Kehebatan TNI, Malaysia Kalah...

Posted in the Malaysia Forum

First Prev
of 21
Next Last
combro

Saint-maur, France

#1 Oct 26, 2007
Sumber: Kompas.

Oleh karena itu, tak jarang di beberapa pos perbatasan prajurit TNI yang kreatif biasanya ada jerat atau perangkap binatang di sekitar pos mereka, yang umumnya di tengah hutan. Hal itu, selain sebagai antisipasi dari serangan binatang buas, binatang yang tertangkap seperti musang, landak, ular, kancil, dan bahkan beruang bisa dimanfaatkan untuk menambah protein hewani yang mereka butuhkan. "Kami sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini," kata seorang prajurit TNI sambil terkekeh.

Karena sudah biasa "prihatin" saat melakukan patroli bersama dengan prajurit Malaysia, prajurit-prajurit TNI kelihatan jauh lebih andal dan tangguh. Mereka tidak suka repot-repot membawa makanan dan minuman, tetapi memanfaatkan buah-buahan yang tersedia di hutan dan minum dari akar pohon yang menjalar.

Sebaliknya, prajurit Malaysia membawa minuman dan makanan dalam kaleng. Akibatnya, selain berat, bawaan itu juga membuat cepat lelah dan mengurangi kelincahan gerak pasukan.

"Tentara Indon memang nekat saat masuk hutan. Mereka menggosok buah atau daun ke tangan dan jika kulit tidak merah atau gatal, berarti aman untuk dimakan. Jika buah dimakan ulat, berarti buah itu bisa dimakan," tutur seorang prebet Malaysia yang kagum sekaligus ngeri melihat ketangguhan prajurit TNI.
Nasi Lemot Malasya

Heverlee, Belgium

#2 Oct 26, 2007
Nanti kalo perang bawa Carrefour dan GIANT ah :D

Akhirnya gak jadi perang, malah perang perangan :D
Mr Indonesian

Camberwell, Australia

#3 Oct 26, 2007
Berikut adalah lagu ranjer Malasya...sudah dipaten..

ANGKATAN BERSENJATA DIRAJA MALINGSIA
SIAP BERTEMPUR
DI ATAS KASUR
BERSAMA-SAMA BAWA CARREFOUR
Truck

Saint-maur, France

#4 Oct 26, 2007
itulah IBAN (Ini BANci) renjer kebanggan si sensasi hahahahaha, dasar MLTL (Malaysian TOLOL!!):D
stone

Singapore, Singapore

#5 Oct 26, 2007
Operasi laut gabungan ini akan disusul dengan operasi pendaratan pantai
serta operasi amfibi dengan kekuatan 2 brigade pendarat yang terdiri dari 7.200
personel. Kekuatan 2 brigade ini akan berasal dari Komando Wilayah Timur
Tentera Darat Diraja Malaysia yang memiliki total kekuatan 1 divisi Tentera
Darat. Komando Wilayah Timur ini bertugas untuk mempertahankan Sabah, Serawak,
dan Wilayah Federal Labuan. Operasi amfibi ini didukung oleh operasi lintas
udara dengan kekuatan 1 brigade Linud yang terdiri dari 2.400 personel. Operasi
lintas udara ini akan mendapat dukungan udara dari Skuadron 5, 7, dan 8 yang
berkedudukan di Labuan,

Sabah, serta Kuching, Sarawak. Skuadron 5,7, dan 8 mengandalkan 3
skuadron pesawat Hawk yang dapat saja didukung oleh kekuatan 2 skuadron MiG-29
dan 2 skuadron F/A-18 dari Skuadron 6 (Kuantan) dan Skuadron 9 (Kuantan).

