MENTERI MALAYSlA MINTA INDONESlA GUNA B MELAYU!

Posted in the Malaysia Forum

First Prev
of 80
Next Last

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#1 Feb 10, 2013
Luar biasa tetangga kita yang satu ini!

Saya 100% mendukung usulan dari tetangga kita ini karena dengan menggunakan Bahasa Melayu, otomatis kita menjadi benar-benar bersaudara.

Indonesia = Bahasa Melayu

Malaysia = Bahasa Melayu

Brunei = Bahasa Melayu

Kita dan 2 negara tetangga (Brunei & Malaysia) akan dikenali dunia sebagai MALAY SPEAKING COUNTRIES!

Ide yang benar-benar hebat!

Ini menjadikan hubungan antara kita dan 2 tetangga kita akan lebih akrab lagi.

Zaman sekarang bukan lagi nasionalisme, ZAMAN SEKARANG SEKARANG ADALAH ZAMAN ALIANSI GLOBAL!

Kayag Uni Eropa, dipersatukan dengan mata uang yang sama, Indonesia, Brunei dan Malaysia dipersatukan dengan SATU BAHASA YAITU BAHASA MELAYU!

Bisa ditebak, para nasionalis bego negara kita bakalan kesurupan menentang ide ini karena mereka masih hidup di zaman Soekarno!

Saya sebagai keturunan Melayu Deli MENDUKUNG 100%

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#2 Feb 10, 2013
Malaysia Usulkan Indonesia Gunakan Bahasa Melayu

Tribun Manado - Sabtu, 9 Februari 2013 08:48 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia YB Dato’ Seri Utama Dr Rais Yatim mengatakan, Malaysia-Indonesia adalah daun dari satu pohon yang sama.

"Karena itu, sangat baik jika kita menggunakan bahasa Melayu karena itu sama dengan membangun bangsa," kata Rais Yatim dalam jamuan makan dengan Iswami, di Peninsula, Kamis (7/2/2013) malam.

Menurut Rais Yatim, jika melihat akar sejarah, Indonesia, Malaysia, dan Singapura adalah satu rumpun. Karena itu, banyak persamaan yang ditemui sebab percampuran sudah terjadi lama.

"Sekarang saya melihat penggunaan kata-kata bahasa Melayu banyak disisipi bahasa Inggris, bahkan mereka enggan menggunakan bahasa Melayu," kata Menteri Rais Yatim.

Hal inilah, katanya, yang harus dikembalikan pada yang seharusnya, yaitu menggunakan bahasa Melayu, karena akan menguatkan kesatuan kita.

Ia mencontohkan, Amerika dan Inggris merasa dekat karena sama-sama menggunakan bahasa Inggris. Jadi, Indonesia-Malaysia harus menggunakan bahasa Melayu.

Menteri Rais Yatim juga menyampaikan terima kasih karena bisa hadir dalam acara makan malam bersama Iswami, atas upaya Gubernur Sulut yang mengundangnya ikut dalam acara tersebut.

Ia berharap dengan adanya hubungan ini, bukan hanya pemerintah, melainkan juga lebih banyak program kebersamaan kepada masyarakat.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#3 Feb 10, 2013

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#4 Feb 10, 2013
Bahasa Melayu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Melayu

Dalam pengertian awam, istilah bahasa Melayu mencakup sejumlah bahasa yang saling bermiripan yang dituturkan di wilayah Nusantara dan di Semenanjung Melayu. Sebagai bahasa yang luas pemakaiannya, bahasa ini menjadi bahasa resmi di Brunei, Indonesia (sebagai bahasa Indonesia), dan Malaysia (juga dikenal sebagai bahasa Malaysia); bahasa nasional Singapura; dan menjadi bahasa kerja di Timor Leste (sebagai bahasa Indonesia). Bahasa Melayu merupakan lingua franca bagi perdagangan dan hubungan politik di Nusantara sejak sekitar A.D 1500-an[1]. Migrasi kemudian juga turut memperluas pemakaiannya. Selain di negara yang disebut sebelumnya, bahasa Melayu dituturkan pula di Afrika Selatan, Sri Lanka, Thailand selatan, Filipina selatan, Myanmar selatan, sebagian kecil Kamboja, hingga Papua Nugini. Bahasa ini juga dituturkan oleh penduduk Pulau Christmas dan Kepulauan Cocos, yang menjadi bagian Australia.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#5 Feb 10, 2013
Malay language

