Trauma Malaysia: Takut Pada Hegemoni Etnis Jawa

Posted in the Malaysia Forum

Comments
1 - 20 of 110 Comments Last updated Sep 29, 2013
First Prev
of 6
Next Last
dede

Bekasi, Indonesia

#1 Oct 31, 2009
Malaysia bukan anti-Indonesia secara umum. Mereka hanya takut pada hegemoni etnis Jawa pada zaman dulu. Karena itu, dalam sastra Melayu klasik, kritik dan perang wacana sering dibangun Kerajaan Malaka (Malaysia) saat itu.

Setiap sastra Melayu yang ada selalu menceritakan kalau etnis Jawa harus dilawan, karena sering melakukan penaklukan ke negeri lain.

Atas dasar itulah Malaysia lebih banyak mengklaim kebudayaan Jawa sebagai bagian dari heritage culture (warisan budaya) mereka.”Jadi sebenarnya bukan Indonesia ingin mereka lawan, tapi etnis Jawa yang sempat menaklukkan Kerajaan Malaka.”
dede

Bekasi, Indonesia

#2 Oct 31, 2009
ck ck ck ... kasihan sekali ka =)
betulbetulbetul lah tuh

Indonesia

#3 Oct 31, 2009
no comment.its true
Lee swee king

Petaling Jaya, Malaysia

#4 Oct 31, 2009
dede wrote:
Malaysia bukan anti-Indonesia secara umum. Mereka hanya takut pada hegemoni etnis Jawa pada zaman dulu. Karena itu, dalam sastra Melayu klasik, kritik dan perang wacana sering dibangun Kerajaan Malaka (Malaysia) saat itu.
Setiap sastra Melayu yang ada selalu menceritakan kalau etnis Jawa harus dilawan, karena sering melakukan penaklukan ke negeri lain.
Atas dasar itulah Malaysia lebih banyak mengklaim kebudayaan Jawa sebagai bagian dari heritage culture (warisan budaya) mereka.”Jadi sebenarnya bukan Indonesia ingin mereka lawan, tapi etnis Jawa yang sempat menaklukkan Kerajaan Malaka.”
Napos lah mas, wong jowo neng malaysia okeh nikah karo wong melayu....Neng malaysia mas, kito orak assobiyah. Jowo nikah melayu. Jowo nikah banjar. Jowo nikah cino. Jowo nikah india. Jowo nikah sabah. Jowo nikah kadazan. Orak kabeh lah budoyo jowo apik, eneng jugak budoyo jowo orak thi enggo (amal) neng malaysia. Ende seng apik, kito ngamal ke........ende budoyo jowo sing bertentangan karo Islam, kito buang mas!
Mega Power

Malaysia

#5 Oct 31, 2009
dede wrote:
Malaysia bukan anti-Indonesia secara umum. Mereka hanya takut pada hegemoni etnis Jawa pada zaman dulu. Karena itu, dalam sastra Melayu klasik, kritik dan perang wacana sering dibangun Kerajaan Malaka (Malaysia) saat itu.
Setiap sastra Melayu yang ada selalu menceritakan kalau etnis Jawa harus dilawan, karena sering melakukan penaklukan ke negeri lain.
Atas dasar itulah Malaysia lebih banyak mengklaim kebudayaan Jawa sebagai bagian dari heritage culture (warisan budaya) mereka.”Jadi sebenarnya bukan Indonesia ingin mereka lawan, tapi etnis Jawa yang sempat menaklukkan Kerajaan Malaka.”
Dahulu tiada Jawa yang ada hanyalah Majapahit yang di usir keluar dari Semenanjung dan Sumatera... Pembalasan terhadap Majapahit yang memburu kepimpinan Sri Wijaya.Selain di usir majapahit juga di paksa meyerah beberapa wilayah termasuk di Kalimantan.

Sebagai waris Sri Wijaya , melaka menjadi asas kepada pembentukan Malaya dan malaysia.

Kini adakah Sejarah akan berulang lagi...Majapahit kedua (Indonesia) akan di usir dan Kerajaan Melaka (Malaysia) hidup kembali? mengabungkan Nusantara di bawah satu panji yang progressif dan benar.!!!
Mega Power

Malaysia

#6 Oct 31, 2009
Baca sejarah bagaimana Melaka menyerang Majapahit Barat (Langkasuka) dan mengusir pengaruh majapahit.
keluar dari Semenanjung dan Sumatera.

