AL JAZEERA: 10 CIRI2 KEHANCURAN MALAYSiA
- Posted in the Malaysia Forum
Comments (Page 6)
|
Joined: Feb 13, 2008 Comments: 34 Portsmouth ISP: Bukit Mertajam, Malaysia |
hehe .... aku nak ketawa jugak dengan u orang semua ni ... sudah hentikan cerita BODOH ni, Jgn dilayan lagi,tak ada kesudahannya,Sebenarnya kamu dapat apa ye, sakit hati,demdam ...erm BODOH cam kaldai ... Jgn dilayan lagi kalau dah BODOH, bukan begitu wahai kawan2 ku yg pandai bercakap disini semua .
|
|||
Makasih, makasih.Atas usaha kerasnya. Emang pelajar indon rajin2 ya! Tapi bro, bukan link yang itu ya! Yang aku minta bukti “ ramai mahasiswa Malaysia yang belajar di Indonesia tidak lulus “ sebagaimana posting awal kamu. Kok tidak faham maksud “ tidak lulus “ dengan “ rendah pencapaian akademik “. Katanya orang indon pinter2….Usaha keras lagi ya! Makasih, makasih! |
||||
Buat apa bagi sedekah atau subsidi kepada mereka yang tinggal di bangsal kambing. Kok yang tinggalnya adalah TKI Indon. Buang duit aja. Apapun, baca yang ini dulu ya Rini kusayang. Tangani ini dulu…jangan sibuk negara orang. TKI kamu yang tinggal di bangsal kambing orang Malaysia pun tak ada yang bunuh diri hanya kerna tak cukup makan……hahaha Wednesday, 20 February 2008 anak kecil indonesia gantung diri kerna lapar Magetan-Surya(INDONESIA)- Heran melihat Teguh Miswadi, 11, tidak masuk sekolah sejak Senin (18/2), Sujarwo menjenguk salah-satu murid pintarnya itu kemarin. Pak guru Sujarwo, 45, khawatir sakit maag Teguh kambuh, dan dia ingin membawanya ke Puskesmas. Namun, tiba di rumah Teguh yang tinggal bersama neneknya di Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kab. Magetan, Sujarwo terkejut bukan kepalang. Di sebuah kamar yang tak terkunci di rumah setengah kayu dan setengah bambu itu, Sujarwo melihat siswa kesayangannya tergantung kaku. Teguh sudah tak bernyawa. Teguh bunuh diri. “Seutas tali tampar biru menjerat lehernya,” kata Sujarwo saat ditemui Selasa (19/2). Tali itu diikatkan pada blandar atau kayu penopang atap. Menurut Sujarwo, Teguh gelap mata, sangat mungkin karena tidak tahan akan rasa sakit yang menyerang perut. Maag itu sering membuatnya mengerang. Penyakit ini seharusnya dilawan dengan makan teratur dan bergizi. Tapi, justru itulah yang tak mungkin didapatkan. Beberapa tetangga membenarkan Teguh hanya makan satu kali sehari. Kondisi Teguh yang tinggal hanya berdua dengan neneknya yang renta, memang sangat memprihatinkan. Siswa kelas 5 SDN Pupus 02, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan ini sering mengeluh sakit perut. “Teguh menderita sakit maag akut sejak cukup lama dan.tak ada yang memperhatikan secara penuh sakitnya, termasuk kebutuhan makannya,” tutur Sujarwo dengan nada prihatin. Dengan kondisi keluarga Teguh yang miskin, makan sebagai kebutuhan paling dasar tampaknya memang tak sanggup dipenuhi keluarganya. Teguh tinggal bersama Mbah Ginah, 76, neneknya yang buta di RT 2 RW 7 No 672 Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Baru ketika bocah ini nekat gantung diri, orang-orang dewasa di sekitarnya melek. Betapa tersiksanya Teguh yang hanya bisa mengisi perut sekali sehari. Bahkan sebelum meregang nyawa, dia diduga sangat kesakitan. Ini terlihat dari tas sekolah, buku-buku, sepatu, serta seragam sekolah yang ada di bawahnya berantakan. Menurut Sukarni, Mbah Ginah menjadi satu-satunya orang yang dianggap paling bisa memberi perhatian pada Teguh. Tetapi, karena