|
SBY malon maling moron
Australia
|
BAJINGAN wrote: Malaysia negara kopet!!!!!!!!! tidak berharga diri... banyak orang bodoh!!!!!!! Baunya seperti BABI !!!!!!!!!! Tengik !!!!!!!!!! Jaman modern tapi masih menganut sistim kerajaan, artinya otak masih terbelakang!!!!!!!!! lihat saja nanti kalo perang sama INdonesia!!!!! Akan kami perkosa semua wanita di sana!!!!!!!!!! Makhluk Lonthe Asu Tempik Itil Peli Jembut!!!!!!! Raja Malaysia Tai!!!!!!!!!! He Malaysia jangan hanya berani di negeri sendiri!!!!!!!!!! Bangsa Sialan Bangsat.... Marah hingga tak terkata-kata.Stress tu!
|
|
SBY malon maling moron
Australia
|
i dont know wrote: malaysians: im so surprised that malaysians can be so rude and impolite like these. I'm thinking about their 'truly asia' motto. So, is it their truly asia-ness which shows up here? In this respect they must learn from their Indonesian neighvor. indonesian: IMHO, indonesians are kind-hearted people, warm hearted even to strangers. However, never disturv them /or make them angry, because they are so experienced in war. What war? Indon is just a paper tiger.
|
|
SBY malon maling moron
Australia
|
i dont know wrote: indo girl vs. malay girl? Personally I prefer indo girls theyre cute, assertive, and open minded (PS. It's personal choice/preference, however) NOBODY give a f5*k in your choice.
|
|
SBY malon maling moron
Australia
|
thruth wrote: You, Aussie guys......200% correct! Indonesian ladies are more open minded,well behaved, not hypocrated, aware of women equality!every body knows,who sent the terorists to our peace society. They are jealos, God blesses Indonesia with Bali!They don't know their own root culture, malay or persia? Guys, just repeat after me,..."Malay,kacian de lo!" We are not jealous of Indon but we care about the poor people in Indon, but if the Idons bash us we will retaliate. Fair and square.
|
|
SBY malon maling moron
Australia
|
malingshit wrote: ah, orang2 malaysia itukan hanya segerombolan "JALANG BUSUK" Sebusuk mana pun masih lebih wangi dan harum bak kasturi jika dibanding dengan Indon.
|
|
SBY malon maling moron
Australia
|
Datuk Berdahak wrote: nich perex jealous kali, kayaknya kaga laku-laku. Laki2 Malay kaga doyan ama lo ya? Wajar lah, raja-raja lo aja pada bertekuk lutut ama cewek Indonesia. Ohhh pingin punya turunan darah Indonesia yang bisa pimpin negri lo dengan bener and funky? I see...... Beta hanya ambil Manohara hanya untuk berseronok saja. Bila mual beta tendang saja pada emaknya. Sudah !!!
|
|
dedemite
Jakarta, Indonesia
|
amankan pulau2 indonesia,amankan kebudayaan2 indonesia,amankan aset2 bangsa indonesia dari tangan2 jahil malaysia.Hei malaia,kenape ga lu akuin aje kebudayaan negara2 adidaya kaya amerika,jerman,rusia,jepang biar lu dimusuhin n dibombardir.
|
|
mustafa
Jakarta, Indonesia
|
I nak bilang sama you janganlah you hina2 I punya bangsa,bangsa Indonesia itu terhormat banyak lahir ulama2 besar Indonesia .jadi tak sepantasnya you cakap macam tu.