Tinggal hanya keris Majapahit menjadi saki baki peninggalan Majapahit... Oh ya kami tak akan pulang keris itu kepada Indonesia..
Mega Power

Malaysia

#7 Oct 31, 2009
Suku Jawa bila? Pernah dengar Gajah Mada menyebut orang Jawa? tidak ada kan?
Mega Power

Malaysia

#8 Oct 31, 2009
Sastra yang megkritis kerajaan Hindu di Pulau Jawa bukan ras jawa kerna zaman dahulu tidak ada perbedaan Melayu dan Jawa. Hanya Indon Indon di zaman sekarang yang mengelar diri mereka Jawa kerana taksub dengan budaya hindu mereka.

Jawa = Jawi = Melayu
Semenanjung Jawi = Semenanjung Melayu
(Dahulu Semenanjung Melayu di kenali sebagai semenanjung jawi sebelum di tukar menjadi semenanjung Melayu).

Petikan dari sejarah Indonesia

Kerajaan Sri Wijaya yang bermula di Palembang mewarisi kerajaan Champa dan lain-lain kerajaan sezaman dengannya untuk memantapkan jati diri Melayu. Kemudian ia diwarisi oleh kerajaan Melaka di semenanjung dan beberapa kerajaan di pulau Jawa.

Maka Jawa juga dikenali sebagai Jawi. Sementara Jawi disamakan juga dengan Melayu, maka akhirnya Melayu-Jawa menjadi satu identiti yang membentuk kepulauan Melayu.

Kerajaan Majapahit menamakan pulau-pulau di luar Jawa termasuk semenanjung Tanah melayu sebagai Nusantara. Tetapi hakikatnya Jawa-Nusantara ini adalah kepulauan Melayu.

Terdapat beratus-ratus pulau di kepulauan Melayu, Maka dari segi geografi, pulau-pulau yang besar ialah Sumatera, Borneo, Jawa, Mindanao, Luzon, Sulawesi dan Papua.

Rangkaian pulau kecil pula ialah Nusa Tenggara, Timor, Maluku dan Visaya. Sementara semenanjung ialah Tanah Melayu dalam erti kata meliputi Pattani.

Justeru, Mindanao adalah salah sebuah pulau besar dalam Nusantara. Penduduknya adalah orang Melayu yang pada zaman ini tidak disebut sebagai Melayu.

Walaupun mereka tidak berbahasa Melayu tetapi bahasa mereka adalah sebahagian daripada rumpun Melayu. Mereka beragama Islam dan berbudaya rumpun Melayu. Tetapi mereka dipanggil Moro.
Mega Power

Malaysia

#9 Oct 31, 2009
Maaf fakta.. Majapahit tidak dapat menundukkan Malaka. malah malaka mengambil banyak wilayah dari Majapahit samada secara diplomatik atau perang seperti di Langkasuka.

Malaka menyimpan dendam kerana usaha majapahit Hindu yang berulang ulang kali menyerang dari Palembang sampai ke Temasek.

Malaka sendiri tidak pernah anggap Jawa itu Majapahit. Banyak pembesar dan laskar Malaka adalah orang jawa.

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Jawa Hindu malah Raden patah, Putera majapahit yang berugama Islam yang bersekutu dengan Malaka telah menghancurkan Majapahit dengan kekuasaan kerajaan ISlam Demak.

Since: Oct 09

Indonesia

#10 Oct 31, 2009
ya....semua berawal dari zaman dimana dunia masih mengetahui sebuah bentuk pemerintahan saja yaitu monarki/sejarah - sejarah Monarki Indo sendiri (menurut klaim resmi pemerintah) diawali di kalimantan timur dengan kerajaan bernama kutai martadipura yang diyakini terbentuk di abad ke 5, sekitar 400 M - dengan agama hindu, sedangkan di jawa sendiri yang menjadi pusat peradaban di asia tenggara nantinya, baru mengenal kerajaan di abad ke 6 atau 500 masehi, 100 tahun jaraknya... kerajaan itu bernama salakanegara ^^

tapi awal mula semua keterkaitan indo dengan malay adalah kerajaan Sriwijaya dari palembang- Sumatera, kerajaan ber-taraf internasional pertama di Indo yang konon sampai dikenal di daerah madagaskar, kerajaan ini berdiri di abad ke-7 atau 600 M, kerajaan ini menguasai kepulauan malay barat, vietnam yang masih benama champa, hingga kamboja yang masih bernama bernama kekaisaran khmer... seperti layaknya sebuah kerajaan yang berhasil menaklukan suatu daerah lainnya, sriwijaya meninggalkan tanda berupa artefak/prasasti sepanjang kep. malay barat hingga kamboja...kerajaan Sriwijaya juga mendirikan atau merebut kerajaan dan meninggalkan orang2 kepercayaan untuk berkuasa dan membangun peradaban di daerah tersebut...

