MIRIS! PEMERINTAH NGEMlS ROYALTl EMAS PT FREEPORT

Posted in the Malaysia Forum

Comments

Showing posts 1 - 20 of40
< prev page
|
Go to last page| Jump to page:

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#2
Sep 10, 2012
 

Judged:

1

Duh mirisnya saya baca beritanya, pemerintah kita kog jadinya ngemis-ngemis ke PT Freeport?

Lahan tambang emas PT Freeport itu milik Indonesia, kog malah ngemis?

Lebih melukai hati kita, mulai beroperasinya PT Freeport dari tahun 1967 hingga 2012, Indonesia cuma dapat 1% dari royalti emas Papua.

Pemerintah kita gak punya nyali untuk menasionalisasikan PT Freeport karena takut sama Amerika.

Emas Papua dibarter sama pesawat rongsokan, para nasionalis bego pada kesurupan.

Terbukti Indonesia belum merdeka seutuhnya!

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#3
Sep 10, 2012
 
Pemerintah Minta Royalti Freeport Naik Dari 1% Jadi 10 Persen

Minggu, 9 September 2012 15:32 WIB

http://ekonomi.tvonenews.tv/berita/view/61274...

Pemerintah minta PT Freeport Indonesia menyetor royalti hasil tambang emas sebesar 10 persen atau naik dari sebelumnya yang hanya satu persen.

Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini di Jakarta, Minggu,(9/9) mengatakan, pemerintah akan berupaya mencapai target kenaikan royalti tersebut dalam proses renegosiasi kontrak yang kini masih berjalan. "Kami minta 10 persen," katanya.

Kenaikan royalti 10 persen itu, lanjutnya, juga berlaku pada perusahaan tambang lainnya. Menurut dia, proses renegosiasi tambang saat ini masih terus berjalan. "Proses renegosiasi ini tidak bisa cepat, bisa bulanan dan bahkan tahunan," ujarnya.

Pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden No 3 Tahun 2012 tentang Tim Evaluasi untuk Penyesuaian Kontrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara tertanggal 10 Januari 2012.

Tim diketuai Menko Perekonomian dan Menteri ESDM selaku ketua harian.

Terdapat enam isu strategis yang menjadi fokus tim evaluasi kontrak agar sesuai amanat UU Minerba, yaitu luas wilayah kerja, perpanjangan kontrak, penerimaan negara baik pajak maupun royalti, kewajiban divestasi, kewajiban pengolahan dan pemurnian di dalam negeri, dan kewajiban penggunaan barang dan jasa pertambangan dalam negeri.

Berdasarkan data Ditjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, per 29 Agustus 2012, kontrak tambang besar tercatat sebanyak 111 yang terdiri dari 37 kontrak karya (KK) untuk komoditas mineral dan 74 perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B).

Dari jumlah itu, terdapat lima KK dan 60 PKP2B yang sudah menyetujui seluruh poin renegosiasi. Lalu, terdapat 27 KK dan 14 PKP2B yang menyetujui sebagian poin renegosiasi. Terakhir, ada lima KK yang belum menyetujui seluruh poin renegosiasi.(Ant)

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#4
Sep 10, 2012
 
Saya jadi malu dengan negara tetangga, terbukti NKRI gak seutuhnya merdeka.

Freeport Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

http://id.wikipedia.org/wiki/Freeport_Indones...

PT. Freeport Indonesia adalah sebuah perusahaan pertambangan yang mayoritas sahamnya dimiliki Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.. Perusahaan ini adalah pembayar pajak terbesar kepada Indonesia dan merupakan perusahaan penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang Grasberg. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua tempat di Papua, masing-masing tambang Erstberg (dari 1967) dan tambang Grasberg (sejak 1988), di kawasan Tembaga Pura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Freeport berkembang menjadi perusahaan dengan penghasilan 2,3 miliar dolar AS. Menurut Freeport, keberadaannya memberikan manfaat langsung dan tidak langsung kepada Indonesia sebesar 33 miliar dolar dari tahun 1992–2004. Angka ini hampir sama dengan 2 persen PDB Indonesia. Dengan harga emas mencapai nilai tertinggi dalam 25 tahun terakhir, yaitu 540 dolar per ons, Freeport diperkirakan akan mengisi kas pemerintah sebesar 1 miliar dolar.

