Local: Malaysia  (change)

 | 

Join the Topix community today: 

Sign Up

 | 

Sign In

Advertisment
Malaysia

Siapakah "KAMI" dalam QURAN

Comments

Showing posts 1 - 20 of 117
« prev | next »
Go to last post | Jump to page:
bingung
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#1
May 12, 2008
 
rekan2 muslim sering mengatakan bahwa kata "KAMI" dalam Quran itu berarti ALLAH + Malaikat Jibril. Atau bisa juga kata "KAMI" itu hanya ALLAH saja tanpa malaikat.

Sekarang mari kita diskusikan beberapa ayat sebagai contoh :

QS. 16:63
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang pedih.

tanggapan : lihat kalimat " demi Allah " , jika kata "KAMI" berarti ALLAH + Malaikat, mengapa Allah bersumpah kepada allah? allah yg mana lagi ini?

coba gantikan kata "KAMI itu dgn malaikat saja? bolehkah malaikat mengutus Rasul? Jika kata "KAMI" diganti jd ALLAH, mengapa ALLAH bersumpah kepada allah? allah yang mana lagi??

lihat lagi contoh ini

QS 2:34
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

tanggapan : jika kata "KAMI" berarti ALLAH + Malaikat, mengapa allah + malaikat berfirman kepada malaikat ? malaikat kok ikut- ikutan berfirman?

Rekan2 muslim tolong jelaskan pada saya kata "KAMI" di contoh ayat diatas. Jika ada pihak lain pada kata "KAMI" diatas tolong berikan penjelasan sederhana saja.

Thread ini tidak dimaksudkan menyerang keyakinan, hanya untuk diskusi saja.

wassalam
bingung
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#2
May 12, 2008
 
mmm...belum ada jawaban jugakah?
Nero
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#3
May 12, 2008
 
dari sebuah milis, semoga bisa membantu.

Betul bahwa Allah sering menggunakan kata-kata "Kami-Nahnu atau na" dalam al-Qur'an.

Menurut pemikiran tafsir, jika Allah menggunakan
kata-kata Kami, ada makna khusus yang ingin disampaikan oleh Allah lewat ayat-ayat tsb.

A. Konteks penggunaan pertama.

Kata Kami bermakna bahwa dalam mengerjakan tindakan tersebut, Allah melibatkan unsur-unsur makhluk [selain diri-Nya sendiri].
Dalam kasus nuzulnya al-Qur'an, makhluk-makhluk yang terlibat dalam pewahyuan dan pelestarian keasliannya adalah sejumlah malaikat, terutama Jibril;
kedua Nabi sendiri; ketiga para pencatat/penulis wahyu; keempat, para huffadz [penghafal] dll.[Coba perhatikan baik-baik, kebanyakan ayat-ayat
yang bercerita tentang turunnya al-Qur'an [dalam format kalimat aktif], Allah cenderung menggunakan kata Kami].

Contoh
"Sesungguhnya Kami telah turunkan al-Zikr [al-Qur'an] dan Kami Penjaganya [keaslian]".[kami lupa pada surat dan ayat berapa].

[Contoh lain coba lihat
ayat-ayat tentang mencari rezki. Dalam ayat-ayat tsb. Allah sering menggunakan
kata Kami; artinya, rezki harus diusahakan oleh manusia itu sendiri, walaupun
kita juga yakin bahwa rezki sudah ditentukan oleh Allah]

B. Konteks penggunaan kedua

Kata kami secara sosio-linguistik Arab bermakna "ta'dzim" [kata-kata yang sopan
untuk menghilangkan kesan keakuan terutama ketika kita bicara kepada orang besar,
atau orang banyak]. Nah dalam arti ini, ketika dipakai kata Kami, ayat tersebut
menggambarkan proses komunikasi dengan etika yang lebih sopan [mungkin seperti cara
ngomong orang jawa dengan bahasa "ngoko"]

