Local News: Malaysia 

 | 

Sign Up

 | 

Sign In

BEJAD! RAJA JAWA KERATON JAWA NGENTOT GADlS ABG

Posted in the Malaysia Forum

Read

76 Comments

More Malaysia Discussions »

Comments

Showing posts 1 - 20 of76
< prev page
|
Go to last page| Jump to page:

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#1
Apr 14, 2012
 
MASYAALLAH GAN...

ASLI GAN...

BUDAYA MANGAN ORA MANGAN SING PENTING NGENTOT WONG JOWO DlPRAKTEK OLEH RAJA WONG JOWO GAN...

SUMPAH BEJAD GAN...

RAJA WONG JOWO BERZINA AMA GADIS BAWAH UMUR GAN...

RAJANYA AJA BEJAD...

GIMANA RAKYATNYA GAN...

CK... CK... CK... CK... CK...

KEBEJADAN WONG JOWO DI LUAR NALAR MANUSIA NORMAL GAN...

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#2
Apr 14, 2012
 
3 JAM RAJA JOWO KERATON NGENTOT GADIS BAWAH UMUR GAN...

CK... CK... CK... CK... CK...

SKANDAL SEKS KERATON: PB XIII Hangabehi Kencan Selama Tiga Jam

Minggu, 15/4/2012 |

KARANGANYAR–Raja Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi yang diduga terlibat dalam child trafficking atau perdagangan diketahui berkencan dengan dua gadis di bawah umur di Hotel Marini II, Colomadu. Kala itu, petinggi Keraton Solo tersebut menyewa sebuah kamar dengan fasilitas mewah selama dua hingga tiga jam.

Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Djoko Satriyo Utomo mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adjie Wibowo mengakui PB XIII Hangabehi berkenccan dengan dua gadis di bawah umur di Hotel Marini II. Dua gadis tersebut dibaw terdakwa Kristin Rahayu dan dijual kepada “pembeli” di hotel itu.“Polisi juga sudah mengecek ke lokasi, sesuai keterangan korban memang hotel itu,” katanya saat dihubungi Soloposcom.

Seorang karyawan Hotel Marini II, Totok, mengungkapkan berdasarkan informasi dari petugas kamar atau room boy, penyewa kamar mempunyai ciri-ciri seperti yang diungkapkan terdakwa dan korban di persidangan yakni laki-laki berumur 60 tahun,berperawakan tinggi besar, berkulit putih dan mirip keturunan etnis Tionghoa.

Namun, dia tidak mengenal secara rinci mengenai identitas penyewa kamar.“Saat itu, room boy yang melihat langsung fisik penyewa kamar. Saya tidak tahu apakah itu Sinuhun atau bukan. Ciri-cirinya lelaki berumur sekitar 60 tahun dan mirip keturunan etnis Tionghoa,” katanya saat ditemui Solopos.com , Sabtu (14/4/2012).

Menurut Totok, dia hanya mengetahui ciri-ciri penyewa kamar secara sepintas. Sementara, room boy yang melihat langsung lelaki tersebut bernama Yuli. Saat ini, Yuli telah mengundurkan diri atau resign sejak beberapa bulan yang lalu.

Lelaki itu menyewa sebuah kamar dengan fasilitas lengkap selama dua-tiga jam. Dia datang sendirian sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung memesan sebuah kamar. Selanjutnya, dia check-out kamar hotel sekitar pukul 17.30 WIB.“Pokoknya sebelum Maghrib, lelaki itu telah meninggalkan hotel,” jelasnya.

Totok menjelaskan, pascapenangkapan terdakwa perdagangan anak Kristin Rahayu beberapa bulan lalu, beberapa polisi mendatangi hotel tersebut. Mereka meminta keterangan dari pihak hotel terkait kasus perdagangan anak yang diduga melibatkan Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi.“Ada tiga polisi yang datang dan meminta keterangan mengenai identitas penyewa kamar dan lokasi kamar tersebut. Kami hanya memberikan keterangan seadanya karena Yuli sudah tidak bekerja lagi di hotel.” ungkapnya.

Hotel Marini sendiri terdiri dari dua kelas yakni eksekutif dan ekonomi. Kelas ekonomi terdiri dari 20 kamar yang berada di selatan jalan raya bernama Marini I. Sementara kelas eksekutif juga terdiri dari 20 kamar yang berada di utara jalan raya bernama Marini II.