sudah tak bisa melihat, Mbah Ginah memiliki keterbatasan Selain itu, kemiskinan selalu saja menjadi sandungan. Bahkan ketika bocah malang ini tinggal bersama ayahnya, Suwarno, 41, dia juga tidak mendapat perhatian apalagi dirawat layaknya seorang anak. Lagi-lagi kemiskinan yang membuat keluarga kecil ini berantakan. Kata sejumlah tetangganya, Suwarno harus berangkat ke sawah sebagai buruh tani usai subuh dan kembali ke rumah menjelang senja. Ibu Teguh, Supartinah, 38, telah pergi merantau ke Sumatera sejak Teguh masih kecil. Hingga kini Supartinah tidak pernah kembali, sehingga tak ada yang sekadar menyapa apakah bocah ini sudah makan atau belum, apakah di rumah ada yang bisa dimakan atau tidak. “Teguh kemudian memilih tinggal bersama Mbah Ginah yang tinggalnya masih sedesa dengan ayahnya. Meski sama-sama miskin, mbah yang buta ini lebih telaten,” kata Sukarni. Teguh memilih mengakhiri rasa sakit dan kemiskinan itu dengan caranya sendiri. Bayu, 11, teman sebangku Teguh di kelas, menangis mendengar teman belajar dan teman bermainnya meninggal. |
||||
bukankah case yg sama juga terjadi di Malaysia? mau ku copy paste beritanya? ;D |
||||
|
klitoris cew malingsial bau busuk
buah dada rata2 fake semua jarang mandi kakaka... |
||||
|
kesian deh...orang indon tak mampu belo makanan..sampai gantung diri...korang kat forum (warga indon) ni daripada mengutuk diri sendir pergilah berbuat amal kebajikan utk negara korang yg miskin ni..aku takut selepas ni makin ramai lagi la warga korang bunuh diri sebab tak mampu nak beli makanan.
ataupun korang minta je makanan kat negara-negara luar sebab negara korang ni kan terkenal dengan semangat meminta apa-apa saja..maklumlah negara miskin... |
||||
Panjang mana pun senarai palsu itu tak menjejaskan ekonomi Malaysia pun..sebaliknya IndoneSIAL yang terus miskin, dan jadi hamba di seluruh dunia. |
||||
|
Wednesday, 20 February 2008
anak kecil indonesia gantung diri kerna lapar Magetan-Surya(INDONESIA)- Heran melihat Teguh Miswadi, 11, tidak masuk sekolah sejak Senin (18/2), Sujarwo menjenguk salah-satu murid pintarnya itu kemarin. Pak guru Sujarwo, 45, khawatir sakit maag Teguh kambuh, dan dia ingin membawanya ke Puskesmas. Namun, tiba di rumah Teguh yang tinggal bersama neneknya di Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kab. Magetan, Sujarwo terkejut bukan kepalang. Di sebuah kamar yang tak terkunci di rumah setengah kayu dan setengah bambu itu, Sujarwo melihat siswa kesayangannya tergantung kaku. Teguh sudah tak bernyawa. Teguh bunuh diri. “Seutas tali tampar biru menjerat lehernya,” kata Sujarwo saat ditemui Selasa (19/2). Tali itu diikatkan pada blandar atau kayu penopang atap. Menurut Sujarwo, Teguh gelap mata, sangat mungkin karena tidak tahan akan rasa sakit yang menyerang perut. Maag itu sering membuatnya mengerang. Penyakit ini seharusnya dilawan dengan makan teratur dan bergizi. Tapi, justru itulah yang tak mungkin didapatkan. Beberapa tetangga membenarkan Teguh hanya makan satu kali sehari. Kondisi Teguh yang tinggal hanya berdua dengan neneknya yang renta, memang sangat memprihatinkan. Siswa kelas 5 SDN Pupus 02, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan ini sering mengeluh sakit perut. “Teguh menderita sakit maag akut sejak cukup lama dan.tak ada yang memperhatikan secara penuh sakitnya, termasuk kebutuhan makannya,” tutur Sujarwo dengan nada prihatin. Dengan kondisi keluarga Teguh