|
“Me and myself...ups...”
Since: Jan 08
Heaven
|
Please wait...
Bramakumbara wrote: <quoted text> sekarang f-16 singapore ditaruh di india. dapat apa india dari singapore? apa strategi india biar tau karakter f-16 karena pakistan punya f-16. Mungkin untuk singapore mau mengadakan latihan bareng dengan india, dan india bisa mengenal f-16 karena india akan mengadakan tender untuk pengadaan 126 pesawat MRCA baru yang akan diperebutkan russia,perancis dan ameika
|
|
operation claret
Shah Alam, Malaysia
|
kerajaan singapore menyewa tapak/lapangan airbase au india selama 5tahun(perjanjian ketentaraan)supaya spore af dapat menggunakan ruang udara yang lebih luas di indian ocean,spore af juga menempatkan banyak pesawat tempurnya di taiwan dan juga darwin
|
|
“Me and myself...ups...”
Since: Jan 08
Heaven
|
Please wait...
TNI-AU Today (1998 - present)
In 1999, the Indonesian Military staged a military intervention following the East Timor's referendum. The result is more than 1,500 civilians killed and 70 percent of Dili's infrastructure razed. In response, the United States and the European Union both imposed arms embargoes. Although, The European Union chose not to renew its ban in 2000, The United States did not lift its embargo until November of 2005.
In 2002, Indonesian Air Force continued to use all of its assets against local separatists, such as the Free Aceh Movement (GAM) and Free Papua Movement (Organisasi Papua Merdeka (OPM)). In the conflict with GAM in Aceh, the Indonesian Air Force utilized OV-10Fs for counter-insurgency actions along with BAe Hawk 53 and 209 with great success.
By 2005 the Air Force was in a logistical crisis. The F-16 Fighting Falcons and A-4 Skyhawk, which were accounted for 80% of its air combat asset, were at the minimum or nil level of combat readiness.
Surprisingly, in July of 2003, The Air Force managed to scramble two fully armed F-16 to intercept The U.S. Hornets over Bawaen Island off the Eastern coast of Java island. The incident was ended peaceful through a friendly or foe hand signal. A US spokesman told the naval aircraft had sought permission to enter Indonesian airspace while escorting a US aircraft carrier. But the request arrived too late at the air force defense headquarters in Jakarta due to red tape.
In that same year, The Air Force received two Su-27 Flankers and two Su-30 Flanker-Ds from KnAPO, Russia. The purchase, however, did not include any weaponary. Furthermore, in 2006, The Indonesian Air force obtained three Sukhoi Aerospace Su-27SKM Flankers, three Sukhoi Aerospace Su-30MK2 Flanker-Ds. 7 KT-1b Korean Basic Trainers were also purchased. Further 12 KT-1b were imported in 2006.
Other plans include purchasing a number of f-16 C/D to strengthen its F-16 squadron, newer C-130Js, advanced trainer/COIN aircrafts new radars, new logitical equipments both from Western and Russian manufacturers.
To date, the Indonesian Air Force has only acquired four types of missiles - the AS-1 Kennel (KS-1 Kometa), AIM-9 Sidewinder, AGM-65 Maverick and AA-2 Atoll (Vympel K-13). There are plans to purchase more advanced air-to-air missiles, such as AA-10 Alamo (Vympel R-27), AA-11 Archer (Vympel R-73), AA-12 Adder (Vympel R-77) and AA-X-13 Arrow (Vympel R-37), as well as other air-to-ground missiles (AS-14 Kedge), anti ship missiles (Zvezda Kh-31 and Zvezda Kh-59), general purpose bombs and cluster bombs from Russia, to strengthen their 5 Su-27SK and 5 Su-30MK2.
|
|
Super Flankers
Medan, Indonesia
|
oyah forumers........gmna ni kabar pembelian sukhoi kita........kapan kira2 datang......>>>>
|
|
Bramakumbara
Jakarta, Indonesia
|
Super Flankers wrote: oyah forumers........gmna ni kabar pembelian sukhoi kita........kapan kira2 datang......>>>> tahun 2008 ini akan datang 2 lagi. dan yang 4 menyusul.
|
|
“Indonesia Raya”
Since: Dec 07
lampung Indonesia
|
Please wait...
|
|
“Me and myself...ups...”