Disinggung mengenai identitas diri yang menjadi jaminan saat menyewa kamar, dia mengaku lupa karena kejadiannya sudah lama. Totok tak bisa menghafal satu persatu identitas diri penyewa kamar.“Saya lupa karena kejadiannya sudah lama. Saya tak ingat sama sekali.”

Sementara itu, pengacara terdakwa, Prihananto, ketika dihubungi Soloposcom sedang berada di luar kota. Saat Soloposcom menghubungi lewat telepon seluler diterima oleh kerabat keluarganya.“Mas Prihananto sedang di Jogja, saya tidak tau nomor hand phone (HP)-nya yang lain. Mungkin besok sudah pulang lagi,” imbuhnya.
Malingsia Pencuri Asia

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#3
Apr 14, 2012
 
JOWO memang bangsat gan..........

he he he

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#4
Apr 14, 2012
 
MASYAALLAH GAN...

TERNYATA PRAKTEK RAJA JOWO NGENTOT ABG BAWAH UMUR INI BUKAN HAL BARU GAN...

CK... CK... CK... CK...

UDAH SERING RAJA JOWO KERATON BERZINA AMA GADIS BAWAH UMUR GAN...

SKANDAL SEKS KERATON: Meski Bukan Hal Baru, Bisa Guncangkan Kepercayaan Masyarakat

Sabtu, 14/4/2012

http://www.solopos.com/2012/berita-pilihan/sk...

SOLO – Skandal seks yang diduga melibatkan kerabat Keraton Solo diperkirakan berimplikasi luas. Tak hanya secara hukum namun juga berpengaruh terhadap para abdi dalem serta orang-orang yang masih menaruh rasa hormat tinggi kepada Dinasti Mataram tersebut.

Pengamat kehidupan raja-raja Jawa, Otto Sukatno CR, menjelaskan eksistensi Keraton di mata masyarakat di Soloraya dan juga Jawa Timur masih diakui. Itulah sebabnya, meski tak lagi memiliki kekuatan politik, Keraton tetap memiliki kekuatan dan pengaruh sosial budaya di masyarakat, terutama kalangan abdi dalem.

”Itulah sebabnya, kenapa Keraton sampai sekarang diperebutkan sampai pecah jadi dua raja,” papar peneliti dan juga penulis buku Seks Para Pangeran: Tradisi dan Ritualisasi Hedonisme Jawa tersebut.

Otto menilai Raja Keraton adalah seorang figur. Secara tak langsung, ia memiliki basis massa di kalangan abdi dalem serta masyarakat yang masih menghormatinya. Ketika ia tersangkut skandal asusila, basis massanya juga akan terpengaruh.”Pasti terpengaruh. Hla dia kan publik figur,” paparnya.

Skandal seks di lingkungan kerajaan, kata Otto, sebenarnya bukanlah hal baru. Hasil penelitiannya selama ini mengungkapkan bahwa perilaku seksual di lingkungan kerajaan bukan hanya gaya hidup hedonisme, melainkan telah menjadi strategi politik.”Makanya banyak selir-selir. Namun, itu juga strategi politik untuk menyatukan dan menundukkan lawan dengan jalan pernikahan,” papar pria yang tinggal di Jogja ini.

Meski demikian, skandal seks sebenarnya menimpa banyak orang. Persoalan itu menjadi heboh lantaran diduga melibatkan raja.”(Skandal) seks itu bisa menimpa siapa pun. Cuma, karena melekat dengan raja, makanya jadi ramai,” paparnya.
Malingsia Pencuri Asia

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#5
Apr 14, 2012
 

Judged:

1

1

1

Bangsat...Bangsat...Bangsat...

Pindahkan Ibu kota dari jakarta ke Makassar...

dukung makassar jadi ibu kota GAN....
FANKUI BABIPUTERA

United States

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#6
Apr 14, 2012
 
hanief.blogspot.com/2011/03/anak-perempuan-ma...

FANKUI ISLAM KAKI ARAK kih3 xD

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#7
Apr 14, 2012
 
MANGKANYA GA HERAN JIKA WONG JOWO ITU NGENTOT KAYAQ KELINCI HINGGA BANYAK ANAK GAN...

