Local News: Dominican Republic 

 | 

Sign Up

 | 

Sign In

Advertisment

cerita bohong

Posted in the Malaysia Forum

Comments (Page 3)

Showing posts 41 - 60 of264
|
Go to last post| Jump to page:
song

Johor Bahru, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#44
Sep 10, 2007
 
kalau nak tipu sila masuk ke topic 'cerita bohong'...

Since: Jun 07

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#45
Oct 11, 2007
 
Cerita Bohong Di Siang Bolong

KAMPUNG Polandak tiba-tiba gempar. Siang itu, persis selepas dhuhur, tersebar sebuah kabar yang menghebohkan. Seorang pemuda dikabarkan terbenam sebatas leher di liang kubur ibunya, selang ia meletakkan jenazah wanita itu di tempat peristirahatan terakhir. Setelah jenazah wanita yang konon diceritakan meninggal saat shalat itu tergolek di lubang kubur, lalu si anak membuka tali pengebat kain kafan, tiba-tiba saja, tanah di sisi kuburan longsor menimbunnya. Orang-orang yang ada di pemakaman tak kuasa menyelamatkan anak durhaka itu, karena tanah yang menimbunnya tak dapat digali.

Laksana angin, kabar itu cepat tersebar luas ke pelosok kampung. Warga terperangah. Semua orang heboh. Di setiap penjuru kampung, di pangkalan ojek, di mushala dan juga warung-warung rokok serta terminal, cerita ganjil itu jadi bahan gunjingan.

"Itu azab Allah yang sudah sepantasnya diterima oleh seorang anak durhaka. Bagaimana tidak? Lantaran si ibu tak menuruti permintaannya untuk dibelikan motor, kok ia menjadi gelap mata dan tega membunuh ibunya sendiri yang sedang shalat," ceracau Mak Turi seorang janda pemilik warung rokok di kampung Sumber Girang, yang terletak sekitar sepuluh km dari kampung Polandak.

"Lho, Mak Turi tahu dari mana kalau pemuda itu membunuh ibunya, lalu diazab Allah terkubur sebatas leher?" tanya Mak Sri, yang kebetulan membeli gula pasir dan obat nyamuk bakar di warung Mak turi.

"Tadi... ada tukang ojek yang bercerita di sini saat membeli rokok," ujarnya dengan sombong karena dia merasa selalu mendapat kabar lebih dulu dibanding dengan orang-orang lain di kampungnya. "Apa Mak Sri tidak ingin datang ke Polandak untuk melihat?" tanya Mak Turi, seraya mengemasi barang dagangan yang bergelantungan di depan warung.

"Apa cerita itu benar? Apa Mak Turi percaya?" tanya Mak Sri ragu.

"Semua orang sudah tahu tentang cerita ini! Mak.. ini gimana? Maka cepet Mak! Saya aja mau tutup karena mau pergi ke sana untuk melihat wajah pemuda durhaka itu!"

)bersambung(

Since: Jun 07

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#46
Oct 11, 2007
 
!sambungan!

Tergopoh-gopoh Mak Sri segera beranjak pergi dari warung Mak Turi. Ia sudah tak sabar ingin mengajak kedua anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar supaya bisa melihat kejadian yang ganjil tersebut. Apalagi, Mak Sri selama ini hanya melihat keganjilan seperti itu di tv. Kebetulan, kedua anak lelakinya juga baru saja pulang dari sekolah, maka dia akan langsung mengajaknya ke pemakaman setibanya di rumah.

USAI berdandan seadanya, tak perlu membasuh muka dan hanya menyampirkan selendang yang lusuh di pundak, Mak Sri langsung menggeret kedua tangan anaknya, Slamet dan Bejo. "Siang ini, emak akan mengajak kalian berdua pergi ke kampung Polandak! Akan emak tunjukkan pada kalian bagaimana pemuda yang durhaka pada ibunya itu diadzab oleh Allah..."

"Tapi Slamet mau main layang-layang, mak" bantah Slamet, anak pertama Mak Sri yang sudah duduk di kelas empat SD. Dengan gesit, Slamet pun menarik tangannya dari genggaman tangan Mak Sri untuk melepaskan diri. Tetapi, genggaman tangan emaknya cukup kuat untuk dilerai. Akibatnya, Slamet tak bisa berkutik. Tangannya seperti beku.