From Wikipedia, the free encyclopedia
http://en.wikipedia.org/wiki/Malay_language

Malay is a major language of the Austronesian family. It is the national language of Indonesia (as Indonesian), Malaysia (also known as Malaysian), and Brunei, and it is one of four official languages of Singapore. It is spoken natively by 40 million people[5] across the Malacca Strait, including the coasts of the Malay Peninsula of Malaysia and the eastern coast of Sumatra in Indonesia, and has been established as a native language of part of western coastal Sarawak and West Kalimantan in Borneo. The total number of speakers of the language is more than 215 million.[6]

As the Bahasa Kebangsaan or Bahasa Nasional (National Language) of several states, Standard Malay has various official names. In Singapore and Brunei it is called Bahasa Melayu (Malay language); in Malaysia, Bahasa Malaysia (Malaysian language); and in Indonesia, Bahasa Indonesia (Indonesian language) and is designated the Bahasa Persatuan/Pemersatu ("unifying language/lingua franca"). However, in areas of central to southern Sumatra where the language is indigenous, Indonesians refer to it as Bahasa Melayu and consider it one of their regional languages.
Standard Malay, also called Court Malay, was the literary standard of the pre-colonial Malacca and Johor Sultanates, and so the language is sometimes called Malacca, Johor, or Riau Malay (or various combinations of those names) to distinguish it from the various other Malayan languages, though it has no connection to the Malay dialect of the Riau Islands. According to Ethnologue 16, several of the Malayan varieties they currently list as separate languages, including the Orang Asli varieties of Peninsular Malay, are so closely related to standard Malay that they may prove to be dialects.(These are listed with question marks in the table at right.) There are also several Malay-based creole languages which are based on a lingua franca derived from Classical Malay, as well as Makassar Malay, which appears to be a mixed language.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#6 Feb 10, 2013
Bahasa Indonesia Berasal dari Malaysia

31 August 2009 | 18:07

http://umum.kompasiana.com/2009/08/31/bahasa-...

Tari Pendet memang berasal dari Indonesia. Reog, batik, angklung dan lagu Rasa Sayange adalah juga berasal dari Indonesia. Namun tanpa disadari bahasa Indonesia, bahasa nasional kita adalah berasal dari Malaysia!

Mungkin ada argumentasi bahwa sebagian bangsa Indonesia dari dulu juga menggunakan bahasa Melayu. Argumentasi ini sangat lemah ditinjau dari sisi jumlah pemakai, maupun sejarah bahasa Melayu.

Sebelum bahasa Indonesia dipergunakan secara luas, hanya ada tiga daerah di Indonesia yang memakai bahasa Melayu, yaitu: suku Melayu di Sumatera Utara, suku Melayu di pulau-pulau di sekitar Riau, dan suku Melayu di Kalimantan Barat. Dan sampai sekarang di ketiga daerah ini masih menggunakan bahasa yang mirip dengan bahasa Melayu di Malaysia. Jadi jika dibandingkan dengan dengan jumlah populasi Indonesia keseluruhan, prosentase populasi suku Melayu di Indonesia adalah sangat kecil.
Lagi pula kalau argumen bahwa fakta keberadaan suku Melayu di Indonesia membuat bangsa Indonesia sah mendaku bahasa Melayu sebagai bahasa nasional adalah argumen yang lemah. Bagaimana dengan keberadaan perantau dari Ponorogo di Johor dan Selangor Malaysia yang membawa seni reog ke sana? Mengapa pula Malaysia tidak bisa mendaku serupa terhadap kesenian reog? Dan perlu diketahui Malaysia tidak mendaku kesenian ini sebagai milik mereka, tapi semata sebagai kebudayaan yang memang ada di sana. Sebagai bandingan adalah kesenian barongsai yang berasal dari Cina yang juga dimainkan secara luas oleh keturunan perantau Cina di Indonesia.