COBA ENTE PIKIR GAN...

LAGI MENGHADAPI BENCANA AJA...

WONG JOWO MASIH MIKIR URUSAN SELANGKANG GAN...

INI BUKTINYA GAN...

KORBAN GUNUNG MERAPI NGOTOT AGAR DISEDIAKAN BILIK ASMARA DI POSKO-POSKO GAN...

HARTA BENDA DAN LAHAN PERTANIAN UDAH HANCUR KENA GUNUNG MERAPI...

MAKAN AJA GA CUKUP...

WONG JOWO MASIH MIKIRKAN URUSAN SELANGKANG GAN...

WONG JOWO BILANG JIKA GA NGENTOT BISA STRESS GAN...

MONGGO KE THREADNYA GAN...

MANGAN ORA MANGAN SING PENTING NGENTOT - Merapi

http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TFV...

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#8
Apr 14, 2012
 
SKANDAL SEKS KERATON: Polres Karanganyar Selidiki Keterlibatan Petinggi Keraton Solo

Kamis, 12/4/2012

http://www.solopos.com/2012/patroli/skandal-s...

KARANGANYAR – Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Djoko Satriyo Utomo mewakili Kapolres AKBP Nazirwan Adjie Wibowo mengatakan akan menelusuri dugaan keterlibatan petinggi Keraton dalam kasus perdagangan manusia atau human trafficking melalui penggunaan dua gadis di bawah umur untuk berhubungan seksual. Pihaknya mengaku menerima laporan dari pengacara terdakwa yang menyebut pembeli gadis belia adalah orang penting di Keraton.

“Sekarang masih kami telusuri laporan itu. Kami tidak ingin gegabah, ada prosesnya. Kami kan harus kumpulkan bukti-bukti dulu. Kalau hanya bilang itu yang pakai si A, tapi tidak ada bukti kan tidak bisa,” ujarnya.

Selama ini, tutur Kasatreskrim, korban maupun muncikari hanya menyebut ciri-ciri pembeli. Selain itu hanya menyebut ciri fisik mobil yang digunakan yakni Grand Livina warna oranye.“Nah ini yang akan kami telusuri. Apakah mobil ini sudah berpindah tangan atau belum,” ujarnya.

Pengacara terdakwa, Prihananto, ketika dihubungi Espos mengatakan sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan akan dilaksanakan Senin mendatang. Ketika ditanya mengenai dugaan keterlibatan petinggi Keraton dalam kasus tersebut, dia buru-buru menutup telepon.“Maaf saya sedang ada pertemuan dengan sesepuh-sesepuh. Ini saya matikan,” ujarnya.

Ketika ditangkap jajaran Polres Karanganyar, akhir tahun lalu. Dari tangan Kristin, polisi menyita tiga ponsel, satu sepeda motor Suzuki Satria dengan pelat nomor AD 6241 GU dan uang Rp750.000.

Dalam menjalankan praktik itu, Kristin hanya berkomunikasi dengan pemesan ABG via ponsel. Pertemuan baru dilakukan ketika sudah ada kesepakatan harga. Setelah itu, dia mengantarkan korban kepada lelaki yang sudah menunggu di hotel. Kristin dijerat pasal berlapis yakni Pasal 81 ayat (2) dan Pasal 88 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 287 KUHP.

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#9
Apr 14, 2012
 
SKANDAL SEKS: Petinggi Keraton Solo Disebut Terlibat Kasus Seksual dengan Gadis di Bawah Umur

Kamis, 12/4/2012

http://www.solopos.com/2012/patroli/skandal-s...

KARANGANYAR – Seorang petinggi Keraton Surakarta Hadiningrat berinisial H disebut terlibat kasus human trafficking atau perdagangan anak di bawah umur. Dia disebut menggunakan jasa pelayanan seksual dua ABG, masing-masing F, 16, dan A,14.

Hal tersebut disampaikan anggota majelis hakim kasus human trafficking yang juga petugas Humas Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Syahru Rizal, kepada Espos. Kasus itu sedang disidangkan dengan terdakwa Kristin Rahayu sebagai mucikari.

