Rendah, Prestasi Matematika Indonesia

Posted in the Indonesia Forum

Huzzah

Kuala Lumpur, Malaysia

#1 Feb 6, 2008
Rendah, Prestasi Matematika Indonesia
Jumlah Jam Pelajaran dan Prestasi tak Sebanding

BANDUNG, 2007 (PR).-
Mutu pendidikan Indonesia, terutama dalam mata pelajaran matematika, masih rendah. Data UNESCO menunjukkan, peringkat matematika Indonesia berada di deretan 34 dari 38 negara. Sejauh ini, Indonesia masih belum mampu lepas dari deretan penghuni papan bawah.

Hasil penelitian tim Programme of International Student Assessment (PISA) 2001 menunjukkan, Indonesia menempati peringkat ke-9 dari 41 negara pada kategori literatur matematika. Sementara itu, menurut penelitian Trends in International Mathematics and Science Study (TIMMS) 1999, matematika Indonesia berada di peringkat ke-34 dari 38 negara (data UNESCO).

Hal itu terungkap dalam konferensi pers The First Symposium on Realistic Teaching in Mathematics di Majelis Guru Besar (MGB) ITB, Jln. Surapati No. 1, Bandung, Senin (16/1). "Peringkat Indonesia berada di bawah Malaysia dan Singapura," ujar Drs. Firman Syah Noor, M.Pd., Ketua Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI).

Padahal, berdasarkan hasil penelitian TIMMS yang dilakukan oleh Frederick K. S. Leung pada 2003, jumlah jam pengajaran matematika di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan Malaysia dan Singapura. Dalam satu tahun, siswa kelas 8 di Indonesia rata-rata mendapat 169 jam pelajaran matematika. Sementara di Malaysia hanya mendapat 120 jam dan Singapura 112 jam.

Namun, hasil penelitian yang dipublikasikan di Jakarta pada 21 Desember 2006 itu menyebutkan, prestasi Indonesia berada jauh di bawah kedua negara tersebut. Prestasi matematika siswa Indonesia hanya menembus skor rata-rata 411. Sementara itu, Malaysia mencapai 508 dan Singapura 605 (400 = rendah, 475 = menengah, 550 = tinggi, dan 625 = tingkat lanjut).

"Waktu yang dihabiskan siswa Indonesia di sekolah tidak sebanding dengan prestasi yang diraih. Itu artinya, ada sesuatu dengan metode pengajaran matematika di negara ini, seperti yang ditemukan dalam penelitian Frederick dari TIMMS," tutur Firman.

Dalam penelitian itu, Frederick yang berasal dari The University of Hongkong menyebutkan, mayoritas soal yang diberikan guru matematika di Indonesia terlalu kaku. Umumnya, siswa di Indonesia lebih banyak mengerjakan soal yang diekspresikan dalam bahasa dan simbol matematika yang diset dalam konteks yang jauh dari realitas kehidupan sehari-hari.

"Akibatnya, siswa sering kali merasa bosan dan menganggap matematika sebagai pelajaran yang tidak menyenangkan. Mereka pun tidak mampu menerapkan teori di sekolah untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari," ujar Firman.
Fazri

Kuala Lumpur, Malaysia

#2 Feb 6, 2008
iya indonesia masih kebelakang koq dari segi akademik..
bagaimana harus dilakukan jika pemerintahnya korupsi aja..
Tuti Haryati

Bekasi, Indonesia

#3 Aug 24, 2009
Untuk meningkatkan kualitas belajar anak orang tua harus ikut peduli dengan pendidikan anaknya
suwandi wijaya

Jakarta, Indonesia

#6 Feb 20, 2011
harus ada Terobosan2 baru dlm model pembelajaran kita,
celyn

Indonesia

#7 Aug 21, 2011
itulah gambaran pendidikan kita dr dulu hingga skrg.. Tapi kita harus mulai berbenah untuk semua aspek yang mempengaruhi perkmbngan matematika. Guru sbg komponen penting pembeljrn. sudah saatnya guru matematika kita dibekali dengan kemampuan mentranfer matematika kedunia nyata atau membawa dunia nyata dalam matematika
menara KONTOL kembar