disini benang merah terbentuk bahwa pusat arkeologi menemukan artefak di daerah beruas yang dikatanya kerajaan itu bernama gangga negara - menurut arkeolog negeri jiran kerajaan ini adalah kerajaan tertua di malay... ada 2 versi yang beredar tentang kerajaan ini :
1. Kerajaan Gangga Negara ada dari abad ke-2 Masehi.
2. bukti otentik kerajaan ini ada adalah artefak arca-arca Buddha abad ke-6 dan ke-7 Masehi di Beruas...

dari sini kita bisa mengambil logika bahwa (kemungkinan besar) sejarah orang malay kalau tidak dari kalimantan dengan kerajaan kutai-nya atau dari sumatera - dengan kerajaan sriwija-nya atau bahkan kerajaan malayu tua (malayu dharmasraya) yang berdiri di aceh pada abad ke 6... jadi sangat masuk akal bahwa yang membawa peradaban ke malay adalah orang2 Indo-monarki sendiri...

Since: Oct 09

Indonesia

#11 Oct 31, 2009
"teori konspirasinya" adalah kerajaan-kerajaan di nusantara menaklukan tanah antah-berantah tanpa perlawanan yang kita kenal di kemudian hari sebagai kep. malay barat...orang-orang kerajaan kutai atau sriwijaya atau malayu tua meninggalkan orang kepercayaan mereka yang akhirnya membangun sebuah kerajaan bernama gangga negara, tapi pihak malay tidak bisa menerima kenyataan ini sehingga beredar 2 versi.

versi pemerintah malay yang mengatakan bahwa gangga negara ada sejak abad ke 2...sangat - sangat "bullshit", karena sejarah mengatakan bahwa kebudayaan yang beredar dan tersebar luas di kawasan asia tenggara adalah kebudayaan india dengan hindu-nya... di kitab-kitab mitologi india sejenis mahabarata/ramayana (yang diyakini cendekiawan india sebagai rangkuman kejadian di india sebelum masehi) sendiri disebutkan dua pulau yang ada di dekat india - yaitu alengka (sekarang dikenal sebagai negara srilanka) dan Dwipantara (sekarang dikenal sebagai p.sumatra).... jadi jelas sekali kan !! KALAU PENYEBARAN AGAMA DAN KEBUDAYAAN BERKAITAN ERAT DENGAN LETAK GEOGRAFIS - jadi orang bodoh mana yang bisa mengatakan bahwa pulau malay barat bisa memiliki kebudayaan hindu terlebih dahulu sedangkan bukti menunjukkan bahwa pulau sumatra jelas2 lebih dekat dengan india - itulah PROPAGANDA yang dilakukan oleh pemerintah malay yang MUNGKIN malu mengakui bahwa nenek moyang mereka sebenarnya orang2 INDONESIA ^^

setelah itu dari abad 4,5,6 dan 7 ini kita melompat jauh ke akhir abad 11 - tepatnya 1293 dimana kerajaan pertama yang mampu mewujudkan sebuah konsep negara yang kemudian hari kita kenal dengan nama "nusantara" berdiri...MAJAPAHIT

konsep negara sebenarnya dicetuskan pertama kali di Indo oleh Sri Maharaja Kertanegara - Raja Kerajaan Singashari (kerajaan ini terletak di daerah kota malang - Jatim), sayang ambisinya harus terhenti, karena saat dia memerintah sebagian besar pasukannya untuk menaklukan daerah sumatra dan malaka (dikenal dengan nama "ekspedisi pamalayu'") dia di-"kudeta" oleh jayakatwang....Majapahit sendiri didirikan oleh keponakan Kertanagara yaitu Dyah Wijaya (yang kita kenal sebagai Raden Wijaya padahal zaman majapahit belum ada sebutan raden)... zaman keemasan majapahit dicapai saat raja hayam wuruk berkuasa dengan gajah mada sebagai mahapatih-nya, sumpah gajah mada sendiri untuk mempersatukan nusantara (yang kita kenal dengan "sumpah palapa") dilakukan jauh sebelum hayam wuruk jadi raja atau menurut kitab negara kertagama, yang menjadi acuan Indonesia dan diakui oleh UNESCO ini, sumpah palapa dilakukan tahun 1334. saat hayam wuruk lahir diawali dengan gempa bumi di Pabanyu Pindah dan meletusnya Gunung Kelud.