Mining In­terna­tio­nal, sebuah majalah per­da­­ga­ngan, menyebut tambang emas Free­­port sebagai yang ter­be­­sar di du­­­nia.

Pada tahun 2003 Freeport Indonesia mengaku bahwa mereka telah membayar TNI untuk mengusir para penduduk setempat dari wilayah mereka. Menurut laporan New York Times pada Desember 2005, jumlah yang telah dibayarkan antara tahun 1998 dan 2004 mencapai hampir 20 juta dolar AS. Freeport Indonesia sering dikabarkan telah melakukan penganiayaan terhadap para penduduk setempat. Pada Tahun 2011 seorang buruh bernama Petrus Ajam Seba seorang buruh di PT. Freeport terbunuh.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#5
Sep 10, 2012
 
Bahan tambang yang dihasilkan

Tembaga
Emas
Silver
Molybdenum
Rhenium

Selama ini hasil bahan yang di tambang tidak jelas karena hasil tambang tersebut di kapalkan ke luar Indonesia untuk dimurnikan sedangkan molybdenum dan rhenium merupakan hasil sampingan dari pemrosesan bijih tembaga

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#6
Sep 10, 2012
 
Sejarah

Peta lokasi Freeport Indonesia
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thum...

Dahulu di tengah masyarakat ada mitologi menyangkut manusia sejati, yang berasal dari sebuah Ibu, yang menjadi setelah kematiannya berubah menjadi tanah yang membentang sepanjang daerah Amungsal (Tanah Amugme), daerah ini dianggap keramat oleh masyarakat setempat, sehingga secara adat tidak diizinkan untuk dimasuki.

Sejak tahun 1971, Freeport Indonesia, masuk ke daerah keramat ini, dan membuka tambang Erstberg. Sejak tahun 1971 itulah warga suku Amugme dipindahkan ke luar dari wilayah mereka ke wilayah kaki pegunungan.

Tambang Erstberg ini habis open-pit-nya pada 1989, dilanjutkan dengan penambangan pada wilayah Grasberg dengan izin produksi yang dikeluarkan Mentamben Ginandjar Kartasasmita pada 1996. Dalam izin ini, tercantum pada AMDAL produksi yang diizinkan adalah 300 ribu /ton/hari

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#7
Sep 10, 2012
 
Kontroversi

Menurut karyawan dan bekas karyawan Freeport, selama bertahun-tahun James R Moffett, seorang ahli geologi kelahiran Louisiana, yang juga adalah pimpinan perusahaan ini, dengan tekun membina persahabatan dengan Presiden Soeharto, dan kroni-kroninya. Ini dilakukannya untuk mengamankan usaha Freeport. Freeport membayar ongkos-ongkos mereka berlibur, bahkan biaya kuliah anak-anak mereka, termasuk membuat kesepakatan-kesepakatan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Surat-surat dan dokumen-dokumen lain yang diberikan kepada New York Times oleh para pejabat pemerintah menunjukkan, Kementerian Lingkungan Hidup telah berkali-kali memperingatkan perusahaan ini sejak tahun 1997, Freeport melanggar peraturan perundang-undangan tentang lingkungan hidup. Menurut perhitungan Freeport sendiri, penambangan mereka dapat menghasilkan limbah/bahan buangan sebesar kira-kira 6 miliar ton (lebih dari dua kali bahan-bahan bumi yang digali untuk membuat Terusan Panama). Kebanyakan dari limbah itu dibuang di pegunungan di sekitar lokasi pertambangan, atau ke sistem sungai-sungai yang mengalir turun ke dataran rendah basah, yang dekat dengan Taman Nasional Lorentz, sebuah hutan hujan tropis yang telah diberikan status khusus oleh PBB.

