PESAN ALLAH & YESUS Dari GEREJA KRISTEN JAWA

Posted in the Malaysia Forum

First Prev
of 3
Next Last

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#1 Oct 22, 2011
S e l a m a t D a t a n g d i S i t u s S i n o d e G K J

http://www.gkj.or.id/

Sinode Gereja-Gereja Kristen Jawa

Jalan Dr Sumardi No 8 & 10 Salatiga 50711 Indonesia

Foto2 Gereja Kristen Jawa

http://www.google.co.id/search...

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#2 Oct 22, 2011
A. Visi GKJ Tahun 2010 - 2012

Berdasarkan hasil penggalian dan penjabaran Jati Diri GKJ, Tema Tahun 2010 - 2012, Analisis Stakeholders dan SWOT, dikembangkan visi sebagai berikut:

Gereja-gereja Kristen Jawa menjadi gereja yang senantiasa memperbaharui diri, bertumbuh di dalam Kristus, dan berperan aktif mewartakan Rahmat Allah.

B. Misi GKJ Tahun 2010 - 2012

Merupakan operasionalisasi dari visi GKJ :

Terus-menerus memantapkan diri dalam spiritualitas yang mampu menjawab tantangan zaman.

Terus-menerus memantapkan diri dalam kemandirian dan membangun mentalitas berkelimpahan.

Terus-menerus membangun kebersamaan, baik internal maupun eksternal, bagi pemulihan martabat manusia.

Terus-menerus mengoptimalkan pendayagunaan segenap potensi GKJ.

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#3 Oct 22, 2011
Penjelasan logo GKJ

Mengemban amanat Sidang Sinode XVIII GKJ GKJ sebagaimana tertera pada artikel 97.1 yaitu "Menugasi Deputat Studi dan Penelitian untuk menetapkan Logo GKJ yang ditempatkan pada Papan Nama dan Kop Surat serta memperhatikan anjuran PGI" maka Deputat Studi dan Penelitian XVIII GKJ telah menentukan Logo GKJ sebagaimana yang disebarluaskan.

Adapun proses penentuan itu adalah sebagai berikut:

Yang dimaksud Logo adalah gambar yang menjadi simbol sesuatu (organisasi atau lembaga).

Unsur-unsur yang harus ada di dalam Logo GKJ itu adalah:

Unsur Kristen

Unsur Jawa

Untuk memenuhi kebutuhan yang tersebut pada No. 2 diatas kami pilih lambang atau simbol sebagai berikut:

Unsur Kristen : Burung dara sebagai simbol Roh Kudus dan, tangan berdoa sebagai simbol orang percaya.

Unsur Jawa : Gunungan

Dibawah gambar tersebut ada sebuah pita yang bertuliskan GEREJA-GEREJA KRISTEN JAWA, di kaligrafi Jawa.

Warna yang dipakai adalah biru laut.

Catatan:

Semua unsur Kristen yang dipakai dalam simbol ini dipilihkan yang di dalamnya terkandung sifat aktif, yaitu burung dara yang terbang dan tangan berdoa.

Di dalam Logo ini memang dengan sengaja tidak dipakai gambar salib, sebab memang tidak harus setiap Llogo Gereja atau Kristen memakai salib, sedangkan unsur Kristen yang dipakai dalam Logo GKJ itu sudah cukup mewakili dan jelas.

Demikianlah penjelasan kami atas Logo GKJ yang telah ditentukan itu, agar dapat digunakan. Dengan penjelasan ini kiranya keterangan lain dianggap tidak ada.

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#4 Oct 22, 2011
Profil Personalia Bapelsin XXV GKJ dan Bawasin XXV GKJ

PERSONALIA BADAN PELAKSANA SINODE DAN BADAN PENGAWAS SINODE (BAPELSIN DAN BAWASIN XXV GKJ)

1. PERSONALIA BAPELSIN XXV GKJ

a. Ketua Umum: Alm. Pdt. Drs. Sukardi Citrodahono (GKJ Pekalongan)

b. Sekretaris Umum: Pdt. Andreas Untung Wiyono, D.Min.(GKJ Tanjung Priok)

c. Bendahara Umum: Bambang Sri wiyadi (GKJ Nusukan)

d. Anggota:

1) Bidang Keesaan

Ketua: Pdt. Retno Ratih S. Handayani, M.Th.(GKJ Manahan)

Anggota: Pdt. Eddyson Saptanto W. Nugroho, S.Th., M.Min.(GKJ Yeremia)

2) Bidang Visitasi

Ketua: Pdt. Widiarso Eko Hadi Nugroho, S.Th.(GKJ Wisma Nugraha)

Anggota: Pdt. Nomolas Daryanto, M.Th.(GKJ Semarang Timur)

3) Bidang Kesaksian-Pelayanan (KESPEL)

Ketua: Pdt. Simon Yulianto, S.Th., M.Si.(GKJ Boyolali)

Anggota: Pdt. Wiworo Adi Kawuryanto Setjo, S.Th.(GKJ Purworejo Selatan)

4) Bidang Pembinaan Warga Gereja (PWG)

Ketua: Pdt. Ir. Joel Muwun Indrasmoro, S.Th.(GKJ Jakarta)

Anggota: Pdt. Agus Yusak, S.Th., M.Min.(GKJ Brebes)

5) Bidang Pengembangan Kepemimpinan (PK)

Ketua: Drs. Bambang Subandrijo, Ph.D.(GKJ Mergangsan)

Anggota: Pdt. Apy Heny Hartiningsih., S.Si., M.Min.(GKJ Samironobaru)

6) Bidang Penelitian dan Pengembangan (LITBANG)

Ketua: DR. Pradjarto Dirdjosanjoto, SH, MA.(GKJ Salatiga Timur)