Memang bahasa Melayu berevolusi dari Melayu kuno ke Melayu modern. Bahasa Melayu kuno adalah bahasa yang dijumpai pada beberapa prasasti seperti Kedukan Bukit yang ditemukan di Palembang, Sumatera Selatan. Namun yang perlu dicatat adalah bahasa ini sama sekali tak dimengerti oleh pengguna bahasa Melayu moderen. Dan jangan lupa bahasa ini juga sangat dipengaruhi bahasa Sansekerta, lingua franca agama Hindu dan Budha. Saya khawatir kalo logika ini diteruskan maka bahasa Melayu itu akan berasal dari india. Dan bahasa India itu akan berakar pada bahasa nenek moyang pertama umat manusia, yaitu di Afrika!

Adapun pengguna awal bahasa Melayu moderen adalah Kerajaan Malaka di tahun 1401 – 1511. Pada periode ini cikal bakal bahasa Melayu digunakan secara luas sebagai bahasa perdagangan. Bahasa ini memasukkan semua unsur dari mulai Sansekerta, Arab dan Persia. Dari bahasa Melayu yang dikembangkan di Malaka inilah kemudian berevolusi menjadi berbagai ragam bahasa Melayu moderen. Memang pendiri kerajaan Malaka itu adalah keturunan kerajaan Sriwijaya dari Indonesia. Namun kalau logika ini diteruskan, maka sebagian besar orang Indonesia adalah dari Yunnan, Cina. Jadi apakah bisa dikatakan semua produk budaya keturunan orang Yunnan yang dibuat di Indonesia adalah milik Cina?

Jadi kita harus mengakui bahwa bahasa Indonesia adalah berasal dari bahasa Melayu yang dikembangkan di Kerajaan Malaka, Malaysia. Dan sejak tahun 1928, bangsa ini sudah mendaku bahasa yang diciptakan suku Melayu di Malaka, Malaysia itu sebagai bahasa pemersatu. Bahkan yang lebih gawat lagi, Malaysia hanya mendaku kepemilikan produk budaya melalui promosi wisata, sementara bangsa Indonesia mendaku kepemilikan bahasa Melayu melalui Undang-Undang Dasar 1945.

Jika Indonesia terus berteriak Malaysia sebagai maling budaya, bagaimana kalau mereka berteriak balik bahwa bangsa kita adalah maling bahasa?

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#7 Feb 10, 2013
Suatu sumber menyebutkan bahwa Malaysia merasa budaya-budaya dari Indonesia tersebut adalah berasal dari tanah Melayu yang meliputi wilayah Indonesia juga. Jadi produk budaya yang dibuat di Indonesia dianggap sebagai produk budaya bangsa serumpun.

Dalam pergaulan antar bangsa yang telah berlangsung ratusan hingga ribuan tahun, selalu terjadi interaksi. Pemakaian produk budaya bangsa lain sudah biasa terjadi. Dari hasil interaksi itulah banyak produk budaya hibrida kemudian diciptakan.

Adikarya bangsa Indonesia seperti wayang mendapat sumbangan cerita seru Mahabarata dan Ramayana dari bangsa India. Bahkan lagu Rasa Sayange yang berasal dari Indonesia itu mengadopsi pantun Melayu dari Malaysia.

Lalu apakah pemakaian budaya harus meminta ijin? Ini pertanyaan sulit. Apakah bangsa Jepang dulu meminta ijin bangsa Cina waktu mengembangkan permainan Go dan seni tanaman bonsai? Apakah bangsa Indonesia pernah meminta ijin kepada bangsa India atas pemakaian cerita Mahabarata dan Ramayana tersebut? Apakah bangsa Indonesia pernah meminta ijin kepada bangsa Malaysia atas pemakaian produk bahasanya?

Tampaknya bangsa Indonesia harus merelakan budayanya dipakai bahkan mungkin dikembangkan di negara lain.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#8 Feb 10, 2013
Silahkan disimak:

Comparison of Malaysian and Indonesian

From Wikipedia, the free encyclopedia
http://en.wikipedia.org/wiki/Differences_betw...