C. Konteks penggunaan ketiga.

Ayat yang menggunakan kata Kami biasanya menceritakan sebuah peristiwa besar
yang berada di luar kemampuan jangkauan nalar manusia, seperti penciptaan Adam,
penciptaan bumi, dan langit. Di sini, selain peristiwa itu sendiri yang nilai besar,
Allah sendiri ingin menokohkan/memberi kesan "Kemahaan-Nya" kepada manusia, agar
manusia dapat menerima/mengimani segala sesuatu yang berada di luar jangkauan
nalar/rasio manusia.
Contoh.
"Sesungguhnya KAMI telah menciptakan
kamu (Adam), lalu KAMI bentuk tubuhmu,
kemudian KAMI katakan kepada para malaikat:
"Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka
merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk
mereka yang bersujud" [al-A'raf 7:11]

Salam,
Nero aka Antimalay
Nero
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#4
May 12, 2008
 
Pengertian KAMI dalam konteks terjemahan Bahasa Arab :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Allah SWT Maha Esa, berarti Dia itu satu, bukan dua atau tiga. Maha Suci Allah dari sifat lebih dari satu.

Allah SWT itu bukan manusia dan bukan pula makhluk hidup dengan jenis kelamin. Maka Dia bukan laki-laki dan juga bukan perempuan, bukan pula banci (naudzubillah minta dzalik).

Adapun bahasa arab, memang punya 14 dhamir atau kata ganti orang. Mulai dari huwa sampai nahnu. Huwa adalah kata ganti untuk orang ketiga, tunggal dan laki-laki.

Di dalam Al-Quran, penggunaan kata ganti orang ini sering juga diterapkan untuk lafadz Allah SWT. Al-Quran membahasakan Allah dengan kata ganti Dia (huwa). Di mana makna aslinya adalah dia laki-laki satu orang. Tetapi kita tahu bahwa Allah SWT bukan laki-laki dan juga bukan perempuan atau banci.

Kalau ternyata Al-Quran menggunakan kata ganti Allah dengan lafadz huwa, dan bukan hiya (untuk perempuan), sama sekali tidak berarti bahwa Allah itu laki-laki.

Penggunaan kata ganti huwa (yang sebenarnya untuk laki-laki) adalah ragam keistimewaan bahasa arab yang tidak ada seorang pun meragukannya.

Maka demikian pula dengan penggunaan kata nahnu, yang meski secara penggunaan asal katanya untukkata ganti orang pertama, jamak (lebih dari satu), baik laki-laki maupun perempuan, namun sama sekali tidak berarti Allah itu berjumlah banyak.

Orang arab sendiri akan terpingkal-pingkal kalau melihat cara orang Indonesia berusaha menyesatkan orang lain lewat logika aneh bin ajaib seperti ini, yaitu mengatakan Allah itu banyak hanya lantaran di Al-Quran Allah seringkali menggunakan kata ganti kami (nahnu). Betapa kerdilnya logika yang dikembangkan, niatnya mau sok tahu dengan bahasa arab, sementara orang arab sendiri mafhum bahwa bahasa mereka istimewa.

Tidak semua kata nahnu (kami) selalu berarti pelakunya banyak. Memang benar secara umum kata nahnu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi orang yang bodoh dengan bahasa arab terkecoh besar dengan ungkapan ini. Sebenarnya kata kami tidak selalu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi juga menunjukkan kebesaran orang yang menggunakannya.

Misalnya, seorang presiden dari negara arab mengatakan begini, "Kami menyampaikan salam kepada kalian", apakah berarti jumlah presiden negara itu ada lima orang? Tentu saja tidak. Sebab kata "kami" yang digunakannya menggambarkan kebesaran negara dan bangsanya, bukan menunjukkan jumlah presidennya.

Tukang becak di pinggir jalan pun tahu bahwa yang namanya presiden di semua negara pastilah jumlahnya cuma satu, tidak mungkin ada lima. Hanya orang bodoh saja yang mengatakan presiden ada lima. Dan hanya orang bodoh tidak pernah makan sekolahan saja yang mengatakan bahwa Allah itu ada banyak, hanya gara-gara Dia menyebut dirinya dengan lafadz KAMI.

Ini adalah logika paling gila yang pernah diucapkan oleh hewan yang merayap di muka bumi yang mengaku bernama manusia. Dan sayangnya, dengan logika jungkir balik tidak karuan seperti ini, masih saja ada orang yang mau melahapnya mentah-mentah. Masih saja jatuh korban kesesatan tidak lucu dari massa mengambang muslim.