Anggota: Pdt. Nani Minarni, S.Si.(GKJ Wonogiri Utara)

7) Bidang Pengembangan Ekonomi Jemaat (PEJ)

Ketua: Pdt. Bambang Pujiyanto, S.Si., M.Min.(GKJ Kudus)

Anggota: Drs. Andreas Ari Sukoco, M.M., M.Min.(GKJ Ketandan)

8) Bidang Sarana-Prasarana (SARPRAS)

Ketua: Dr. Ir. Eko Sediyono (GKJ Salatiga Utara)

Anggota: N. Subagyo (GKJ Mergangsan)

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#5 Oct 22, 2011
2. PERSONALIA BAWASIN XXV GKJ

Ketua (+Bid. Keesaan): Pdt. Widiyatmo Prawitoharsoyo, S.Th.(GKJ Semarang Barat)

Sekretaris (+Bid. PEJ): Usil Sis Sucahyo , E, MBA (GKJ Salatiga)

Anggota:

1. Bidang Keuangan: Teguh Kristanto SE., M.M.(GKJ Eben-Haezer)

2. Bidang Visitasi: Pdt. Purnomo Kristiawan, S.Si.(GKJ Karanganyar)

3. Bidang KESPEL : drg. Erwita Dinarsari, MARS.(GKJ Kabluk)

4. Bidang PWG: Pdt. Pramadi Cahyono, M.Th.(GKJ Delanggu)

5. Bidang PK: Pdt. Bambang Mulyatno, S.Th., M.Si.(GKJ Bibis Luhur)

6. Bidang LITBANG: Pdt. Aris Widaryanto, S.Th., M.Min.(GKJ Pangkalanjati)

7. Bidang SARPRAS: Soelistioadi, S.H. M.Si.(GKJ Kerten)

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#6 Oct 22, 2011
Pokok-Pokok Ajaran GKJ

Kerinduan Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) untuk memiliki Pokok-pokok Ajaran sendiri yang diinginkan sejak lama telah terpenuhi dengan ditetapkan dan diberlakukannya Pokok-pokok Ajaran GKJ (PPA GKJ) pada tahun 1997.

Dengan ditetapkan dan diberlakukannya PPA GKJ pada tahun 1997 itu berarti bahwa GKJ sebagai Gereja dewasa yang merupakan bagian integral dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) telah berhasil mewujudkan cia-cita "kemandirian teologi", yaitu sebagian dari dokumen "kemandirian daya, dana dan teologi", yang merupakan salah satu dari Lima Dokumen Keesaan Gereja (LDKG) PGI.

Sebagai hasil karya yang telah dikerjakan dengan kesungguhan oleh "anak-anak bangsa yang terpilih" yaitu warga Gereja, baik yang ditunjuk sebagai konseptor utama, Tim PPA GKJ maupun yang berpartisipasi dalam pembahasannya, PPA GKJ tahun 1997 yang merupakan dokumen resmi ajaran GKJ tersebut disambut dan diterima dengan penuh sukacita. Gereja-gereja se Sinode GKJ kemudian berusaha untuk menghayati, mempelajari dan mengajarkan PPA GKJ tersebut kepada warga gereja atau calon warga gerejanya.

Setelah beberap waktu digunakan, banyak masukan dan usulan agar PPA GKJ tahun 1997 tersebut direvisi. Revisi yang dikehendaki adalah revisi yang berupa penyederhanaan, menghapus hal-hal dan bagian-bagian yang dianggap tidak perlu serta menambah hal-hal dan bagian-bagian yang dianggap perlu.

Untuk itu Sinode melalui Deputat Keesaan Sinode XXIII GKJ membentuk Tim Revisi PPA GKJ dengan personalia:

Pdt. Andreas Untung Wijono, S.Th.(Ketua)

Pdt. Aris Widayanto, S.Th.(Sekretaris)

Pdt. Em. Prof. Sularso Sopater, D.Th.(Anggota)

Pdt. Bambang Mulyanto, M.Si.

Tim tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik dan berhasil menyusun draft dan konsep revisi PPA GKJ. Draft dan konsep tersebut kemudian dipergumulkan bersama-sama dengan utusan-utusan Klasis-klasis se Sinode GKJ dalam suatu pertemua Pra Sidang Sinode Non Reguler GKJ.

Pada Sidang Sinode Non Reguler GKJ yang berlangsung tanggal 14-18 November 2005 di Wisma Elika Bandungan Semarang dengan Penghimpun Klasis Semarang Barat dan Gereja Penghimpun GKJ Semarang Barat, melalui percakapan, pergumulan dan pertimbangan yang mendalam dalam terang Firman Tuhan akhirnya PPA GKJ hasil revisi ditetapkan dan diberlakukan dengan diberi nama "PPA GKJ Edisi 2005". Ditetapkan dan diberlakukannya PPA GKJ Edisi 2005 tersebut tidak berarti bahwa PPA GKJ tahun 1997 tidak berlaku lagi. PPA GKJ tahun 1997 masih tetap berlaku karena PPA GKJ tahun 1997 merupakan buku sumber dan dokumen resmi ajaran GKJ.

Puji Tuhan atas berkat kemurahan dan penyertaanNya dan terimakasih atas jerih juang dan ketekunan Tim dan semua pihak sehingga PPA GKJ Edisi 2005 dapat di tetapkan dan diberlakukan.

Semoga PPA GKJ Edisi 2005 dapat dipergunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya di lingkungan Gereja-gereja se Sinode GKJ.

Soli Deo Gloria.

Salatiga, 1 Desember 2005

Moderamen Sidang Sinode Non Reguler GKJ

Ttd.

Ketua I
Pdt. Purwanta Rahmad, S.Th.

Ttd.

