rekan2 muslim sering mengatakan bahwa kata "KAMI" dalam Quran itu berarti ALLAH + Malaikat Jibril. Atau bisa juga kata "KAMI" itu hanya ALLAH saja tanpa malaikat.
Sekarang mari kita diskusikan beberapa ayat sebagai contoh :
QS. 16:63
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang pedih.
tanggapan : lihat kalimat " demi Allah " , jika kata "KAMI" berarti ALLAH + Malaikat, mengapa Allah bersumpah kepada allah? allah yg mana lagi ini?
coba gantikan kata "KAMI itu dgn malaikat saja? bolehkah malaikat mengutus Rasul? Jika kata "KAMI" diganti jd ALLAH, mengapa ALLAH bersumpah kepada allah? allah yang mana lagi??
lihat lagi contoh ini
QS 2:34
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
tanggapan : jika kata "KAMI" berarti ALLAH + Malaikat, mengapa allah + malaikat berfirman kepada malaikat ? malaikat kok ikut- ikutan berfirman?
Rekan2 muslim tolong jelaskan pada saya kata "KAMI" di contoh ayat diatas. Jika ada pihak lain pada kata "KAMI" diatas tolong berikan penjelasan sederhana saja.
Thread ini tidak dimaksudkan menyerang keyakinan, hanya untuk diskusi saja.
wassalam
Malaysia
Siapakah "KAMI" dalam QURAN
- Posted in the Malaysia Forum
Comments
|
mmm...belum ada jawaban jugakah?
|
|
|
dari sebuah milis, semoga bisa membantu.
Betul bahwa Allah sering menggunakan kata-kata "Kami-Nahnu atau na" dalam al-Qur'an. Menurut pemikiran tafsir, jika Allah menggunakan kata-kata Kami, ada makna khusus yang ingin disampaikan oleh Allah lewat ayat-ayat tsb. A. Konteks penggunaan pertama. Kata Kami bermakna bahwa dalam mengerjakan tindakan tersebut, Allah melibatkan unsur-unsur makhluk [selain diri-Nya sendiri]. Dalam kasus nuzulnya al-Qur'an, makhluk-makhluk yang terlibat dalam pewahyuan dan pelestarian keasliannya adalah sejumlah malaikat, terutama Jibril; kedua Nabi sendiri; ketiga para pencatat/penulis wahyu; keempat, para huffadz [penghafal] dll.[Coba perhatikan baik-baik, kebanyakan ayat-ayat yang bercerita tentang turunnya al-Qur'an [dalam format kalimat aktif], Allah cenderung menggunakan kata Kami]. Contoh "Sesungguhnya Kami telah turunkan al-Zikr [al-Qur'an] dan Kami Penjaganya [keaslian]".[kami lupa pada surat dan ayat berapa]. [Contoh lain coba lihat ayat-ayat tentang mencari rezki. Dalam ayat-ayat tsb. Allah sering menggunakan kata Kami; artinya, rezki harus diusahakan oleh manusia itu sendiri, walaupun kita juga yakin bahwa rezki sudah ditentukan oleh Allah] B. Konteks penggunaan kedua Kata kami secara sosio-linguistik Arab bermakna "ta'dzim" [kata-kata yang sopan untuk menghilangkan kesan keakuan terutama ketika kita bicara kepada orang besar, atau orang banyak]. Nah dalam arti ini, ketika dipakai kata Kami, ayat tersebut menggambarkan proses komunikasi dengan etika yang lebih sopan [mungkin seperti cara ngomong orang jawa dengan bahasa "ngoko"] C. Konteks penggunaan ketiga. Ayat yang menggunakan kata Kami biasanya menceritakan sebuah peristiwa besar yang berada di luar kemampuan jangkauan nalar manusia, seperti penciptaan Adam, penciptaan bumi, dan langit. Di sini, selain peristiwa itu sendiri yang nilai besar, Allah sendiri ingin menokohkan/memberi kesan "Kemahaan-Nya" kepada manusia, agar manusia dapat menerima/mengimani segala sesuatu yang berada di luar jangkauan nalar/rasio manusia. Contoh. "Sesungguhnya KAMI telah menciptakan kamu (Adam), lalu KAMI bentuk tubuhmu, kemudian KAMI katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud" [al-A'raf 7:11] Salam, Nero aka Antimalay |
|
|