Sidang lanjutan kasus trafficking dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU) sedianya digelar Rabu tapi diundur Senin (16/4/2012) mendatang. Sidang yang digelar tertutup itu dipimpin hakim Lucas Sahabat Duha.

Syahru mengatakan berdasarkan kesaksian korban F dalam sidang, terungkap laki-laki yang “memakai” mereka adalah H. Keterangan itu juga dibenarkan oleh terdakwa yang menyatakan “pemakai” dua ABG itu adalah petinggi Keraton. Dalam sidang, Kristin mengaku sudah lama mengenal lelaki itu. Dari pertemanan inilah, Kristin menyediakan ABG dengan bayaran masing-masing Rp1,5 juta.“Bahwa dia ini menggunakan mobil Grand Livina warna oranye. Dia (Kristin-red) bahkan hafal pelat nomornya dan mobil itu selalu digunakan dalam acara-acara Keraton,” ungkapnya.

Sementara itu, ciri-ciri lelaki yang disebut saksi maupun terdakwa adalah tinggi besar, berkulit putih dan berumur sekitar 60 tahun. Selain itu, gaya bicaranya sedikit pelo alias cedal. Terdakwa juga mengaku “pembeli” hanya ingin mengambil gambar telanjang para korban. Menurutnya, yang bersangkutan adalah kolektor gambar ABG telanjang. Namun, keterangan terdakwa berbeda dengan keterangan saksi korban. Dua ABG itu mengakui beberapa kali disetubuhi.
“Begitu janjian ketemu di suatu tempat, kedua korban dijemput mobil itu dan dibawa ke hotel di Colomadu. Keduanya disetubuhi,” terangnya.

Korban F, lanjut Syahru, dijual lebih dulu dan kemudian dibawa ke hotel. Selang beberapa hari, F mengajak A untuk melayani orang yang disebut sebagai petinggi Keraton tersebut. Keduanya bahkan masuk bareng dalam satu kamar hotel dan melakukan hubungan layaknya suami-istri.“Jadi otak pertama ini mucikarinya si Kristin. Tapi kan ada pembelinya yang sudah diketahui disebut korban maupun terdakwa,” ujarnya.

Menurut Syahru, mestinya penyidik menindaklanjuti keterangan korban maupun terdakwa. Apalagi secara gamblang disebutkan mobil yang digunakan serta ciri-ciri pembeli yang disebut merupakan orang ternama di Solo. Selama ini, menurut Syahru, pengguna ABG itu masih melenggang bebas. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya hal ini kepada penyidik Polres Karanganyar untuk mengembangkan kasus trafficking ini. Pihaknya berkali-kali menyampaikan kepada JPU dalam persidangan agar segera menjerat pengguna.

“Tinggal tunggu keberanian penyidik. Semuanya tergantung di sana. Pembeli ini harus dijerat juga agar kasus seperti ini tidak terulang kembali. Kan sudah jelas mobilnya apa dan pelat nomornya juga ada,” tegasnya.

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#10
Apr 14, 2012
 
SKANDAL SEKS KERATON: Raja Terjerat Isu Miring, Masa Depan Keraton Terancam

Jumat, 13/4/2012

http://www.solopos.com/2012/solo/skandal-seks...

SOLO – Munculnya dugaan bahwa Sinuhun PB XIII Hangabehi terlibat perdagangan anak dengan terlibat hubungan seksual dengan gadis di bawah umur membuat pakar budaya Jawa, Purwadi, sangat miris. Penulis puluhan buku tentang Jawa itu menegaskan masa depan Keraton sebagai pusat peradaban Jawa akan hancur jika masyarakat memersepsikan raja layaknya artis dengan segala kehidupan pribadinya.

”Warga Solo dan juga bangsa Indonesia pasti akan menyesal. Sebab, apa yang dibangun selama berabad-abad akan runtuh dalam sekejap,” ujar Purwadi, menanggapi skandal seks yang diduga melibatkan Sinuhun.

Budayawan yang tinggal di Jogja itu menilai ada skenario besar yang sengaja dibikin untuk meruntuhkan eksistensi Keraton Kasunanan. Sejumlah serangan, baik dari kalangan dalam maupun luar Keraton, tegasnya, adalah bukti bahwa masa depan Dinasti Mataram itu tengah diobok-obok. Jika serangan tersebut tak disadari oleh masyarakat dan juga bangsa Indonesia, katanya, Keraton tinggal menanti lonceng kematian.