Dan sayangnya, masih saja ada yang bertanya seperti ini di situs Eramuslim, cukup aneh dan tidak jelas apa motivnya.
bingung
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#5
May 12, 2008
 
Nero wrote:
Pengertian KAMI dalam konteks terjemahan Bahasa Arab :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Allah SWT Maha Esa, berarti Dia itu satu, bukan dua atau tiga. Maha Suci Allah dari sifat lebih dari satu.
Allah SWT itu bukan manusia dan bukan pula makhluk hidup dengan jenis kelamin. Maka Dia bukan laki-laki dan juga bukan perempuan, bukan pula banci (naudzubillah minta dzalik).
Adapun bahasa arab, memang punya 14 dhamir atau kata ganti orang. Mulai dari huwa sampai nahnu. Huwa adalah kata ganti untuk orang ketiga, tunggal dan laki-laki.
Di dalam Al-Quran, penggunaan kata ganti orang ini sering juga diterapkan untuk lafadz Allah SWT. Al-Quran membahasakan Allah dengan kata ganti Dia (huwa). Di mana makna aslinya adalah dia laki-laki satu orang. Tetapi kita tahu bahwa Allah SWT bukan laki-laki dan juga bukan perempuan atau banci.
Kalau ternyata Al-Quran menggunakan kata ganti Allah dengan lafadz huwa, dan bukan hiya (untuk perempuan), sama sekali tidak berarti bahwa Allah itu laki-laki.
Penggunaan kata ganti huwa (yang sebenarnya untuk laki-laki) adalah ragam keistimewaan bahasa arab yang tidak ada seorang pun meragukannya.
Maka demikian pula dengan penggunaan kata nahnu, yang meski secara penggunaan asal katanya untukkata ganti orang pertama, jamak (lebih dari satu), baik laki-laki maupun perempuan, namun sama sekali tidak berarti Allah itu berjumlah banyak.
Orang arab sendiri akan terpingkal-pingkal kalau melihat cara orang Indonesia berusaha menyesatkan orang lain lewat logika aneh bin ajaib seperti ini, yaitu mengatakan Allah itu banyak hanya lantaran di Al-Quran Allah seringkali menggunakan kata ganti kami (nahnu). Betapa kerdilnya logika yang dikembangkan, niatnya mau sok tahu dengan bahasa arab, sementara orang arab sendiri mafhum bahwa bahasa mereka istimewa.
Tidak semua kata nahnu (kami) selalu berarti pelakunya banyak. Memang benar secara umum kata nahnu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi orang yang bodoh dengan bahasa arab terkecoh besar dengan ungkapan ini. Sebenarnya kata kami tidak selalu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi juga menunjukkan kebesaran orang yang menggunakannya.
Misalnya, seorang presiden dari negara arab mengatakan begini, "Kami menyampaikan salam kepada kalian", apakah berarti jumlah presiden negara itu ada lima orang? Tentu saja tidak. Sebab kata "kami" yang digunakannya menggambarkan kebesaran negara dan bangsanya, bukan menunjukkan jumlah presidennya.
Tukang becak di pinggir jalan pun tahu bahwa yang namanya presiden di semua negara pastilah jumlahnya cuma satu, tidak mungkin ada lima. Hanya orang bodoh saja yang mengatakan presiden ada lima. Dan hanya orang bodoh tidak pernah makan sekolahan saja yang mengatakan bahwa Allah itu ada banyak, hanya gara-gara Dia menyebut dirinya dengan lafadz KAMI.
anda benar, kata "KAMI" disini bukan berarti jamak, namun mari kita baca baik2 salah satu contoh ayat ini

QS. 16:63
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang pedih.

mari kita ganti kata "KAMI" menjadi org pertama tunggal

a. Allah saja

lihat kalimat pertama di ayat diatas "Demi Allah". Jika kata "KAMI" diganti jd ALLAH, Mengapa ALLAH bersumpah kepada allah? allah yang mana lagi?

b. Malaikat saja

Jika kata "KAMI" diganti menjadi malaikat, bolehkah malaikat mengutus Rasul?

yang mana yang benar?
Nero
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#6
May 12, 2008
 
Pengertian KAMI menurut Harun Yahya, seorang ulama dan penulis Islam terkenal :

Kata ”Kami” dalam ayat ini berarti Allah sendiri. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah tidak punya sekutu. Dialah Allah Yang Maha Perkasa, Pencipta segalanya dan Zat Yang meliputi segala sesuatu dalam pengetahuan-Nya.