yang miskin, makan sebagai kebutuhan paling dasar tampaknya memang tak sanggup dipenuhi keluarganya. Teguh tinggal bersama Mbah Ginah, 76, neneknya yang buta di RT 2 RW 7 No 672 Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Baru ketika bocah ini nekat gantung diri, orang-orang dewasa di sekitarnya melek. Betapa tersiksanya Teguh yang hanya bisa mengisi perut sekali sehari. Bahkan sebelum meregang nyawa, dia diduga sangat kesakitan. Ini terlihat dari tas sekolah, buku-buku, sepatu, serta seragam sekolah yang ada di bawahnya berantakan. Menurut Sukarni, Mbah Ginah menjadi satu-satunya orang yang dianggap paling bisa memberi perhatian pada Teguh. Tetapi, karena sudah tak bisa melihat, Mbah Ginah memiliki keterbatasan Selain itu, kemiskinan selalu saja menjadi sandungan. Bahkan ketika bocah malang ini tinggal bersama ayahnya, Suwarno, 41, dia juga tidak mendapat perhatian apalagi dirawat layaknya seorang anak. Lagi-lagi kemiskinan yang membuat keluarga kecil ini berantakan. Kata sejumlah tetangganya, Suwarno harus berangkat ke sawah sebagai buruh tani usai subuh dan kembali ke rumah menjelang senja. Ibu Teguh, Supartinah, 38, telah pergi merantau ke Sumatera sejak Teguh masih kecil. Hingga kini Supartinah tidak pernah kembali, sehingga tak ada yang sekadar menyapa apakah bocah ini sudah makan atau belum, apakah di rumah ada yang bisa dimakan atau tidak. “Teguh kemudian memilih tinggal bersama Mbah Ginah yang tinggalnya masih sedesa dengan ayahnya. Meski sama-sama miskin, mbah yang buta ini lebih telaten,” kata Sukarni. Teguh memilih mengakhiri rasa sakit dan kemiskinan itu dengan caranya sendiri. Bayu, 11, teman sebangku Teguh di kelas, menangis mendengar teman belajar dan teman bermainnya meninggal. |
||||
|
tidak baik mendoakan negara lain hancur....
lebih baik mendoakan negara sendiri aman makmur.... |
||||
hehehhe...kenapa Mbak Rini bin Combrok...santai aja ya mbak....emangnya kemiskinan ada di Malaysia tapi tidak sampai bunuh diri kerna tidak makan. Pergi aja copy paste kalau ada beritanya org Maalaysia bunuh diri kerna tak makan. TKI kamu kat sini pun gak ada yang bunuh diri kerna tak makan..sabar aja ya Rini kusayang.... |
||||
kalau udah kalah, jangan lori topik ya indon ku sayang.... |
||||
Malaysia ni kan neg pemurah, kalau minta cara baik apa salah kita tolong bangsa2 indon 2 ni...nanti makin ramai pulak yang bunuh diri..hehe |
||||
|
Joined: Feb 13, 2008 Comments: 34 Portsmouth ISP: Taiping, Malaysia |
aku menangis dgn cerita ini ... ayuh usahakan sesuatu dari membuang duit bayar internet ini ... semua org cakap pandai disini ... hero disini saja,mari bantu yg SUSAH !!!
|
|||
|
Joined: Jan 14, 2008 Comments: 4569 |
oooh... :( benar ker malay nak hancur? aku jadi turut sedih pon. |
|||
|
Joined: Feb 13, 2008 Comments: 34 Portsmouth ISP: Taiping, Malaysia |
Tomy ... ya udah dengan cerita yg tak ada kesudahan, mari kita POSITIF .. untuk apa jadi hero disini, tak dapat apa2 pun, nanti msg sama aku ... kita ngomong2 kalau ada bisnes mungkin
|
|||
|
Joined: Jan 14, 2008 Comments: 4569 |
hihihi... ;p |
|||
|
Indonesia memang seperti ini...
tapi malaysia lebih parah... malaysia mau mencuri pulau˛ Indonesia tapi tak berhasil... makanya malaysia mencuri Budaya INDONESIA... karena malaysia sudah kala malu... hey malaysia... nak bilang apa kau... sudah terbuktikan???... !!!...malaysia terkenal negara yang suka mencuri...!!! |
||||
|
hiii..... seram.