The Indonesian (Bahasa Indonesia) and Malaysian (Bahasa Malaysia) standards of the Malay language (Bahasa Melayu) are for the better part mutually intelligible, but differ in spelling, pronunciation, and vocabulary. The differences can range from those mutually unintelligible with one another to those having a closer familial resemblance. The regionalized and localized varieties of Malay can become a catalyst for intercultural conflict, especially in higher education

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#9 Feb 10, 2013
Bahasa Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia[1] dan bahasa persatuan bangsa Indonesia.[2] Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.

Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu.[3] Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang)[4] dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan.[5] Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu.[6] Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya,[7] sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.

Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah.[8] Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.[9]

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#10 Feb 10, 2013
Rumah Sakit Itu Ada di Brunei, Bukan di Malaysia

HL | 14 June 2010 |

http://unik.kompasiana.com/2010/06/14/rumah-s...

Banyak orang bertanya apakah benar ada Rumah Sakit Korban Lelaki di Malaysia?

Rumah sakit korban lelaki itu ternyata hanya lelucon, yang sepertinya hanya dikenal dikalangan orang Indonesia saja.

Masih banyak orang Indonesia yang datang ke Kuala Lumpur, tiba tiba saja menanyakan atau mencari cari dimana ada rumah sakit korban lelaki.
Tidak ada itu
Kenapa?
Karena di Malaysia orang tidak mengenal dan tidak mengatakan rumah sakit seperti di Indonesia itu rumah sakit, tetapi hospital.

Di Malaysia semua yang dimaksudkan adalah rumah sakit di Indonesia akan dimulai dengan kata hospital, misalnya Hospital Puan dan Anak,
Maksudnya rumaah sakit ibu dan anak

Sewaktu saya tugas ke Brunei Darussalam minggu lalu, ternyata kata rumah sakit itu ada di Brunei, padahal pengaruh bahasa melayu atau bahasa malaysia itu di Brunei kental sekali, kok bisa beda ya.

Di Brunei Darussalam memang ada rumah sakit, tetapi tidak ada Rumah Sakit Korban Lelaki, hehe.

Satu lagi, yang sangat berbeda bahasa yang banyak sekali diucapkan setiap hari yang dimaksudkan sama, baik di Brunei Darussalam, di Malaysia maupun di Indonesia adalah kata “anda”. Setiap hari pengacara ( maksudnya pembawa cara ) tv Brunei Darussalam akan menyapa dengan kata “awda” untuk yang dimaksudkan dengan anda di Indonesia dan di Malaysia.

So, Rumah sakit tidak ada di Malaysia, rumah sakit ada di Brunei Darussalam, tetapi Rumah Sakit Korban Lelaki, juga tidak ada di Brunei Darussalam, hehe

Tidak perlulah dicari car lagi, memang tidak ada rumah sakit korban lelaki

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#11 Feb 10, 2013
Rumah Sakit Korban Lelaki

| 04 August 2010 | 11:57

http://bahasa.kompasiana.com/2010/08/04/rumah...

Banyak orang berpikir bahwa berbahasa Melayu Malaysia sangat mudah dilakukan. Ternyata, pikiran ini bisa (juga) disebut salah besar. Saya contohnya. Ketika pertama kali menginjak kaki di tanah serumpun itu, pun saya mengobral percakapan, dengan harapan mencoba sok akrab dengan mereka. Obral percakapan dengan “bahasa Indonesia” yang dibuat-buat –agar dialeknya mirip dengan “bahasa Melayu” pun tidak bisa saya elakan. Alhasil, bukannya pemahaman dan pengertian dari lawan bicara yang didapat, malahan menimbulkan efek “kelucuan” yang berdampak salah paham.