Sekretaris I
Pdt. Drs. Nugroho Adhi, Th.M
Sunni Sodomi_Jubor2 Syiah

Jakarta, Indonesia

#7 Oct 22, 2011
satu NUSA, banyak BAHASA, banyak BANGSAt (maling)
MALINgSIA MESIR AFGANISeTAN PAKISeTAN UZBEKISeTAN KHAZASeTAN TUNISIA LIBYA YAMAN SUDAN UGANDA.....
AYAT2 sETAN telah diturunkan SYAITON yang terkutuk itu:
al-fatihah, Al-Baqarah Ali-Imran N(keluarga Isa Al-Masih), An-nisaa N(wanita), Al-Maidah Al-an'am , Al-ar'af , An-an'fal N(perang yg merusak, tapi teroris tdk merusak ya?), AL-Taubah N(Tobat, tetap saja STMJ=Sholat trus maksiat/maling/nipu/nikah siri jalan trus), nabi Yunus M,nabi Hud M, nabi Yusuf M, Al-Ra'ad N(petir), nabi Ibrahim M, Al-Hijr M(batu), An-Nahl M(lebah), Bani Israil M(ngaku juga sampe dibuatkan 1 surah), AL-kahfi M(goa, disini ada nabi Musa berguru dg Malaikat Khidir), Mariam/Maria M, Ta Ha M, Al-Nabiya M(nabi-nabi) Al-Haji N, Al-Mu'minun M(orang beriman), An-Nur N(cahaya) Al-Furqon M(pembanding), Ash-Shu'araM(puisi), An-naml M(semut), Al-Qasas M(cerita/narative) Al-anabut M(laba-laba) Ar-Rum M(orang2 Romawi),hakim Lukman M,Fatir M(pencipta), Ya Sin M, As-Saffat M(ranger) Sad M, Az-Zumar M(sahabat) Al-Mu'min M(PEMa'AF,) Ha Min Sajdah M(sumur zam2) Ash-Shura M(majelis), As Zukhruf M, Ad-Dukhan M , Al-Jathiyah M(berlutut, bukan nungging banci kan, tapi berlutut), Al-Ahgaf M(bukit pasir), mamad N, Al-Fath N(kemenangan), Al-Hujurat N(dewan), Qaf M, Adh-Dhariyat M, At-Tur M(gunung), An-Najm M(bintang), Al-Qamr M(bulan), Ar-Raham (pemaaf) N, Al-Waqiah M(yg datang), Al-Hadid N(besi), Al-Mujadilah N, Al-Hashr N(pengungsi), Al-Muntahanah N(wanita yg diuji), As-saff N(tingkatan), Al-Jum'ah N(jumat), AL-Munafiqin N(munafik),Al-Muttaffifin N(tidak jujur), At-Taghabun N(penipu, juga ada, tukang tipu banyak dijahiliyah ya sampai perlu ditulis surahnya), AT-Talaq N(cerai, pantes banyak yang kawin cerai), At-Tahrim N(syarat2), Al-Mulk M (kerajaan), Al-Qalam M(pena), Al-Haqqah M, Al-Ma'arij M(tangga),nabi Nuh M, Al-Jinn M(bangsa jin), Al-Muzammil M(yg diselimuti), Al-Mudathir M(yg berpakaian), Al-Qiyamah M Kiamat, kebangkitan dari mati, niru Isa Al-Masih), Ad-Dahr N(pria, banci termasuk tidak disini), Al-Mursalat M, An-Naba' M(pasang krn gravitasi bulan, coy), An-Naziat M(yg mendorong keluar), Abasa M, AT-Takwir M, Al-Infitar M, At-Tatfif M, Al-Inshiqaq M, Ar-Buruj M (galaksi), At-Tariq M(sudut malam, seperti lagu JAVA JIVE:GADIS MALAM.....berdiri di SUDUT MALAM....DATANG SEORANG PRIA.......AKHIRNYA DOSA ITU TERCIPTA......), Al-A'la M(maha tinggi), Al-Ghashiyah M, Al-Fajr M(fajar), Al-Balad M (kota), Ash-Shams M(matahari), Al-Layl M(malam), Ad-Duha M(waktu awal),Al-Inshirah M(ekspansi), At-Tin M, Al-Bayyinah N(bukti) Al-zilzal N(berguncang) Al-Adiyat M, Al-Qari'ah M, Al-Takatbur M, Al-Asr M(waktu ashar), Al-Jumazah M, AlFil M(gajah,pembawa sial ini lahir Rabiul Awal 571 mASEHI di tahun gajaH)aL-qURAYAH (KAUM qURAISH); aL-mA'UN M (hal-hal pokok); Al-Kauthar M, AL-Kafirun ,An-nasr N(bantuan, wkt diracun tidak ada yang bantu,mgkn JIBRIL lagi ke BALI, Al-Lahab M(api), Al-Ikhlas,Al-Falaq An-Nas

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#8 Oct 22, 2011
PENDAHULUAN

Untuk membantu memahami dengan baik buku Pokok-pokok Ajaran Gereja Kristen Jawa (PPA GKJ), perlu terlebih dahulu disampaikan beberapa hal sebagai berikut: 1. Status PPA GKJ sebagai dokumen gerejawi - 2. Latar belakang penyusunan PPA GKJ - 3. Proses penyusunan PPA GKJ - 4. Penyederhanaan dan penyempurnaan sebagian isi PPA GKJ

BAB SATU : AJARAN GEREJA

BAB SATU : AJARAN GEREJA - Minggu ke-1 : Ajaran gereja

BAB DUA : ALKITAB

BAB DUA : ALKITAB - Minggu ke-2 : Alkitab, kegunaan, dan kewibawaannya

BAB TIGA : PENYELAMATAN ALLAH

BAB TIGA : PENYELAMATAN ALLAH - Minggu ke-3 : Arti dan hakikat penyelamatan Allah - Minggu ke-4 : Peristiwa penyelamatan Allah - Minggu ke-5 : Ketritunggalan Allah - Minggu ke-6 : Siapa yang diselamatkan dan bagaimana sikap yang dapat membuat orang diselamatkan - Minggu ke-7 : Perjalanan keselamatan