Since: Oct 09

Indonesia

#12 Oct 31, 2009
kekuasaan kerajaan terbesar ini terbentang dari semenanjung malaya (malay barat), sumatera, borneo (kalimantan), sulawesi, bali, Nusa Tenggara, Maluku, Papua dan filipina selatan, selain itu mereka juga vassal (negara sekutu) champa (vietnam), Siam, Birma (myanmar) dan Khmer (kamboja) bahkan tiongkok (RRC).
perlu diperhatikan disini bahwa vassal adalah negara sekutu sedangkan yang termasuk "nusantara" adalah malay barat dan timur, singapura, brunei dan filipina selatan.... jadi jelas bahwa negara2 itu termasuk Indonesia sebenarnya - kita adalah nenek moyang negara2 itu. Malaysia, singapura, Brunei dan Filipina itu ga' punya sejarah yang kuat untuk menjadi sebuah negara besar yang mampu melampaui negara kita - Indonesia
jauh sebelumnya Islam masuk ke asia tenggara dan merongrong kedigdayaan majapahit malaya berhasil direbut dan kesultanan malaka berdiri...sejarah malay babak baru lagi telah dimulai...awal mulanya tetap majapahit...inilah asal-usul pendiri kesultanan malaka yang bernama prameswara
Raden Wijaya, raja pertama (1293-1309) dan pendiri Kerajaan Majapahit menikahi Sri Gayatri Rajapatni, putri dari Sri Kertanegara, raja terakhir (1268-1292) Kerajaan Singasari, yang kemudian memiliki Putri Tribuana Tunggadewi, ratu pemimpin ketiga (1326-1350) Kerajaan Majapahit. Ia menikahi Kertawardana, dan memiliki putri bernama Iswari. Si putri kemudian menikahi Singawardana, dan memiliki Putri Sarawardani. Kemudian ia menikahi Ranamenggala, dan memiliki anak bernama Parameswara yang lahir di tahun 1344 pada saat nenek buyutnya, Ratu Tribuana Tunggadewi, memerintah Majapahit.
hahaha....kerajaan paling terkenal dalam sejarah malay pun masih dipegang oleh seorang raja Indonesia ;-D
tapi kemudian pengaruh majapahit memudar...sebelum akhirnya runtuh
orang2 kepercayaan yang mendiami malaka (malay barat) dan sekitarnya berhasil ditaklukan oleh portugis di abad 16 atau 1511 dengan Alfonso D'Alburquerque sebagai Laksamana armadanya membuyarkan semua tatanan yang ada...padahal kedatangan portugis di malaka cuma salah tempat...orang2 portugis yang serakah ingin menguasai rempah2 yang mampu memberi kehangatan di terpaan cuaca eropa yang dingin...mereka mendengar dari saudagar tiongkok dan arab bahwa ada suatu tempat bernama MOLUKA...yang memiliki pohon2 sakti yang sangat besar di lereng2 gunungnya dan dari pohon itulah keluar rempah2... gobloknya mereka mengira malaka itu moluka...padahal moluka itu maluku (ternate di maluku utara tepatnya)....sedangkan malaka adalah bandar besar pusat perdagangan rempah dsb di daerah asia tenggara atau indocina.... hahaha ><
jadilah portugis segera meninggalkan malaka - menuju moluka... malay jadi tak bertuan beberapa saat sebelum belanda masuk dan menguasai dari tahun 1641-1795....jauh setelah mereka menguasai jawa...malaka ternyata sudah tak berguna setelah ditinggalkan portugis... sebelum akhirnya inggris mengepakkan sayap ekspansi mereka ke asia tenggara di tahun 1820an hingga malaysia merdeka tahun 1957