Sebuah studi bernilai jutaan dolar tahun 2002 yang dilakukan Parametrix, perusahaan konsultan Amerika, dibayar oleh Freeport dan Rio Tinto, mitra bisnisnya, yang hasilnya tidak pernah diumumkan mencatat, bagian hulu sungai dan daerah dataran rendah basah yang dibanjiri dengan limbah tambang itu sekarang tidak cocok untuk kehidupan makhluk hidup akuatik. Laporan itu diserahkan ke New York Times oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. New York Times berkali-kali meminta izin kepada Freeport dan pemerintah Indonesia untuk mengunjungi tambang dan daerah di sekitarnya karena untuk itu diperlukan izin khusus bagi wartawan. Semua permintaan itu ditolak. Freeport hanya memberikan respon secara tertulis. Sebuah surat yang ditandatangani oleh Stanley S Arkin, penasihat hukum perusahaan ini menyatakan, Grasberg adalah tambang tembaga, dengan emas sebagai produk sampingan, dan bahwa banyak wartawan telah mengunjungi pertambangan itu sebelum pemerintah Indonesia memperketat aturan pada tahun 1990-an.
Menyadap e-mail

Menurut seorang pejabat dan dua bekas pejabat perusahaan yang terlibat dalam mengembangkan suatu program rahasia, Freeport selama ini menyadap e-mail para aktivis lingkungan yang melawan perusahaan ini untuk memata-matai apa yang mereka lakukan. Freeport menolak mengomentari hal ini. Freeport bergandengan tangan dengan perwira-perwira intelijen TNI, mulai menyadap korespondensi e-mail dan percakapan telepon lawan-lawan aktivis lingkungannya. Hal ini dikatakan oleh seorang karyawan Freeport yang terlibat dalam kegiatan ini dan bertugas membaca e-mail-e-mail tersebut.

Menurut bekas karyawan dan karyawan Freeport, perusahaan ini juga membuat sistemnya sendiri untuk mencuri berita-berita melalui e-mail. Caranya adalah dengan membentuk sebuah kelompok pecinta lingkungan gadungan, yang meminta mereka yang berminat untuk mendaftar secara online dengan menggunakan kode rahasia (password) tertentu. Banyak di antara mereka yang mendaftar itu menggunakan password yang sama seperti yang mereka gunakan untuk e-mail mereka. Dengan cara ini, Freeport dengan gampang mencuri berita. Menurut seseorang yang waktu itu bekerja untuk perusahaan ini, awalnya para pengacara Freeport khawatir dengan pencurian ini. Tetapi, mereka kemudian memutuskan, secara legal perusahaan itu tidak dilarang untuk membaca e-mail pihak-pihak di luar negeri.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#8
Sep 10, 2012
 
Hubungan Freeport dan TNI

Selama bertahun-tahun, Free­port memiliki unit pengaman­an­nya sendiri, sementara militer In­donesia meme­rangi perlawanan se­paratis yang lemah dan rendah ge­rakannya. Ke­mudian kebutuhan keamanan ini mulai saling terkait.

Tidak ada investigasi yang me­nemukan keterkaitan Freeport se­ca­ra langsung dengan pe­lang­ga­ran HAM, tetapi semakin banyak orang-orang Papua yang meng­hu­­bungkan Freeport dengan tin­dak kekerasan yang dila­kukan oleh TNI, dan pada sejumlah kasus keke­ra­san itu dilakukan dengan meng­gu­­na­kan fa­si­litas Freeport. Seo­rang ahli antro­pologi Australia, Chris Ballard, yang pernah be­kerja untuk Freeport, dan Abigail Abrash, seorang aktivis HAM dari Amerika Serikat, mem­­­perkirakan, sebanyak 160 orang telah dibunuh oleh militer an­tara tahun 1975–1997 di dae­rah tambang dan sekitar­nya.

Pada bulan Maret 1996, kemarahan terhadap peru­sa­haan pecah dalam bentuk ke­ru­suhan ketika sen­ti­men anti-pe­rusahaan dari beberapa ke­lompok yang berbeda bergabung.