BAB EMPAT : GEREJA DAN TATA KEHIDUPAN GEREJA

BAB EMPAT : GEREJA DAN TATA KEHIDUPAN GEREJA - Minggu ke-8 : Gereja - Minggu ke-9 : Tugas panggilan gereja - Minggu ke-10 : Kepelbagaian dan keesaan gereja - Minggu ke-11 : Tata kehidupan gereja - Minggu ke-12 : Ibadat sebagai sarana Pemeliharaan Iman - Minggu ke-13 : Sakramen sebagai sarana Pemeliharaan Iman

BAB LIMA : KEHIDUPAN ORANG PERCAYA DI DUNIA

BAB LIMA : KEHIDUPAN ORANG PERCAYA DI DUNIA - Minggu ke-14 : Hidup beretika - Minggu ke-15 : Sikap terhadap Alam - Minggu ke-16 : Sikap terhadap Kebudayaan - Minggu ke-17 : Sikap terhadap Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Teknik - Minggu ke-18 : Sikap terhadap Sekularisme - Minggu ke-19 : Pandangan tentang Kehidupan Bernegara - Minggu ke-20 : Sikap terhadap Kekuasaan Negara - Minggu ke-21 : Pandangan dan sikap terhadap Agama-agama

BAB ENAM : BEBERAPA WARISAN ROHANI YANG PENTING DALAM KEHIDUPAN GEREJA

BAB ENAM : BEBERAPA WARISAN ROHANI YANG PENTING DALAM KEHIDUPAN GEREJA - Minggu ke-22 : Sepuluh Hukum TUHAN - Minggu ke-23 : Hukum Kasih - Minggu ke-24 : Pengakuan Iman Rasuli - Minggu ke-25 : Doa

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#9 Oct 22, 2011
Tata Gereja Tata Laksana

M U K A D I M A H

Gereja adalah suatu kehidupan bersama religius yang berpusat pada penyelamatan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus. Kehidupan bersama itu dibentuk oleh orang-orang yang atas pertolongan Roh Kudus menerima dengan percaya terhadap penyelamatan Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Pengertian demikian menunjukkan bahwa Gereja memiliki segi ilahi dan segi manusiawi. Segi ilahi Gereja adalah sebagai buah penyelamatan Allah, maka Pemilik dan Penguasa Gereja adalah Allah. Segi manusiawi Gereja adalah sebagai kehidupan bersama religius, yang oleh pertolongan Roh Kudus diciptakan dan diselenggarakan secara lembagawi oleh manusia.

Sebagai suatu kehidupan bersama religius yang lembagawi, Gereja Kristen Jawa (GKJ) membutuhkan kepemimpinan. Kekhasan kepemimpinan GKJ didasarkan pada segi ilahi dan segi manusiawi Gereja. Dari segi ilahi Gereja, GKJ adalah buah penyelamatan Allah, yang hidupnya dipimpin oleh Allah melalui bekerjanya Roh Kudus dengan Alkitab sebagai alat-Nya. Dari segi manusiawi, GKJ adalah suatu kehidupan bersama religius yang dipimpin oleh manusia yang atas kehendak Allah dalam kebijaksanaan-Nya dipanggil secara khusus untuk melaksanakan tugas kepemimpinan. Oleh karena itu, apa yang diputuskan dan atau yang dilakukan oleh manusia dalam memimpin Gereja, harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Allah.

TATA GEREJA GEREJA KRISTEN JAWA

BAB I KETENTUAN UMUM - Pasal 1 PENJELASAN ISTILAH BAB II PENGORGANISASIAN - Bagian Pertama: GEREJA - Pasal 2 GEREJA KRISTEN JAWA - Pasal 3 STATUS, NAMA, DAN KEDUDUKAN HUKUM - Pasal 4 BENTUK ORGANISASI GEREJA - Pasal 5 PENDEWASAAN GEREJA - Pasal 6 WARGA GEREJA - Pasal 7 KEPEMIMPINAN GEREJA - Pasal 8 ALAT-ALAT KELENGKAPAN GEREJA - Pasal 9 SIDANG MAJELIS GEREJA - Pasal 10 NAIK BANDING - Pasal 11 BADAN-BADAN PEMBANTU MAJELIS GEREJA - Pasal 12 ADMINISTRASI GEREJA - Pasal 13 KEKAYAAN GEREJA

TATA LAKSANA GEREJA-GEREJA KRISTEN JAWA

BAB I PENGORGANISASIAN - Bagian Pertama: GEREJA - Pasal 1 LOGO, MARS, DAN HYMNE - Pasal 2 STATUS, NAMA, DAN KEDUDUKAN HUKUM - Pasal 3 PENDEWASAAN GEREJA - Pasal 4 WARGA GEREJA - Pasal 5 MAJELIS GEREJA - Pasal 6 PENATUA DAN DIAKEN - Pasal 7 PENDETA - Pasal 8 PEMANGGILAN PENDETA YANG BELUM BERJABATAN PENDETA - Pasal 9 PEMANGGILAN PENDETA TERHADAP PENDETA GKJ LAIN - Pasal 10 PEMANGGILAN PENDETA TERHADAP PENDETA GEREJA LAIN - Pasal 11 PENDETA KONSULEN - Pasal 12 PENDETA PELAYANAN KHUSUS

