Since: Oct 07
Kuala Lumpur, Malaysia
|
Judged:
1
Siapa dijajah?? Saya tidak pernah mendengar situasi seperti itu sebelumnya, di mana modal global duduk dengan para wakil dari negara yang diasumsikan sebagai negara berdaulat dan merancang persyaratan buat masuknya investasi mereka ke dalam negaranya sendiri. Freeport mendapatkan bukit (mountain) dengan tembaga di Papua Barat (Henry Kissinger duduk dalam board). Sebuah konsorsium Eropa mendapat nikel Papua Barat. Sang raksasa Alcoa mendapat bagian terbesar dari bauksit Indonesia. Sekelompok perusahaan-perusahaan Amerika, Jepang, dan Prancis mendapat hutan-hutan tropis di Sumatera, Papua Barat, dan Kalimantan. Sebuah undang-undang tentang penanaman modal asing yang dengan buru-buru disodorkan kepada Soeharto membuat perampokan ini bebas pajak untuk lima tahun lamanya. Nyata dan secara rahasia, kendali ekonomi Indonesia pergi ke Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI), yang anggota-anggota intinya adalah Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Australia dan, yang terpenting, Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.” Sekali lagi, semuanya itu tadi kalimat-kalimatnya John Pilger yang tidak saya kenal. Kalau kita percaya John Pilger, Brad Sampson, dan Jeffry Winters, sejak 1967 Indonesia sudah mulai dihabisi (plundered) dengan tuntunan oleh para elite bangsa Indonesia sendiri yang ketika itu berkuasa. Sejak itu, Indonesia dikepung oleh kekuatan Barat yang terorganisasi dengan sangat rapi. Instrumen utamanya adalah pemberian utang terus-menerus sehingga utang luar negeri semakin lama semakin besar. Dengan sendirinya, beban pembayaran cicilan utang pokok dan bunganya semakin lama semakin berat. Kita menjadi semakin tergantung pada utang luar negeri. Ketergantungan inilah yang dijadikan leverage atau kekuatan untuk mendikte semua kebijakan pemerintah Indonesia. Tidak saja dalam bentuk ekonomi dan keuangan, tetapi jauh lebih luas dari itu. Utang luar negeri kepada Indonesia diberikan secara sistematis, berkesinambungan, dan terorganisasi secara sangat rapi dengan sikap yang keras serta persyaratan-persyaratan yang berat. Sebagai negara pemberi utang, mereka tidak sendiri-sendiri, tetapi menyatukan diri dalam organisasi yang disebut CGI
|
|
Anonym
Salerno, Italy
|
Sudah begitu dikepung pula dengan pasukan teroris DR AZHARI, Kasian memang INDONESIA ... Dikira teman, ternyata MALING PEROMPAK :D cygnusx1 wrote: Siapa dijajah?? Saya tidak pernah mendengar situasi seperti itu sebelumnya, di mana modal global duduk dengan para wakil dari negara yang diasumsikan sebagai negara berdaulat dan merancang persyaratan buat masuknya investasi mereka ke dalam negaranya sendiri. Freeport mendapatkan bukit (mountain) dengan tembaga di Papua Barat (Henry Kissinger duduk dalam board). Sebuah konsorsium Eropa mendapat nikel Papua Barat. Sang raksasa Alcoa mendapat bagian terbesar dari bauksit Indonesia. Sekelompok perusahaan-perusahaan Amerika, Jepang, dan Prancis mendapat hutan-hutan tropis di Sumatera, Papua Barat, dan Kalimantan. Sebuah undang-undang tentang penanaman modal asing yang dengan buru-buru disodorkan kepada Soeharto membuat perampokan ini bebas pajak untuk lima tahun lamanya. Nyata dan secara rahasia, kendali ekonomi Indonesia pergi ke Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI), yang anggota-anggota intinya adalah Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Australia dan, yang terpenting, Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.” Sekali lagi, semuanya itu tadi kalimat-kalimatnya John Pilger yang tidak saya kenal. Kalau kita percaya John Pilger, Brad Sampson, dan Jeffry Winters, sejak 1967 Indonesia sudah mulai dihabisi (plundered) dengan tuntunan oleh para elite bangsa Indonesia sendiri yang ketika itu berkuasa. Sejak itu, Indonesia dikepung oleh kekuatan Barat yang terorganisasi dengan sangat rapi. Instrumen utamanya adalah pemberian utang