First Prev
of 12
Next Last
update

Kuala Lumpur, Malaysia

#1 Nov 17, 2012
Kepala Hak Asasi Manusia PBB mengutuk kekerasan dan diskriminasi atas kelompok Kristen dan minoritas muslim Syiah di Indonesia, negara bependuduk muslim terbesar dunia.

Kepala Komisi Tinggi HAM PBB Navi Pillay mengaku telah bertemu dengan para pemimpin Kristen, dan juga sekte minoritas muslim Syiah dan Ahmadiyah, yang menjadi target kelompok garis keras beberapa tahun terakhir.

“Saya sedih mendengar jumlah serangan kekerasan, pengusiran paksa, dan penolakan pemberian KTP dan berbagai bentuk diskriminasi dan pelecehan terhadap mereka,“ kata Navi Pillay kepada para wartawan di ibukota Jakarta.

Dia memperingatkan bahwa Indonesia beresiko kehilangan keragaman budaya dan toleransi “jika tindakan keras tidak diambil untuk mengatasi meningkatnya angka kekerasan dan kebencian terhadap kelompok minoritas serta pandangan yang sempit dan interperetasi ekstrim atas Islam“.

Cabut Blasphemy

Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan beragama, namun kelompok pembela hak asasi manusia mengatakan bahwa kekerasan atas kelompok minoritas telah meluas sejak tahun 2008 di negara berpenduduk 240 juta, yang hampir 90 persennya adalah pemeluk Islam yang mayoritas adalah Sunni.

Pillay merekomendasikan Indonesia agar mencabut hukum tentang penodaan agama atau blasphemy tahun 1965, yang telah membuat seorang ulama Syiah dipenjara karena mengatakan bahwa Al Qur'an bukanlah sebuah kitab yang otentik dan ibadah haji bukan sebuah kewajiban bagi muslim.

Selain itu, Kepala Komisi Tinggi HAM PBB itu juga menyerukan pencabutan Surat Keputusan Menteri tahun 2008 yang menyatakan Ahmadiyah sebagai aliran sesat karena percaya ada Nabi setelah Nabi Muhamad dan karenanya melarang kelompok Ahmadiyah melakukan dakwah.

Intoleransi Meningkat

Pada bulan Mei, massa yang terdiri dari 600 orang kelompok Islam garis keras melemparkan kantung plastik berisi air kencing ke arah jemaat gereja yang sedang melakukan misa memperingati kenaikan Isa al Masih.

Bulan Agustus 2011, sebuah pengadilan di Indonesia hanya menjatuhkan hukuman penjara beberapa bulan bagi 12 anggota kelompok garis keras yang menganiaya sampai tewas tiga pengikut Ahmadiyah. Saat peristiwa terjadi, polisi yang ada di lokasi kejadian hanya menonton dan membiarkan terjadinya pembantaian.

Kelompok muslim Syiah telah menjadi target bersama bagi para kelompok garis keras. Massa kelompok Sunni yang terdiri dari sekitar 500 orang yang membawa parang dan clurit menyerang komunitas Syiah pada bulan Agustus, dan membunuh dua orang sambil membakar puluhan rumah di Jawa Timur.

Pillay juga mengungkapkan keprihatinannya atas pelaksanaan Hukum Syariat Islam di Aceh, di mana hukum cambuk dan rajam disahkan sejak tahun 2009, sambil mengatakan bahwa penegakan hukum itu dilakukan “sewenang-wenang” dan “diskriminatif” terutama terhadap perempuan, dan telah menciptakan “suasana intimidasi dan ketakutan”.

Since: Mar 12

Location hidden

#2 Nov 17, 2012
silahkan pbb berpendapat itu hak mereka berpendapat....