LAMPIRAN TATA GEREJA

Lampiran 1 Gambar dan makna Logo GKJ - Lampiran 2 Mars GKJ - Lampiran 3 Hymne GKJ - Lampiran 4 Keputusan Menteri Agama No. 19 Tahun 1966 - Lampiran 5 Staatblad Van Ned. Indie 1927 No. 156 dan 157

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#10 Oct 22, 2011
Sejarah Sinode GKJ

Siang dan malam, sembilan orang dari kalangan terbawah masyarakat Jawa dengan profesi buruh miskin tukang mbatik yang menjadi pembantu Ny. Van Oostrom Phillips di Banyumas, nekad berjalan kaki dalam rombongan kecil menerabas desa-desa dan pegunungan menuju ke Semarang (sejauh sekitar 300 Km) untuk sekedar mendapatkan tanda babtis dari Zendeling NZG W. Hoezoo pada 10 Oktober 1858 karena pemberian tanda babtis di karesidenan Banyumas oleh zendeling tersebut dilarang oleh pemerintah kolonial setempat. Mereka inilah cikal bakal pertama gereja GKJ; GKJ tumbuh pertama kali di kawasan Banyumas.

Cikal bakal kedua adalah dua orang lelaki dan tiga orang perempuan pekerja miskin batur (pembantu rumah tangga) Ny.Christina Petronella Phillips Stevens di Ambal – Purworejo yang menerima tanda babtis mereka di Gereja Indische Kerk Purworejo pada 27 Desember 1860.

Dengan demikian harus jujur diakui, bibit kawit dari yang disebut dan menamakan diri Gereja-gereja Kristen Jawa adalah kaum pidak pedarakan lagi pula buta huruf, keluarga para pembantu rumah tangga dan buruh mbatik, anggota masyarakat kelas bawah Boemipoetera jaman kolonial yang paling asor drajade.

Dengan memasukkan para warga Golongane Wong Kristen “Jowo” kang Merdhiko asuhan Kyai Sadrach Suropranoto yang sangat pantas juga dimasukkan kelompok bibit kawit yang jumlahnya ribuan tersebar di puluhan desa wiwit Segara Lor tekan Segara Kidul, dari kawasan Menoreh, Kedu, Sindoro Sumbing dan Dieng, laladan neng gunung wah neng ngare, gambaran inipun tidak berubah. Mereka juga wong karang perdesan dan wong nggunung kelas koelie kendho (petani tanpa tanah dan sawah).

Jika kelompok Kristen Simo yang kemudian pindah ke Nyemoh (dekat Bringin Salatiga) binaan Ny.E.J.Le Jolle de Wildt dan Petrus Sadaja (babtis tahun 1855, tiga tahun lebih awal dari kelompok Banyumas) ditambahkan di sini sebagai bibit kawit pun kelas mereka juga tetap sama, kelas rendahan, karena kelompok Simo – Nyemoh inipun berasal dari kaum batur pula, paling jauh termasuk golongan mager sari.

Untuk mengunjungi kebaktian jangan mimpi mereka datang dengan naik andhong berpakaian necis dan beralas kaki. Satu-satunya pilihan yang ada hanyalah berjalan kaki, lagi pula nyeker, dengan pakaian seadanya ing atase para batur dan petani gurem. Mereka belajar agama Kristen maupun melantunkan kidung pujian hanya bermodalkan apalan, itulah kelebihan mereka sebagai orang buta huruf.

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#11 Oct 22, 2011
Tumbuhnya kelompok Kristen awal ini segera disusul oleh tumbuhnya kelompok lain hasil pekabaran Injil Nederlandche Gereformeerde Zendingvereniging (NGZV) yang mulai bekerja di Jawa Tengah sejak 1865 di Tegal (Muaratuwa) dan Purbalingga (plus Bobotsari dan Bojong), yang nantinya diambil-alih oleh Zending Gereformeerd Kerken (ZGK) sejak tahun 1896 dan dikembangkan dengan pusat-pusat penginjilan dari kota-kota Purworejo – Temon, Kebumen, Yogyakarta, Surakarta, Banyumas-Purbalingga serta Magelang Temanggung, semuanya di kawasan Jawa Tengah Selatan (Jawa Tengah Utara menjadi ladang pekabaran Injil Salatiga Zending). Sejak ini muncullah puluhan pepanthan di sekeliling tiap-tiap pusat penginjilan di luar kelompok yang lama maupun kelompok Wong Kristen Merdhiko. Namun yang jelas, hampir semua warga gereja Jawa ini berlatar belakang petani miskin dan buta aksara. Hanya berkat jasa pelayanan sekolah dan rumah sakit yang diselenggarakan zending, secara lambat namun pasti generasi kedua warga Gereja Jawa bergeser, mereka mulai melek huruf, sebagai akibat pendidikan di sekolah maupun di rumah sakit zending sebagian generasi kedua ini beralih profesi menjadi guru dan perawat serta pegawai berbagai bidang pelayanan masyarakat termasuk di pemerintahan desa. Dari generasi kedua inilah kemudian lahir generasi ketiga warga geraja Jawa pra dan pasca kemerdekaan yang educated minded, yang dijaman kolonial didorong dan difasilitasi untuk belajar tidak hanya di Volkschool dan Vervolgschool namun juga di Schakelschool, HIS, MULO, bahkan Kweekschool dan HIK.

Yang jelas pertumbuhan gereja Jawa (di luar Golongane Wong Kristen “Jowo” kang Merdhiko yang masih belum bergabung dalam asuhan zending), apalagi sejak 1900, sangat ditentukan oleh metoda dan realisasi pekabaran Injl Zending ZGK yang tergelincir kepada kenyataan yang menyebabkan gereja Jawa tumbuh dalam ketergantungan yang akut pada para Pendeta Missi dan zendingnya.