Dalam beberapa bagian Al Qur'an, Allah menyebut diri-Nya dengan kata ”Aku”, dan dalam beberapa bagian lain dengan kata ”Kami”. Dalam bahasa Arab, yaitu bahasa Al Qur'an, kata ”Kami” juga digunakan untuk menyebutkan satu orang dengan tujuan menambahkan kesan berkuasa dan rasa hormat pendengarnya. Dalam Bahasa Indonesia, kita pun kadang-kadang menyebutkan ”kami” meskipun yang kita maksud adalah ”saya” untuk lebih terkesan sopan. Dalam bagian-bagian berikut dalam buku ini, kalian akan melihat contoh ayat-ayat (dari Al Qur'an) dan surat (bab-bab Al Qur'an). Semuanya adalah kata-kata yang paling benar karena merupakan kata-kata Allah, Yang mengetahui diri kita lebih baik, bahkan dibandingkan diri kita sendiri.
bingung
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#7
May 12, 2008
 
Nero wrote:
Pengertian KAMI menurut Harun Yahya, seorang ulama dan penulis Islam terkenal :
Kata ”Kami” dalam ayat ini berarti Allah sendiri. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah tidak punya sekutu. Dialah Allah Yang Maha Perkasa, Pencipta segalanya dan Zat Yang meliputi segala sesuatu dalam pengetahuan-Nya.
ok kita tafsirkan kata "KAMI" pasa ayat diatas adalah Allah sendiri. Tapi coba lihat di kalimat pertama "Demi Allah" di ayat

QS. 16:63
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu,.........

kepada siapa Allah bersumpah sehingga Dia berkata "Demi Allah"

Joined: Jan 8, 2008
Comments: 4698
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#8
May 12, 2008
 
bingung wrote:
rekan2 muslim sering mengatakan bahwa kata "KAMI" dalam Quran itu berarti ALLAH + Malaikat Jibril. Atau bisa juga kata "KAMI" itu hanya ALLAH saja tanpa malaikat.
Sekarang mari kita diskusikan beberapa ayat sebagai contoh :
QS. 16:63
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang pedih.
tanggapan : lihat kalimat " demi Allah " , jika kata "KAMI" berarti ALLAH + Malaikat, mengapa Allah bersumpah kepada allah? allah yg mana lagi ini?
coba gantikan kata "KAMI itu dgn malaikat saja? bolehkah malaikat mengutus Rasul? Jika kata "KAMI" diganti jd ALLAH, mengapa ALLAH bersumpah kepada allah? allah yang mana lagi??
lihat lagi contoh ini
QS 2:34
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
tanggapan : jika kata "KAMI" berarti ALLAH + Malaikat, mengapa allah + malaikat berfirman kepada malaikat ? malaikat kok ikut- ikutan berfirman?
Rekan2 muslim tolong jelaskan pada saya kata "KAMI" di contoh ayat diatas. Jika ada pihak lain pada kata "KAMI" diatas tolong berikan penjelasan sederhana saja.
Thread ini tidak dimaksudkan menyerang keyakinan, hanya untuk diskusi saja.
wassalam
Sedara!
"Kami" itu ialah bahasa lembut Allah untuk membahasakan diri-Nya kepada hamba2-Nya, not more than that ok? contohnya bahasa melayu sarawak yang dikatakan sebagai bahasa yang lembut, juga menggunakan istilah "Kami" atau "Kamek" untuk membahasakan diri kepada orang lain. ia adalah bahasa yang berbudi- bahasa, sopan- santun n lemah lembut, faham sekarang?
rebirth
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#9
May 12, 2008
 
bingung wrote:
<quoted text>
ok kita tafsirkan kata "KAMI" pasa ayat diatas adalah Allah sendiri. Tapi coba lihat di kalimat pertama "Demi Allah" di ayat
QS. 16:63
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu,.........
kepada siapa Allah bersumpah sehingga Dia berkata "Demi Allah"
buat mu..nih gw jawab pertanyaan lo..yaaa...makanya jangan suka motong2 ayat