|
||||
|
Nasib segelintir rakyat Malaysia selepas 50 tahun merdeka
Oleh Shisya Grape One Khamis, 01 Mei 2008 HARI ini 30 april 2008. Siri program BERSAMAMU keudara lagi di TV3. Hati saya sekali lagi tersentuh. Begitulah selalunya apabila saya mengikuti program bersamamu yang dikendali oleh TV3. Hati saya mula tertanya-tanya, mengapakah masih terdapat lagi manusia yang hidup menderita, sensara atau terseksa dalam menjalani kehidupan sebegitu pada zaman yang begitu canggih dan hebat ini. Perlukah rakyat malaysia yg sudah merdeka selama 50 tahun ini mengalami nasib yang sebegitu daif. Apakah pemerintah kita tidak nampak keadan sebegini masih lagi berlaku selepas malaysia sudahpun merdeka selama 50 tahun. Termenung saya seketika. Kita boleh lihat apabila hari raya korban, terdapat ramai ahli-ahli politik yang menyumbangkan beratus-ratus lembu die kawasan masing-masing. Bukankah lebih elok jika wang yang digunakan untuk membeli lembu korban itu diberi kepada rakyat yang lebih memerlukan. Kebanyakan rakyat yang mendapat daging korban itu adalah dikalangan orang yang mempunyai pendapatan yang cukup untuk menanpung perbelanjaan keluarga mereka. Memang tidak salah jika mereka membuat korban lembu pada hari tersebut. Adakah mereka perlu membeli beratus-ratus ekor lembu untuk membuat korban daripada memberi wang yang digunakan untuk membeli lembu itu di bahagikan kepada mereka-mereka yang lebih memerlukan. Bukan itu sahaja, saya percaya banyak lagi perkara-perkara yang membazir yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin kita sekarang ini. Misalnya makan di tempat-tempat yang mahal. Kononnya nak jaga nama. Adakah mereka ini terlupa yang masih terdapat rakyat Malaysia yang belum tentu makan dan minumnya. Banyak lagi perkara yang membazir yang dilakukan oleh pemimpin kita pada hari ini. Sepatut nya pemimpin kita patut merasa malu kerana program sebegitu ditayangkn di negara seperti Malaysia ini. Apalah guna kita merdeka 50 tahun jika masih ada rakyat Malaysia yang merempat di bumi sendiri. Fikir-fikirkan la sejenak wahai semua rakyat Malaysia. Tidak malukah anda mempunyai negara yang masih sebegini. Dimanakah salahnya dan dimanakah silapnya. Sepatutnya perkara seperti itu tidak terjadi di negara seperti Malaysia ini. Saya yang menonton rancangan itu sedih melihat penderitaan yang dirasankan oleh mereka-mereka itu. Inikan pula mereka yang mengalaminya, pasti pedih untuk ditempuhi. Sebetulnya media seperti TV3 sendiri sepatutnya mendesak kerajaan yang ada sekarang ini untuk bangun dari tidur, bukakan mata seluas yang boleh untuk melihat apa yang berlaku pada rakyat-rakyat yang mengalami nasib sebegitu. Perlukah rakyat Malaysia mempunyai masjid yang indah, bangunan yang tinggi dan rakyat yang melancong ke angkasa. Tetapi masih ada rakyat Malaysia yang hidup menderita.
|
||||
|
rakyat malon merempat di bumi sendiri.
kekekekekekek.... |
||||
|
||||
Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.
| Topic | Updated | Last By | Comments |
|---|---|---|---|
| forum ngagem basa jawi #part 2 (Feb '08) | 6 min | my-dear | 1570 |
| Tak pernah terpikir bakal dimabuk asmara | 8 min | MALINGSIA TA... | 1706 |
| Menggeletar lutut forumer malon melihat posting... | 9 min | aNak A Be Ge | 13 |
| MALAM MINGGU BERFORUM??dASAR JOMBLOO | 10 min | Rese - Jakarta | 38 |
| Nampaknya forumer indonesia sudah insaf | 10 min | Wong PALEMBANG | 5 |
| Students Malaysia to campus tak bershoes | 14 min | aNak A Be Ge | 5 |
| SBY Say Good By to JK ! | 14 min | BOMB PLASTIC | 40 |