Free­port menyadap berita-berita da­lam e-mail. Menurut dua orang yang mem­baca e-mail-e-mail itu pa­da saat itu, ada unit-unit militer tertentu, ma­sya­rakat se­tem­pat, dan kelompok-ke­lom­­pok ling­­kung­an hidup yang be­ker­ja­sama. Sebuah pertukaran informasi de­ngan menggunakan e-mail an­ta­ra seorang tokoh masyarakat de­ngan pimpinan organisasi ling­kungan hidup penuh dengan tak­tik intelijen militer. Dalam e-mail yang lain, seorang pimpinan or­ga­nisasi lingkungan meminta pa­ra ang­gotanya mundur karena de­monstrasi telah berubah menjadi ke­rusuhan.

Dari wawancara yang dila­ku­kan, bekas pejabat dan pejabat Free­port menyatakan, mereka terkejut melihat sejumlah orang de­ngan potongan ram­but militer, me­ngenakan sepatu tem­­pur dan meng­genggam radio wal­kie-tal­kie di antara para perusuh itu. Orang-orang itu terlihat menga­rah­kan kerusuhan itu, dan pada sa­tu ke­ti­ka, mengarahkan massa menuju ke la­bo­­ratorium Freeport yang ke­mudian me­reka obrak-ab­rik.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#9
Sep 10, 2012
 
Keamanan

Dokumen-dokumen Freeport menunjukkan, dari tahun 1998 sampai 2004 Freeport memberikan hampir 20 juta dolar kepada para jenderal, kolonel, mayor dan kapten militer dan polisi, dan unit-unit militer. Setiap komandan menerima puluhan ribu dolar, bahkan dalam satu kasus sampai mencapai 150.000 dolar, sebagaimana tertera dalam dokumen itu.

Dokumen-dokumen itu diberikan kepada New York Times oleh seseorang yang dekat dengan Freeport, dan menurut bekas karyawan maupun karyawan Freeport sendiri, dokumen-dokumen itu asli alias otentik. Dalam respon tertulisnya kepada New York Times, Freeport menyatakan bahwa perusahaan itu telah mengambil langkah-langkah yang perlu sesuai dengan undang-undang Amerika Serikat dan Indonesia untuk memberikan lingkungan kerja yang aman bagi lebih dari 18.000 karyawannya maupun karyawan perusahaan-perusahaan kontraktornya. Freeport juga mengatakan tidak punya alternatif lain kecuali tergantung sepenuhnya kepada militer dan polisi Indonesia dan keputusan-keputusan yang diambil dalam kaitannya dengan hubungan dengan pemerintah Indonesia dan lembaga-lembaga keamanannya, adalah kegiatan bisnis biasa.

Dalam waktu singkat, Freeport menghabiskan 35 juta dolar untuk membangun infrastruktur militer — barak-barak, kantor-kantor pusat, ruang-ruang makan, jalan — dan perusahaan juga memberikan para komandan 70 buah mobil jenis Land Rover dan Land Cruiser, yang diganti setiap beberapa tahun. Semua memperoleh sesuatu, bahkan juga angkatan laut dan angkatan udara. Menurut bekas karyawan dan karyawan Freeport, ketika itu perusahaan ini sudah merekrut seorang bekas agen lapangan CIA, dan atas rekomendasinya, perusahaan kemudian mendekati seorang atase militer di Kedubes Amerika Serikat di Jakarta dan memintanya untuk bergabung. Kemudian dua orang bekas perwira militer Amerika Serikat direkrut, dan sebuah departemen khusus, yang diberi nama Perencanaan Operasi Darurat (Emergency Planning Operation) didirikan untuk menangani hubungan baru Freeport dengan militer Indonesia.

Departemen Perencanaan Operasi Darurat yang baru ini mulai melakukan pembayaran bulanan kepada para komandan TNI, sementara kantor Pengelolaan Risiko Keamanan (Security Risk Management office) mengatur pembayaran kepada polisi. Informasi ini diperoleh dari dokumen-dokumen perusahaan dan keterangan bekas karyawan dan karyawan Freeport. Menurut dokumen perusahaan, Freeport membayar paling sedikit 20 juta dolar (sekitar Rp 184 miliar) kepada militer dan polisi di Papua dari tahun 1998 sampai bulan Mei 2004. Kemudian ada juga tambahan 10 juta dolar (sekitar Rp 92 miliar) yang juga dibayarkan kepada militer dan polisi pada jangka waktu itu sehingga totalnya sekitar Rp 276 miliar.

