyak juga dilakukan oleh orang-orang yang mencari jalan pintas untuk menjadi kaya, bahkan lebih pintas dari Bisnis Online hehe. Bagaimana sebenarnya ritual ini bisa menjadi semacam tata cara dan menjadi semacam tradisi yang sesat?

Gunung Kemukus terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumber Lawang, Kabupaten Sragen, 30 km sebelah utara Kota Solo. Untuk mencapai daerah ini tidak terlalu sulit, dari Solo bisa naik bus jurusan Purwodadi dan turun di Belawan (di sebelah kiri jalan akan kita temukan pintu gerbang yang bertuliskan “Daerah Wisata Gunung Kemukus”) dari sini bisa naik ojek atau berjalan kaki menuju tempat penyeberangan dengan perahu. Perlu diketahui bahwa sejak penggenangan Waduk Kedung Ombo, Gunung Kemukus menjadi seperti sebuah "pulau" tetapi pada waktu musim kemarau air akan surut dan praktis kita tidak memerlukan lagi jasa penyeberangan.

Gunung Kemukus identik sebagai kawasan wisata seks karena di tempat ini orang bisa sesuka hati mengkonsumsi seks bebas dengan alasan untuk menjalani laku ritual ziarahnya, itulah syarat kalau mereka ingin kaya dan berhasil. Dalam suatu aturan yang tidak resmi diwajibkan bahwa setiap peziarah harus berziarah ke makam Pangeran Samudro sebanyak 7 kali yang biasanya dilakukan pada malam Jum’at Pon dan Jum’at Kliwon atau pada hari-hari dan bulan yang diyakhini baik, melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang bukan suami atau istrinya (mereka boleh membawa pasangannya sendiri atau mungkin bertemu di sana). Haduh-haduh... dari sini aja sudah kelihatan gak benernya.

Nah mari kita ikuti sejarahnya meskipun masih ada yang menganggapnya hanya sebuah legenda rakyat daerah.

Dikisahkan tentang seorang Pangeran dari kerajaan Majapahit yang bernama Pangeran Samudro (ada yang menyebut bangsawan ini berasal dari Majapahit, ada pula yang menduga dari zaman Pajang), Pangeran Samudro ini jatuh cinta kepada ibunya sendiri (Dewi Ontrowulan). Ayahanda Pangeran Samudro yang mengetahui hubungan anak-ibu tersebut menjadi murka dan kemudian mengusir Pangeran Samudro.

Dalam kenestapaannya, Pangeran Samudro mencoba melupakan kesedihannya dengan melanglang buana, akhirnya ia sampai ke Gunung Kemukus. Tak lama kemudian sang ibunda menyusul anaknya ke Gunung Kemukus untuk melepaskan kerinduan. Wah ibu dan anak sama bejatnya nih!

Namun sial, sebelum sempat ibu dan anak ini melakukan hubungan intim, penduduk sekitar memergoki mereka berdua yang kemudian merajamnya secara beramai-ramai hingga keduanya meninggal dunia. Keduanya kemudian dikubur dalam satu liang lahat di gunung itu juga. Namun menurut cerita, sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir Pangeran Samudro sempat meninggalkan sebuah pesan yaitu kepada siapa saja yang dapat melanjutkan hubungan suami-istrinya yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua permintaannya.

Konon selengkapnya ia berujar demikian, "Baiklah aku menyerah, tapi dengarlah sumpahku. Siapa yang mau meniru perbuatanku , itulah yang menebus dosaku dan aku akan membantunya dalam bentuk apapun".

Yang jelas Anda jangan ikuti jejaknya ya, karena pasti akan mengalami akibat tragis seperti Pangeran Samudro yang bejat itu. Buktinya tempat itu menjadi bejat juga sampai sekarang, menjadi tempat operasi para wanita malam dengan alasan menjadi peziarah.

“Legenda Bukit Barisan”

Since: Jan 12

Satellite Owner

#653 Jan 7, 2012
Si kecil wrote:
Titip gan,DI POSTING KAN ARTIKEL RITUAL GUNUNG KAWI.
ente aja ya gan soalnya ane masih punya banyak koleksi buat diposting... sibuk euyy

“Legenda Bukit Barisan”

Since: Jan 12

Satellite Owner

#654 Jan 7, 2012
~~Jawa Timur Ada Ritual Pamer Payudara~~

Ada larangan tak tertulis bagi kaum perempuan yang mandi di sumber air yang dikeramatkan ini. Mereka dilarang menutupi payudaranya. Alhasil, ritual pamer payudara pun semarak. Terutama di malam Jum’at Legi….