Pendewasaan pepanthan Gereja-gereja Jawa pertama kali terjadi atas gereja Purworejo (4 Pebruari 1900) tak lama kemudian disusul pepanthan Temon. Namun pendewasaan ini ternyata lebih bersifat pamer kebisaan kepada Golongane Wong Kristen “Jowo” kang Merdhiko pimpinan Kyai Sadrach untuk membuktikan bahwa zending tidak bermaksud lain kecuali mendirikan gereja-gereja Jawa dengan pendeta-pendeta Jawa. Tanpa topangan zending, pendewasaan kedua gereja ini hanyalah ketergesaan semata. Mungkin baru pada pendewasaan kelompok Glonggong - Kebumen (3 Nopember 1911) dan kelompok Gondokusuman Yogyakarta (23 Nopember 1913) pendewasaan gereja ini agak cukup pantas disebut lebih dapat dipertanggungjawabkan. Baru sesudah berjalan 26 tahun hanya Gereja Gondokusuman yang pertama kali siap memanggil pendeta atas diri Ds. Ponidi Sopater pada tahun 1926 dari antara 17 gereja Jawa yang sudah didewasakan oleh zending yaitu Purworejo, Temon, Glonggong, Gondokusuman, Solo, Klaten, Tungkak, Patalan, Candisewu, Magelang, Kesingi, Palihan, Kebumen, Grujugan, Purbalingga, Grendeng dan Adireja.

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#12 Oct 22, 2011
Gereja-gereja ini menggeliat dibawah pimpinan Guru Injil-Guru Injil didikan Opleiding School van de Helper bij de Dienst Woords (Sekolah bagi Pembantu-pembantu Pada pelayanan Firman Tuhan/Sekolah Guru Injil) Yogyakarta dibantu serta oleh guru-guru sekolah zending dan mantri jururawat rumah sakit dan poliklinik zending. Merekalah para penumbuh dan pemimpin gereja Jawa sesungguhnya, namun di bidang dana dan ajaran ketergantungan gereja-gereja ini pada zending ZGK masih merupakan keniscayaan yang tidak bisa ditutup-tutupi.

Jika pada tanggal 17-18 Februari 1931 gereja-gereja Jawa yang saat itu menamakan diri Pesamoewan Kristen “Gereformeerd” ing Tanah Djawi Tengah sisih Kidoel, yang masing-masing mengelompok dalam 5 klasis bersinode pertama di Kebumen, ini menjadi tonggak pertama persidangan sinode Gereja-gereja Jawa Tengah Selatan untuk disusul dengan sinode-sinode berikutnya, walaupun peran serta para Pendeta Missioner ZGK masih cukup besar untuk menuntun para pemimpin gereja Jawa berjalan menapaki kedewasaannya yang masih rapuh ini.

Kedewasaan Geredja-geredja Kristen Djawa Tengah Selatan (sebutan yang akhirnya sering dipakai) menemukan kesempatan ketika gereja-gereja Jawa harus berjuang menegakkan kehidupannya sendiri saat para Pendeta Missi ditawan oleh pemerintah pendudukan Jepang sejak 1943 dan hubungan dengan gereja Eropa terputus. Saat ini era kemandirian gereja terlihat akan betul-betul mulai dapat dijalani. Namun ternyata gereja Jawa masih harus bersabar. Walaupun Gereja-gereja Kristen Jawa Tengah Selatan berhasil menggandeng saudara-saudaranya seperti Greja Kristen Jawi Wetan, Gereja Kristen Jawa Tengah Utara - Parepatan Agung, Gereja Kristen Jawa – Sekitar Muria, Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee Jawa Tengah serta Gereja Pasundan Jawa Barat dalam lembaga Dewan Permoesjawaratan Geredja-geredja Protestant di Indonesia (DPG di Indonesia) yang dibentuk tahun 1946 di Yogyakarta; dan lewat organisasi ini mereka mencanangkan euforia kemerdekaan dengan tidak mau lagi menerima bekas zending-zendingnya, namun keinginan ini harus mengalami sedikit perubahan. Gereformeerde Kerken in Nederland (GKN) dan Nederlandsch Hervormde Kerk (NHK) yang mewakili gereja pengutus masih menghendaki paling tidak adanya kerjasama dalam pekabaran Injil di Indonesia. Basoeki Probowinoto selaku utusan Geredja-geredja Kristen Djawa Tengah Selatan yang menjadi motor DPG ketika hadir sebagai utusan Gereja Jawa dalam Sinode GKN di Eindhoven tahun 1948 harus bersedia melangkah surut karena dia diingatkan oleh seniornya (S.U.Zuidema) bahwa jika gereja-gereja Gereformeerd Belanda tidak lagi diberi peran dalam pekabaran Injil sama saja dengan mematikan mereka karena dalam pengertian mereka tidak ada gereja tanpa pekabaran Injil, yang berarti mereka berhenti sebagai gereja missioner. Terpaksa Gereja Jawa harus menerima konsep bekerjasama dengan bekas zendingnya lewat Regionaal Acccord dan Algemene Accord yang ditandatangi di Belanda tahun 1948. Kerjasama ini berlangsung mulai tahun 1950-an saat Geredja-geredja Kristen Djawa Tengah Selatan disatukan dengan Geredja Kristen Djawa Tengah Utara dalam Sinode Persatuan di Salatiga 5 – 6 Juli 1949, dan sejak itu bernama Geredja-geredja Kristen Djawa Tengah (GKDT). Akibatnya sampai tahun 1970 kedewasaan gereja Jawa kembali terbelenggu dan dikerdilkan dibawah supremasi kucuran dana dan tenaga dari partner gereja Eropa. Basoeki Probowinoto sadar akan bahaya ini dan untuk itu pada tahun 1955 dia mengusulkan terobosan baru yang terkenal sebagai Nota Probowinoto, namun kenyamanan yang terlanjur dibentuk lewat kucuran dana yang berlimpah itu sulit untuk diubah. Baru sesudah secara tiba-tiba gereja partner ini menyatakan tidak lagi melanjutkan bekerjasama dalam Pekabaran Injil, justru inilah saat gereja Jawa (sejak tahun 1956 berubah nama menjadi Geredja-geredja Kristen Djawa/GKD) mendapat kesempatan menjalani kedewasaannya yang sesungguhnya dan harus dewasa dalam segalanya.