terus-menerus sehingga utang luar negeri semakin lama semakin besar. Dengan sendirinya, beban pembayaran cicilan utang pokok dan bunganya semakin lama semakin berat. Kita menjadi semakin tergantung pada utang luar negeri. Ketergantungan inilah yang dijadikan leverage atau kekuatan untuk mendikte semua kebijakan pemerintah Indonesia. Tidak saja dalam bentuk ekonomi dan keuangan, tetapi jauh lebih luas dari itu. Utang luar negeri kepada Indonesia diberikan secara sistematis, berkesinambungan, dan terorganisasi secara sangat rapi dengan sikap yang keras serta persyaratan-persyaratan yang berat. Sebagai negara pemberi utang, mereka tidak sendiri-sendiri, tetapi menyatukan diri dalam organisasi yang disebut CGI
|
Since: Oct 07
Kuala Lumpur, Malaysia
|
widy wrote: Dulu memang malaysia bekas jajahan inggris, tapi kenapa lebih maju dan makmur daripada indonesia? padahal ina lebih dulu merdeka, lebih dulu mapan sbg negara (tp belum makmur sih)? karena dulu inggris sebelum melepas tanah jajahannya lebih dulu disiapkan SDMnya, sudah siap atau belum ? oleh karena itu yg terjadi memang muka melayu tp pikiran barat, kehidupannya lebih tertib karena warganya mudah diatur(liat bangsa eropa yg rata-rata tertib). Sedang indonesia.....bekas jajahan belanda (dikenal sebagai bangsa yg terpelit didunia)yg 3,5 abad lamanya betul-2 diperas harta kekayaannya dan diambil sumberdaya alamnya tanpa ampun dan dibikin bodoh sebodoh-bodohnya, dijadikan kuli paksa ratusan tahun....dll yg bersifat penderitaan. Singapura bekas jajahan mana ? inggris kan, brunei ? inggris kan, hongkong ? ingrris kan tapi semua jadi negara maju. Cumanya Inggeris lebih tamadun sedikit dari Belanda. Tiada tanam paksa(cultuur stelsel) kopi, tebu dan nila . Hanya monopoli hasil bumi oleh Inggeris. Rakyatnya (elit Melayu) diberi sekolah untuk menjadi Komprador. Ya, pemuja Inggeris.
|
|
Hitler_45
Jakarta, Indonesia
|
BRITISH MINTA UPETI KARENA MALINGSIA BELUM MERDEKA
Berdasarkan laporan dari sumber di malingsia, salah satunya Anwar Ibrahim dan orang UMNO yang bisa dipercaya, mengatakan bahwa Malaysia setiap tahunnya harus memberi upeti kepada British..ini kerana Malaysia belum merdeka sesungguhnya..upeti dberikan setiap tahun kurang lebih hampir 100 juta pond, untuk menutupi itu Malaysia berusaha mencari pemasukan dengan segala cara meskipun cara haram, seperti mencuri atau maling harta kekayaan dari negara tetangga. Its trully Malingsia belum Merdeka.
|
|
Anonym
Salerno, Italy
|
cygnusx1 wrote: <quoted text> Cumanya Inggeris lebih tamadun sedikit dari Belanda. Tiada tanam paksa(cultuur stelsel) kopi, tebu dan nila . Hanya monopoli hasil bumi oleh Inggeris. Rakyatnya (elit Melayu) diberi sekolah untuk menjadi Komprador. Ya, pemuja Inggeris. Makanya kalian ingin kembali dijajah Inggris ya ?:D
|
Since: Oct 07
Kuala Lumpur, Malaysia
|
Anonym wrote: <quoted text> Makanya kalian ingin kembali dijajah Inggris ya ?:D Pak, bukan begitu. Saya hanya menjawab Inggeris berbeda dari Belanda:))
|
|
Malingsial Jahanam
Jakarta, Indonesia
|
Hitler_45 wrote: BRITISH MINTA UPETI KARENA MALINGSIA BELUM MERDEKA Berdasarkan laporan dari sumber di malingsia, salah satunya Anwar Ibrahim dan orang UMNO yang bisa dipercaya, mengatakan bahwa Malaysia setiap tahunnya harus memberi upeti kepada British..ini kerana Malaysia belum merdeka sesungguhnya..upeti dberikan setiap tahun kurang lebih hampir 100 juta pond, untuk menutupi itu Malaysia berusaha mencari pemasukan dengan segala cara meskipun cara haram, seperti mencuri atau maling harta kekayaan dari negara tetangga. Its trully Malingsia belum Merdeka. Ya.. setiap tahun Rampok dan Rompak Budaya Indonesia...
|
|
Malasya
Brussels, Belgium
|
cygnusx1 wrote: <quoted text> Pak, bukan begitu. Saya hanya menjawab Inggeris berbeda dari Belanda:)) Iya lah Pak, betul... Inggris pernah menjajah Indonesia, tapi mereka bilang, tak betah dengan Indonesia, lebih baik kat Melayu :-) Peace....