New York Times menerima dokumen keuangan Freeport selama tujuh tahun dari seorang yang dekat dengan perusahaan itu. Tambahan dokumen selama tiga tahun diberikan oleh Global Witness, sebuah LSM yang mengeluarkan laporan pada bulan Juli, yang berjudul Paying for Protection (Bayaran Perlindungan)[1] tentang hubungan Freeport dengan militer Indonesia. Diamird 0'Sullivan, yang bekerja untuk Global Witness di London, mengkritik pembayaran yang dilakukan Freeport itu.

Menurut perusahaan, semua pengeluaran yang dilakukannya itu harus melalui proses pemeriksaan anggaran. Catatan yang diterima New York Times menunjukkan adanya pembayaran kepada perwira-perwira militer secara perseorangan yang didaftarkan di bawah topik-topik seperti biaya makanan, jasa administrasi dan tambahan bulanan. Para komandan yang menerima dana tersebut tidak diharuskan menandatangani tanda terima.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#10
Sep 10, 2012
 
Pendeta Lowry, yang pensiun dari Freeport pada bulan Maret 2004 tetapi tetap menjadi konsultan sampai bulan Juni, mengatakan, sebetulnya tidak ada alasan yang cukup bagi Freeport untuk memberikan dana secara langsung kepada para perwira militer itu.

Catatan perusahaan menunjukkan, penerima terbesar adalah komandan pasukan di daerah Freeport, Letnan Kolonel Togap F. Gultom. Selama enam bulan tahun 2001, ia diberikan hanya kurang sedikit dari 100.000 dolar untuk biaya makanan, dan lebih dari 150.000 dolar pada tahun berikutnya. Pada tahun 2002, Freeport juga memberikan uang kepada paling tidak 10 komandan lainnya mencapai lebih dari 350.000 dolar untuk biaya makan.

Menurut para bekas karyawan dan karyawan Freeport, pembayaran-pembayaran tersebut dilakukan kepada para perwira itu, kepada istri-istri dan anak-anak mereka, secara perorangan. Yang berpangkat jenderal terbang di kelas satu atau kelas bisnis, dan para perwira yang lebih rendah pada kelas ekonomi, demikian kata Brigadir Jenderal Ramizan Tarigan yang menerima tiket senilai 14.000 dolar pada tahun 2002 untuk dirinya dan anggota keluarganya.

Jenderal Tarigan yang menduduki posisi senior di kepolisian mengatakan, para perwira polisi dibolehkan menerima tiket pesawat udara karena gaji mereka sangat rendah tetapi adalah melanggar peraturan kepolisian untuk menerima pembayaran uang tunai. Pada bulan April 2002, Freeport membayar perwira senior militer di Papua, Mayor Jenderal Mahidin Simbolon, lebih dari 64.000 dolar untuk yang disebut dalam buku keuangan Freeport sebagai "dana untuk rencana proyek militer tahun 2002".

Delapan bulan kemudian, di bulan Desember, Jenderal Simbolon menerima lebih dari 67.000 dolar untuk proyek aksi sipil kemanusiaan. Pembayaran-pembayaran ini pertama kali dilaporkan Global Witness. Jenderal Simbolon, yang kini menjadi Inspektur Jenderal Angkatan Darat Indonesia, menolak permohonan untuk diwawancarai.

Pada tahun 2003, sesudah terjadinya skandal Enron dan disahkannya Undang-undang Sarbanes-Oxley, yang mengharuskan praktik-praktik akuntansi keuangan yang lebih ketat pada perusahaan-perusahaan, Freeport mulai melakukan pembayaran kepada unit-unit militer ketimbang kepada para perwira secara individu. Demikian menurut catatan yang tersedia dan seperti yang dituturkan oleh bekas karyawan dan karyawan perusahaan ini.

