++Indonesia Warehouse Bagi Pelacuran Asean?++

Posted in the Malaysia Forum

First Prev
of 7
Next Last
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#1 Feb 1, 2008
Pelacuran di Jakarta sudah dikenal sejak awal munculnya VOC. Dalam sejarah Betawi tidak dikenal pekerjaaan serupa baik pada masa pra Islam maupun di masa Islam. Orang Betawi sendiri pada awalnya tidak mengenal istilah pelacur yang kemudian dilunakkan sebutannya jadi WTS (Wanita Tuna Susila) dan kini lebih diperlunak lagi jadi PSK (Pekerja Seks Komersial). Orang Betawi menyebutnya dengan cabo yang merupakan adaptasi dari bahasa Cina caibo dan moler berasal dari bahasa Portugis. Sebutan lainnya adalah kupu-kupu malam.

continue...
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#2 Feb 1, 2008
Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) melalui program Internasional Penghapusan Pekerja Untuk Anak (IPEC) meluncurkan buku “Ketika Anak Tak Bisa Lagi Memilih: Fenomena Anak Yang Dilacurkan Di Indonesia”.
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#3 Feb 1, 2008
“Ini adalah sesuatu yang dilihat ILO sebagai hal yang buruk sehingga pekerja anak terutama dalam hal seksual, harus dihapuskan,”kata Alan mengenai masalah anak yang dilacurkan. Indonesia pun menjadi salah satu negara yang termasuk dalam program IPEC karena kondisi pelacuran anak yang memprihatinkan.

“"damai bersama PAPUA" :)”

Since: Feb 08

Jakarta, Indonesia

#4 Feb 1, 2008
MALAYSIA WAREHOUSE BAGI HOMO ASEAN!!!! WAKAKAKAKAKA.....NEGERI PONDAN!!!! KAYA NAMA MEREK KUWEH....!!!! HAHAHAHAHA.....NEGARA PONDAN DARUL HOMO MALINGSIA!!!!!
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#5 Feb 1, 2008
"Sebagai sumber ekonomi, untuk menghapuskan institusi pelacuran di Indonesia boleh dianggap sesuatu yang mustahil"

pelacuran indonesia meyumbangkan kepada ekonomi indonsia?
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#6 Feb 1, 2008
"sekitar 2 video porno diproduksi setiap harinya di Indonesia..."

"Kalau Anda ingat, dulu pernah ada nama-nama Sally Marcelina, Inneke Koesherawati, Kiki Fatmala, dan sebagainya. Bedanya, dulu peredaran dilakukan dengan malu-malu, sementara sekarang lebih terbuka. Kalau dulu dilakukan pemain film porno, sekarang meluas ke selebritis, foto model, pelajar sekolah, sampai (mantan) wakil rakyat. Konon katanya sudah lebih dari 500 judul film porno lokal beredar di Indonesia, dengan peredaran uang yang sedikitnya mencapai Rp 19,6 miliar. Barangkali memang hal-hal demikian telah menjadi industri yang (mungkin) sangat menguntungkan"

source:

nofie iman.com
(indonesia)

“"damai bersama PAPUA" :)”

Since: Feb 08

Jakarta, Indonesia

#7 Feb 1, 2008
MALINGsia.....PONDAN!!!! GAY!!! HOMO!!!

Since: Jan 08

Jakarta, Indonesia

#8 Feb 1, 2008
So what?!
Daripada kamu yang suka merogol nenekmu!!
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#9 Feb 1, 2008
indonesia itu memgHALALkan pelacuran?

terdapat beberapa cabang pelacuran di indonesia:

1)pelacuran hetero
2)pelacuran homo
3)pelacuran kanak2

ianya subur dan menjadi budaya asli indonesia...
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#10 Feb 2, 2008
mari kita meliat beberapa komen PAKAR:

The sex industry accounts for an estimated 1.2 billion dollars to 3.3 billion dollars in annual earnings, or between 0.8 and 2.4% of the country's GDP, the study said. In Jakarta alone, prostitution-related activities are estimated to be worth 91 million dollars annually.(Dario Agnote, "Sex trade key part of S.E. Asian economies, study says," Kyodo News, 18 August 1998)

There are between 140,000 and 230,000 prostituted persons in Indonesia (1993-1994 estimates). Prostituted persons are mainly adult women, but there are also male, transvestite and child prostitutes, both girls and boys.(International Labor Organization. Dario Agnote, "Sex trade key part of S.E. Asian economies, study says," Kyodo News, 18 August 1998)