|
|
|
Wong Indonesia
Australia
|
DENGAN BAYAR UPETI MALASYA DIBERI PERLINDUNGAN DARI BRITISH..KASIAN SEKALI, AYO KITA MERDEKAKAN NEGARA KECIL INI, KASIHAN KARENA TENTARANYA PADA PAKAI BH SEMUA DAN TAKUT PERANG.... Hitler_45 wrote: BRITISH MINTA UPETI KARENA MALINGSIA BELUM MERDEKA Berdasarkan laporan dari sumber di malingsia, salah satunya Anwar Ibrahim dan orang UMNO yang bisa dipercaya, mengatakan bahwa Malaysia setiap tahunnya harus memberi upeti kepada British..ini kerana Malaysia belum merdeka sesungguhnya..upeti dberikan setiap tahun kurang lebih hampir 100 juta pond, untuk menutupi itu Malaysia berusaha mencari pemasukan dengan segala cara meskipun cara haram, seperti mencuri atau maling harta kekayaan dari negara tetangga. Its trully Malingsia belum Merdeka.
|
|
Wong Indonesia
Australia
|
Up..up...nice story, all malasyans here can not deny.
|
|
Waterloo
Brussels, Belgium
|
|
|
DuDu
Vucht, Belgium
|
benarkah? tampaknya memang benar ;D
|
|
hua hua hua
Surabaya, Indonesia
|
Malaysia memang belum merdeka!!! Nggak berani melawan British!!!
Dasar Malaysia Pengecut!!!! Sebentar lagi tunggu pembalasan ku!!! aku sudah mencuri password account email-email kalian!!! email-email budak malaysia !!! dasar orang-orang bodoh semua malaysia itu. suka ngaku-ngakuin milik banngsa lain masih dijajah. dan TERNYATA MASIH PADA BODOH SEMUA....
|
|
FAZRIFANI AULADI
Jakarta, Indonesia
|
notwelldefined wrote: emang indonesia dah merdeka? sama aja kok, indonesia jg dijajah sm kekuatan kapitalis global! dasar atau fondasinya kita sudah ada bung..., suka atau tidak suka.., perjuangan pejuang2 kita dahulu dan puncaknya pada 17 agustus 1945 adalah suatu fakta yang tak bisa di hilangkan. Kalau masalah sekarang kita masih bersandar pada kapitalis ataupun imf dsb.. dsb... itu adalah kesalahan2 pemimpin Indonesia sekarang. Coba aza ada pengumuman kalau negara kita akan dibayar kepada IMF atau apapun..., pasti seluruh rakyat Indonesaia akan melakukan perlawanan....
|
|
FAZRIFANI AULADI
Jakarta, Indonesia
|
cygnusx1 wrote: Siapa dijajah?? Saya tidak pernah mendengar situasi seperti itu sebelumnya, di mana modal global duduk dengan para wakil dari negara yang diasumsikan sebagai negara berdaulat dan merancang persyaratan buat masuknya investasi mereka ke dalam negaranya sendiri. Freeport mendapatkan bukit (mountain) dengan tembaga di Papua Barat (Henry Kissinger duduk dalam board). Sebuah konsorsium Eropa mendapat nikel Papua Barat. Sang raksasa Alcoa mendapat bagian terbesar dari bauksit Indonesia. Sekelompok perusahaan-perusahaan Amerika, Jepang, dan Prancis mendapat hutan-hutan tropis di Sumatera, Papua Barat, dan Kalimantan. Sebuah undang-undang tentang penanaman modal asing yang dengan buru-buru disodorkan kepada Soeharto membuat perampokan ini bebas pajak untuk lima tahun lamanya. Nyata dan secara rahasia, kendali ekonomi Indonesia pergi ke Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI), yang anggota-anggota intinya adalah Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Australia dan, yang terpenting, Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.” Sekali lagi, semuanya itu tadi kalimat-kalimatnya John Pilger yang tidak saya kenal. Kalau kita percaya John Pilger, Brad Sampson, dan Jeffry Winters, sejak 1967 Indonesia sudah mulai dihabisi (plundered) dengan tuntunan oleh para elite bangsa Indonesia sendiri yang ketika itu berkuasa. Sejak itu, Indonesia dikepung oleh kekuatan Barat yang terorganisasi dengan sangat rapi. Instrumen utamanya adalah pemberian utang terus-menerus sehingga utang luar negeri semakin lama semakin besar. Dengan sendirinya, beban pembayaran cicilan utang pokok dan bunganya semakin lama semakin berat. Kita menjadi semakin tergantung pada utang luar negeri. Ketergantungan inilah yang dijadikan leverage atau kekuatan untuk mendikte semua kebijakan pemerintah Indonesia. Tidak saja dalam bentuk ekonomi dan keuangan, tetapi jauh lebih luas dari itu. Utang luar negeri kepada Indonesia diberikan secara sistematis, berkesinambungan, dan terorganisasi secara sangat rapi dengan sikap yang keras serta persyaratan-persyaratan yang berat. Sebagai negara pemberi utang, mereka tidak sendiri-sendiri, tetapi menyatukan diri dalam organisasi yang disebut CGI Utamanya adalah..., apapon kejadian semasa sekarang ini..., seperti yang kau tulis diatas... Tetap saja Indonesia lebih dan punya suatu fondasi dasar sebagai sebuah negara yang se benar benarnya merdeka dan berdaulat. Fakta sejarah sudah menerangkannya dan tak akan pernah berubah. Kecuali sengaja di cari2 oleh orang yang memang tak suka atau malu kerana negaranya belum merdeka yang sebenar2nya. Biar aza pemimpin2 Indo yang sekarangini berbuat curang..., mereka akan hidup tak tenang. Lagi pula sekarang kita sedang terus berusaha membayar semua hutang2 dan bantuan2 dari para kolonilisme/imperialisme itu...