”Ini sangat berbahaya. Sebab, jejak-jejak kebudayaan Jawa terus dicoba untuk dihapus dari tanahnya sendiri,” tegasnya.
Terlepas dari benar dan tidaknya skandal seks itu, Purwadi ingin mengingatkan agar kesadaran kolektif masyarakat Jawa akan eksistensi Keraton segera dibangun. Ia juga mengingatkan pemerintah segera turun tangan menyikapi ancaman serius akan kepunahan Keraton.

Ketua Paguyuban Abdi Dalem Keraton, KRT Probo Nagoro, enggan berkomentar.”Saya belum ingin ngomong dulu. Saya belum mengetahui duduk persoalannya,” katanya.

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#12
Apr 14, 2012
 
INI BUKTINYA PAS LAGI BENCANA WONG JOWO MASIH MIKIRKAN URUSAN SELANGKANG GAN...

PENGUNGSI WONG JOWO BILANG...

JIKA GA NGENTOT BISA STRESS GAN...

BEDA BANGET WONG JOWO AMA WONG ACEH DAN WONG MINANG GAN...

WONG ACEH DAN WONG MINANG JUGA KETIBAN BENCANA...

TAPI MEREKA GA NGOTOT MINTAK SARANA NGENTOT GAN...

CK... CK... CK...

Bencana Merapi

Bilik Asmara untuk Redakan Stres Pengungsi

"Kami meminta pengusaha hotel menyediakan satu kamar gratis untuk dipakai pengungsi."

Selasa, 9 November 2010, 14:44 WIB

http://us.nasional.vivanews.com/news/read/187...

VIVAnews - Gejala stres mulai menghinggapi pengungsi bencana letusan Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta. Bahkan kemarin, salah satu pengungsi memilih mengakhiri hidupnya karena tak tahan menanggung derita setelah harta-bendanya ludes kena letusan.

Widi Sutikno, Kepala Posko Utama Stadion Maguwoharjo, Sleman, menyatakan, ada beberapa penyebab stres ini. Pertama, "Pengungsi sudah banyak yang mulai stres karena beberapa kali pindah tempat pengungsian. Kebanyakan masyarakat daerah Pakem dan Cangkringan," kata Widi ditemui di lokasi pengungsian, Selasa 9 November 2010.

Penyebab kedua, mereka tercerabut dari aktivitas sebelumnya yang umumnya bertani dan beternak. "Ruang aktivitas di lokasi pengungsian juga sempit, itu membuat stres," kata Widi.

Penyebab ketiga, warga alias turis bencana yang berkunjung membuat tempat pengungsian penuh. "Warga berkunjung membikin pusing pengungsi karena ditonton. Walau niatnya baik, tapi bikin pusing," kata Widi.

Karena itu, kata Widi, setidaknya sudah 60 orang mendatangi posko kesehatan di lokasi pengungsian yang menderita depresi ringan. Bahkan dua orang dinyatakan mengidap schizofrenia sehingga harus dirawat lebih lanjut. Tim relawan juga sudah mengerahkan tenaga konseling yang berbasis psikologi dan psikiatri.

Solusi lain yang ditawarkan pemerintah untuk meredakan stres ini adalah membangun bilik asmara untuk pasangan suami-isteri. "Kemarin sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan, rencana nanti akan dibikin di masing-masing posko bilik asmara. Dan lagi diusahakan pengusaha hotel menyediakan satu kamar gratis untuk dipakai pengungsi sebagai bilik asmara," kata Widi.

Untuk pembangunan bilik asmara di lokasi pengungsian, Dinas Pekerjaan Umum sudah berkomitmen membantu.(Laporan: Erick Tanjung, Sleman | umi)

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#13
Apr 14, 2012
 
TERBUKTl GAN...

WONG JOWO ITU...

MANGAN ORA MANGAN SING PENTING NGENTOT GAN...

CK... CK... CK... CK...