Menurut catatan, perusahaan membayar unit-unit polisi di Papua sedikit di bawah angka 1 juta dolar pada tahun 2003, didaftarkan di bawah topik-topik seperti "tambahan pembayaran bulanan," "biaya administrasi" dan "dukungan administratif." Freeport menyatakan kepada New York Times, di dalam menentukan jenis dukungan yang dapat diberikan, adalah merupakan kebijakan perusahaan untuk memperhitungkan kemungkinan terjadinya pelanggaran HAM.” Menurut catatan yang diterima oleh New York Times, pasukan paramiliter polisi, yaitu Brigade Mobil (Brimob), yang sering dikutip oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat karena kekejamannya, menerima lebih dari 200.000 dolar pada tahun 2003

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#11
Sep 10, 2012
 
Peristiwa

21 Februari 2006, terjadi pengusiran terhadap penduduk setempat yang melakukan pendulangan emas dari sisa-sisa limbah produksi Freeport di Kali Kabur Wanamon. Pengusiran dilakukan oleh aparat gabungan kepolisian dan satpam Freeport. Akibat pengusiran ini terjadi bentrokan dan penembakan. Penduduk sekitar yang mengetahui kejadian itu kemudian menduduki dan menutup jalan utama Freeport di Ridge Camp, di Mile 72-74, selama beberapa hari. Jalan itu merupakan satu-satunya akses ke lokasi pengolahan dan penambangan Grasberg.

22 Februari 2006, sekelompok mahasiswa asal Papua beraksi terhadap penembakan di Timika sehari sebelumnya dengan merusak gedung Plasa 89 di Jakarta yang merupakan gedung tempat PT Freeport Indonesia berkantor.

23 Februari 2006, masyarakat Papua Barat yang tergabung dalam Solidaritas Tragedi Freeport menggelar unjuk rasa di depan Istana, menuntuk presiden untuk menutup Freeport Indonesia. Aksi yang sama juga dilakukan oleh sekitar 50 mahasiswa asal Papua di Manado.

25 Februari 2006, karyawan PT Freeport Indonesia kembali bekerja setelah palang di Mile 74 dibuka.

27 Februari 2006, Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat menduduki kantor PT Freeport Indonesia di Plasa 89, Jakarta. Aksi menentang Freeport juga terjadi di Jayapura dan Manado.

28 Februari 2006, Demonstran di Plasa 89, Jakarta, bentrok dengan polisi. Aksi ini mengakibatkan 8 orang polisi terluka.

1 Maret 2006, demonstrasi selama 3 hari di Plasa 89 berakhir. 8 aktivis LSM yang mendampingi mahasiswa Papua ditangkap dengan tuduhan menyusup ke dalam aksi mahasiswa Papua [6][7]. Puluhan mahasiswa asal Papua di Makassar berdemonstrasi dan merusak Monumen Pembebasan Irian Barat.

3 Maret 2006, masyarakat Papua di Solo berdemonstrasi menentang Freeport.

7 Maret 2006, demonstrasi di Mile 28, Timika di dekat bandar udara Moses Kilangin mengakibatkan jadwal penerbangan pesawat terganggu.

14 Maret 2006, massa yang membawa anak panah dan tombak menutup checkpoint 28 di Timika. Massa juga mengamuk di depan Hotel Sheraton.

15 Maret 2006, Polisi membubarkan massa di Mile 28 dan menangkap delapan orang yang dituduh merusak Hotel Sheraton. Dua orang polisi terkena anak panah.

16 Maret 2006, aksi pemblokiran jalan di depan Kampus Universitas Cendrawasih, Abepura, Jayapura, oleh masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Parlemen Jalanan dan Front Pepera PB Kota Jayapura, berakhir dengan bentrokan berdarah, menyebabkan 3 orang anggota Brimob dan 1 intelijen TNI tewas dan puluhan luka-luka baik dari pihak mahasiswa dan pihak aparat.

17 Maret 2006, Tiga warga Abepura, Papua, terluka akibat terkena peluru pantulan setelah beberapa anggota Brimob menembakkan senjatanya ke udara di depan Kodim Abepura [10]. Beberapa wartawan televisi yang meliput dianiaya dan dirusak alat kerjanya oleh Brimob.