Untuk menangkal serangan ini, TNI melakukan pre-emptive strike dengan
mengerahkan tiga kekuatan pemukul dalam suatu operasi militer gabungan. Operasi
ini bertujuan untuk menghancurkan kekuatan militer Malaysia di basisnya.
Kekuatan pertama adalah kekuatan udara dari Koopsau I yang terdiri dari 1
Skuadron Pekan Baru, 1 Skuadron Halim, dan Paskhasau. Kekuatan kedua adalah
kekuatan laut Armada Timur (Surabaya) yang dapat mengerahkan 2 kapal selam (SSK
2 Cakra), dan 10 frigates (7 FFG 10 dan 3 FF 7), dan 12.000 pasukan marinir.
Kekuatan ketiga adalah satuan pasukan khusus Angkatan Darat yang terdiri dari 2
grup Kopassus dan 1 divisi tempur Kostrad.
stone

Singapore, Singapore

#6 Oct 26, 2007
Jika pre-emptive strike di daerah penyangga (Zona I) ini gagal, maka TNI
akan menggelar operasi laut gabungan dengan tiga tujuan yaitu (1) menghancurkan
kekuatan militer musuh dalam perjalanan, termasuk yang ada di pangkalan aju;
mengendalikan laut teritorial di Blok Ambalat dan (3) mencegah kekuatan militer
musuh masuk ke wilayah darat Indonesia. Operasi laut gabungan di Zona II
(daerah pertahanan utama) ini juga harus dapat menangkal serangan-serangan
rudal Malaysia ke lokasi-lokasi strategis di Indonesia. Operasi di Zona II ini
akan mengandalkan 40% dari 111 KRI yang layak layar dari berbagai jenis.

Kegagalan operasi laut gabungan di Zona II akan memaksa Indonesia untuk
melakukan operasi matra darat di Zona III (daerah perlawanan) yang terutama
terdiri dari operasi pertahanan pantai, operasi darat gabungan, operasi
pertahanan wilayah, serta operasi pertahanan antiserbuan linud. Tujuan dari
operasi Zona III ini adalah untuk menghancurkan dan melemparkan kekuatan
militer musuh ke luar wilayah RI. Untuk dapat melakukan operasi matra darat di
Zona III, Indonesia harus memiliki kekuatan perlawanan darat yang signifikan di
pulau-pulau yang ada di Blok Ambalat.

War Game di atas, walaupun bersifat fiktif, menunjukkan adanya beberapa
kelemahan dari strategi pertahanan Indonesia. Tulisan ini tidak bermaksud untuk
menjabarkan seluruh kelemahan tersebut, namun hanya akan membeberkan beberapa
kelemahan yang terkait dengan gelar postur pertahanan Indonesia.

Kelemahan pertama adalah pola pembagian Zona Pertahanan I (Penyangga), II
(Pertahanan Utama) dan III (Perlawanan) yang dikenal selama ini tidak dapat
diaplikasikan terutama karena TNI tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk
menggelar operasi militer di Zona I (di luar ZEE hingga wilayah musuh) dan Zona
II (di perairan teritorial Indonesia). War Game di atas jelas menunjukkan bahwa
Indonesia membutuhkan kemampuan militer modern seperti long and middle range
strike bombers, aircraft carriers, large-scale and long-range amphibious
assault, dan medium range attack submarines yang dibutuhkan untuk menggelar
operasi militer gabungan di Zona I.
stone

Singapore, Singapore

#7 Oct 26, 2007
Kemampuan yang menjadi kunci modernisasi pertahanan negara-negara di Asia
Timur untuk dekade 2000-2010 tersebut saat ini tidak dimiliki dan belum
dirancang dimiliki oleh Koopsau I-II maupun Armada Barat dan Timur.

Kelemahan kedua adalah gelar postur pertahanan Indonesia saat ini tidak
disertai dengan pembagian kompartemen wilayah pertahanan yang memadukan
kekuatan integratif AD, AL, AU. Kompartemen-kompartemen wilayah pertahanan ini
dapat dibentuk dengan satu pertimbangan utama yaitu menangkal kemungkinan
serangan dari luar. Dengan demikian, untuk menangkal negara-negara di kawasan
Asia Timur-Tenggara, Indonesia membutuhkan minimal 4 kompartemen wilayah
pertahanan. Kompartemen tersebut secara geostrategis terbentuk karena Indonesia
memiliki 3 alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) yang membelah Indonesia menjadi
4 kompartemen, yaitu Kompartemen I Sumatra yang terbentuk

oleh ALKI Laut China Selatan-Selat Malaka-Selat Sunda, Kompartemen II
Kalimantan yang terbentuk oleh ALKI Laut Sulawesi-Selat Lombok, Kompartemen III
Sulawesi-Nusa Tenggara yang terbentuk oleh ALKI Laut Arafuru-Celah Timor, dan
Kompartemen IV Maluku-Papua yang berada di sebelah timur ALKI Laut
Arafuru-Celah Timor.
stone