Since: Jan 08
Heaven
|
Please wait...
Rabu, 19 Maret 2008 19:07 WIB Alutsista dari Rusia Segera Direalisasi Reporter : Markus Junianto Sihaloho
JAKARTA--MI: Duta besar Rusia untuk Indonesia Alexander A. Ivanov, Rabu (19/3) menemui Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di kantor Dephan, Jakarta.
Dari hasil pertemuan itu, diputuskan bahwa kerjasama pengadaan alutsista dengan mekanisme state credit sebesar US$1 miliar tetap dilanjutkan.
Pada pertemuan itu, seperti diakui Ivanov, pihaknya meminta pengertian Indonesia atas keterlambatan pelaksaan kontrak yang sudah ditandatangani sejak tahun 2006 lalu.
"Kita harus mengerti itu suatu proses. Berkaitan dengan berbagai macam aspek, segi teknis peralatan tertentu. Hal teknis tersebut harus diperhatikan mengingat peralatan dan perlengkapan yang akan didatangkan Rusia adalah teknologi tercanggih," kata Vanov kepada wartawan usai pertemuan tersebut.
Dia melanjutkan pihak Rusia sebenarnya tak pernah berhenti melakukan pembahasan rencana pelaksanaan kontrak walau di negara yang sering disebut Negara Beruang Merah itu baru menyelesaikan pemilihan presiden.
"Sikap dan kebijakan kami terhadap Indonesia akan terus sama, kami memandang sebagai mitra dekat kami," ujarnya.
Lebih lanjut, Ivanov menegaskan kerjasama kredit dua negara tetap dilaksanakan seperti rencana sebelumnya. Untuk tindakan lebih lanjut, ujarnya, pada akhir Maret beberapa delegasi Rusia akan tiba di Jakarta membahas realisasi kontrak.
"Dokumen perjanjian tidak akan berubah karena sudah disepakati kedua presiden. Untuk state credit ini tidak perlu pertemuan kembali antar kepala negara," kata Ivaniv merujuk pertemuan antara Presiden SBY dan mantan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu.
|
|
Freedom warrior
Kediri, Indonesia
|
Sebenarnya kami sudah merasa malu untuk terus membeli dari luar tapi untuk sebagian sudah dapat kami buat sendiri di dalam negeri untuk alutsista di tiga matra (AU,AD,AL). Tapi kami sudah berkomitmen untuk memenuhi semuanya dari buatan Bangsa Indonesia sendiri. Untuk lebih jelasnya baca di thread "Senjata Made in Indonesia". Kalau Malaysia ingin beli silahkan tapi antri dulu ya..karena sudah banyak yang antri. Jaminan quality dan ahli di bidangnya.
|
|
|
|
BOYKL
Kuala Lumpur, Malaysia
|
Freedom warrior wrote: Sebenarnya kami sudah merasa malu untuk terus membeli dari luar tapi untuk sebagian sudah dapat kami buat sendiri di dalam negeri untuk alutsista di tiga matra (AU,AD,AL). Tapi kami sudah berkomitmen untuk memenuhi semuanya dari buatan Bangsa Indonesia sendiri. Untuk lebih jelasnya baca di thread "Senjata Made in Indonesia". Kalau Malaysia ingin beli silahkan tapi antri dulu ya..karena sudah banyak yang antri. Jaminan quality dan ahli di bidangnya. senjata made in indonesia? mana laman webnya? ynag ada hanyalah 1, pindad. malaysia juga ada teknologi buatan sendiri. Scomi, Deftech, dan beberapa lagi. aku pun x tau sebab syarikat inimejoritinya x di benarkan di beritahu kepada masyarakat umum.