Pengertian KAMI dalam konteks terjemahan Bahasa Arab :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Allah SWT Maha Esa, berarti Dia itu satu, bukan dua atau tiga. Maha Suci Allah dari sifat lebih dari satu. Allah SWT itu bukan manusia dan bukan pula makhluk hidup dengan jenis kelamin. Maka Dia bukan laki-laki dan juga bukan perempuan, bukan pula banci (naudzubillah minta dzalik). Adapun bahasa arab, memang punya 14 dhamir atau kata ganti orang. Mulai dari huwa sampai nahnu. Huwa adalah kata ganti untuk orang ketiga, tunggal dan laki-laki. Di dalam Al-Quran, penggunaan kata ganti orang ini sering juga diterapkan untuk lafadz Allah SWT. Al-Quran membahasakan Allah dengan kata ganti Dia (huwa). Di mana makna aslinya adalah dia laki-laki satu orang. Tetapi kita tahu bahwa Allah SWT bukan laki-laki dan juga bukan perempuan atau banci. Kalau ternyata Al-Quran menggunakan kata ganti Allah dengan lafadz huwa, dan bukan hiya (untuk perempuan), sama sekali tidak berarti bahwa Allah itu laki-laki. Penggunaan kata ganti huwa (yang sebenarnya untuk laki-laki) adalah ragam keistimewaan bahasa arab yang tidak ada seorang pun meragukannya. Maka demikian pula dengan penggunaan kata nahnu, yang meski secara penggunaan asal katanya untukkata ganti orang pertama, jamak (lebih dari satu), baik laki-laki maupun perempuan, namun sama sekali tidak berarti Allah itu berjumlah banyak. Orang arab sendiri akan terpingkal-pingkal kalau melihat cara orang Indonesia berusaha menyesatkan orang lain lewat logika aneh bin ajaib seperti ini, yaitu mengatakan Allah itu banyak hanya lantaran di Al-Quran Allah seringkali menggunakan kata ganti kami (nahnu). Betapa kerdilnya logika yang dikembangkan, niatnya mau sok tahu dengan bahasa arab, sementara orang arab sendiri mafhum bahwa bahasa mereka istimewa. Tidak semua kata nahnu (kami) selalu berarti pelakunya banyak. Memang benar secara umum kata nahnu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi orang yang bodoh dengan bahasa arab terkecoh besar dengan ungkapan ini. Sebenarnya kata kami tidak selalu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi juga menunjukkan kebesaran orang yang menggunakannya. Misalnya, seorang presiden dari negara arab mengatakan begini, "Kami menyampaikan salam kepada kalian", apakah berarti jumlah presiden negara itu ada lima orang? Tentu saja tidak. Sebab kata "kami" yang digunakannya menggambarkan kebesaran negara dan bangsanya, bukan menunjukkan jumlah presidennya. Tukang becak di pinggir jalan pun tahu bahwa yang namanya presiden di semua negara pastilah jumlahnya cuma satu, tidak mungkin ada lima. Hanya orang bodoh saja yang mengatakan presiden ada lima. Dan hanya orang bodoh tidak pernah makan sekolahan saja yang mengatakan bahwa Allah itu ada banyak, hanya gara-gara Dia menyebut dirinya dengan lafadz KAMI. Ini adalah logika paling gila yang pernah diucapkan oleh hewan yang merayap di muka bumi yang mengaku bernama manusia. Dan sayangnya, dengan logika jungkir balik tidak karuan seperti ini, masih saja ada orang yang mau melahapnya mentah-mentah. Masih saja jatuh korban kesesatan tidak lucu dari massa mengambang muslim. Dan sayangnya, masih saja ada yang bertanya seperti ini di situs Eramuslim, cukup aneh dan tidak jelas apa motivnya. |
|
anda benar, kata "KAMI" disini bukan berarti jamak, namun mari kita baca baik2 salah satu contoh ayat ini QS. 16:63 Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang pedih. mari kita ganti kata "KAMI" menjadi org pertama tunggal a. Allah saja lihat kalimat pertama di ayat diatas "Demi Allah". Jika kata "KAMI" diganti jd ALLAH, Mengapa ALLAH bersumpah kepada allah? allah yang mana lagi? b. Malaikat saja Jika kata "KAMI" diganti menjadi malaikat, bolehkah malaikat mengutus Rasul? yang mana yang benar? |