surat yang lo sebutka tadi adalah bagian surat an nahl yang disebut juga an-niam (kenimatan)..bagian yang lo sebutkan tadi adalah bagian dimana pemberitahuna malaikat..akan siksa mereka yang memberikan sesuatu yang tak pantas pada allah...
60. Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 16:6
61. Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.(QS. 16:61)
62. Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, dan lidah mereka mengucapkan kedistaan, yaitu bahwa sesungguhnya merekalah yang akan mendapat kebaikan. Tiadalah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan (ke dalamnya).(QS. 16:62)
63. Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang pedih.(QS. 16:63)

klo lo orang indo..lo pasti tau..klo dalam surat ini gak menceritakan tentang allah sendiri..melainkan malaikat yang menceritakan kekuasaan allah..dan 1 lagi..klo bodoh and mau fitnah..jangan bodoh2 banget..disurat ini juga gak ada kata aku..yang ada allah..ama kami??so yang banyak tu malaikat..buakan tuhan..understand
rebirth
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#10
May 12, 2008
 
melia wrote:
<quoted text>
Sedara!
"Kami" itu ialah bahasa lembut Allah untuk membahasakan diri-Nya kepada hamba2-Nya, not more than that ok? contohnya bahasa melayu sarawak yang dikatakan sebagai bahasa yang lembut, juga menggunakan istilah "Kami" atau "Kamek" untuk membahasakan diri kepada orang lain. ia adalah bahasa yang berbudi- bahasa, sopan- santun n lemah lembut, faham sekarang?
dah dijawan koq..coa baca surat an-nahl..secara langkap dari ayat 60.pasti tau apa maksud kata kami
bingung
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#11
May 12, 2008
 
melia wrote:
<quoted text>
Sedara!
"Kami" itu ialah bahasa lembut Allah untuk membahasakan diri-Nya kepada hamba2-Nya, not more than that ok? contohnya bahasa melayu sarawak yang dikatakan sebagai bahasa yang lembut, juga menggunakan istilah "Kami" atau "Kamek" untuk membahasakan diri kepada orang lain. ia adalah bahasa yang berbudi- bahasa, sopan- santun n lemah lembut, faham sekarang?
sebenarnya supaya lebih terfokus, kita bahas 2 ayat yang kuberikan di thread ini. Tak usahalah kita bahas yg lain2. Menurut saudari kata "KAMI" di dua ayat diatas menunjukkan siapa?

a. Allah saja
b. Malaikat saja
c. Allah dan Malaikat
bingung
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#12
May 12, 2008
 
rebirth wrote:
<quoted text>
buat mu..nih gw jawab pertanyaan lo..yaaa...makanya jangan suka motong2 ayat
surat yang lo sebutka tadi adalah bagian surat an nahl yang disebut juga an-niam (kenimatan)..bagian yang lo sebutkan tadi adalah bagian dimana pemberitahuna malaikat..akan siksa mereka yang memberikan sesuatu yang tak pantas pada allah...
60. Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 16:6
61. Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.(QS. 16:61)
62. Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, dan lidah mereka mengucapkan kedistaan, yaitu bahwa sesungguhnya merekalah yang akan mendapat kebaikan. Tiadalah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan (ke dalamnya).(QS. 16:62)
63. Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang pedih.(QS. 16:63)
klo lo orang indo..lo pasti tau..klo dalam surat ini gak menceritakan tentang allah sendiri..melainkan malaikat yang menceritakan kekuasaan allah..dan 1 lagi..klo bodoh and mau fitnah..jangan bodoh2 banget..disurat ini juga gak ada kata aku..yang ada allah..ama kami??so yang banyak tu malaikat..buakan tuhan..understand
Dalam hal ini anda berpendapat bahwa kata "KAMI itu berarti malaikat saja. Coba lihat kalimat keduanya

"sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu"

jika kata "KAMI" diganti jadi malaikat, bolehkah malaikat mengutus Rasul?