Since: Oct 09

Indonesia

#13 Oct 31, 2009
sebenarnya saat menentukan batas negara Indo...bung Karno menginginkan wilayah malaysia yang sekarang karena acuan bung karno adalah peta majapahit, sedangkan bung hatta "hanya" menghendaki hanya sumatera, kalimantan, jawa bali, sulawesi dan maluku saja... perbedaan visi inilah yang diambil jalan tengah dengan memasukkan nusa tenggara....tapi bung karno adalah orang yang idealis...karena itu beliau tetap mengusahakan papua barat (irian jaya) yang notabene termasuk wilayah taklukan majapahit tetap menjadi bagian indonesia meskipun belanda masih menganggap irian sebagai salah satu wilayah mereka....meletuslah perang pembebasan irian barat dengan istilah "trikora" dan pada 17 Agustus 1956 Indonesia membentuk Provinsi Irian Barat dengan ibukota di Soasiu yang berada di Pulau Tidore, dengan gubernur pertamanya, Zainal Abidin Syah yang dilantik pada tanggal 23 September 1956....lagipula warna bendera indonesia yang merah putih inspirasinya dari bendera majapahit dulu...

kembali ke malay...Indonesia keluar dari keanggotaan PBB karena protes keras bung karno yang meyakini kemerdekaan malaysia hanyalah salah satu siasat amerika yang saat itu perang dingin dengan soviet....tahun 1957 malay merdeka dan tahun 1957 pula amerika menyerang vietnam yang dikenal sekutu komunis-soviet, amerika banyak mendirikan pangkalan2 di filipina dan malaysia....ga' nyangka kan kalo negara kita juga aktif di perang dingin antara amerika dengan soviet....antara ideologi komunis dengan kapitalis-liberal.... negara kita yang kecil ini dan baru seumur jagung ga' takut ama kekuatan sekutu macam amerika dan inggris......gila nggak presiden kita saat itu? "Soekarno adalah pribadi yang congkak dan sangat idealis" tulisnya sendiri dalam buku otobiografinya....itulah pemimpin kita yang paling berani dan sangat kukagumi ^^(jadi pengen nangis)

oh ya tahun 1957 itu malay yang merdeka hanya malay barat atau malaka, kelantan dan sekitarnya....sedangkan north borneo macam Brunei, Sabah dan Sarawak baru bergabung dengan malaysia tahun dengan Persekutuan Tanah Melayu yang terbentuk tahun 1966 (kalo ga' salah....lupa), kejadian inilah yang sampai sekarang menjadi penyulut sejarah kelam Indonesia....

disini muncul gerakan anti-Indo di kuala lumpur demonstran malay yang datang bersama tunku abdul rahman - Perdana Menteri Malay saat itu - demo di depan kedubes RI - merobek foto soekarno, membakar merah-putih dan menginjak2 garuda, seketika soekarno marah dan meyatakan perang, padahal Filipina dan Indonesia resminya setuju untuk menerima pembentukan Malaysia apabila mayoritas di daerah yang ribut memilihnya dalam sebuah referendum yang diorganisasi oleh PBB. Tetapi, pada 16 September, sebelum hasil dari pemilihan dilaporkan. Malaysia melihat pembentukan federasi ini sebagai masalah dalam negeri, tanpa tempat untuk turut campur orang luar, tetapi pemimpin Indonesia melihat hal ini sebagai perjanjian yang dilanggar dan sebagai bukti imperialisme Inggris.

jadilah Indonesia yang berdiri sendiri saat itu dengan bantuan sekedarnya dari Soviet melawan Malaysia yang memohon bantuan ke Inggris, Amerika hingga Australia....(seperti diakui oleh pemerintah Australia) bahwa Australia setuju untuk mengirimkan pasukan ke Kalimantan setelah menerima banyak permintaan dari Malaysia. Pasukan Australia menurunkan 3 Resimen Kerajaan Australia dan Resimen Australian Special Air Service. Ada sekitar empat belas ribu pasukan Inggris dan Persemakmuran di Australia pada saat itu. Secara resmi, pasukan Inggris dan Australia tidak dapat mengikuti penyerang melalu perbatasan Indonesia. Tetapi, unit seperti Special Air Service, baik Inggris maupun Australia, masuk secara rahasia (cari aja tajuk "Operasi Claret"). Australia mengakui penerobosan ini pada 1996.

Since: Oct 09

Indonesia

#14 Oct 31, 2009
JAWA, dan SOEKARNO hebat ya lon malon......
.

.