|
|
Pengertian KAMI menurut Harun Yahya, seorang ulama dan penulis Islam terkenal :
Kata ”Kami” dalam ayat ini berarti Allah sendiri. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah tidak punya sekutu. Dialah Allah Yang Maha Perkasa, Pencipta segalanya dan Zat Yang meliputi segala sesuatu dalam pengetahuan-Nya. Dalam beberapa bagian Al Qur'an, Allah menyebut diri-Nya dengan kata ”Aku”, dan dalam beberapa bagian lain dengan kata ”Kami”. Dalam bahasa Arab, yaitu bahasa Al Qur'an, kata ”Kami” juga digunakan untuk menyebutkan satu orang dengan tujuan menambahkan kesan berkuasa dan rasa hormat pendengarnya. Dalam Bahasa Indonesia, kita pun kadang-kadang menyebutkan ”kami” meskipun yang kita maksud adalah ”saya” untuk lebih terkesan sopan. Dalam bagian-bagian berikut dalam buku ini, kalian akan melihat contoh ayat-ayat (dari Al Qur'an) dan surat (bab-bab Al Qur'an). Semuanya adalah kata-kata yang paling benar karena merupakan kata-kata Allah, Yang mengetahui diri kita lebih baik, bahkan dibandingkan diri kita sendiri. |
|
ok kita tafsirkan kata "KAMI" pasa ayat diatas adalah Allah sendiri. Tapi coba lihat di kalimat pertama "Demi Allah" di ayat QS. 16:63 Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu,......... kepada siapa Allah bersumpah sehingga Dia berkata "Demi Allah" |
|
|
Joined: Jan 8, 2008
Comments: 4698
|
Sedara! "Kami" itu ialah bahasa lembut Allah untuk membahasakan diri-Nya kepada hamba2-Nya, not more than that ok? contohnya bahasa melayu sarawak yang dikatakan sebagai bahasa yang lembut, juga menggunakan istilah "Kami" atau "Kamek" untuk membahasakan diri kepada orang lain. ia adalah bahasa yang berbudi- bahasa, sopan- santun n lemah lembut, faham sekarang? |
buat mu..nih gw jawab pertanyaan lo..yaaa...makanya jangan suka motong2 ayat surat yang lo sebutka tadi adalah bagian surat an nahl yang disebut juga an-niam (kenimatan)..bagian yang lo sebutkan tadi adalah bagian dimana pemberitahuna malaikat..akan siksa mereka yang memberikan sesuatu yang tak pantas pada allah... 60. Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 16:6 61. Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.(QS. 16:61) 62. Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, dan lidah mereka mengucapkan kedistaan, yaitu bahwa sesungguhnya merekalah yang akan mendapat kebaikan. Tiadalah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan (ke dalamnya).(QS. 16:62) 63. Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang pedih.(QS. 16:63) klo lo orang indo..lo pasti tau..klo dalam surat ini gak menceritakan tentang allah sendiri..melainkan malaikat yang menceritakan kekuasaan allah..dan 1 lagi..klo bodoh and mau fitnah..jangan bodoh2 banget..disurat ini juga gak ada kata aku..yang ada allah..ama kami??so yang banyak tu malaikat..buakan tuhan..understand |
|
dah dijawan koq..coa baca surat an-nahl..secara langkap dari ayat 60.pasti tau apa maksud kata kami |
|
sebenarnya supaya lebih terfokus, kita bahas 2 ayat yang kuberikan di thread ini. Tak usahalah kita bahas yg lain2. Menurut saudari kata "KAMI" di dua ayat diatas menunjukkan siapa? a. Allah saja b. Malaikat saja c. Allah dan Malaikat |
|
Dalam hal ini anda berpendapat bahwa kata "KAMI itu berarti malaikat saja. Coba lihat kalimat keduanya "sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu" jika kata "KAMI" diganti jadi malaikat, bolehkah malaikat mengutus Rasul? |
|
|
Joined: Jan 8, 2008
Comments: 4698
|
ayat yang mana???? |