There are at least 650,000 prostitutes in Indonesia. In 1998 there were 150,000 registered prostitutes compared to 72,000 in 1995. 30 percent are children.(Yogyakarta Free Children Society, Mohammad Farid, "Indonesian economic crisis boosts prostitution," Reuters, 26 July 1998)

There were 65,582 registered prostitutes in 1994. The highest estimate is 500,000 women in prostitution.(CATW - Asia Pacific, Trafficking in Women and Prostitution in the Asia Pacific)

Earnings from prostitution average $600 a month in Indonesia and are higher than in other unskilled jobs.(International Labor Organization, Elif Kaban, "UN labour body urges recognition of sex industry,")

Particularly because of the economic crises in Asia, women in Indonesia are increasingly forced into prostitution as the only means of survival.("Women Workers Are Last in, First Out," Associated Press)

In Indonesia the economic crisis has driven thousands of women into prostitution for economic survival. Although "streetwalkers" are prohibited in Jakarta, there is no law prohibiting the sale of sexual services.(Yogyakarta Free Children Society, Mohammad Farid, "Indonesian economic crisis boosts prostitution,")

The city of Surbaya, with tens of thousands of prostitutes, is the largest sex industry center in South East Asia, which consists of hectares and hectares of modest houses with large, plate-glass windows where bored girls sit waiting: "streets full of human aquariums". It is also a magnet for the divorced and dispossessed women of the strict Islamic villages. The sex industry serves as a source of women for prostitution in provincial towns, through a black market network of pimps.(Louise Williams, "Sex in the Cemetary," Sydney Morning Herald)

30% of the girls in Semarang, Indonesia who are homeless are forced into prostitution for survival.(University Diponegoro study, Nicholas D. Kristof "Asian Crisis Deals Setbacks to Women")

Indonesian women are being forced into prostitution as the economic crisis worsens say human rights groups.("Indonesian mob torches prostitution complex," Reuters)

A red-light district in Jakarta was burned by a group of 100 citizens who would not tolerate its existence any longer. The area had been raided numerous times over the course of 15 years, but never closed down. No casualties occurred.("Indonesian mob torches prostitution complex," Reuters)
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#11 Feb 2, 2008
ekonomi indonesia dijana oleh pelacuran?
indonesian ekonomi berteraskan pelacuran?

hmmm....
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#12 Feb 2, 2008
antara ekonomi mikro indonesian adalah pelacuran?
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#13 Feb 2, 2008
FENOMENA ANAK-ANAK YANG DILACURKAN DI SUMATERA UTARA

Oleh :
Ahmad Sofian

Anak-anak yang dilacurkan telah cukup menggejala di kota-kota besar di
Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan bahkan kota-kota
yang kecil seperti Yogyakarta dan Surakarta. Masalah ini cukup
memprihatinkan karena korbannya adalah penduduk yang dari sudut kematangan
seksual belum dewasa. Mereka belum cukup mengetahui risiko dari hubungan
seksual sehingga kehamilan dini dan penularan PMS (Penyakit Menular Seksual)
dengan seluruh implikasinya dapat terjadi pada mereka. Prakktik itu juga
dapat mempengaruhi perkembangan pribadi dan masa depan mereka

Masalah anak-anak yang dilacurkan merupakan masalah yang sampai hari ini
belum terpecahkan. Pemerintah menganggap masalah ini adalah masalah kecil
yang tidak begitu menganggu stabilitas dan atmosfer politik di Indonesia.
Belum ada pemikiran pemerintah untuk menyusun program mengentaskan masalah
ini. Pemerintah masih terlalu sibuk menyelesaikan konflik antar kepentingan
yang sedang bermain. Sayangnya anak-anak terus saja dikirim ke ladang-ladang
pelacuran apakah itu lokalisasi terselubung, hotel, karaoke dan sebagainya.
Artinya korban demi korban terus saja berjatuhan sementara respon atas
masalah ini masih sedikit yang memberikannya. Dalam masalah anak-anak yang
dilacurkan ini banyak pihak yang terlibat dan menerima manfaat atas
berlangsungnya bisnis ilegal ini. Namun bagi anak, hal ini sangat merugikan
khususnya bagi masa depannya.