"Untuk siang ini, tak ada main layangan. Tetapi, emak berjanji nanti akan membelikan kalian layang-layang dan benang baru dari toko..." bujuk Mak Sri kepada kedua anaknya.
Slamat dan Bejo langsung girang. "Saya mau ikut, asal mak tak bohong!" kata Slamet dan Bejo nyaris serentak.

"Tapi..., nanti sepulang dari sana!"

Muka Slamet dan Bejo pun merona riang. Maka kedua bocah kecil itu diam dan menurut ketika Mak Sri menggeret kedua tangannya keluar rumah. Tergesa-gesa, Mak Sri mengunci pintu rumah, lantas menggapit kedua tangan anaknya dan melangkahkan kaki ke perempatan jalan. Matahari terasa panas, menyengat kulit juga membakar ubun-ubun. Keringat Mak Sri menetes dari dahi menggelincir ke pilipis dan terjatuh ke leher. Dengan selendang yang ia bawa, Mak Sri menjadikannya sebagai penutup kepala yang ia perlebar untuk melindungi terik mentari agar kedua anaknya tak kepanasan.

)bersambung(

Since: Jun 07

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#47
Oct 11, 2007
 
!sambungan!

Tergopoh-gopoh Mak Sri berjalan. Sesampai di perempatan jalan, dia menarik napas panjang. Napas Mak Sri serasa kembang kempis, naik turun. Terik mentari seakan membuat tenggorakan Mak Sri kering kerontang. Tak kuat menahan sengatan panas yang menyengat, dia menyeka kening anaknya itu dengan selendang. Sementara, tatapan kedua bocah kecil itu menerawang jauh ke arah jalan raya.

Tak ada angkutan umum yang melintas di jalan membuat Mak Sri hilang kesabaran. Menunggu di bawah terik matahari apalagi ia membawa kedua anaknya yang masih kecil di tepi jalan, memang tak ubahnya seperti sebuah siksaan. Bukan apa-apa, agar kedua anaknya itu tak berlarian.

Saat mematung, dan menunggu angkutan yang lewat itu, Slamet tiba-tiba mengaget emaknya, "Memang, ada kejadian apa di kampung Polandak, Mak?"

Gelagapan, Mak Sri membalikkan muka. Lalu, dia pandangi Slamet. "Nanti kamu tahu sendiri! Makanya, jika disuruh emakmu itu jangan suka membantah. Tadi aja, kamu disuruh mak membeli obat nyamuk dan gula pasir tak mau. Jika kamu sudah besar, besok mau jadi apa? Apa mau terkubur sebatas leher di makam emakmu seperti yang akan kamu lihat nanti?" tanya Mak Sri kesal, teringat ulah Slamet yang kerap tak mau beranjak jika disuruh membeli sesuatu.

Slamet diam. Mak Sri kembali menanti angkutan yang melintas dari arah Utara, arah terminal. Dan ketika samar-samar tampak angkutan umum, hati Mak Sri sedikit lega. Dia lambaikan tangan, ingin menghentikan angkutan umum yang hendak melintas. Tapi angkutan umum itu terus melaju, tidak mau berhenti. Di pintu angkutan, beberapa penumpang bahkan sudah bergelayutan. Mak Sri nelongso.

Kembali, Mak Sri melihat angkutan. Hatinya lega. Tapi lagi-lagi, saat angkutan itu sudah dekat dengan tempat Mak Sri berdiri, dia tak dapat berkutik setelah tahu angkutan itu sudah penuh sesak oleh penumpang. Mak Sri kembali menatap ke tanah mengutuk keramaian penumpang yang di siang itu tidak seperti biasanya.

Lama berdiri di jalan, kesabaran Mak Sri mulai hilang. Untung, di saat kesabaran Mak Sri mau hilang, terlihat sebuah angkutan umum yang melaju. Persis di depan Mak Sri angkutan itu berhenti. Mak Sri dan kedua anaknya kemudian bergegas naik.