Singapore, Singapore

#8 Oct 26, 2007
Dua kelemahan tersebut mengarahkan kita untuk mengambil kesimpulan bahwa
perlu dilakukan modifikasi gelar postur pertahanan Indonesia terutama karena
sistem ini tidak sesuai dengan strategi pertahanan negara yang telah
dikembangkan. Modifikasi ini perlu segera dilakukan berdasarkan kaji ulang
strategi pertahanan negara yang saat ini sedang dilakukan oleh Departemen
Pertahanan. Kasus Blok Ambalat menunjukkan bahwa tuntutan UU 34/2004 tentang
gelar TNI perlu segera diwujudkan. Tuntutan tersebut adalah lakukan modifikasi
gelar pertahanan sehingga kekuatan TNI terfokus digelar di daerah konflik,
perbatasan, wilayah terpencil, serta pulau-pulau paling luar
stone

Singapore, Singapore

#9 Oct 26, 2007
santai aje
stone

Singapore, Singapore

#10 Oct 26, 2007
Sementara itu, salah seorang anggota TNI ketika ditemui, Koperal 2, Wahyu Purwanto, 31, berkata, pihaknya menyambut baik kedatangan anggota tentera darat dari Malaysia untuk bersama-sama mengawal sempadan kedua-dua negara.

Katanya, kedua-dua pasukan yang bergabung sejak tahun 2001 yang lalu bersatu dan muafakat menjalankan tugas dan tidak terpengaruh dengan isu-isu semasa.

“Kami akan mengakhiri tugas pada bulan Jun tahun depan,’’ jelasnya.

Rakan Wahyu, Sarjan Indro Turseno, 27, pula berpendapat, anggota tentera dari Malaysia tidak ubah seperti saudara mereka sendiri.

Katanya, bahasa, makanan dan warna kulit adalah tidak berbeza dan hampir sama, malah budaya kedua-dua negara serumpun sekali gus mendekatkan lagi hubungan antara kedua-dua negara.

“Kami akan melalui pengalaman berhari raya bersama-sama anggota tentera darat dari Malaysia dan ia merupakan pengalaman paling manis.

“Pada pagi syawal, kami akan menunaikan solat sunat Aidilfitri bersama-sama selain menyediakan makanan untuk semua yang ada di Pos Simanggaris seperti membakar lemang dan sebagainya,’’ tambahnya.

Pengalaman ketika berada di sana walaupun dalam tempoh singkat tidak dapat dilupakan penulis kerana anggota tentera di kedua-dua negara memberi layanan dan kerjasama yang baik.

Malah, riak wajah masing-masing jelas terpancar riang dan hilang rasa sunyi apabila menerima kehadiran pelawat dan petugas-petugas media yang membuat liputan.
jablay_lanang

Jakarta, Indonesia

#11 Oct 26, 2007
terima kasih infonya pak saya akan sampaikan ke jendral
indocool

Denpasar, Indonesia

#12 Oct 26, 2007
stone wrote:
Dua kelemahan tersebut mengarahkan kita untuk mengambil kesimpulan bahwa
perlu dilakukan modifikasi gelar postur pertahanan Indonesia terutama karena
sistem ini tidak sesuai dengan strategi pertahanan negara yang telah
dikembangkan. Modifikasi ini perlu segera dilakukan berdasarkan kaji ulang
strategi pertahanan negara yang saat ini sedang dilakukan oleh Departemen
Pertahanan. Kasus Blok Ambalat menunjukkan bahwa tuntutan UU 34/2004 tentang
gelar TNI perlu segera diwujudkan. Tuntutan tersebut adalah lakukan modifikasi
gelar pertahanan sehingga kekuatan TNI terfokus digelar di daerah konflik,
perbatasan, wilayah terpencil, serta pulau-pulau paling luar
copy paste koran indonesia??? kau bakal temukan ribuan kelemahan TNI ditulis oleh analis indonesia. tapi kelemahan TDM pernah diulas gak oleh analis militermu??? itulah bedanya mediamu dengan media di indonesia. kalo ada yang membahas kelemahan TDM besok pasti sudah dipenjarakan UMNO :)
indocool