|
|
|
|
new horizon
Australia
|
K*NTOL MELAYU Lebih Kecil
|
|
Mereka Buta Mata Dan Hati
|
Kasihan INDON Perempuan masih dijadikan BArang dagangan... 26 April 2009 Kawin Kontrak Turis Arab Lagi Marak di Puncak Kawasan Warung Kaleng atau Kampung Sampay di Puncak, Cisarua, yang merupakan perkampungan warga Timur Tengah (Arab, red), mulai bergeliat. Sejumlah tempat peristirahatan berupa vila dan bungalo sudah banyak terpesan. Padahal, musim kawin kontrak baru masuk pada Juni hingga Agustus mendatang. Hingga awal pekan ketiga bulan ini, peningkatan pemesanan untuk pemakaian awal bulan depan diperkirakan mencapai lebih 50 persen. Menurut salah seorang petugas resepsionis di vila Tjokro, Cisarua, pemesanan kamar umumnya dilakukan dengan cara si tamu menghubungi via telepon atau menugaskan seseorang (calo, red) untuk memesan kamar/bungalo. Menurut perempuan yang diperkirakan usianya 28 tahun tersebut, pemesanan kamar rata-rata untuk lama pemakaian satu pekan hingga satu bulan, mulai awal Juni nanti. "Yang ada di lantai bawah dan area bawah ini sudah banyak yang dipesan. Ada yang untuk satu pekan dan ada yang untuk dua pekan. Bergantung, malah ada yang memperpanjang," kata dia. Khusus di kawasan Warung Kaleng atau orang Arab menyebutnya dengan istilah "jabal" (gunung dalam bahasa Arab), selain sejuk, pria Arab memilih tempat tersebut karena memang terkenalnya sebagai tempat kawin kontrak dengan wanitanya yang juga terkenal cantik. Pada Juni hingga Agustus, kawasan puncak yang kerap dijadikan tempat wisata itu berubah menjadi kawasan yang dipenuhi pria Arab. Kawin kontrak dipilih para pria Arab karena persyaratannya lebih mudah dibanding dengan harus nikah resmi. Hanya dengan emas kawin Rp4 juta hingga Rp6 juta, mereka bisa memiliki wanita-wanita cantik dan menjadikannya istri sementara waktu. Pelaksanaan kawin kontrak tersebut dilakukan tanpa penghulu. Melainkan hanya seorang saksi. Bahkan, saksi tidak jarang hanya seorang calo yang berprofesi sebagai tukang ojek. Para pelaku kawin kontrak umumnya bukanlah warga asli Cisarua. Mereka yang kawin kontrak itu berasal dari luar Bogor. Untuk wanitanya berasal dari Sukabumi, Cianjur serta Bandung. Sedangkan prianya berasal dari Timur Tengah. Menariknya, dalam proses kawin kontrak tersebut, sang wanita tidak bisa menerima mahar sebesar itu secara utuh. Seperti keterangan dari Nisa (nama samaran), salah seorang pelaku kawin kontrak. Sebesar 50 persen dari mahar harus disetorkan kepada calo yang mempertemukannya dengan pria Arab tersebut. Tidak saja sampai di situ, terkadang sisa uang mahar yang diterima si wanita itu juga kembali terpotong, jika ada "petugas" yang akan melakukan penertiban.
|
|
Mereka Buta Mata Dan Hati
|
Dari pengakuan sejumlah pelaku kawin kontrak, termasuk Nisa, faktor ekonomilah yang menjadikan mereka rela dikawin kontrak oleh para pria Arab. Itu faktor utama. Tapi faktor lain yang membumbui terjadinya kawin kontrak itu adalah karena kekecewaan (trauma, red). Nisa contohnya. Dia mengaku menjadi pelaku kawin kontrak karena frustrasi setelah sempat menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Arab. Bukannya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tapi majikannya selalu menjadikan dia sebagai budak seks. Sementara itu, Shofia (nama lain), pelaku kawin kontrak lain, mengaku dia trauma dengan lelaki asal pribumi karena sempat gagal (cerai) dua kali. "Saya kapok berhubungan dengan pria asli Indonesia." Para pria Arab karena merasa sudah membayar, mereka bisa menguasi para wanita yang dikawininya. Dan itu yang dialami Nisa, selama 5 bulan ia hidup bersama dengan pria Arab di sebuah vila. Namun, setiap hari ia tidak boleh keluar vila kecuali bersama suami kontraknya. Sialnya lagi, dari sang suami Arabnya itu dia tidak mendapatkan apa-apa lagi, selain mahar yang sudah terpotong untuk bayar penghulu/calo dan petugas untuk meloloskannya dari penertiban. Lain dengan Nisa, Sofia malah mengaku menikmati kawin kontrak dengan pria Arab. Selama tujuh bulan ini, dia mengaku sudah dua kali melakukan kawin kontrak dengan pria Arab, yang masing-masing selama tiga bulan. Kedatangan para wisatawan Arab itu pun kini sudah sangat terorganisasi. Turun dari Bandara Soekarno-Hatta, di hadapan para sopir taksi, mereka tinggal menyebut kata jabal (bahasa arab), dan sampailah mereka di Warung Kaleng. Kini hampir 90 persennya penghuni, Warung Kaleng adalah warga Arab. Begitu juga dengan bahasa sehari-hari di daerah itu. Bahkan seluruh fasilitas, baik vila, wartel, travel, toko di sana bertuliskan bahasa Arab
|
|
Mereka Buta Mata Dan Hati
|
Turis Arab Serbu Puncak, Musim Kawin Kontrak Dimulai
Turis Arab Serbu Puncak, Musim Kawin Kontrak Dimulai
KOMPAS/DANU KUSWORO Sabtu, 2 Mei 2009 | 16:41 WIB
BULAN Mei ini kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, bakal dibanjiri turis asal Timur Tengah, terutama dari Arab Saudi, Irak, dan Iran. Mereka biasanya menghabiskan waktu liburan di sana hingga tiga bulan berikutnya.
Selama musim liburan tersebut, para turis tersebut tinggal di sejumlah hotel dan wisma di daerah Tugu Selatan dan Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. Situasi ini selalu terjadi setiap tahunnya, sehingga warga setempat kerap menyebutnya sebagai 'Musim Arab'.