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#13 Oct 22, 2011
Waktu terus berjalan. Sesudah memproses gereja-gereja Jawa yang tumbuh dan dikembangkan di antara para transmigran di Sumatra (sejak 1936) menjadi Sinode tersendiri dengan nama Gereja-gereja Kristen Sumatra Bagian Selatan – GKSBS, Gereja-gereja Kristen Jawa yang tersebar di enam propinsi di pulau Jawa (Banten, DKI-Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur) kini berkembang pesat, pada tahun 2006 menjadi 283 gereja, berhimpun dalam 30 Klasis, dengan jumlah warga sekitar 230.000 orang, dari segala lapisan masyarakat, baik dari kalangan lapisan rendah seperti petani kecil, buruh pabrik, pedagang candak- kulak, lapisan menengah seperti pegawai, pengusaha maupun wiraswasta sampai dengan lapisan tinggi pengusaha sukses dan pejabat tinggi negara, tersebar di berbagai tempat, di kota dan di desa, dengan dilayani 281 pendeta jemaat dan 16 pendeta pelayanan khusus.

Bertumbuhlah GKJ. Biar pelan asal pasti. Tanah garapan masih terbentang luas.

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#14 Oct 22, 2011
Lembaga Terkait GKJ

YAYASAN KRISTEN TRUKAJAYA

Berdiri tanggal 26 Mei 1966, atas prakarsa tokoh-tokoh Gereja (Gereja Kristen Jawa/GKJ) pada waktu itu. Status kelembagaannya berada di bawah Sinode GKJ. Bergerak di bidang penyiapan dan pemberangkatan transmigran [transmigrasi pertama di Pugung Raharjo, Lampung] Pada tahun 80-an hanya bergerak di bidang pelatihan dan penyuluhan untuk calon transmigran [tukang kayu, montir, bengkel elektronik, baby sitter] Pada tahun 1990-1992 vakum kegiatan dan pada bulan April 1992

YAYASAN TAMAN PUSTAKA KRISTEN

Yayasan Taman Pustaka Kristen (Yayasan TPK) memulai pelayanannya sejak tahun 1946, bertempat di Jalan Kwitang No. 22, Jakarta (sekarang ditempati BPK Gunung Mulia). Didirikan oleh Ds. A. Pos, Dr. J. Verkuyl, dan teman-temannya dari Gereja Gereformeerd, dengan tujuan untuk pekabaran Injil melalui media literature (lectuurdienst). Pada tahun 1952, Yayasan TPK pindah ke Semarang dengan tugas melayani penerbitan literatur berbahasa Jawa.

YAYASAN LEMBAGA PELAYANAN HUKUM SALATIGA

YLPHS adalah suatu lembaga pelayanan hokum yang dibentuk pada tanggal18 Mei 1995. YLPHS terbentuk karena ada rasa terpanggil untuk ikut membantu mengatasi permasalahan-permasalahan hukum, baik yang dihadapi oleh organisasi, individu, maupun aspek-aspek yang berkaitan dengan hukum itu sendiri. Sudah kita maklumi bersama bahwa dewasa ini hukum di Indonesia yang seharusnya dapat menjadi pegangan dan kepastian final atas semua perselisihan, pertentangan, ketidakteraturan

YAYASAN LEMBAGA PERENCANAAN DAN PEMBINAAN PENDIDIKAN KRISTEN SINODE GKJ DAN GKI

Sejarah Singkat LPPPK Sinode adalah kependekan dari Yayasan Lembaga Perencanaan dan Pembinaan Pendidikan Kristen Sinode GKJ dan GKI Jawa Tengah. Lembaga milik Sinode GKJ dan GKI Jawa Tengah ini secara formal didirikan pada tanggal 25 Maret 1982 berdasarkan amanat Sidang Sinode XV GKJ pada tanggal 25-29 September 1978 di Salatiga dan Sidang Sinode XVII GKI Jawa Tengah
Anti Kristus

Denpasar, Indonesia

#16 Oct 22, 2011
RiezaI Fachrozie wrote:
S e l a m a t D a t a n g d i S i t u s S i n o d e G K J

Sinode Gereja-Gereja Kristen Jawa
Jalan Dr Sumardi No 8 & 10 Salatiga 50711 Indonesia

Foto2 Gereja Kristen Jawa
pukimak lu zal, ternyata domba kristus lu zal.

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#17 Oct 22, 2011
Sadhar 23 Oktober 2011

Minggu, 23 Oktober 2011

Dinten Minggu XXX Titimangsa Limrah

Kaimaman 19:1-2, 15-18; masmur 1; 1 Tesalonika; Mateus 22:34-46

BEBANTAHAN NAPA PAEDAHIPUN?

Dadi yèn Sang Prabu Dawud nyebut Sang Kristus kuwi 'Gusti', kepriyé déné Sang Kristus kokdisebut uga tedhaké Sang Prabu Dawud? Mateus 22:45

Bebantahan, punapa ta paedahipun? Asring nalikanipun manungsa punika gadhah perenaganing masalah ingkang kedahipun dipun rampungaken, nanging karena sami boten saged trimah, sedaya lajeng sami bebantahan. Sewaunipun kepingin ngrembak masalah sesarengan malah sami dene pados kekiranganing setunggallan setunggalipun. Masalah ingkang sewau dados tujuaning pirembakan malah boten saged karampungaken. Ingkang wonten namung gudres,sami rebat leresipun piyambak.