Denpasar, Indonesia

#13 Oct 26, 2007
FACT ABOUT KONFRONTASI INDONESIA-MALINGSIA 1963-1965 :

On January 20, 1963, Indonesian Foreign Minister Subandrio announced that Indonesia would pursue a policy of Konfrontasi with Malaysia. On April 12, Indonesian volunteers—allegedly Indonesian Army personnel—began to infiltrate Sarawak and Sabah, to engage in raids and sabotage, and spread propaganda. On July 27, Sukarno declared that he was going to "crush Malaysia" (Indonesian: Ganyang Malaysia). On August 16, troops of the Brigade of Gurkhas clashed with fifty Indonesian guerillas.
While the Philippines did not engage in warfare, they did break off diplomatic relations with Malaysia.
The Federation of Malaysia was formally established on September 16, 1963. Brunei decided against joining, and Singapore separated later.
Tensions rose on both sides of the Straits of Malacca. Two days later, rioters burned the British embassy in Jakarta. Several hundred rioters ransacked the Singapore embassy in Jakarta and the homes of Singaporean diplomats. In Malaysia, Indonesian agents were captured and crowds attacked the Indonesian embassy in Kuala Lumpur.
Along the remote jungle border in Borneo, there was an ongoing border war; Indonesian troops and irregulars tried to occupy Sarawak and Sabah, with little success. On 28 September 1963, a small, successful (though strategically irrelevant) raid was conducted by the Indonesians on the village of Long Jawe, almost wiping out the entire Gurkha Rifles garrison. In early 1964, Indonesian attacks managed to render the strategic Tebedu-Serian-Kuching road unsafe for months, and additional small scale air raids were launched in the Kelabit Highlands on civilian settlements. One Indonesian raiding party en route to the small town of Song was captured by locals and handed over to the Malaysian authorities in April 1964.
In 1964, Indonesian troops began to raid areas in Peninsular Malaysia. In August, 16 armed Indonesian agents were captured in Johore. Activity by regular Indonesian Army troops over the border also increased.
The British Royal Navy deployed a number of warships, including aircraft carriers, to the area to defend Malaysia and the Royal Air Force also deployed many squadrons of aircraft. The British "commando carriers" HMS Albion and Bulwark operated their squadrons of helicopters to transport Royal Marines and supplies through the jungles, the ships themselves being floating bases
indocool