mas mbak and siapa namamu..??alquran tu bukan hanya tergantung pada 1 surat saja..sama seperti injil yang dalamnya ada surat dari paulus buat jemaat di galatia..cuma pada dasarnya itu penjelasan tentang lebah...adakah dalam injil kalian penjelasan sedetail itu untuk binatang??o ya..gak mungkin yah:D..and 1 lagi..banyak pertanyaan ini di forum lain..insya allah ku jawab semua allahu akbar |
|
coba saudari baca 2 ayat di postigan pertama saya. |
|
begini loh mas atau mbak, saya juga dulu sering baca quran, dan saya sering menemukan kata "KAMI" yang jika diganti dgn kata, Allah, Malaikat atau gabungan keduanya membuat kita bingung siapa sebenarnya "KAMI" itu. Lihat aja contohnya di QS 16:63 |
|
|
“real name is "MULENTINOLOPA"”
Joined: Feb 19, 2008
Comments: 567
Nusantara
ISP Location:
Bandung, Indonesia
|
kamu baca tafsiran Al-Quran,,,jangan baca pake tafsiran dong itu hanya penafsiran terhadap bahasa jangan samakan injil dengan Al-Quran yang pake bahasa Indo (tidak asli lagi seharusnya bahasa yahudi, sedangkan Al-Quran itu pake bahasa arab untukpengartian itu hanya penafsiran bahasa saja) tidak ada Al-Quran yang berbahasa Indo ada juga Penafsiran Al-Quran yang berbahasa Indo... klo untuk injil mungkin ada yang berbahasa Indo jelas (^P_L^) |
|
Gue liat si anti Islam mempermalahkan Kata "Demi" yang ada di depan kata Allah, sehingga menjadi "Demi Allah"
pengertian disini adalah Demi Diri_KU Jadi semua yang kita lakukan adalah karna Allah semata, bukan karna makhluk lainnya. Dalam bahasa Arab, banyak hal yang agak membingungkan jika diterjemahkan, karena itu kita harus mengartikannya dari keseluruhan kalimat. Al Qur'an tidak bisa diterjemahkan kata demi kata, tapi harus secara keseluruhannya, karna jika sepotong2 maka artinya akan berbeda dan terjadi kesalahpahaman. gue sarankan lo baca dan pelajari Terjemahan Al Qur'an secara lengkap, lalu kalo ada pertanyaan, silakan tanyakan pada orang yg lebih ahli dari kami atau pada seorang Ustadz. |
|
Assalamualaikum bersumpah dalam Islam tidak boleh menggunakan kata yang lain selain "DEMI ALLAH". jadi wajar saja jika Jibril yang mewakili kerajaan surga berkata: "Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih".(QS.16:63) Orang-orang yang sempit hatinya dan memiliki penyakit didalam hatinya selalu memakai ayat ini sebagai senjata dalam da'wah mereka dan mengatakan bahwa kata "KAMI" disitu adalah perkataan Rasulullah sebenarnya ayat tersebut bukanlah hal yang rumit untuk di mengerti apabila tujuan dari pertanyaan itu bukanlah semata-mata bukan untuk mencari kesalahan dan pertentangan di dalam Alquran. semoga anda dapat memahami ayat tersebut dengan baik dan benar-benar bertujuan untuk menambah pengetahuan ttg Islam, dan mudah2an Allah memberikan hidayah kepada anda. |
|
ok kita tafsirkan kalimat "demi Allah" bukan sebuah sumpah melaikan sesuatu yg kita berikan untuk ALLAH, namun lihat kalimat berikutnya di ayat itu "sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu" siapa kata "KAMI" di ayat ini? bukankah itu Malaikat? mengapa malaikat yg mengutus Rasul? saya masih belum menemukan jawaban yg pas. Saya sudah kasi pilihan. Kata "KAMI" pada 2 ayat diatas menunjukkan : a. Allah b. Malaikat c. Allah dan malaikat. |
|
Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.
| Topic | Updated | Last By | Comments |
|---|---|---|---|
| VAT69: gue tolOL | 5 min | Ranma | 6 |
| Ranma: gue anAK PUnguT. | 7 min | Ranma | 3 |
| Navy Commanders Chat From World's Largest Warsh... | 17 min | jc whitehead | 1 |
| forumer malaysia raja debat pagi ni!! | 21 min | Ranma | 18 |
| i n d o n = b e r u k t e r l e p a s | 23 min | Ranma | 25 |
| Combro MINTA MAAF!!! | 35 min | Ranma | 5 |
| >> Quality proton, KALAH DENGAN QUALITY AVANZA,... | 36 min | COMBRO | 66 |