Anak-anak dijadikan pelacur lebih dikarenakan oleh permintaan pasar yang
meningkat. Tingginya permintaan terhadap anak-anak terutama yang berusia
14-17 tahun karena mereka dianggap "suci" dari berbagai virus dan penyakit.
Seorang mucikari yang berhasil menyediakan seorang gadis muda yang masih
perawan maka dia bisa meraup untung jutaan rupiah untuk satu kali transaksi
dengan seorang pelanggan. Dengan alasan-alasan ini pula maka mucikari dengan
segala upaya berusaha mendapat "rumput muda". Upaya ini biasanya mereka
lakukan secara terorganisir, dengan jalur-jalur yang tertutup-rapi, dan
hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memasukinya.

Anak-anak yang di bawah umur lebih mudah dibujuk dan diming-imingi
kesenangan dan pekerjaan, sehingga dengan gampang dijual ke lokasi-lokasi
yang memerlukannya. Para pembujuk ini dalam istilah sindikat disebut
"kolektor" beroperasi di pusat-pusat keramaian seperti mal, plaza bahkan
sampai ke desa-desa. "Kolektor" ini biasanya sudah terlatih mengenali
calon-calon mangsa yang gampang tergiur dengan tawaran sejumlah uang atau
pekerjaan. "Kolektor" ini sendiri sebenarnya dipekerjakan oleh bos sindikat
(mucikari/germo).

investigasi terhadap para
"kolektor" di beberapa plaza dan mal di Medan. Hasilnya para calon korban,
yang biasa mereka sebut ABG (Anak Baru Gede) yang umumnya berasal dari
daerah pinggiran kota dan memiliki latar belakang keluarga menengah ke
bawah. Mereka ini sangat mudah diajak ke tempat-tempat mewah dan jarang
menolak ajakan trsebut. Setelah calon korban menerima ajakan tersebut
"kolektor" membawanya ke tempat mucikari. Di sini "kolektor " akan mendapat
tips yang besarnya sekitar Rp.100.000-Rp.200.000, tergantung pada kecantikan
dan keperawanan si korban.

Dan ternyata begitu banyak dijumpai kasus anak-anak yang dilacurkan di
Sumatera Utara. Anak-anak ini biasanya dikirim ke lokalisasi pelacuran di
Pulau Sicanang, Belawan (Medan) dan Bandar Baru (Deli Serdang), Warung Bebek
(Deli Serdang), hotel-hotel kecil di Medan bahkan sampai ke Pulau Batam
(Riau).

Di Sumatera Utara faktor yang lebih banyak mempengaruhi munculnya anak-anak
yang dilacurkan lebih dominan disebabkan oleh faktor penipuan oleh para
sindikat penjual wanita yang berkedok sebagai perantara pencari kerja. Ini
bisa dibuktikan dengan berbagai dokumen pemberitaan media massa yang
mengungkap pengalaman anak-anak yang berhasil kabur dari "ladang pelacuran".
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#14 Feb 2, 2008
mari kita liat ini pula :

"Studi Pelacuran Anak"

1. Bagong Suyanto, juga pernah melakukan penelitian tentang anak-anak yang dilacurkan di Surabaya......Mereka tidak pernah berkeinginan atau bercita-cita untuk menjadi pelacur.

*sebab apa ya? desakan ekonomi? pemerintahan yang gagal?
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#15 Feb 2, 2008
indonesian berlumba -lumba membuka gedung pelacuran??
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#17 Feb 2, 2008
Pekerjaan Seks Komersial Sebagai Kegiatan Ekonomi di Indonesia

Departemen Tenaga Kerja di Indonesia selama ini tidak mengakui pelacuran sebagai jenis pekerjaan sehingga emngecualikannya dari peraturan perlindungan tenaga kerja. Bahkan sampai Depnaker pun enggan menggunakan istilah “pekerja seks komersial”n untuk para pelacur. Istilah tersebut mengisyaratkan pengakuan “pelacuran” sebagai salah satu alternatif jenis kesempatan kerja, padahal alternatifvkesempatan kerja sebagai pelacur tidak diterima dan tidka diakui dalam konsep definisi statistik. Menurut Prof. Dr. saparinah Sadli lebih baik dipakai istilah “pekerja seks komersial” dari pada “pelacur” karena mereka bekerja, memberikan pelayanan dan karenanya mereka harus mendapat perlindungan seperti tenaga kerja lainnya.

Depkes mengakui keberadaan pelacur sebagai salah satu kelompok sasaran yang dijadikan target untuk menyukseskan program pencegahan penyakit kelamin. Depsos menerima legalitas pelacuran ini setengah-setengah, dan adanya lokalisasi prostitusi digunakan untuk memuluskan program rehabilitasi. Sedangkan Menneg UPW mempromosikan perkawinan yang sah dan menentang pelacuran. Tapi pada tingkat Pemerintah daerah, pengakuan diam-dian diberikan bersamaan dengan adanya kegiatan pemungutan pajak, biaya dan uang izin usaha.