LUAR BIASA BEJADNYA WONG JOWO GAN...
FANKUI BABIPUTERA

United States

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#14
Apr 14, 2012
 
QUESTIONING THE ‘DAULAT TUANKU’ CRY Posted by admin Tuesday, 06 October 2009 10:42 By Pak Sako As human beings, we are endowed with the capacity to think so that we can question and thereby
gain a better understanding, even if the subject under scrutiny is felt to be thorny. To pose a question is not to be disrespectful (‘kurang ajar’). On the contrary, to question is the first
step in seeking true knowledge and overcoming ignorance. The culture in our country is unfortunately one where the general public is reluctant to question and
refrains from it. Or the public tends to be passive and fails to engage in reflection. Statements,
concepts or policies framed and implemented by the powers that be, for example, the government,
ministers or rulers are often accepted as correct and appropriate without much opposition. This attitude is not surprising as the political history of our country has been coloured by feudalism
for many centuries. Feudalism is an ideology that calls for deference to authority. This culture is fully
ingrained in the great majority of Malaysians. However, if we are to accept and acknowledge that
every man is created equal then this antiquated culture needs to be erased. The cry 'Daulat Tuanku' is often heard amongst
those who support Barisan Nasional when they
defend the actions of the Perak Sultan in
rejecting Menteri Besar YB Nizar Jamaluddin’s
petition to dissolve the state assembly, and when
Sultan Azlan Shah instructed YB Nizar to resign his post. The reasons for His Highness’ action
were not divulged to the public even though it
was a sensitive episode involving the democratic rights of the people. Are the words and decisions of a sultan or king beyond fault (or ‘sacred’) and beyond question? Is the
public not entitled to know the rationale behind his royal command? Are not the rulers accountable to
the people given that the citizenry pays tax to bear their living expenses? Where would kings be
without their subjects? Kings are only human and to be human is to err. There are state rulers who have been implicated in
misconduct such as in the cases cited below: Assault and battery: The Sultan of Johor was alleged to have beaten one of his assistants with a golf club, and to also attack a hockey coach, Torture: An Indonesian girl has accused her husband, a Kelantan prince, of physical abuse, Punch-up: A quarrel between the grandsons of the Sultans belonging to the royal households of Negri Sembilan and Johor in a night club resulted in a revolver being brandished Are they deserving of adulation on the premise of 'Daulat Tuanku'? Read more at: http://english.cpiasia.net/index.php ? option=com_content&view=ar ticle&id=1740:questioning- the-daulat-tuanku- cry&catid=222:english& Itemid=170

SULTAN BEBAS HUKUM!!!

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#15
Apr 15, 2012
 
SAKlNG KAGETNYA ANE HINGGA LUPA NGASIH LINK BUAT POSTING NOMOR 2 GAN...

INI LINKNYA GAN...

SKANDAL SEKS KERATON: PB XIII Hangabehi Kencan Selama Tiga Jam

Minggu, 15/4/2012

http://www.solopos.com/2012/karanganyar/skand...

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#16
Apr 15, 2012
 
INI FOTO RAJA JOWO KERATON YANG BEJAD ITU GAN...

CK... CK... CK...

LIAT AJA TAMPANGNYA GAN...

TAMPANG JOWO MESUM GAN...

http://images.solopos.com/2012/04/hangabehi-2...

SISKS PB XIII Hangabehi(dok)

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#17
Apr 15, 2012
 
INI PULA HASIL GOOGLE SEARCH DENGAN KATA KUNCI "JAWA KERATON GADIS BAWAH UMUR" GAN...

http://www.google.com/#hl=en&q=JAWA+KERAT...