Btw ISLAM MENGUTUK KERAS YG YG DI FOTO INI!!

http://4.bp.blogspot.com/-ByPIPRbTHBU/UHP4I8l...
Adil

United States

#3 Nov 17, 2012
Inilah kebebasan ber ekspresi.
Lha wong liberal bebas ber ekspesi.
Wong Islam menolak itu juga kebebasan ber ekspresi.
Orang ahmadiyah bebas ber ekspresi.orang membubarkan ahmadiyah juga kebebasan ber ekspresi.
HAM AGEN ASING

United States

#4 Nov 17, 2012
Sudah sering dari suara-suara paranoid dan pendukung teori konspirasi, bahwa barat melaksanakan standart ganda dalam politik luar negri mereka. Terutama pada negara berkembang, seperti Indonesia, negara-negara Timur Tengah dan Asia lainnya. Dalam hal ini, Amerika Serikat dan sekutunya, seringkali dianggap punya anak emas dan anak tiri. Kebijakan ini bersembunyi dalam tameng elegan yang bernama HAM. Hak Azasi manusia. Standart ganda ini diberlakukan seperti ini, bila orang Palestina melakukan bom bunuh diri, barat serta merta marah dan mengkutuk perlakuan teroris itu.

Namun bila Israel melakukan penyerangan ke bahkan penduduk sipil di wilayah mereka tidak ada tudingan pelanggaran HAM sekalipun. Inilah standart ganda. Kemudian, Embargo Ekonomi dilakukan Amerika dan sekutunya ke banyak negara yang memang benar melakukan pelanggaran Ham. Misalnya, Iran, Korea Selatan, Birma, China di masa lalu, Vietnam dan lain lain. Yang bikin saya heran adalah, dengan begitu banyaknya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia atau terjadi di Indonesia.

Kenapa
Indonesia hampir tidak pernah diembargo, kecuali di zaman Soekarno. Zaman dimana Indonesia benar-benar bisa menjadi yang paling kuat dan berdaulat di Asia Tenggara…..?! Yang lebih aneh lagi, pasca peristiwa mengerikan 1966, barat justru berbondong-bondong membantu negara ini berdiri kembali dengan fondasi ekonomi yang sangat rapuh, yaitu hutang. yang harus dibayarkan oleh anak cucu saya kelak, karena jumlahnya yang fantastis. Hutang yang begitu banyak, setelah pelanggaran HAM paling berat se Asia Tenggara, dan No. 3 di dunia setelah China era Ketua Mao dan Jerman di jaman Hitler.
HAM AGEN ASING

United States

#5 Nov 17, 2012
Kenapa Indonesia justru tidak di embargo…? Kok malah dibantu secara ekonomi dalam bentuk hutang..?

Lalu belakangan ini. Birma jelas diembargo akibat pelanggaran HAM yang katanya berat. Begitu juga Iran dan beberapa negara Islam garis keras lain di Afrika Utara. Tapi pelanggaran HAM kelas berat juga terjadi di Indonesia.

Pembunuhan pengikut Ahmadiyah, pelarangan pembangunan rumah ibadah yang sudah seperti kewajiban setiap pemda, perang Syiah - Sunni di Sampang baru-baru ini, FPI, bom gereja, kampanye SARA, pernyataan SARA pemimpin negara dsb… dsb….. Aneh, ternyata Barat memperlakukan Indonsia,

mirip seperti memperlakukan Israel…. Ternyata setelah Soekarno tak ada, Indonesia adalah anak Emas Amerika Serikat. Walau tak ada pangkalan militer AS di Indonesia, ternyata setiap ganti presiden, AS akan mengirim dutanya pertama kali ke Indonesia daripada ke negara Asia manapun.

EMBARGO INDONESIA
Wahai orang Indonesia. Negri ini begitu kaya. Yang terkaya di muka bumi. Inilah surga yang tercabik-cabik. Apapun ada di sini.

Indonesia dibutuhkan dunia. Indonesia tidak butuh dunia.
HAM AGEN ASING

United States

#6 Nov 17, 2012
Itulah alasan paling masuk akal kenapa Indonesia tidak diembargo.

Jangan embargo Indonesia, nanti Indonesia bisa mandiri seperti China, bisa mandiri seperti Vietnam, bisa mandiri seperti Jerman. Ini berbahaya. Buai Indonesia dengan sejumlah fasilitas. Buai mereka dengan sejumlah kemudahan. Jangan pernah diembargo. Kecuali persenjataan mereka.