Joined: Jan 8, 2008
Comments: 4698
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#13
May 12, 2008
 
bingung wrote:
<quoted text>
sebenarnya supaya lebih terfokus, kita bahas 2 ayat yang kuberikan di thread ini. Tak usahalah kita bahas yg lain2. Menurut saudari kata "KAMI" di dua ayat diatas menunjukkan siapa?
a. Allah saja
b. Malaikat saja
c. Allah dan Malaikat
ayat yang mana????
rebirth
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#14
May 12, 2008
 
bingung wrote:
<quoted text>
sebenarnya supaya lebih terfokus, kita bahas 2 ayat yang kuberikan di thread ini. Tak usahalah kita bahas yg lain2. Menurut saudari kata "KAMI" di dua ayat diatas menunjukkan siapa?
a. Allah saja
b. Malaikat saja
c. Allah dan Malaikat
mas mbak and siapa namamu..??alquran tu bukan hanya tergantung pada 1 surat saja..sama seperti injil yang dalamnya ada surat dari paulus buat jemaat di galatia..cuma pada dasarnya itu penjelasan tentang lebah...adakah dalam injil kalian penjelasan sedetail itu untuk binatang??o ya..gak mungkin yah:D..and 1 lagi..banyak pertanyaan ini di forum lain..insya allah ku jawab semua

allahu akbar
bingung
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#15
May 12, 2008
 
melia wrote:
<quoted text>
ayat yang mana????
coba saudari baca 2 ayat di postigan pertama saya.
bingung
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#16
May 12, 2008
 
rebirth wrote:
<quoted text>
mas mbak and siapa namamu..??alquran tu bukan hanya tergantung pada 1 surat saja..sama seperti injil yang dalamnya ada surat dari paulus buat jemaat di galatia..cuma pada dasarnya itu penjelasan tentang lebah...adakah dalam injil kalian penjelasan sedetail itu untuk binatang??o ya..gak mungkin yah:D..and 1 lagi..banyak pertanyaan ini di forum lain..insya allah ku jawab semua
allahu akbar
begini loh mas atau mbak, saya juga dulu sering baca quran, dan saya sering menemukan kata "KAMI" yang jika diganti dgn kata, Allah, Malaikat atau gabungan keduanya membuat kita bingung siapa sebenarnya "KAMI" itu. Lihat aja contohnya di QS 16:63

“real name is "MULENTINOLOPA"”

Joined: Feb 19, 2008
Comments: 567
Nusantara
ISP Location: Bandung, Indonesia
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#17
May 12, 2008
 
bingung wrote:
<quoted text>
sebenarnya supaya lebih terfokus, kita bahas 2 ayat yang kuberikan di thread ini. Tak usahalah kita bahas yg lain2. Menurut saudari kata "KAMI" di dua ayat diatas menunjukkan siapa?
a. Allah saja
b. Malaikat saja
c. Allah dan Malaikat
kamu baca tafsiran Al-Quran,,,jangan baca pake tafsiran dong itu hanya penafsiran terhadap bahasa
jangan samakan injil dengan Al-Quran yang pake bahasa Indo (tidak asli lagi seharusnya bahasa yahudi, sedangkan Al-Quran itu pake bahasa arab untukpengartian itu hanya penafsiran bahasa saja)
tidak ada Al-Quran yang berbahasa Indo ada juga Penafsiran Al-Quran yang berbahasa Indo... klo untuk injil mungkin ada yang berbahasa Indo
jelas
(^P_L^)
Nero
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#18
May 12, 2008
 
Gue liat si anti Islam mempermalahkan Kata "Demi" yang ada di depan kata Allah, sehingga menjadi "Demi Allah"

pengertian disini adalah Demi Diri_KU
Jadi semua yang kita lakukan adalah karna Allah semata, bukan karna makhluk lainnya.

Dalam bahasa Arab, banyak hal yang agak membingungkan jika diterjemahkan, karena itu kita harus mengartikannya dari keseluruhan kalimat.

Al Qur'an tidak bisa diterjemahkan kata demi kata, tapi harus secara keseluruhannya, karna jika sepotong2 maka artinya akan berbeda dan terjadi kesalahpahaman.