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#18
Apr 15, 2012
 
FANKUI BABIPUTERA wrote:
QUESTIONING THE ‘DAULAT TUANKU’ CRY Posted by admin Tuesday, 06 October 2009 10:42 By Pak Sako As human beings, we are endowed with the capacity to think so that we can question and thereby
gain a better understanding, even if the subject under scrutiny is felt to be thorny. To pose a question is not to be disrespectful (‘kurang ajar’). On the contrary, to question is the first
step in seeking true knowledge and overcoming ignorance. The culture in our country is unfortunately one where the general public is reluctant to question and
refrains from it. Or the public tends to be passive and fails to engage in reflection. Statements,
concepts or policies framed and implemented by the powers that be, for example, the government,
ministers or rulers are often accepted as correct and appropriate without much opposition. This attitude is not surprising as the political history of our country has been coloured by feudalism
for many centuries. Feudalism is an ideology that calls for deference to authority. This culture is fully
ingrained in the great majority of Malaysians. However, if we are to accept and acknowledge that
every man is created equal then this antiquated culture needs to be erased. The cry 'Daulat Tuanku' is often heard amongst
those who support Barisan Nasional when they
defend the actions of the Perak Sultan in
rejecting Menteri Besar YB Nizar Jamaluddin’s
petition to dissolve the state assembly, and when
Sultan Azlan Shah instructed YB Nizar to resign his post. The reasons for His Highness’ action
were not divulged to the public even though it
was a sensitive episode involving the democratic rights of the people. Are the words and decisions of a sultan or king beyond fault (or ‘sacred’) and beyond question? Is the
public not entitled to know the rationale behind his royal command? Are not the rulers accountable to
the people given that the citizenry pays tax to bear their living expenses? Where would kings be
without their subjects? Kings are only human and to be human is to err. There are state rulers who have been implicated in
misconduct such as in the cases cited below: Assault and battery: The Sultan of Johor was alleged to have beaten one of his assistants with a golf club, and to also attack a hockey coach, Torture: An Indonesian girl has accused her husband, a Kelantan prince, of physical abuse, Punch-up: A quarrel between the grandsons of the Sultans belonging to the royal households of Negri Sembilan and Johor in a night club resulted in a revolver being brandished Are they deserving of adulation on the premise of 'Daulat Tuanku'? Read more at: http://english.cpiasia.net/index.php ? option=com_content&view=ar ticle&id=1740:questioning- the-daulat-tuanku- cry&catid=222:english& Itemid=170
SULTAN BEBAS HUKUM!!!
SAKlNG STRESSNYA WONG JOWO OOT GAN...

WONG JOWO BEGITU MEMBELA RAJANYA YANG TUKANG ZINA GAN...
FANKUI BABIPUTERA

United States

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#19
Apr 15, 2012
 
johorsultan.blogspot.com/2010/02/son-of-tyran...

JohorSultan - Iskandar The Tyrant ‹› Home View web version WEDNESDAY, FEBRUARY 17, 2010 Justice for the People at 8:44 AM The son of the Tyrant - another Tyrant in the making The son of Iskandar, who is now the new Sultan of Johor. Like his father, he is mad. He has
been arrested before, for killing a man in a night club dispute.

He is also known to rape
any pretty lady in clubs and pubs, even with their boyfriends around.

JOHOR SULTAN ROGOL....SULTAN BEBAS NGENTOT BEBAS HUKUM!!KIH KIH

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#20
Apr 15, 2012
 
Raja Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi AKA RAJA JOWO MESUM TUKANG ZINA GAN...

CK... CK... CK... CK...

SUMPAH BEJAD GAN...

BEBERAPA FOTO SI DOI GAN...

1. RAJA JOWO BEJAD...

http://kabarsoloraya.com/wp-content/uploads/2...

2. RAJA JOWO BEJAD & BINIKNYA GAN...

http://wesben.com/wp-content/uploads/2010/10/...

3. RAJA JOWO BEJAD NGASIH SEMBAKO KE RAKYAT GAN...

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/R...

ADA APA DENGAN JOWO GAN...?

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#21
Apr 15, 2012
 
ASLl GAN...

WONG JOWO ITU...

MANGAN ORA MANGAN SlNG PENTING NGENTOT GAN...

DARI RAJANYA HINGGA KE WONG CILIK...

CK... CK... CK... CK...

Tell me when this thread is updated:
(Registration is not required)

Add to my Tracker

Send me an email

Showing posts 1 - 20 of76
< prev page
|
Go to last page| Jump to page:
Type in your comments below
Name
(appears on your post)
Comments
Characters left: 4000
Type the numbers you see in the image on the right:

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Daily Horoscope for June 17

Sagittarius

If you're grappling with a financial, emotional or family problem, this is the perfect day to re-examine it from another angle. When you look at it from a completely different perspective, you'll realize that you can see the solution at long last. And about time, too! It will even be easy to convince the other people involved that you've come up with the right answer.

Get your Horoscope »