Denpasar, Indonesia

#14 Oct 26, 2007
Commonwealth ground forces—18 battalions, including elements of the Brigade of Gurkhas—and three Malaysian battalions, were also committed to the conflict. The Commonwealth troops were thinly deployed and had to rely on border posts and reconnaissance by light infantry and/or the two SBS commando units of the Royal Marines. Their main mission was to prevent further Indonesian incursions into Malaysia.
On August 17, Indonesian paratroopers landed on the southwest coast of Johore and attempted to establish guerilla groups. On September 2, more paratroopers landed in Labis, Johore. On October 29, 52 soldiers landed in Pontian on the Johore-Malacca border and were captured by New Zealand Army personnel.
When the United Nations (UN) accepted Malaysia as a nonpermanent member at the Security Council, Sukarno withdrew Indonesia from the UN and attempted to form the Conference of New Emerging Forces (Conefo) as an alternative.
In January 1965, after many Malaysian requests, Australia agreed to send troops to Borneo. The Australian Army contingent included the 3rd Battalion, Royal Australian Regiment and the Australian Special Air Service (SAS) Regiment. There were 14,000 British and Commonwealth forces in Borneo by this time. According to official policy, Commonwealth troops could not follow attackers over the Indonesian border. However, units like the British SAS and the Australian SAS did so in secret (see Operation Claret).(The Australian government officially admitted these incursions in 1996.) In April 1964, the British government gave permission for troops to cross the border into Kalimantan up to 3,000 yards. In January 1965, this authorisation was extended to attacks up to 10,000 yards. There is also evidence that the British and Malaysians secretly gave aid to rebel groups in Indonesia, in the outer islands of Sumatra and Sulawesi, as way to weaken Sukarno's Confrontation campaign.
On March 10, 1965, Indonesian saboteurs carried out the MacDonald House bombing in Singapore, killing three people and injuring 33.
In mid-1965, the Indonesian government began to openly use Indonesian army forces. On June 28, they crossed the border into eastern Sebatik Island near Tawau, Sabah, and clashed with defenders.
It was later revealed that the lack of success of Indonesian raids could also be attributed by the covert consensus among the Indonesian army leaders (still receiving U.S. military funding as late as 1965) to deliberately play down the military situation in the field. The best Indonesian army battalions were not even sent to Borneo—and it is widely speculated that the Army, with U.S. and British backing, was covertly held back on Java preparing the right-wing coup of October 1, 1965 which ended the Confrontation and ousted Sukarno from power in 1966. Of special note is the fact that even during the course of Confrontation, a number of Indonesian army officers were still undergoing military training in Australia. Another factor in the defeat of Confrontation was use of intelligence. Britain had broken the Indonesian military and diplomatic ciphers and was able to intercept and decrypt communications from a Government Communications Headquarters (GCHQ) listening station in Singapore. This intelligence was used to plan individual Claret cross-border operations.
stone

Singapore, Singapore

#15 Oct 26, 2007
Hehehe.. perang lagi… perang lagi…
Doyan amat perang. Daripada perang, mendingan maen bola.

Kalau maen bola, biar menang atau kalah,…kita ga bakalan dapetin janda-janda baru atau anak-anak yatim baru.

Hidup sudah kejam buat bangsa Indonesia. Janganlah ditambahi dengan kekejaman perang.

Pernah ada di garis depan Kang?
Kalau pernah, pasti akan selalu ingat rasanya.
Kalau belum… saran saya, jangan dicoba, sebab nggak enak… hehehe
The Indonesia

Malang, Indonesia

#16 Oct 26, 2007
Itu berarti tentara Diraja yang manja. Masa' perang bawa makanan kaleng. Gak kaya Indonesia yang udah tahu kaya sumber daya alam ya dimanfaatkan. gak kaya malaysia yang ngakunya punya sumber daya alam yang melimpah kok masih saja bawa makanan kaleng. Kaya' kucing aja
jablay_lanang

Jakarta, Indonesia

#17 Oct 26, 2007
indocool wrote:
<quoted text>
copy paste koran indonesia??? kau bakal temukan ribuan kelemahan TNI ditulis oleh analis indonesia. tapi kelemahan TDM pernah diulas gak oleh analis militermu??? itulah bedanya mediamu dengan media di indonesia. kalo ada yang membahas kelemahan TDM besok pasti sudah dipenjarakan UMNO :)
mana berani pak di indonesia bebas kok kritik malah TNI lebih senang dikritik coba kalo malingsia langsung dipenjara pak
salam
kopral jablay_lanang
stone

Singapore, Singapore

#18 Oct 26, 2007
Beberapa hari yang lalu membaca di Tempo Interaktif kalau TNI-AL menerima kapal baru dari Belanda. Ingat-ingat memang beberapa tahun yang lalu TNI-AL memesan beberapa kapal dari Belanda, dan nama galangan kapalnya adalah Schelde. Schelde adalah galangan kapal langganan AL Belanda. Hubungan antara Schelde, Koninklijk Marine (AL-nya Belanda), TNI-AL, dan pemerintah RI masih baik mengingat banyak kapal bekas Belanda yang dibeli TNI-AL. Karena sama Tempo nggak diulas banyak, jadinya aku kasih tambahan saja informasinya.