22 Maret 2006, satu lagi anggota Brimob meninggal dunia setelah berada dalam kondisi kritis selama enam hari

23 Maret 2006, lereng gunung di kawasan pertambangan terbuka PT Freeport Indonesia di Grasberg, longsor dan menimbun sejumlah pekerja. 3 orang meninggal dan puluhan lainnya cedera.

23 Maret 2006, Kementerian Lingkungan Hidup mempublikasi temuan pemantauan dan penataan kualitas lingkungan di wilayah penambangan PT Freeport Indonesia. Hasilnya, Freeport dinilai tak memenuhi batas air limbah dan telah mencemari air laut dan biota laut.

18 April 2007, sekitar 9.000 karyawan Freeport mogok kerja untuk menuntut perbaikan kesejahteraan. Perundingan akhirnya diselesaikan pada 21 April setelah tercapai kesepakatan yang termasuk mengenai kenaikan gaji terendah

21 Oktober 2011, sekitar tiga orang tewas akibat insiden penembakan di kawasan Freeport Timika Papua. Marcelianus, seorang personel polri berpangkat Brigadir Polisi Satu juga tewas tertembak.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#12
Sep 10, 2012
 
Emas Papua diboyong ke Amerika, Indonesia cuma dikasi pesawat rongsokan.

Mirisnya bangsa ku!

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#13
Sep 10, 2012
 
MALAYSlA DIJADIKAN BENCHMARK OLEH lNDONESIA

http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TN3...
Agent123

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#14
Sep 10, 2012
 
si anjing jag0 copy paste mulai menyalak otak didengkul ngak berani diajak diskusi he he he

Since: Jun 12

Location hidden

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#15
Sep 10, 2012
 
jawa tega jadi anjing amrik buat menjaga kepentingan penjajah. yg lebih bikin miris kekayaan yg dijarah kolonial itu ialah kekayaan negara sendiri!!

Kopassus ke 4 dunia? TNI jago ke 18 dunia? Masih mending ATM yg tidak akan membiarkan satu inci pun lahannya dijajah sama kolonial kapitalis dunia.

Percayalah, bangsa ini sudah lama kehilangan martabatnya gara2 bangsa jawa.

Since: Jun 12

Location hidden

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#16
Sep 10, 2012
 
bangsa apa yg harus mengemis ngemis ke orang asing cuma untuk minta jatah kekayaan negri sendiri? itiulah bangsa jawa. bangsa yg paling hina dan serendah-rendah martabat manusia di muka bumi.

mongo kita tanya politisi jawa gimana harus nutupin kebobrokan ini pake mengalihkan semua perhatian dan kemarahan rakyat indo ke malaysia. Jawa kan lihai yg kayak gini.
jojo

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#17
Sep 10, 2012
 
kemarin si pengritik sudah di tampar kiri kanan di threadnya sendiri, sekarang buka lapak baru lagi, dasar malon gak punya otak. gak mempunyai kemampuan analisa.
tarjo

United States

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#18
Sep 10, 2012
 
malon detected.....
mengkritik bangsa lain tp mrk sendiri tiap bulan setor upeti ama jaga istana bukiham......

(moderator jng apus komen gua anjingggg)..

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#19
Sep 10, 2012
 
Jika tambang PT Freeport milik Indonesia, TNI bakalan dapat jatah alutsista baru, gak rongsokan kayag sekarang!

NASIB! ALUTSlTA "BARU" INDONESIA HANYALAH RONGSOKAN

http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TJN...

Apes dah!

Bikin malu sama tetangga doang!

Alusta TNI "baru" hanyalah rongsokan yang udah kadaluarsa.

Dikarenakan euforia setelah embargo senjata oleh Amerika telah berakhir, pejabat TNI pada kesurupan belanja alutsista tanpa rencana dan tanpa pikir panjang.

Kondisi ini dimanafaatkan oleh asing untuk jadikan Indonesia tempat pembuangan rongsokan alutsista.

Ironisnya pemerintah kita harus bayar dengan harga mahal untuk senjata rongsokan ini.