Ritual Payudara

Ritual PayudaraUmbul Manding sumber air bersih yang ada di Desa Semanding, Keca. Pucanglaban, Kab. Tulungagung, Jawa Timur. Sejak dulu debit air di tempat ini memang besar. Bahkan, saat kemarau panjang sekalipun, umbul ini tak pernah kekurangan air.

Karena debit airnya yang relatif besar dan bersih, maka sumber air ini sejak dulu dimanfaatkan warga Desa Semanding dan sekitarnya. Terutama untuk masak, mandi, mencuci, bahkan untuk mengairi sawah. Maklum saja, Umbul Manding memang berada di daerah pegunungan yang amat sulit air.

Yang dapat dikatakan unik, tempat yang biasanya digunakan untuk mandi sejak dulu sengaja dibiarkan terbuka. Tidak ditutupi apa-apa. Padahal, yang mandi disitu tidak hanya laki-laki, tapi juga perempuan. Mereka berbaur menjadi satu untuk mandi bersama.

Adakah rasa kikuk atau malu pada diri mereka? Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan, maka tidak ada yang merasa malu jika dilihat orang, terutama lawan jenis. Bahkan kalau kaum perempuan sedang mandi mereka sama sekali tidak perlu merasa repot menyembunyikan payudaranya. Bahkan, ada kesan payudara itu sengaja dipamerkan.
Pejuh SBY Busok loh

Kuala Lumpur, Malaysia

#655 Jan 7, 2012
selama ini, rakyat Indonesia selalu ditipu oleh pemerintah jawa dengan menyebarkan isu dan fitnah bahwa provinsi Kalimantan Timur, Riau ataupun Papua adalah provinsi-provinsi terkaya di Indonesia

Tetapi, saya sangat terkejut ketika menemukan FAKTA bahwa, isu-isu bohong ini sengaja disebarkan ke rakyat NON jawa agar mereka tertipu dan tidak dapat melihat FAKTA yg sebenarnya, dimana sebenarnya, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah menempati posisi puncak sebagai provinsi-provinsi terkaya di Indonesia yang ini bisa kita lihat di PDB provinsi-provinsi tersebut!

Perbandingan PDB provinsi-provinsi tersebut adalah, DKI Jakarta menyumbangkan 16,5 persen dari total PDB Indonesia, Jawa Timur sebanyak 15,3 persen dan Jawa Barat (14,4 persen) serta Jawa Tengah (8,4 persen). PDB ini adalah data untuk tahun 2009

Bahkan ironisnya, secara keseluruhan, Jawa menyumbangkan hampir 58,3 persen dari total keseluruhan PDB Indonesia untuk 2009, dan ini meningkat dibandingkan untuk tahun 2008, dimana jumlahnya masih 57,9 persen!!!

Isu bohong ini jelas disebarkan ke daerah-daerah yang bertujuan tidak lain dan tidak bukan agar rakyat NON jawa tidak iri dan cemburu terhadap FAKTA tersebut! Sehingga disebarkanlah isu yang sangat memalukan ini, kelihatannya pemerintah jawa takut sekali daerah NON jawa akan memberontak seandainya mereka tahu bahwa jawa sangat kaya!

terus terus, dimana peran otonomi daerah dan pemerataan pembangunan yg selalu kalian koar-koarkan itu?

Faktanya provinsi-provinsi di jawa semakin kaya, sedangkan provinsi-provinsi NON jawa semakin miskin dan tidak berkembang!

Patutlah masih ramai orang Papua yg bergelayutan di pohon, dan masih hidup di dalam kehidupan tahap hunting and gathering food :(

sedihnyer kutengokkk...:(

Welcome to Indonesia ^_^

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Malaysia Discussions

Title Updated Last By Comments
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 5 min imam mahdi dajjal 92,882
tante,ibu kesepian bekasi yuk masuk!! (Jan '14) 17 min han 23
bocoran nomor toto/4d hari ini 18 min MR DANIL 1
Mari Kongsi No telefon Budak Bawah Umur (Oct '09) 25 min FayBoy 104
Mencari Kenalan Lelaki Melayu (Jul '09) 39 min FayBoy 1,648
Ketika Malaysia Menguasai Warung Kopi Blandonga... (Aug '12) 57 min Metrosoft 44
nak gadis yang suka chat seks (May '09) 58 min FayBoy 1,416
KESIAN, INDONESIA DIPIMPIN Oleh DEWA BADUT JOKOWI 1 hr sahabat 2,678
No telefon gay 0175322044 (Nov '10) 4 hr dann 4,155
Saya baby mila , cewek bispak (Apr '08) 6 hr anto kaltim 13,324
FORUM LONTE/GIGOLO (Silakan Isi) (Jul '09) 9 hr putra 27,862

Malaysia People Search

Addresses and phone numbers for FREE