NEXT........
UltramanTaro

Malaysia

#15 Oct 31, 2009
TEORI ULTRAMAN: Kebangkitan ISLAM seluruh dunia berpusat di asia tenggara, bermula dengan kebangkitan kesatuan negara2 melayu nusantara setelah mencapai kemerdekaan.

kepada pulau jawa. masanya akan tiba untuk kamu dihancurkan.

Since: Oct 09

Indonesia

#16 Oct 31, 2009
Sebuah teori geologi kuno menyebutkan, proses terbentuknya daratan yang terjadi di Asia belahan selatan adalah akibat proses pergerakan anak benua India ke utara, yang bertabrakan dengan lempengan sebelah utara. Pergerakan lempeng bumi inilah yang kemudian melahirkan Gunung Himalaya.
Konon, proses tersebut terjadi pada 20-36 juta tahun yang silam. Anak benua yang di selatan sebagian terendam air laut, sehingga yang muncul di permukaan adalah gugusan-gugusan pulau yang merupakan mata rantai gunung berapi. Gugusan pulau-pulau di Asia Tenggara, yang sebagian adalah Nuswantoro (Nusantara), yang pada zaman dahulu disebut Sweta Dwipa. Dari bagian daratan ini salah satunya adalah gugusan anak benua yang disebut Jawata, yang satu potongan bagiannya adalah pulau Jawa.Jawata artinya gurunya orang Jawa. Wong dari kata Wahong, dan Tiyang dari kata Ti Hyang, yang berarti keturunan atau berasal dari Dewata. Konon karena itulah pulau Bali sampai kini masih dikenal sebagai pulau Dewata, karena juga merupakan potongan dari benua Sweta Dwipa atau Jawata.
Mengingat kalau dulunya anak benua India dan Sweta Dwipa atau Jawata itu satu daerah, maka tidak heran kalau ada budayanya yang hampir sama, atau mudah saling menerima pengaruh. Juga perkembagan agama di wilayah ini, khususnya Hindu dan Budha yang nyaris sama.
Al kisah, dalam kunjungan resminya sebagai utusan raja, Empu Barang atau nama bangsawannya Haryo Lembusuro, seorang pandhito terkemuka tanah Jawa, berkunjung ke Jambu Dwipa (India).
Sesampainya menginjakkan kaki di negeri Hindustan ini, oleh para Brahmana setempat, Empu Barang diminta untuk bersama-sama menyembah patung perwujudan Haricandana (Wisnu). Namun, dengan kehalusan sikap manusia Jawa, Empu Barang menyatakan bahwa sebagai pandhito Jawa, dia tidak bisa menyembah patung, tetapi para Brahmana India tetap mendesaknya, dengan alasan kalau Brahmana dinasti Haricandana menyembahnya karena Wisnu dipercaya sebagai Sang Pencipta Tribuwana.
Dengan setengah memaksa, Empu Barang diminta duduk, namun sewaktu kaki Empu Barang menyentuh tanah, tiba-tiba bumi bergoyang (tidak disebutkan berapa kekuatan goyangannya dalam skal ritcher). Yang jelas, saking hebatnya goyangan tersebut, patung tersebut hingga retak-retak.
Memang, menurut tata cara Jawa, penyembahan kepada Sang Penguasa Hidup itu bukan patung, tetapi lewat rasa sejati, sehingga hubungan kawula dengan Gusti menjadi serasi. Itulah Jumbuhing Kawula Dumateng Gusti.
Orang Jawa melakukan puja-puji penyembahan kepada Gustinya langsng dari batinya, maka itu dalam perkembangannya disebut aliran Kebatinan atau perkembangan selanjutnya dikenal dengan istilah Kejawen, karena bersumber dari Jawa.
Bagi orang Jawa tentang cerita waktu bumi Jawa belum dihuni manusia, telah dihuni oleh golongan dewa-dewi dan makhluk halus lainnya. Dan salah satu putra Sang Hyang Jagad Girinata, yaitu Bathara Wisnu turun ke arcapada kawin dengan Pratiwi, dewi bumi.
Dalam pemahaman kejawen, hal itu disikapi dengan terjemahan, kalau Wisnu itu artinya urip/hidup, pemelihara kehidupan. Jadi jelasnya awal mula adanya kehidupan manusia di bumi, atas izin Sang Penguasa Jagad. Dewa perlambang sukma, manusia perlambang raga. Begitulah hidup manusia, raganya bisa rusak, namun sukmanya tetap hidup langgeng.
Kemolekan bumi Jawa laksana perawan rupawan yang amat jelita, sehingga Kerajaan Rum (Ngerum) yang dipimpin Prabu Galbah, lewat laporan pendeta Ngali Samsujen, begitu terpesona karenanya. Maka diutuslah dutanya yang pertama yang bernama Hadipati Alip.
Hadipati Alip berangkat bersama 10.000 warga Ngerum menuju Nuswa Jawa. Mereka dalam waktu singkat meninggal terkena wabah penyakit. Tak tersisa seorang pun. Lalu dikirimlah ekspedisi kedua dibawah pemimpinan Hadipati Ehe. Malangnya, mereka juga mengalami nasib sama, tupes tapis tanpa tilas.