Karena embargo senjata bisa membuat bangsa ini menjadi panakut dan jadi kerdir di wilayahnya sendiri yang seperti surga. Embargo akan membuat Indonesia menjadi kuat. Embargo kedele akan membuat Indonesia benar-benar tanam kedele. Embargo beras, akan membuat Indonesia swasembada beras. Embargo cabe akan membuat Indonesia jadi penghasil cabe .
HAM AGEN ASING

United States

#8 Nov 17, 2012
Kini jelas bahwa kerja sama dimulai kembali, tetapi tidak penuh. Batasannya adalah HAM dan akuntabilitas. Batasan itu setidaknya mencakup tiga hal, yaitu memindahkan orang-orang yang terimplikasi kasus pelanggaran HAM tapi memegang jabatan di Kopassus. Kedua, menuntut mereka yang terlibat kasus pelanggaran HAM di pengadilan. Ketiga, memastikan bahwa setiap anggota militer tunduk di bawah kewenangan peradilan umum, sama seperti warga sipil biasa. Beberapa waktu sebelumnya, pers juga memberitakan lobi Danjen Kopassus Mayjen Lodewijk Paulus di Washington DC. Tujuannya, meminta Pemerintah Negeri Paman Sam itu memberi bantuan kepada Kopassus.
HAM AGEN ASING

United States

#10 Nov 17, 2012
Meski pembicaraan Kopassus dan Komando Operasi Khusus AS bersifat informal, ini bukan yang pertama. Sejak lama, pejabat Indonesia terus melobi dan menemukan peluangnya di era Bush, tepatnya saat embargo militer 1996 dicabut pada 2005. Konferensi Usindo, 16-17 April 2009, juga merekomendasi pemulihan bantuan, dengan syarat Indonesia mengumumkan anggota TNI yang melanggar HAM dan mengadilinya. Lobi politik seperti Kopassus pernah dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2005, melalui perusahaan jasa lobi AS bernama Collins and Co. Entah apa targetnya, lobi teregistrasi membahas kasus Munir dan Papua.Tim Rieser, staf senior Senator Leahy, menyampaikan keheranannya kepada penulis saat bertemu kalangan Kongres. Tentu bukan semata siapa yang melobi. Keberhasilan lobi memerlukan totalitas diplomasi kementerian-kementerian terkait yang berbasis pada keselarasan kondisi riil dalam negeri. Saat itu, belum ada kata setuju dari Kementerian Pertahanan, Gedung Putih, dan Kongres AS. Sandungannya adalah syarat HAM. Di bawah kepemimpinan Clinton dan Obama, AS memang mensyaratkan HAM dalam bantuan luar negeri. Pemberlakuan embargo militer pun dilakukan melalui undang-undang yang dikenal sebagai undang-undang Leahy, yakni mengenai bantuan militer luar negeri dan pelanggaran HAM.
HAM AGEN ASING

United States

#12 Nov 17, 2012
Dalam suratnya tertanggal 13 Mei, kepada Menlu Hillary Clinton dan Menhan Robert Gates, legislator- legislator Kongres AS baik dari kubu Demokrat maupun Republik mendesak pengakhiran impunitas dan meminta kejelasan apa yang diminta sebagai syarat bantuan penuh militer Indonesia. Kongres AS tetap memandang bahwa penerapan model akuntabilitas terhadap kejahatan serius masa lalu di Indonesia melalui mekanisme vetting penting untuk dilakukan. Vetting sering diterjemahkan sebagai suatu proses penilaian integritas seseorang untuk menentukan kelayakan mereka untuk melanjutkan jabatan atau mereka yang punya prospek dalam jabatan-jabatan publik berdasarkan prinsip-prinsip supremasi hukum dan HAM. Semangat mekanisme ini sebenarnya telah ada dalam sejumlah peraturan perundangan kita, hanya tak diterapkan serius. Surat ini muncul pascadebat pemulihan sisa larangan bantuan militer AS ke Indonesia. Kubu penolak bantuan tanpa syarat dimotori Senator Patrick Leahy. Dia memahami perubahan TNI, persoalannya, perihal Indonesia belum melaksanakan janjinya untuk mengadili pelanggar berat HAM dalam kasus Santa Cruz, Timor-Timur (1991) dan pelanggaran berat HAM di Indonesia (legacy constraint).
HAM AGEN ASING