Persaingan di bidang seks di Indonesia kian ketat, karena peminat perempuan penghibur dari luar negeri ini cukup besar dan menempatkan posisi mereka sama dengan pelacur kelas tinggi di dalam negeri dengan tarif sekitar Rp. 1- 2 juta per malam. Jaringan ini sempat berjalan mulus selama beberapa bulan,s ebelum polisi berhasil meringkus pelaku. Pelacuran tingkat paling tinggi hanyalah bagian kecil yang dibahas dibuku yang embrionya berupa laporan penelitian The sex Industri : Prostition and Development in Indonesia yang ditulis Endang Sulistyaningsih dan Yudo Swasono untuk Universitas Madidol, Bangkok.

Sebuah kajian antropologi sosial tentang pelacuran pernah dilakukan oleh Alison J.Murray. Menurut Murray, pengamatan-pengamatan yang ia lakukan mendukung pandangan bahwa pelacuran adalah suatu tindakan pilihan rasional dan bukanlah perbudakan tau patologi, yang memberikan pemasukan ekonomi dan kebebasan dari kekangan-kekangan sosial terhadap perempuan kelas bawah. Dalam kompleks (lokalisasi) sekalipun, perempuan memperoleh pendapatan jauh lebih banyak daripada pekerja-pekerja kelas bawah lainnya. Menurut Murray, kita tidak bisa membongkar atau menggusur lokasi pelacuran, dan mengusir pelacurnya, tanpa menyertai dengan perlindungan hak-hak terhadap buruh dan pekerja kasar perempuan kelas bawah.

hmm...

“Absolute Truth Does Exist”

Since: Jan 08

Malaysia

#18 Feb 2, 2008
indon indon... kesian...
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#19 Feb 2, 2008
mari kita liat ini:

Pelacur Cenderung Meningkat di Indonesia
Penulis: Agus Utantoro

YOGYAKARTA--MIOL: Jumlah pelacur di Indonesia cenderung meningkat. Peningkatan terjadi terutama di tiga daerah di Indonesia, yakni Batam, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Kecenderungan peningkatan jumlah pelacur itu terutama di daerah-daerah objek wisata.

Padahal, menurut Dirjen Pengembangan Destinasi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Sambudjo Parikesit, Indonesia tidak mengenal wisata seks.

Sambudjo Parikesit hadir pada Workshop Peningkatan Kapasitas Operator di Jogjakarta Plaza, yang diselenggarakan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata bersama Magister Pariwisata (MPAR) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sambudjo Parikesit mengatakan, untuk melakukan pencegahan peningkatan pelacur, perlu ada kerja sama instansi terkait. Mulai dari aparat kepolisian, pemda, dinas, dan lain sebagainya. Sebab, kata dia, tanpa ada kerja sama instansi terkait mustahil pencegahan itu bisa terlaksana dengan baik. "Saya khawatir jumlah PSK akan terus meningkat."
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#20 Feb 2, 2008
indonesia negara penghasil pelacur nusantara?

pelacur atau coma pekerja seks komersial?
Lim kok mei

Johor Bahru, Malaysia

#21 Feb 2, 2008
Indonesia Warehouse Bagi Pelacuran Asean?

patut naik taraf sebagai

"INDONESIA WAREHOUSE PELACURAN DUNIA"

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 7
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Malaysia Discussions

Title Updated Last By Comments
iSLAM AGAMA SETAN IBLIS (Dec '13) 5 min Ihateislam 12
Kenapa JOKOWI ANJING NYURUH SBY UTK MENAIKKAN B... 14 min amir 166
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 25 min BIKSU BERKEPALA K... 75,825
AWAS: IRENE HANDONO MUALaF GADUNGAN (Oct '09) 41 min Purple 622
Addressing palm oil concerns in Malaysia 43 min Wayne Dawson 1
JAKARTA VS KUALA LUMPUR , Menurut agan Gimana ? (Jul '12) 1 hr malon goblok 247
细水长流 1 hr Tan 1
Malaysian's Concept tentang MELAYU adalah SALAH 8 hr kah kah kah 274
Saya baby mila , cewek bispak (Apr '08) 9 hr penis 13,079
AKU GAY mau isap KONTOL/KOTE (Mar '10) 13 hr Evans 9,416
•••
Enter and win $5000
•••

Malaysia People Search

Addresses and phone numbers for FREE

•••