Since: Oct 09

Indonesia

#17 Oct 31, 2009
Masih diutus rombongan berikutnya, seperti Hadipati Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Semuanya mengalami nasib sama, tumpes kelor.
Melihat semua itu, Prabu Galbah terkejut dan mengalami shock hebat. Akibatnya, sakit jantungnya kambuh. Dia kemudian jatuh sakit, dan dalam waktu tak lama mangkat.
Pendeta Ngali Samsujen, merasa bersalah karena nasehatnya menimbulkan malapateka ini terjadi. Akhirnya beliau mati dalam rasa bersalah. Tinggal Mahapati Ngerum, karena rasa setianya, dia ingin melanjutkan missi luhur yang dicita-citakan rajanya. Dia akhirnya ingat pada sahabatnya yang sakti bersanama Jaka Sangkala alias Aji Saka, yang tinggal di Tanah Maldewa atau Sweta Dwipa.
Habisnya para migran dari Ngerum ke Tanah Jawa itu, menurut Jaka Sangkala adalah karena hati mereka yang kurang bersih. Mereka tidak meminta izin dahulu pada penjaga Nuswa Jawa. Padahal, karena sejak zaman dahulu, tanah ini sudah ada yang menghuni. Yang menghuni tanah Jawa adalah manusia yang bersifat suci, berwujud badan halus atau ajiman (aji artinya ratu, man atau wan artinya sakti).
Selain penghuni yang baik, juga dihuni penghuni brekasakan, anak buah Bathara Kala. Makanya tak ada yang berani tinggal di bumi Jawa, sebelum mendapat izin Wisnu atau manikmaya atau Semar.
Akhirnya, Mahapati Ngerum diantar Aji Saka menemui Wisnu dan isterinya Dewi Sri Kembang. Saat bertemu, dituturkan bahwa wadyabala warga Ngerum yang mati tidak bisa hidup lagi, dan sudah menjadi Peri Prahyangan, anak buah Batara Kala. Tapi ke-8 Hadipati yang gugur dalam tugas itu berhasil diselamatkan oleh Wisnu dan diserahi tugas menjaga 8 mata angina. Namun mereka tetap menghuni alam halus.
Atas izin Wisnu, Mahapati Negrum dan Aji Saka berangkat ke tanah Jawa untuk menghadap Semar di Gunung Tidar. Tidar dari kata Tida; hati di dada, maksudnya hidup. Supaya selamat, oleh Wisnu, Mahapati Ngerum dan Aji Saka diberi sifat kandel berupa rajah Kalacakra, agar terhindar dari wabah penyakit dan serangan anak buah Batara Kala.
Kisah di atas hanya merupakan gambaran, bahwa ada makna yang tersirat di dalamnya. Wisnu dan Aji Saka itu dwitunggal, bagaikan matahari dan sinarnya, madu dan manisnya, tak terpisahkan. Loro-loro ning atunggal.
Maka itu, keraton Wisnu dan Aji Saka itu di Medang Kamulan, yang maksudnya dimula-mula kehidupan. Kalau dicermati, intinya adalah kawruh ngelmu sejati tentang kehidupan manusia di dunia, sejak masih gaib hingga terlahir di dunia, supaya hidup baik, sehingga kembalinya nanti menjadi gaib lagi, perjalanannya sempurna.
Singkat cerita, perjalanan ke tanah Jawa dipimpin oleh Aji Saka dengan jumlah warga yang lebih besar, 80 ribu atau 8 laksa, disebar di berbagai pelosok pulau. Sejak itulah, kehidupan di tanah Jawa Dwipa yang disebut masyarakat Kabuyutan telah ada sejak 10.000 SM, tetapi mulai agak ramai sejak 3.000 SM.
Sesudah kedatangan pengaruh Hindu, muncul kerajaan pertama di Jawa yang lokasinya di Gunung Gede, Merak. Rajanya Prabu Dewowarman atau Dewo Eso, yang bergelar Sang Hyang Prabu Wismudewo. Raja ini memperkuat tahtanya dengan mengawini Puteri Begawan Jawa yang paling terkenal, yakni Begawan Lembu Suro atau Kesowosidi di Padepokan Garbo Pitu (penguasa 7 lapis alam gaib) yang terletak di Dieng atau Adi Hyang (jiwa yang sempurna), juga disebut Bumi Samboro (tanah yang menjulang tinggi). Puterinya bernama Padmowati atau Dewi Pertiwi.