United States

#13 Nov 17, 2012
Kubu pendukung meyakinkan Kopassus telah berubah dengan mengatakan bahwa Kopassus Indonesia 2010 bukan Kopassus 1991, bukan Kopassus Soeharto (this is not Soeharto’s Indonesia, this is not Soeharto’s TNI). Selama ini, mereka yang melanggar HAM tak pernah diperiksa atau jika diperiksa, ditetapkan sebagai tersangka, diadili, tapi tak pernah ditahan.Bahkan setelah divonis bersalah pun tetap bebas beraktivitas dan sebaliknya mendapat promosi jabatan-jabatan strategis dari komandan-komandan distrik, batalion hingga komando utama fungsional. Inilah situasi impunitas, absennya penghukuman. Kalaupun ada, paling- paling sebatas mutasi tugas/ jabatan. Yang terbaru, Danjen Kopassus memutasi Kolonel Hartomo dan Letkol Untung Budiharto dengan alasan agar ada “perspektif baru” (15/3). Terkesan jelas bahwa ini merupakan bagian dari strategi meyakinkan AS mengingat pada 2003, Kolonel Hartomo divonis bersalah dalam kasus pembunuhan Theys Elluay. Begitu pula Letkol Untung Budi Harto. Eks anggota Tim Mawar Kopassus itu divonis bersalah atas kasus penculikan aktivis oleh Mahkamah Militer. Bisa juga ini kelanjutan peringatan yang disampaikan Presiden SBY di markas Kopassus, yaitu agar kasus Munir, kasus penculikan aktivis, dan penembakan misterius tidak terulang lagi (2009).
HAM AGEN ASING

United States

#15 Nov 17, 2012
Pesan terbuka ini bagus. Namun kredibilitasnya masih ditentukan oleh tindak lanjut rekomendasi DPR soal pengadilan HAM ad hoc untuk penculikan aktivis 1997-1998, pencarian 13 yang masih hilang, reparasi korban dan ratifikasi Konvensi Antipenghilangan Paksa. Kontrol sipil Selama tak dituntaskan,”masa lalu” akan menjadi “sekarang”. Absennya pertanggungjawaban mengakibatkan ketidakadilan bagi korban, juga absennya efek jera bagi anggota maupun mantan anggota Kopassus seperti dalam pembunuhan Munir. Kita sering puas dengan mengatakan bahwa pelanggaran HAM adalah cerita masa lalu. Padahal kasus-kasus tersebut terjadi di era Reformasi. Selain Munir (2004) dan Theys (2001), masih ada kasus Wamena (2001) hingga kasus pembunuhan politik selama Pemilu Aceh (2009). Kongres AS meminta penerapan HAM dan akuntabilitas melalui mekanisme vetting sehingga pelatihan diberikan bagi individu Kopassus yang bersih. Ini juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kebijakan Gates. Ini bagus, tapi tak cukup. Sebab pelanggaran HAM berat berdimensi doktrin, kebijakan, dan praktik institusional, bukan otonomi personal seorang tentara. Karenanya, seperti dikatakan Gates, persetujuan bantuan AS tetap diletakkan dalam batas hukum AS. Di titik ini, undang- undang Leahy tetap bisa digunakan sebagai patokan normatif.
HAM AGEN ASING