Contohnya seperti ini. Seorang rekan Malaysia mengundang makan malam untuk saya dan keluarga. Menurutnya, undangan makan malam ini merupakan sebuah bentuk penghormatan bagi dia dan keluarganya, karena bisa bertemu dan akan bekerja sama dengan saya sebagai seorang profesional. Tentu saja undangan itu insyaAllah saya penuhi. Tetapi, karena ketiadaan ilmu bahasa Melayu ada pada saya, maka penafsiran berbahasa itu menimbulkan kerancuan. Bagaimana tidak. Berikut penggalannya. Saya tuliskan sesuai dengan bahasa Lisannya.

Rekan Malaysia,”Pak Firman, bile Pak Firman tak ade halangan, I nak jemput pukul lapan malam”. Mendengar mau dijemput untuk dinner pada pukul 8malam, saya pun meng-iyakan dan menjawab,”baik, insyaAllah saya sudah siap sebelum jam lapan malam”.

Dan singkat cerita, sebelum jam 8malam, saya pun sudah standby, karena saya menyanggupi sebelum pukul 8malam saya sudah siap. Tetapi, apa yang terjadi. Tunggu punya tunggu, ternyata sudah lebih 30menit dari jam 8malam, saya pun belum dijemput juga

Mengingat acara ini adalah sebuah bentuk penghormatan dari seorang rekan, akhirnya saya beranikan diri untuk menelpon dia. Saya nyatakan bahwa saya sudah siap sejak tadi dan kenapa belum juga dijemput. Dan, percakapan itupun berlanjut dengan kesalahpahaman dalam berbahasa. Akhirnya kami pun tertawa menyadari kesalahpahaman kami dan percakapan selanjutnya kami lakukan dalam bahasa Inggris. Aman hingga akhir.

Pertanyaannya, Apa yang terjadi? Apa yang salah dalam hal ini.

Ternyata, kata “jemput” dalam bahasa Melayu Malaysia berarti “mengundang” dalam bahasa Indonesia. Kesalahan persepsi saya adalah saya akan dijemput jam 8 malam oleh dia dan akan dibawa kerumahnya. Sedangkan, persepsi rekan itu, dia akan mengundang saya pukul 8 malam. Tentu saja, saya datang sendiri tanpa ada mobil jemputan ke rumah saya. Hahaha …

Untuk pembaca maklumi, hal ini kerap sekali terjadi. Sehingga banyak pula beredar cerita-cerita based on true story dan akhirnya, ada juga yang dipelesetkan menjadi joke.

Mungkin pembaca familiar dengan joke, seperti ini.

Kalimat,“That server gives a plug and play service to the clients using either hardware or software joystick. The joystick goes into the port of the client”, diplesetkan dengan translasi bahasa Melayu menjadi kalimat,“Pelayan itu memberi pelanggannya layanan cucuk dan main dengan mempergunakan batang bahagia jenis keras atau lembut. Batang bahagia itu dimasukkan ke dalam lubang pelanggan.”

Tentu saja translasi itu ngawur bin ngaco seratus persen. Tapi joke tinggal joke, hingga banyak kawan Indonesia yang minta konfirmasi (mereka pikir saya pakar bahasa Melayu Malaysia). Apakah benar Rumah Sakit Bersalin diistilahkan dengan “Rumah Sakit Korban Lelaki“. Atau tentara sedang lakukan push-up diistilahkan dengan ”tentera tengah bersetubuh dengan bumi“. Atau yang lebih parah lagi adalah WC (Toilet) disebut dengan “bilik termenung”… ahhh tentu saja ini salah dan hanya joke saja.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#12 Feb 10, 2013
Saya kuatir, apabila joke ini dianggap benar adanya, dan bulat-bulat (as is) digunakan dalam hubungan percakapan dengan rakyat Malaysia –pastinya akan timbul retensi dari mereka. Kan enggak enak juga kalau anda salah omomong dengan orang Malaysia saat pertemuan pertama kali. Akan ada penolakan tentunya.

Jargon “orang berbudi kita berbahasa” sangat dijunjung tinggi oleh semua bangsa. Alangkah indahnya apabila semua orang dapat bersantun dan paham dengan apa yang diucapkannya. Mungkin penggunaan bahasa Inggris akan menjadi jalan tengah yang damai dan sejahtera.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#13 Feb 10, 2013
Salah Paham Bahasa Malaysia – Indonesia

9 Oktober 2007

http://nasron.wordpress.com/2007/10/09/salah-...