Alutsista "baru" rongsokan ini merugikan Indonesia karena:

1. Teknologi obsolete (kadaluarsa)

2. Kelemahannya udah diketahui umum dan tetangga

3. Mahal biaya maintenance

4. Bukan modernisasi tapi kunonisasi

Miris banget!

----------

HUT Rl: PENGEN MBT DAPATNYA ODONG-ODONG

http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TMR...

Malu...

Sedih...

Kesal...

Marah...

Kecewa...

Menangis...

Inilah emosi segenap jajaran TNI pas ulang tahun TNI ke-67 2012 karena melihat parade tank odong-odong (yang seharusnya parade MBT) karena:

1. Ternyata belum ada perjanjian resmi pembelian MBT Leopard Indonesia-Jerman

2. DPR Jerman gak mempersetujui penjualan MBT Leopard ke TNI karena kasus pelanggaran HAM

3. Komisi I DPR cuma meluluskan pembelian medium tank yang berbobot 40 ton doang

Justeru itu parade tank untuk HUT RI nantinya cuman ada tank odong-odong doang.

Duh sadisnya!

----------

HUT TNl: SELAlN TANK, PESAWAT JUGA ODONG-ODONG

http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T4S...

Pantaskah Indonesia membayar USD 750 juta untuk odong-odong itu ? Monggo, disimpulkan sendiri.

Pantaskah putra terbaik bangsa menyabung nyawa menunggangi elang yang pasti kalah tempur melawan arsenal asing yang mungkin menyerang ke Nusantara.

Dengan hanya 2 Su-27 dan 3 Su-30 yang dapat diandalkan, kurang dari 1 skadron. Ke-8 F-5 dan skadron Hawk 209 sudah terlalu tua dan tak ter-upgrade. 10 F-16 mengalami penuaan dini akibat embargo.

Maka pada tahun 2015, andalan TNI AU adalah ke-24 F-16 USANG refurbished tersebut (dan 16 EMB-314 baling-baling bambu Doraemon).

Kondisi alusista TNI semakin miris!

Selain larangan penjualan MBT Leopard Jerman ke Indonesia, pesawat hibahan Amerika juga jelek banget.

Ujungnya TNI cuman dapat medium tank (odong-odong) dan pesawat rongsokan F-16 (juga odong-odong) buat sambutan ulang tahun TNI ke-67 2012.

Seluruh jajaran TNI menangis karena diketawain tetangga!
Agent123

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#20
Sep 10, 2012
 
xi xi xi Cimed ganti nick kasihan deh looo
Esperando

United States

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#21
Sep 10, 2012
 
JUJUR GW MALU DILAHIRIN DI INDONESIA

NEGERI SETAN
PEMIMPIN SETAN
RAKYAT NYA KELAKUAN NYA KAYA SETAN

Tell me when this thread is updated: (Registration is not required)

Add to my Tracker Send me an email

Showing posts 1 - 20 of40
< prev page
|
Go to last page| Jump to page:
Type in your comments below
Name
(appears on your post)
Comments
Characters left: 4000

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

373 Users are viewing the Malaysia Forum right now

Search the Malaysia Forum:
Topic Updated Last By Comments
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 5 min abcd 65,843
SAVE israel dari serangan biadab roket hamas 5 min Arab Pengikut dajjal 99
Hasil REAL COUNT KPU tgl 22 Juli 2014...KEMUNGK... 7 min javanicus erectus 271
Butt Out & Stay Out! Leave Christian affairs to... 11 min Rabbeen Al Jihad 10
Saya baby mila , cewek bispak (Apr '08) 11 min andree 12,743
Hot! Hot! Hot! BENTROK DAYAK vs BUGIS DI BATULI... (Feb '12) 26 min Samarinda City 982
Kalau monyet bisa jadi R1, sunda kapan lagi? 28 min kuburan para dewa 54
Makan TAHI BERLENDIR..wow..Sedap nyer (Mar '09) 2 hr sugeng 6,015
JANGAN BANTAH !!! INI ALASAN KENaPA PRABOWO HA... 3 hr mas joko subianto 1,352
•••
•••
Enter and win $5000
•••
•••