"Mereka selama ini tinggal di daerah Warungkaleng, Tugu Utara. Di sini juga ada wilayah yang dinamakan perkampungan Arab," kata Dede (45), warga Kampung Sampai, Tugu Utara, Kamis (23/4).
Dipaparkan, meskipun musim Arab baru akan dimulai Mei, tapi beberapa bulan sebelumnya sudah banyak vila, wisma, dan hotel kelas melati yang sudah dipesan. Bagi warga setempat, membanjirnya turis asal Timur Tengah membawa berkah tersendiri. "Selain tempat penginapan penuh, rental mobil juga laku," kata Dede.
Menurut Risman, warga lainnya, turis Arab yang berlibur di kawasan Puncak bisa menghabiskan uang hingga miliaran rupiah. Untuk berbelanja, makan, minum, transportasi, dan sejenisnya turis tersebut bisa menghabiskan Rp 3-5 juta per hari. "Mereka biasanya datang secara berkelompok, " tutur seorang pedagang rokok di kawasan Kampung Sampai ini.
Di musim Arab ini, warga pun memanfaatkannya dengan membuka usaha makanan asal Timur Tengah. Pasalnya, turis Arab kurang begitu suka dengan makanan Indonesia. "Mereka lebih suka makanan atau minuman asli negaranya, makanya di sini banyak toko makanan dan restoran dengan menu yang bertuliskan Arab," ujar Risman.
Sekretaris Himpunan Pemandu Indonesia (HPI) Kabupaten Bogor Teguh Mulyana, mengatakan, musim Arab juga membawa berkah bagi para pemandu wisata. Namun, para guide tersebut tidak dibekali dengan standar seorang pemandu yang profesional, sehingga justru ada pemandu yang merugikan turis tersebut. "Banyak warga yang fasih berbahasa Arab kemudian menjadi guide, termasuk menjadi penunggu vila," kata Teguh Mulyana.
Rp 5 juta Namun, katanya, tidak sedikit turis asing yang berperilaku nakal selama berlibur di kawasan Puncak. "Turis Arab rata-rata nakal. Sebagiannya sering 'jajan' atau memesan perempuan. Dan sebagian yang lain ada saja yang melakukan kawin kontrak dengan warga sekitar, dengan biaya antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Itu baru mahar, belum kebutuhan sehari-hari lainnya yang pasti dicukupi oleh si turis itu," ujarnya.
Ketika dihubungi, Kapolsek Cisarua AKP Hepi Hanafi mengatakan, keberadaan turis Timur Tengah tidak hanya memberikan berkah bagi warga sekitar, tapi juga bisa menimbulkan masalah. Misalnya, memunculkan aksi kriminalitas. "Untuk itu, kami mengimbau kepada warga sekitar, khususnya para pemilik warung atau pemilik vila, untuk tetap selektif dalam melayani wisman Arab ini," katanya.
"Soal kawin kontrak juga kerap dijadikan tameng untuk menyalurkan hasrat seksnya. Maka dari itu, kita sudah mulai menggelar razia dan memperketat pengawasan terhadap perilaku para wisman Arab tersebut," imbuh Hepi.(Soewidia Henaldi)
|
|
Mereka Buta Mata Dan Hati
|
|
|
mike
Australia
|
sememang bangsa murahan..ga ada harga diri maruah tergadai... bangsa babu sedunia top 5
terbaru, TKI juga udah dihantar ke timor leste menjadi babu
|
|
1121123123123123 zzz
Jakarta, Indonesia
|
mustafa wrote: I nak bilang sama you janganlah you hina2 I punya bangsa,bangsa Indonesia itu terhormat banyak lahir ulama2 besar Indonesia .jadi tak sepantasnya you cakap macam tu. famfret, fiapa fang futuh fulama? fontol.. fontol!
|
|
Bono M
Kuala Lumpur, Malaysia
|
mike wrote: sememang bangsa murahan..ga ada harga diri maruah tergadai... bangsa babu sedunia top 5 terbaru, TKI juga udah dihantar ke timor leste menjadi babu indon juga menjadi babu di timur leste.. kasian indon dulu menginjak2 ras2 di timor, nahh skrg udah tiba masa kamu menjadi babu kepada boss ras2 di timor leste
|
|
Bank ramix
Indonesia
|
gua lagi mau indehoy nie ada yang mau ga, 1 jamnya berapa ?
|
|
HUANA ANJING
Surabaya, Indonesia
|
sombonk bner ne pribumi kontoI sama ae kk
|
|
indon
Malaysia
|
ya ampun
ya ampuun
ya ampiiuuuuun.......
|
|
indon
Malaysia
|
gw malu jadi indon.
malu
maluu
maliiiuuuuu....
|
|
|