Waktu saya ke Indonesia beberapa tahun dulu (Jakarta, Bogor, Bandung, Cianjur, Cirebon, Surabaya, Yogyakarta, Jombang dll), saya pernah ditanya sama beberapa orang kenalan baru. Selain dari soal TKI/TKW dan soal hubungan diplomatik, banyak juga yang nanya soal lelucon atau humor yang katanya dari Malaysia. Katanya di Malaysia ada Rumah Sakit Korban Laki-laki yang kalo bahasa indonesianya adalah Rumah Sakit Beranak. Saya waktu ditanya perkara itu ya bengong2 aja. Soalnya saya ga ngerti dan ga pernah denger lelucon itu di Malaysia. Saya bilang ama dia kalo itu cuman kesalahpahaman orang Indonesia aja atau perbuatan orang Indonesia yang iseng mau gombal soal Malaysia. Di Malaysia ga pernah ada yang namanya Rumah Sakit Korban Laki-laki. Di Malaysia kata rumah sakit itu sendiri tidak digunakan. Rumah sakit kalo di Malaysia di bilang hospital. Mengambil perkataan dari Bahasa Inggeris. Kalo puskesmas di panggil “klinik” di Malaysia.

Trus, saya dipanggil “pakcik”. Walah… Salah paham lagi dia. Menurut dia, orang Malaysia memanggil lelaki dengan panggilan “pakcik” manakala wanita pula “makcik”. Dalam hati saya, enak aja loe manggil gue “pakcik”. Emangnya gue tue banget dari loe? Saya jelasin ke dia bahawa kata “pakcik” itu sebenarnya digunakan kepada orang yang lebih tua dari kita atau orang yang mempunyai hubungan sodara dengan kita yang levelnya di atas kita seperti bapa sodara kita, seperti kata “om” atau “paman” dalam bahasa Indonesia. Begitu juga dengan kata “makcik”. Dia kayaknya ga berpuashati dengan penjelasan saya. Kayanya dia ngotot mengatakan dia bener. Dalam hati saya, lho, yang orang Malaysianya siapa? Saya apa dia?

Kesalahpahaman mengenai bahasa itu semakin parah apabila banyak sinetron2 indonesia mempopulerkannya. Saya memang sering nonton televisi Indonesia. Kan dulu pernah ada sinetron Kecil Kecil Jadi Manten, Bang Thoyib (sekedar menyebut beberapa sinetron di SCTV apa RCTI gitu) yang ada peran orang Malaysianya. Trus yang main peran itukan orang Indonesia begitu juga yang nulis dialog skripnya. Wahhh… waktu saya nonton itu, rasa jengkel juga. Kok yang salah terus dipopulerkan. Apa mereka ga nanya ke orang Malaysia sebagai referensi? Ya entahlah.

Masalah bahasa memang bisa menjadi satu masalah yang besar. Banyak perkataan dari bahasa Malaysia sama sebutannya dalam bahasa Indonesia tetapi mempunyai maksud yang berbeda. Contohnya kata “pusing”. Kalo di Malaysia itu maksudnya muter. Tapi kalo di Indonesia maksudnya lagi sakit kepala alias headache.“Pusing” di bahasa Indonesia dipanggil “pening” kalo di Malaysia.

Makanya saya kalo di Indonesia sering mengingatkan sama kenalan, sodara atau teman2 agar mereka jangan cepat merasa terhina, kecil hati, marah, kesel atau ngambek kalo ada perkataan2 yang saya ucapkan ga enak kedengarannya ama telinga mereka. Soalnya walau saya udah boleh dikatakan fasih dan lancar berbahasa Indonesia, tapi kadang saya sendiri keliru atau terbawa-bawa pengertiannya dalam bahasa Malaysia. Makanya saya minta maaf duluan dan kalo ada yang terasa janggal atau salah, mohon ditanya kembali, diklarifikasi dan diperbetulkan.