)bersambung(

Since: Jun 07

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#48
Oct 11, 2007
 
!sambungan!

SESAMPAI di pemakaman umum Polandak setelah turun dari angkutan, Mak Sri terpana melihat kerumunan orang yang ada di sana. Mak Sri berjalan memasuki tanah pemakaman menggandeng tangan kedua anaknya dan membayangkan kejadian aneh di televisi tentang orang mati yang kuburnya tiba-tiba dipenuhi air, padahal saat itu tak lagi turun hujan, juga kejadian ganjil lain seperti jenazah yang dapat memanjang tiba-tiba ketika dimasukkan ke liang kubur.

Kini, Mak Sri sudah ada di pemakaman. Dalam benaknya, sebentar lagi ia akan menyaksikan sendiri kejadian aneh seperti yang biasa dia tonton di tv. Mak Sri hanya berharap satu hal, semoga kedua anaknya sadar, tidak lagi nakal dan tak lagi membantah jika disuruh untuk membeli sesuatu.

Mak Sri terus melangkah di bawah terik mentari, dengan menggandeng Slamet dan Bejo. Tapi belum sempat kaki Mak Sri melangkah sampai jauh memasuki makam, Mak Sri berpapasan dengan Mak Turi, "Mak di sini ternyata tidak ada kejadian aneh apa pun! Entah siapa yang mengarang cerita bohong ini. Kurang ajar!"

Kaki Mak Sri lemas. Lututnya serasa gemetar, dan terik mentari membuat kepalanya tiba-tiba menjadi pening. Ia tak menyangka, jika kabar yang dia dengar dari Mak Turi itu ternyata cerita bohong di siang bolong...

MALAM itu, di warung kopi terminal, Mudrik tertawa girang. Sampai jakun lelaki bertato yang bekerja sebagai sopir angkot itu, terlihat membengkak setelah dia tertawa terpingkal-pingkal bersama sopir dan kenet-kenet yang lain. "Yu, tambah kopi!" ucap Mudrik, seraya mengambil pisang goreng yang tidak jauh dari tempat duduknya.

Yu Jilah, janda pemilik warung kopi itu pun segera memenuhi perintah Mudrik. Yu Jilah tahu, malam ini Mudrik tebal kantong dan pasti akan melunasi utang-utangnya. Mudrik tertawa tiada henti. Ia baru diam ketika pisang goreng yang masih panas itu menyumbat mulut besarnya. Kopi panas pun yang disodorkan oleh Yu Jilah, segera ia seruput dengan rakus.

"Kamu memang cerdas, Mudrik" sanjung Markom, juga sopir angkot, memujanya. "Kalau boleh tahu, dari mana kamu mendapatkan ide gila itu?" tanyanya lebih lanjut, dengan mata berjuling-juling.

"Aku berpikir, setelah BBM naik, nyaris kita tekor setoran. Kapan lagi kita akan bisa mendapat uang banyak seperti hari ini jika aku tak menghembuskan berita gila dan bohong?"

"Wah.., orang gila sepertimu kadang juga membawa keberuntungan. Hari ini kita semua tidak hanya panen bahkan dapat berkah karena kita narik lebih ramai dibanding di hari lebaran!" ujar Markom lagi.

"Aku harus pulang dulu! Istriku sudah nunggu di rumah dan pasti akan senang kalau dia melihat penghasilanku hari ini," ucap Mudrik, sambil mengangkat kakinya yang terselip di balik kursi, kemudian melangkah ke arah angkot tua yang terbujur kaku di ujung jalan.

“Xoxoxoxooxo.....”

Since: May 07

I'm Back !!!!

ISP: Ipoh, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#49
Nov 28, 2007
 
pada satu hari, aku jumpe Pu.. rupanya PU tu hensem sangat.. aku tergoda lalu termimpi2 dia ari2,,

“f0RGiv3N, n0t F0rgotT3n”

Since: Sep 07

Tenang Tegang Silih Berganti

ISP: Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#50
Nov 28, 2007
 
cerita bohong kan?

so saper yg bijak pandai fahamilah tajuk kita d atas..........