|
|
Ramli S
Medan, Indonesia
|
Yang ingin saya tanyakan. Berapa lama Inggris menjajah Malaya? Hingga dimardekakan dengan syarat, itupun bukan mardeka dengan jalan prnag, tapi dengan tekenan! Kalua Indonesia sudah jelas, berdiri sebuah Negara +- thn 1045, bukan mardheka, sebab sebelumnya Indonesia belum ada!
|
|
Ramli S
Medan, Indonesia
|
Tolong muatkan dalam Forum ini Sejarah yg benar!? Menurut saya. Keberhasilan Inggris Menjajah tanah/negara orang melayu, orang melayu harus boleh duduk sebanding dengan India dan Cina dalam menjalankan pemerintahan. Kita bertanya, siapa yang dijajah dan siapa yang mardeka? Kalau ada Cerdik pandai Melayu asli mengatakan, Malaya belum mardeka. Jadi kenapa saudara2 sepakat merayakan kemerdekaan malaysia, tidakkah saudara2 mempunyai kemapuan untuk menuntut pada dunia Internasional, untuk mengembalikan sejarah Negara Nenek moyang saudara. Kalau saudara2 tidak punya kemampuan. Tak usah lagilah, untuk bekoar2, bersorak sorak. Amirican menjajah Iraq dan Israel mejajah Palistina, sebab, Derajat saudara orang2 melayu sudah jatuh di tangan kolonial Inggris.
|
|
joe bangsat
Batam, Indonesia
|
dan dukung semua bentuk kemerdekaan
|
|
Jack
Bogor, Indonesia
|
Kembalikan Penang kepada Thailand, Johor kepada Riau, Sabah kepada Philippines, Negeri Sembilan kepada Minang, Sarawak kepada Dayak, KL kepada Jawa (kerena banyak TKI)...he..he
|
|
History
Kota Kinabalu, Malaysia
|
Jack wrote: Kembalikan Penang kepada Thailand, Johor kepada Riau, Sabah kepada Philippines, Negeri Sembilan kepada Minang, Sarawak kepada Dayak, KL kepada Jawa (kerena banyak TKI)...he..he pergi sekolah dan belajar Sejarah... Riau kepunyaan Kerajaan Melayu Johor, Penang kepunyaan Kedah, Sarawak kepunyaan Brunei, Negeri Sembilan kepunyaan Melaka... dan TKI berikan kepada Bugis... sebab Selangor di rajai oleh keluarga Daeng Perani ke/.., Iya ke ... kami tak merdeka lagi??? dah 50 tahun kami merdeka..,, kenapalah kami di cemburui oleh tetangga dan difiknah///. oh... kerana kami dah maling Sipadan dan Ligitan... rezeki kami dong... kayu balak kamu kami curi, tapi dengan kerjasama TNI dan pemimpin kamu yang korup dong, tanah-tanah kamu di maling oleh syarikat kelapa sawit dari Malaysia, tapi kami dijemput untuk maling tanah2 tersebut oleh pimpinan kamu., buat meningkatkan ekonomi bilang pimpinan kamu... sama seperti waktu kamu dijajah syarikat (memalukan,,, dijajah oleh syarikat kecil saiz kedai runcit di Eropah iaitu VOC 400 tahun..) kami maling hasil2 kamu juga dengan bantuan orang dalam dong... MERDEKA DAH 50 TAHUN AHHHH ASYIKNYA KERANA KAYA DAN ADA TETANGGA YANG BOLEH DI MALING...
|
|
|