Mekaten ugi nalikanipun Gusti Yesus sami makempal kaliyan kathah tiyang. Wonten saperanganing tiyang ingkang badhe ndhawahaken Gusti. Dados niatipun cetha sampun boten sae,bilih badhe ndawahaken Gusti Yesus ing sangajenging tiyang kathah. Pramila ingkang dipun wegdalaken namung kesiapan kanggeh adu pirembagan kaliyan Gusti Yesus. Gusti Yesus ingkang pirsa bab punika, ngemutaken kanthi sanepanipun. Ing cariyos punika ingkang lagkung wigatos boten namung bab rembaganipun, nanging kadospundi panampining sadaya tiyang punika dhateng Gusti Allah. Pramila ing sasisih Gusti ngemutaken dhateng ingkang nyobi panjenenganipun, ing sisih sanes Gusti Yesus ugi ngemutaken kadospundi badhe manggihaken panampining gesang dhateng Gusti Allah. Ingkang punika sang Mesih.

Lumantar piwulang punika cetha bilih menawi kepingin saestu madosi punapa ingkang dados keparengipun Gusti , prayoginipun botendipun padosi kanthi badhe ndhawahaken sinten kemawon. Utawi malah nuwuhaken bebantahan ingkang saged damel tatuning manah. Awit pancen keparengipun ingkang boten saged jinajagan punika manungsa ingkang winates kedah nyalarasaken gesang manut keparengipun. TRW

“Original ID And Nickname Only”

Since: Apr 11

Location hidden

#18 Oct 22, 2011
CATATAN VISITASI KHUSUS

Catatan Perjalanan Visitasi Khusus Bapelsin XXV GKJ ke Klasis Purworejo dan Klasis Magelang, pada hari Rabu, 12 Oktober 2011:

Klasis Purworejo

Sharing Program Klasis Purworejo untuk memanfaatkan tanah di Jl. Jendral Sudiman Purworejo, sehubungan dengan rencana pembangunan bandara di daerah tersebut.

Proteksi Kesehatan Pendeta

Harapan agar bahan pembinaan seperti: buku-buku Kotbah Jangkep diberikan tafsir yang memadai sehingga bagi gereja-gereja yang belum berpendeta dan pembaca bukan pendeta yang memanfaatkan Buku Kotbah Jangkep dapat terbantu. Saran untuk buku Renungan Harian Sadhar supaya menggunakan 1 atau 2 ayat sebagai dasar perenungan sehingga memudahkan pemahaman para pembaca.

Pergumulan gereja tentang rumah bagi pendeta emeritus, ada harapan supaya dapat dibantu dari Dana Abadi Sinode GKJ.

Perlunya Peraturan tentang Kesejahteraan bagi Pendeta Emiritus

Harapan agar Sinode GKJ dapat membantu mengalokasikan anggaran bagi warga diakonia.

Badan Hukum Sinode Gereja Kristen Jawa untuk pengurusan tanah dan atau yang berhubungan dengan pemerintahan.

Klasis Magelang

Badan Hukum Sinode Gereja Kristen Jawa untuk pengurusan tanah dan atau yang berhubungan dengan pemerintahan.

Badan Hukum Sinode Gereja Kristen Jawa untuk pengurusan tanah dan atau yang berhubungan dengan pemerintahan.

Pernikahan beda agama dan pernikahan dengan pasangan yang sudah pernah bercerai

Harapan agar Sinode GKJ mempunyai sikap yang jelas terhadap Perjamuan Kudus Untuk Anak.

Harapan agar Sinode GKJ dapat berperan dalam lingkup yang lebih luas, mengingat gereja-gereja dan Klasis sudah mulai kuat untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat Klasikal.

Konferensi pendeta dipandang perlu, mengingat banyak persoalan yang memerlukan pendampingan khususnya terhadap para pendeta.

Konferensi pendeta dipandang perlu, mengingat banyak persoalan yang memerlukan pendampingan khususnya terhadap para pendeta.

Tenaga gereja/ pendeta dan keikutsertaannya dalam Dana Pensiun GKJ
Paulus

United States

#25 Oct 22, 2011
Pastor ngewek dg biarawati di dlm gereja
Http://salibpagan.xtgem.com
Paulus

United States

#26 Oct 22, 2011
Domba Kristus

Denpasar, Indonesia

#27 Oct 22, 2011
Paulus wrote:
Pastor ngewek dg biarawati di dlm gereja
Http ://salibpagan .xtgem .com
Paulus wrote:
Http ://kristensesat .faa. im
Yesus Kritus mencintai mu

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 3
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Malaysia Discussions

Title Updated Last By Comments
Gigolo jakarta brondong (Jan '13) 4 min Siiaappp nemenin ... 243
Apakah telah tiba masanya KETUANAN PRIBUMI di i... 16 min Henrie 29
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 32 min hamba ALLAH 107,730
AKU GAY mau isap KONTOL/KOTE (Mar '10) 33 min adi 9,770
DAFTAR Nomer HANDPHONE ARTIS INDONESIA. (Oct '11) 1 hr lala 686
Cewek SMA udah ga ada yg PERAWAN 1 hr Ady Abdullah 4
GAY JAKARTA, ayo berhimpun disini (Oct '11) 1 hr irawan 2,678
Sabah sudah mampu ikut mengeruk minyak Indon!! 4 hr Chevron 57
KASlHAN KPD M'SIA TAK BOLEH BELI HELICOPTER,BRU... 5 hr noto 114
Sriwijaya sudah terbukti berpusat dan bermula d... 8 hr Bravoer 2,870
Indonz bangga menjadi babu,TKI dan kuli orang S... 8 hr Raden 65
More from around the web