Indonesia

#10 Aug 21, 2011
Huzzah wrote:
Rendah, Prestasi Matematika Indonesia
Jumlah Jam Pelajaran dan Prestasi tak Sebanding
BANDUNG, 2007 (PR).-
Mutu pendidikan Indonesia, terutama dalam mata pelajaran matematika, masih rendah. Data UNESCO menunjukkan, peringkat matematika Indonesia berada di deretan 34 dari 38 negara. Sejauh ini, Indonesia masih belum mampu lepas dari deretan penghuni papan bawah.
Hasil penelitian tim Programme of International Student Assessment (PISA) 2001 menunjukkan, Indonesia menempati peringkat ke-9 dari 41 negara pada kategori literatur matematika. Sementara itu, menurut penelitian Trends in International Mathematics and Science Study (TIMMS) 1999, matematika Indonesia berada di peringkat ke-34 dari 38 negara (data UNESCO).
Hal itu terungkap dalam konferensi pers The First Symposium on Realistic Teaching in Mathematics di Majelis Guru Besar (MGB) ITB, Jln. Surapati No. 1, Bandung, Senin (16/1). "Peringkat Indonesia berada di bawah Malaysia dan Singapura," ujar Drs. Firman Syah Noor, M.Pd., Ketua Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI).
Padahal, berdasarkan hasil penelitian TIMMS yang dilakukan oleh Frederick K. S. Leung pada 2003, jumlah jam pengajaran matematika di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan Malaysia dan Singapura. Dalam satu tahun, siswa kelas 8 di Indonesia rata-rata mendapat 169 jam pelajaran matematika. Sementara di Malaysia hanya mendapat 120 jam dan Singapura 112 jam.
Namun, hasil penelitian yang dipublikasikan di Jakarta pada 21 Desember 2006 itu menyebutkan, prestasi Indonesia berada jauh di bawah kedua negara tersebut. Prestasi matematika siswa Indonesia hanya menembus skor rata-rata 411. Sementara itu, Malaysia mencapai 508 dan Singapura 605 (400 = rendah, 475 = menengah, 550 = tinggi, dan 625 = tingkat lanjut).
"Waktu yang dihabiskan siswa Indonesia di sekolah tidak sebanding dengan prestasi yang diraih. Itu artinya, ada sesuatu dengan metode pengajaran matematika di negara ini, seperti yang ditemukan dalam penelitian Frederick dari TIMMS," tutur Firman.
Dalam penelitian itu, Frederick yang berasal dari The University of Hongkong menyebutkan, mayoritas soal yang diberikan guru matematika di Indonesia terlalu kaku. Umumnya, siswa di Indonesia lebih banyak mengerjakan soal yang diekspresikan dalam bahasa dan simbol matematika yang diset dalam konteks yang jauh dari realitas kehidupan sehari-hari.
"Akibatnya, siswa sering kali merasa bosan dan menganggap matematika sebagai pelajaran yang tidak menyenangkan. Mereka pun tidak mampu menerapkan teori di sekolah untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari," ujar Firman.
dasar malon tolol..
tu berita suda lama..
sekaranng standar kelulusan indonesia sudah mencapai taraf internasional.
ga sadar diri...
malon tu dulu belajarnya di indonesia
Malon AnEh tapi Dongok

Indonesia

#11 Aug 21, 2011
menara KONTOL kembar wrote:
<quoted text>
dasar malon tolol..
tu berita suda lama..
sekaranng standar kelulusan indonesia sudah mencapai taraf internasional.
ga sadar diri...
malon tu dulu belajarnya di indonesia
maklum la bro..malon bangsa pengumpul berita usang...selalu tertinggal berita..terlampau lama termenung menghibur diri kat pucuk pohon...wake up maloon...muhehehehhee....
KEGEDEN KONTOL

Jakarta, Indonesia

#13 Aug 21, 2011
Malon AnEh tapi Dongok wrote:
<quoted text>
maklum la bro..malon bangsa pengumpul berita usang...selalu tertinggal berita..terlampau lama termenung menghibur diri kat pucuk pohon...wake up maloon...muhehehehhee....
Ngakak Bos
NKRI Harga Mati

Jakarta, Indonesia

#14 Aug 21, 2011
aduhh udah banyak kaleeee...!!!pemuda'pemudi bangsa kamii yang jadi juara sains'matematika,fisika,kimia, bahkan anak SMP dan SMA sudah membuat anti virus sendiri...??hahahah kemana ajja neeh oorang...?
Calon pengajar

United States

#15 Nov 15, 2012
NKRI Harga Mati wrote:
aduhh udah banyak kaleeee...!!!pemuda'pemudi bangsa kamii yang jadi juara sains'matematika,fisika,kimia, bahkan anak SMP dan SMA sudah membuat anti virus sendiri...??hahahah kemana ajja neeh oorang...?
banyak atau tidaknya siswa Indo yang jadi juara olimpiade tidak bisa menggambarkan bagaimana dunia pendidikan matematika saat ini. Karena kesuksesan itu hanya dialami oleh segelintir siswa saja.. Sedangkan, bagaiaman dengan JUTAAN siswa yang lain. Sama hebatnya kah? Tidak bisa menjamin. Makanya menang tidaknya siswa indo tidak bisa menjadi tolak ukur kesuksesan pendidikan matematika..

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Indonesia Discussions

Title Updated Last By Comments
pijat terapi/orgasme/sensual di apartemen cassa... 2 min Lisa 16
Cowok Cari Pacar Cewek Hypersex suka Phonesex (Nov '12) 3 min andre 27,231
forum tukar pasangan / swinger & threesome solo (Jul '13) 7 min ayung 8,930
Komunitaz tante pencari kepuasan Kusus daerah m... (May '12) 20 min ayung 2,169
share pengalaman ml gila kalian 27 min caribinor 181
phonesex dan smsex (May '12) 27 min andre 8,219
Mencari Pasutri yang Ingin Threesome (3some), S... (Apr '14) 27 min ayung 453
aku janda kesepian (Jun '13) 1 hr cintyaa 2,354
tukar no hp jablay, bisyar, bispak, tante girang (Aug '13) 2 hr edi 14,107
More from around the web