United States

#16 Nov 17, 2012
Pertama, mereka yang terlibat kasus pelanggaran HAM disyaratkan tak menduduki jabatan komando lagi atau dikeluarkan dari dinas Kopassus. Kedua, melaksanakan penuntutan terhadap pelaku pelanggaran HAM berat. Hal ini kurang lebih telah mulai ditampakkan dalam contoh kasus pencopotan dua perwira di atas. Ke depan, kelihatannya akan bertambah deretan nama yang mengalami hal serupa. Ketiga, meletakkan pelanggaran militer terhadap tindak pidana umum dan pelanggaran HAM dalam yurisdiksi peradilan umum. Di titik ini, revisi UU Pengadilan Militer harus segera dituntaskan. DPR periode yang lalu mengambil inisiatif untuk membahasnya, tapi karena pemerintah bersikeras agar tetap penyidik militer yang menangani kasus yang melibatkan militer, pembahasan mengalami kebuntuan. Pada akhirnya, semua hal di atas merupakan hal-hal yang prinsipil yang harus kita laksanakan. Tentu bukan semata kita ingin Kopassus memperoleh bantuan penuh dari AS, melainkan karena kita menyadari pentingnya akuntabilitas HAM agar tercipta keadilan bagi korban pelanggaran HAM. Tanpa kemampuan untuk melaksanakan prinsip-prinsip itu, sesungguhnya kita belum mengubah persoalan mendasar dari reformasi militer, yaitu mendisiplinkan diri dengan hukum sendiri.
HAM AGEN ASING

United States

#17 Nov 17, 2012
perang iraq Perang Irak (tahun 2003–2010)

, yang dikenal juga dengan Okupasi Iraq, Perang Teluk II, Perang Teluk III, atau, oleh Amerika Serikat, Operasi Pembebasan Irak, dimulai dengan invasi Irak pada tahun 2003. Okupasi yang kemudian dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat mengakibatkan berlanjutnya peperangan antara para pemberontak dengan pasukan koalisi. Tentara Baru Irak lalu dibentuk untuk menggantikan tentara lama Irak setelah dibubarkan oleh koalisi, dan diharapkan tentara baru ini akan mengambil alih tugas-tugas koalisi setelah mereka pergi dar Irak. Dan diantara peperangan yang terjadi antara para pemberontak, koalisi, dan tentara baru Irak, perang saudara antar kelompok mayoritas Syi'ah dan minoritas Sunni masih berlanjut sampai sekarang. Sebab dan akibat terjadinya perang ini sampai kini masih kontroversial Tanggal 18 Maret 2003 sampai sekarang Lokasi Irak Hasil Konflik masih berlanjut Tergulingnya Partai Baath dan Saddam Hussein. Pendudukan Irak oleh pasukan koalisi. Munculnya pemberontak Irak dan kekerasan antar kelompok di Irak. Pemilihan pemerintah Irak yang baru. Casus belli : Tuduhan resmi bahwa Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah masal dan terlibat dengan teroris al-Qaeda telah terbukti salah. Motif lain adalah tuduhan melanggar resolusi PBB, kebijakan yang menindas rakyat Irak, dan percobaan pembunuhan terhadap George H. W. Bush.
HAM AGEN ASING

United States

#18 Nov 17, 2012
Kenapa perang iraq tak melanggar HAM??
perek genting

United States

#19 Nov 17, 2012
KONTOL PBB mata loe buta loe liat gak warga muslim di eropa solat d jalan2 pakai cadar dilarang loe kagak liat pa sudah buta ANJING . . . .katanya negara bebas terdepan urusan hAM cinta damai tapi sapa yg jual senjata siapa yg danai pmberontak siapa yg invasi DASAR loe ANJING. . .
HAM AGEN ASING

United States

#20 Nov 17, 2012
bagaimana dengan ini woi bagaimana nasib sodara ku ini...
http://3.bp.blogspot.com/-MxwXbBtHtUI/UCrdoEM...
HAM AGEN ASING

United States

#21 Nov 17, 2012
www.islamtimes.org/images/docs/000097/n000977...
kemana PBB ?teganya melihat sodaraku kehabisan darah ....
HAM AGEN ASING