“f0RGiv3N, n0t F0rgotT3n”

Since: Sep 07

Tenang Tegang Silih Berganti

ISP: Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#51
Nov 28, 2007
 
hari tuh..........

diorang g nyanyi-2..........

paksa mk nyanyi..........

x sedap lgsg sore dier.

hehehe

(skali lg, fahami tajuk kita d atas)

“Xoxoxoxooxo.....”

Since: May 07

I'm Back !!!!

ISP: Ipoh, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#52
Nov 28, 2007
 
maria kambeng wrote:
hari tuh..........
diorang g nyanyi-2..........
paksa mk nyanyi..........
x sedap lgsg sore dier.
hehehe
(skali lg, fahami tajuk kita d atas)
sedap suara korang ari tu mk,pak ali n PU..
Ais

Since: Oct 07

Petaling Jaya, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#53
Nov 29, 2007
 
jangan nak bohong la...

aku tau semua cerita tu betul...

“f0RGiv3N, n0t F0rgotT3n”

Since: Sep 07

Tenang Tegang Silih Berganti

ISP: Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#54
Nov 29, 2007
 
karapoleh wrote:
<quoted text>
sedap suara korang ari tu mk,pak ali n PU..
apo lak nih..

ni mesti bohong yg p nyanyi

aik..
penin-2
Topeng Zorro

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#55
Nov 29, 2007
 
.
TZ taip komen ni pun guna lidah je! Okey tak?

“f0RGiv3N, n0t F0rgotT3n”

Since: Sep 07

Tenang Tegang Silih Berganti

ISP: Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#56
Nov 29, 2007
 
Ais wrote:
jangan nak bohong la...
aku tau semua cerita tu betul...
kalo ko ckp cite tuh betol..

maknanya

??????????

“May all ur weeds be wildflower”

Since: Nov 07

High Profiler Back To Bully

ISP: Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#57
Nov 29, 2007
 
korang jgn cuba nak membetulkan cerita bohongla..bohong je semua cerita betul tu!
pandai2 pulak nak membohongkan yg betula atas cerita betul yg bohong tu! LOL

“Xoxoxoxooxo.....”

Since: May 07

I'm Back !!!!

ISP: Ipoh, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#58
Nov 29, 2007
 
Topeng Zorro wrote:
.
TZ taip komen ni pun guna lidah je! Okey tak?
lidah digunakan untuk buat benda lain! bukan menaip!

“DuniA DuNiA DuNiA!!!!!!!!!!! !!”

Since: Sep 07

atas langit bawah bumi !!!

ISP: Johor Bahru, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#59
Nov 29, 2007
 
apa benda yg bohong tak bohong bengong tak bengong bohong...apa yang aku merepek ni...

poleh jom la melalak lagi...

sore ko sedap la mcm rasa ice cream...

“Xoxoxoxooxo.....”

Since: May 07

I'm Back !!!!

ISP: Ipoh, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#60
Nov 29, 2007
 
jooommm

“DuniA DuNiA DuNiA!!!!!!!!!!! !!”

Since: Sep 07

atas langit bawah bumi !!!

ISP: Johor Bahru, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#61
Nov 29, 2007
 
karapoleh wrote:
jooommm
apo lagi
ajak la kengkawan semua...
tapi kali ni jgn la ada yang memalu rimau lak...

tak rock la bebb
JARI HANTU

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#62
Nov 29, 2007
 
karapoleh wrote:
jooommm
btui ke sedap???bohong la....heheh
arief

Kajang, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#63
Nov 29, 2007
 
waaaaaaaaaaaa aku tak paham ape yang korang borak
Tell me when this thread is updated!
(registration is not required)
Showing posts 41 - 60 of264
|
Go to last post| Jump to page:
Type in your comments to post to the forum
Name
(appears on your post)
Comments
Type the numbers you see in the image on the right:

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Put a lid on it

Get your topix hats, t-shirts & more!

Shop our store now!

Daily Horoscope for January 4

Taurus

If your goals are fairly modest in the short term, they are achievable and you're likely to get some praise for achievements along the way. If you aim too high too quickly, others might not take you seriously or think you're being uppity and you could come unstuck. It's all a question of attitude and approach. There are contradictory influences over the next ten days but there could also be good luck coming your way.

Get your Horoscope »