SIGMA Class - Ship Integrated Geometrical Modularity Approach

SIGMA Class yang dipesan TNI-AL tipe 9113, tipe terbesar dari SIGMA Class, urutannya 6910, 8313, dan 9113 dari terkecil sampai terbesar. Kapal yang sudah jadi dan sedang dalam pengiriman adalah KRI Diponegoro sedangkan kapal kedua KRI Hasanuddin sedang dalam pembuatan.
- KRI Diponegoro. Nomor lambung 365
- KRI Hasanuddin. Nomor lambung 366
- KRI Sultan Isakandar Muda. Nomor lambung 367
- KRI Frans Kaisiepo. Nomor lambung 368

Senjatanya:
Anti-air missile: 2 x quad MBDA Mistral TETRAL (depan dan belakang)
Anti-surface missile: 4 x MBDA Exocet MM40 Block II
Guns: Oto Melara 76 mm (depan), 2 x 20 mm Denel Vektor G12
Torpedoes: EuroTorp 3A 244S Mode II/MU 90 in 2 x B515 launchers
Combat System: Thales TACTICOS[2] with 4 x Multifunction Operator Console Mk 3 2H

Sensor dan Hardware lain:
Search radar: MW08 3D multibeam surveillance radar
IFF: Thales TSB 2525 Mk XA (integrated with MW08)
Navigation radar: Sperry Marine BridgeMasterE ARPA radar
Fire control radar: LIROD Mk 2 tracking radar
Data Link: LINK Y Mk 2 datalink system
Sonar: Thales UMS 4132 Kingklip medium frequency active/passive ASW hull mounted sonar
Internal Communications: Thales Communication's Fibre Optical COmmunications Network or FOCON
Satellite Comms: Nera F series
Navigation System: Raytheon Anschutz integrated navigation (ECDIS,
Integrated Platform Management System: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System

Electronic Warfare dan Decoy:
ESM: Thales DR3000
ECM: Racal Scorpion 2L
Decoy: TERMA SKWS, DLT-12T 130mm decoy launchers
The Indonesia

Malang, Indonesia

#19 Oct 26, 2007
Eh yang ada di Singapore, jangan sombong ya. Liat aja tuh. Indonesia maen bolanya bagus. Buktinya bisa berlaga di Piala Asia. Lha Singapore, gak masuk kan. Untuk Malaysia. sudah untung tuh masih kebobolan 10 gol. Dari pada di bantai Indonesia National Team 13 gol
stone

Singapore, Singapore

#20 Oct 26, 2007
CAPE DEHHHH !!!!

Armament:
Terpasang
Anti-air missile: 2 x quad MBDA Mistral TETRAL, forward & aft
Guns: Oto Melara 76 mm (A position)
Belum terpasang
Anti-surface missile: 4 x MBDA Exocet MM40 Block II
2 x 20 mm Denel Vektor G12 (Denel licensed copy of Giat M693/F2)(B position)
Torpedoes: EuroTorp 3A 244S Mode II/MU 90 in 2 x B515 launchers [b]

MASIH OMPONG kalau dipakai combat tenggelam ini kapal disiram dengn MEKO Malaysia

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 21
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Malaysia Discussions

Title Updated Last By Comments
KESIAN, INDONESIA DIPIMPIN Oleh DEWA BADUT JOKOWI 4 min Mat Malaysia 4,038
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 4 min John 97,581
Meluruskan Makna Cinta Versi 2 ^_^ (Aug '09) 39 min Malingsiah 588
Malaysia tidak pernah klaim budaya Indonesia (Y... 40 min Henrie 5
Malaysian Airlines plane shot down over Ukraine... 1 hr NAZTY Ukraine 1,782
No telefon gay 0175322044 (Nov '10) 1 hr gersang 4,452
yang mau ngomongin tai masuk sini (Nov '11) 1 hr kontolmalay 66
Sriwijaya sudah terbukti berpusat dan bermula d... 2 hr Huwahahaha 990
ALUTSISTA RAHASIA buatan INDONESIA (Aug '12) 11 hr Mat Malaysia 62,904