gue sarankan lo baca dan pelajari Terjemahan Al Qur'an secara lengkap, lalu kalo ada pertanyaan, silakan tanyakan pada orang yg lebih ahli dari kami atau pada seorang Ustadz.
LASKAR JIHAD
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#19
May 12, 2008
 
bingung wrote:
rekan2 muslim sering mengatakan bahwa kata "KAMI" dalam Quran itu berarti ALLAH + Malaikat Jibril. Atau bisa juga kata "KAMI" itu hanya ALLAH saja tanpa malaikat.
Sekarang mari kita diskusikan beberapa ayat sebagai contoh :
QS. 16:63
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang pedih.
tanggapan : lihat kalimat " demi Allah " , jika kata "KAMI" berarti ALLAH + Malaikat, mengapa Allah bersumpah kepada allah? allah yg mana lagi ini?
coba gantikan kata "KAMI itu dgn malaikat saja? bolehkah malaikat mengutus Rasul? Jika kata "KAMI" diganti jd ALLAH, mengapa ALLAH bersumpah kepada allah? allah yang mana lagi??
lihat lagi contoh ini
QS 2:34
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
tanggapan : jika kata "KAMI" berarti ALLAH + Malaikat, mengapa allah + malaikat berfirman kepada malaikat ? malaikat kok ikut- ikutan berfirman?
Rekan2 muslim tolong jelaskan pada saya kata "KAMI" di contoh ayat diatas. Jika ada pihak lain pada kata "KAMI" diatas tolong berikan penjelasan sederhana saja.
Thread ini tidak dimaksudkan menyerang keyakinan, hanya untuk diskusi saja.
wassalam
Assalamualaikum

bersumpah dalam Islam tidak boleh menggunakan kata yang lain selain "DEMI ALLAH". jadi wajar saja jika Jibril yang mewakili kerajaan surga berkata:

"Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih".(QS.16:63)

Orang-orang yang sempit hatinya dan memiliki penyakit didalam hatinya selalu memakai ayat ini sebagai senjata dalam da'wah mereka dan mengatakan bahwa kata "KAMI" disitu adalah perkataan Rasulullah

sebenarnya ayat tersebut bukanlah hal yang rumit untuk di mengerti apabila tujuan dari pertanyaan itu bukanlah semata-mata bukan untuk mencari kesalahan dan pertentangan di dalam Alquran.

semoga anda dapat memahami ayat tersebut dengan baik dan benar-benar bertujuan untuk menambah pengetahuan ttg Islam, dan mudah2an Allah memberikan hidayah kepada anda.
bingung
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#20
May 12, 2008
 
Nero wrote:
Gue liat si anti Islam mempermalahkan Kata "Demi" yang ada di depan kata Allah, sehingga menjadi "Demi Allah"
pengertian disini adalah Demi Diri_KU
Jadi semua yang kita lakukan adalah karna Allah semata, bukan karna makhluk lainnya.
Dalam bahasa Arab, banyak hal yang agak membingungkan jika diterjemahkan, karena itu kita harus mengartikannya dari keseluruhan kalimat.
Al Qur'an tidak bisa diterjemahkan kata demi kata, tapi harus secara keseluruhannya, karna jika sepotong2 maka artinya akan berbeda dan terjadi kesalahpahaman.
gue sarankan lo baca dan pelajari Terjemahan Al Qur'an secara lengkap, lalu kalo ada pertanyaan, silakan tanyakan pada orang yg lebih ahli dari kami atau pada seorang Ustadz.
ok kita tafsirkan kalimat "demi Allah" bukan sebuah sumpah melaikan sesuatu yg kita berikan untuk ALLAH, namun lihat kalimat berikutnya di ayat itu

"sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu"

siapa kata "KAMI" di ayat ini? bukankah itu Malaikat? mengapa malaikat yg mengutus Rasul?

saya masih belum menemukan jawaban yg pas. Saya sudah kasi pilihan. Kata "KAMI" pada 2 ayat diatas menunjukkan :

a. Allah
b. Malaikat
c. Allah dan malaikat.
Showing posts 1 - 20 of 117
« prev | next »
Go to last post | Jump to page:
Type in your comments to post to the forum
Name
(appears on your post)
Comments
Type the numbers you see in the image on the right:

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Other Recent Malaysia Discussions
Topic Updated Last By Comments
VAT69: gue tolOL 5 min Ranma 6
Ranma: gue anAK PUnguT. 7 min Ranma 3
Navy Commanders Chat From World's Largest Warsh... 17 min jc whitehead 1
forumer malaysia raja debat pagi ni!! 21 min Ranma 18
i n d o n = b e r u k t e r l e p a s 23 min Ranma 25
Combro MINTA MAAF!!! 35 min Ranma 5
>> Quality proton, KALAH DENGAN QUALITY AVANZA,... 36 min COMBRO 66