Since: Oct 09

Indonesia

#18 Oct 31, 2009
UltramanTaro wrote:
TEORI ULTRAMAN: Kebangkitan ISLAM seluruh dunia berpusat di asia tenggara, bermula dengan kebangkitan kesatuan negara2 melayu nusantara setelah mencapai kemerdekaan.
kepada pulau jawa. masanya akan tiba untuk kamu dihancurkan.
.
.
.
mungkin sahaja malaysia yang kan hancur,...kerana congkak pada leluhurnye.
.
.
.
hati-hati lah

Since: Oct 09

Indonesia

#19 Oct 31, 2009
Dari perkawinan campuran itu, lahirlah Raden Joko Pakukuhan, yang kelak di kemudian hari menggantikan tahta ayahnya di kerajaan Jawa Dwipa atau Keraton Purwosarito, dan bergelar Sang Prabu Sri Maha Panggung. Lalu keraton dipindah lokasinya ke Medang Kamulan.
Penggantinya adalah putranya Prabu Palindriyo. Dari perkawinannya dengan puteri Patih Purnawarman, Dewi Sinto, lahir Raden Radite yang setelah bertahta dan bergelar Prabu Watuguung. Dia memerintah selama 28 tahun. Pemerintahannya mempunyai pengaruh kuat di Jawa Barat. Adalah kakaknya, Prabu Purnawarman yang membuat Prasasti Tugu, sebelah timur Tanjung Priuk dalam pembuatan saluran Kali Gomati, Prasasti Batu Tulis di Ciampea, Bogor.
Untuk menguasai Jawa Timur, Prabu Watugunung mengawini puteri Begawan Kondang, yaitu Dewi Soma dan Dewi Tumpak. Dia juga mengawini Ratu Negeri Taruma yang bernama Dewi Sitowoko.
Dalam pemerintahannya terjadi perebutan tahta dengan Dewi Sri Yuwati, saudara lain ibu (Dewi Landep). Dewi Sri Yuwati dibantu adiknya lain ibu, Joko Sadono (putera Dewi Soma). Akhirnya Prabu Watugunung berhasil dikalahkan, dan Joko Sadono menggantikan tahtanya dengan gelar Prabu Wisnupati, permaisurinya Dewi Sri. Kakak Dewi Sri diangkat sebagai raja Taruma, bergelar Prabu Brahma Raja.
XPDC

Tangerang, Indonesia

#20 Oct 31, 2009
topik yg keren :D

Tell me when this thread is updated: (Registration is not required)

Add to my Tracker Send me an email

First Prev
of 6
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Malaysia Discussions

Title Updated Last By Comments
Australia: MH370 may have turned south sooner 6 min Last round 37
vote: forumer paling kamu benci di topix 7 min Firz_Daurens 70
WOW! - 17 Rahsia Kehebatan TenteraMalaysia Mung... (May '13) 11 min pendekar 162
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 11 min alloh pembunuh pe... 72,256
Kenapa JOKOWI ANJING NYURUH SBY UTK MENAIKKAN B... 15 min wir malas login 54
Kisah Lonte Jawa di Kalimantan (Feb '13) 21 min indra putra kaltim 125
MALAYSlA = NOBEL PRIZE, INDONESlA = POWER RANGER 24 min Boogieman 411
AKU GAY mau isap KONTOL/KOTE (Mar '10) 55 min leo 9,336
•••
Enter and win $5000
•••

Malaysia People Search

Addresses and phone numbers for FREE

•••