|
|
Freedom Warrior
Kediri, Indonesia
|
BOYKL wrote: <quoted text> senjata made in indonesia? mana laman webnya? ynag ada hanyalah 1, pindad. malaysia juga ada teknologi buatan sendiri. Scomi, Deftech, dan beberapa lagi. aku pun x tau sebab syarikat inimejoritinya x di benarkan di beritahu kepada masyarakat umum. Ya kalau anda tidak tau laman webnya cari saja lewat google ketik PT. PAL, PT. DI. LAPAN, BATAN dan seterusnya..gitu aja kok repot..kalau pemerintah anda bukannya tidak mau memberi tahu tapi memang keliatannya tidak ada.
|
|
whuzzzz gondes
Sidoarjo, Indonesia
|
kon jadi orang pada kecangkeman kabeh, sok kemeruh soal militer,kl ndk th mending matun di sawah apa ngarit wae.malu-maluin aj
|
|
cah_ katroq
Bandung, Indonesia
|
whuzzzz gondes wrote: kon jadi orang pada kecangkeman kabeh, sok kemeruh soal militer,kl ndk th mending matun di sawah apa ngarit wae.malu-maluin aj yo bener cak aku setuju mbek kon iku....ra' sah kakean cocot...yen gak weruh percuma buang2 idu....
|
|
“DutchEastIndies Boy”
Since: May 08
Valkenburg aan de Geul
|
Please wait...
Biar bagaimanaupun Indonesia tetap akan menjadi negara superpower di Asia Tenggara, karena yang ada di malaysia ada di Indonesia, dan yang ada di Indonesia tidak ada di Malaysia, lagipula semua science dan knowledge ada di Indonesia, complete, sejarah di Indonesia lebih banyak dan Majapahit juga dulu menguasai negara-negara di Asia Tenggara...., kami pun mempunyai ciri khas yang tak dapat disamakan dengan negara lain, seperti seragam sekolah di Indonesia, SD(Sekolah Dasar)=merah Putih, SMP(Sekolah Menegah Pertama)=Biru Putih, Dan SMA(Sekolah menegah Atas)=Abu-abu(grey) Putih,semua pakai seragam yang sama.
|
|
mahatir
Jakarta, Indonesia
|
tentara malaysia itu modal kontol doang, nyalinya se upil dan kontolnya impoten lagi
|
|
ABDUL RAZAK
Jakarta, Indonesia
|
Malon, orang nya tolol dan dungu, dasar babi
|
|
asVIRA
Santa Clara, CA
|
|
|
HAMBA ALLAH
Jakarta, Indonesia
|
btul setuju bnyak kekayaan yang kita miliki negara indonesia kita yg di banggakan !!! tenang dikit lg kita punya rudal balisstic,,plng di taro di perbatasan malaysia macem macem kota kucing,selangor bakalan luluh lantak !!!!! bisa di nunukan,,ada PT,PAL,PT,DI,DLLL SEMUA ANAK BANGSA SIAP MEMBERIKAN YANG TERBAIK HANYYA UNTUK INDONESIA !!!!!!
|
|
malonte
Bekasi, Indonesia
|
hebat indonesia, malon pecundang
|
|
pejuang indonesia
Indonesia
|
darth wrote: YANG DARI DUIT SENDIRI 1.RUDAL PERTAHANAN UDARA HYBRID BUATAN CINA 2.PENGGANTIAN PESAWAT COIN OV-10 JADI SUPER TUCANO/SU25 3.PENGGANTIAN PESAWAT LATIH HAWK JADI YAK 130/L159ALCA 4.UPGRADE 6 F-16A/B JADI C/D YANG MAU NAMBAHIN SILAHKAN? 17 unit BMP-3F dari rusia sepaket dengan rudal anti tank AT-10 stabber. roket anti tank TYPE-98 dari cina. 4 unit roket RM-70 grad. 4 unit kapal jenis korvet SIGMA.
|
|
arief
Jakarta, Indonesia
|
banyak omong aja orang malay.kalo perang pasti ga berani. uang banyak blum tentu bisa menang perang. pengalaman dan keberanian yg paling penting. malay ga pernah merdeka sendiri.cm dikasihani inggris. malay negara boneka. go to hell
|
|
Tell me when this thread is updated:
(Registration is not required)
Add to my Tracker
Send me an email
|