Ya itulah, lain padang lain belalang, lain cewek lain perangainya. Kok jadi bawa2 cewek segala. Walau serumpun, tapi tetap ada bedanya. Mirip tapi ga sama. Yang penting kita membuka minda dan pikiran agar tetap berpikir jernih dan jangan cepat sewot. Tanggapi perbedaan ini dengan terbuka.

Menurut saya, cara paling efisien mengatasi masalah ini ialah… saya berkomunikasi aja pake bahasa Inggeris. Memang kedengarannya berlebihan, tapi itulah kenyataannya!

Oh iya, sebelum terlupa, kalo ada yang salah penggunaan bahasa Indonesianya, mohon maaf dan mohon dibetulin ya. Jangan marah ya!

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#14 Feb 10, 2013
Saya lagi tunggu forindo nasionalis bego copas istilah-istilah aneh Bahasa Melayu di Malaysia.

Jika ada yang copas istilah ini, berarti forumer yang copas itu adalah katak dalam tempurung.

Udah zaman internet ini masih ada manusia sebodoh itu yang masih percaya propaganda pasca Ganyang Malaysia.

Saya udah sering bolak balik ke Malaysia ke rumah kerabat saya, gak pernah menemukan istilah-istilah aneh seperti yang diklaim forindo nasionalis bego.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#15 Feb 10, 2013
Silahkan ke thread 2013 saya yang lain (20 thread):

MENTERI MALAYSlA MINTA INDONESlA GUNA B MELAYU!
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T7T...

DUH MIRlSNYA... ALJAZEERA: GOODBYE INDONESlA!
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TVU...

PT DIRGANTARA INDONESlA UDAH PHK 12.000 KARYAWAN
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T2M...

LUCU! PESAWAT TNl AU GAGAL TERBANG REM BLONG!
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TUM...

KATANYA SDA INDONESIA MELIMPAH, KOG MASlH lMPOR?
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TBC...

AS, AUSTRALl, KANADA & SELANDIA ADUKAN Rl KE WTO
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TSA...

MlRIS! NASIB MERPATI NUSANTARA KAYAG BATAVlA AIR
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TER...

PANJAT TOWER KRN STRESS NGETREND Dl INDONESlA
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TC7...

2012, XL (MALAYSlA) RAUP RP21,3 TRlLLUN DARI INDONESIA
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T6O...

GAK KUAT DILECEH MALAYSlA, TNl BELI LEOPARD!
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TU2...

MlRIS! MAKASSAR, PENDUKUNG CAGUB SULSEL BENTROK
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TCF...

DAFTAR MASKAPAl INDONESIA YG UDAH BANGKRUT
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T1G...

BATAL DIBELl AIR ASIA, BATAVIA AIR AKHIRNYA BANGKRUT
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TUB...

BlAR GAK SETUJU, GAS KALTlM TETAP DIBOYONG KE JAWA
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T3G...

MIRlS! PELATIH TENIS NASIONAL RI SODOMI ANAK DIDIK
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TFA...

DUH MALUNYA, 2013 lNTERNET INDONESIA TETAP LEMOT
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TBF...

PENGKRlTIK: KOLEKSl THREAD TAHUN 2012
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T6T...

PROFESOR KORSEL: MAHASlSWA RI IDIOT, PIG & MONKEY
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T5D...

UDAH 2013, BUSUNG LAPAR & GlZI BURUK MAKAN KORBAN
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TD5...

NTB: BALl DIUSIR, RUMAH, TOKO, PURA DlJARAH & BAKAR
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TEG...

2013, MALAYSlA MASIH JADl BENCHMARK INDONESIA
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TGE...

Jika udah banyak, akan saya kategorikan.