United States

#22 Nov 17, 2012
Insiden terbunuhnya duta besar Amerika Serikat (AS) di Libya berbuntut panjang. Angkatan Laut AS mengirimkan dua kapal perangnya ke perairan Libya pasca-insiden yang juga menewaskan tiga staf konsulat AS di Benghazi, Libya itu. Sumber di pemerintah AS mengatakan, dua kapal perang yang dikirim adalah USS Laboon dan USS McFaul. Seperti dilansir Press TV, Kamis (13/9), kapal- kapal itu adalah jenis kapal perusak rudal dengan sekitar 50 unit marinir. Juru bicara Departemen Pertahanan AS, George Little, mengatakan pengerahan militer itu merupakan langkah pencegahan. Dalam kondisi seperti saat ini, ia mengeklaim langkah tersebut merupakan langkah yang logis dan tepat. Pada Senin (11/9) lalu, Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens dan tiga staf diplomatnya tewas dalam aksi protes menentang film anti-Islam yang berakhir ricuh. Pasca-insiden itu, Washington langsung mengevakuasi sebagian besar diplomatnya di Libya ke Jerman.
HAM AGEN ASING

United States

#23 Nov 17, 2012
hanya karna kedubes sudah langgar ham ????
HAM AGEN ASING

United States

#24 Nov 17, 2012
AFGANISTAN
Perang terpanjang Amerika Serikat, Perang Afghanistan, memasuki tahun ke-12 pada Minggu. Peringatan ditandai pernyataan Taliban menuding pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) lari dari Afghanistan dengan hina dan aib. Serbuan pimpinan Amerika Serikat pada 7 Oktober 2001 untuk menggulingkan pemerintah Taliban, yang dituduh menyembunyikan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, setelah serangan 11 September di New York dan Washington. Taliban cepat kalah, namun melancarkan perlawanan dan kian kuat selama bertahun-tahun hingga NATO mengerahkan sekitar 130.000 tentara dari 50 negara membela pemerintah dukungan Barat Presiden Hamid Karzai. Pasukan itu mulai ditarik keluar dan seluruh pasukan tempur asing akan pergi pada akhir 2014, sesuai dengan jadwal penarikan kesepakatan Amerika Serikat dan NATO. "Dengan bantuan Allah, rakyat Afghanistan gagah berani di bawah kepemimpinan jihad keamiran Islam mengalahkan kekuatan tentara dan berbagai siasat persekutuan Amerika Serikat dan NATO," kata pernyataan Taliban pada Minggu. "Sekarang, sesudah sebelas tahun teror tanpa henti, tirani, kejahatan dan kebiadaban, mereka lari dari Afghanistan dengan hina dan aib, yang harus mereka pertanggungjawabkan," katanya. Sejumlah 3.199 tentara NATO tewas dalam perang itu, lebih dari 2.000 dari mereka orang Amerika Serikat. Sebagian besar kematian terjadi dalam lima tahun belakangan saat serangan Taliban meningkat, kata laman mandiri pelacak korban perang Irak dan Afghanistan icasualties.com .

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 12
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Malaysia Discussions

Title Updated Last By Comments
Sriwijaya sudah terbukti berpusat dan bermula d... 14 min turn tables 1,733
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 18 min Urang Minang Murtad 100,783
malaysia 24 min PREDIKSI ANGKA JITU 4
FPDA takut sama TNI >>>>>>> REAL (Apr '12) 31 min FPDA 408
GAY JAKARTA, ayo berhimpun disini (Oct '11) 51 min bertz 2,648
Jokowi PIDATO , Dunia Berdecak KAGUM ada yang I... 1 hr HANZIP_RONDA 873
topix.com akan menimbulkan pembodohan bagi seju... 1 hr HANZIP_RONDA 3
ALUTSISTA RAHASIA buatan INDONESIA (Aug '12) 1 hr hahahaha 62,919
Cina Ahok malu Rupiah kalah sama Ringgit? 2 hr Henrie 8
Tanah,galian,mineral indon majoriti dikuasai as... 9 hr cukrik jawa 158
More from around the web