Since: Dec 12

Semarang, Indonesia

#16 Feb 10, 2013
wah2 thread paling bodoh yang pernah saya temui
1. bahasa indonesia menginduk dari bahasa melayu sumatra bukan melayu malon, sumatra bagian dari NKRI, kalo ngomong maling dari malon itu alasan goblok
2. Bangsa Indonesia tidak pernah melakukan klaim Ramayana dan mahabarata dai Indonesia, yang kami klaim itu cuman wayang karikatur jawa saja, ceritanya tidak kami klaim hanya digubah oleh walisongo untuk keperluan dakwah
3. lagu rasa sayange itu lagu tradisonal maluku
dari membaca thread saya semakin yakin kalo malon itu munafik gak punya budaya asli cuman bisa nyolong budaya bangsa lain, TS hanya mencari pembenaran dari klaim budaya malon,

Since: Jan 13

Location hidden

#17 Feb 10, 2013
Pengkritik wrote:
Luar biasa tetangga kita yang satu ini!
Saya 100% mendukung usulan dari tetangga kita ini karena dengan menggunakan Bahasa Melayu, otomatis kita menjadi benar-benar bersaudara.
Indonesia = Bahasa Melayu
Malaysia = Bahasa Melayu
Brunei = Bahasa Melayu
Kita dan 2 negara tetangga (Brunei & Malaysia) akan dikenali dunia sebagai MALAY SPEAKING COUNTRIES!
Ide yang benar-benar hebat!
Ini menjadikan hubungan antara kita dan 2 tetangga kita akan lebih akrab lagi.
Zaman sekarang bukan lagi nasionalisme, ZAMAN SEKARANG SEKARANG ADALAH ZAMAN ALIANSI GLOBAL!
Kayag Uni Eropa, dipersatukan dengan mata uang yang sama, Indonesia, Brunei dan Malaysia dipersatukan dengan SATU BAHASA YAITU BAHASA MELAYU!
Bisa ditebak, para nasionalis bego negara kita bakalan kesurupan menentang ide ini karena mereka masih hidup di zaman Soekarno!
Saya sebagai keturunan Melayu Deli MENDUKUNG 100%
Ga ada kata saudara dengan malaysia ga ada kata serumpun dengan malaysia ga peduli juga sama pelacur kaya lo,maleysia terlalu banyak berharap.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

#18 Feb 10, 2013
Jika mau bicara istilah aneh...

Bahasa kita juga punya istilah yang aneh-aneh kog:

Contohnya:

Telepon Genggam
http://id.wikipedia.org/wiki/Telepon_genggam

Pasukan Katak
http://id.wikipedia.org/wiki/Komando_pasukan_...

Masih banyak lagi istilah aneh bahasa kita yang kedengan lucu di kuping warga tetangga (Brunei & Malaysia)

Since: Dec 12

Semarang, Indonesia

#19 Feb 10, 2013
semakin terlihat kalo malon itu memang dasarnya maling dan munafik, cuman cari alassan pembenaran saja, cuihhhh
Haji Muhammad Abdullah

Jakarta, Indonesia

#20 Feb 10, 2013
Bahasa Malaysia berasal dari bahasa Melayu, dan bahasa Indonesia juga berasal dari bahasa Melayu, suku Melayu berasal dari Riau dan Palembang di pulau Sumatra Indonesia.

Banyak orang Melayu yang pindah ke Singapura dan ke Malaysia, penduduk asli Malaysia adalah suku IBAN, kaum Melayu di Malaysia adalah para pendatang, bukan penduduk asli Malaysia

Bahasa Melayu berasal dan berawal dari Indonesia, bukan dari Malaysia

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 80
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Malaysia Discussions

Title Updated Last By Comments
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 6 min Numpang Lewat 98,743
Hensem mana lelaki malaysia/indonesia? (Dec '11) 41 min kehkehkeh 28
Jokowi PIDATO , Dunia Berdecak KAGUM ada yang I... 42 min Sohibul 723
KESIAN, INDONESIA DIPIMPIN Oleh DEWA BADUT JOKOWI 51 min kehkehkeh 4,142
Ingin Berfantasi SEX..??, bacalah Kitab INJIL..... (Apr '08) 54 min pedang agama 112
Sriwijaya sudah terbukti berpusat dan bermula d... 58 min kehkehkeh 1,131
1 Kristen Sanggup Melawan 10 Islam dalam Debat (Mar '11) 1 hr yusrizal 1,062
More from around the web