|
Braveheart07
Melbourne, Australia
|
Terserah apa katamu bekas kawanku, aku lebih pilih bebas. Walau apa yang akan datang, entah itu militermu, jet tempurmu, pasukan gerak cepat elitemu. Entah aku harus luka atau cucur darahku, bahkan tanahku harus runtuh. Aku hanya kasih tahu; Timor Leste tidak akan pernah, tidak akan kembali kepada negerimu. Sebab Timor Leste telah menjadi seorang Bunda untuk anak-anaknya sendiri, betapa susah dan berat beban di pundaknya, Timor Leste akan tanggung dan manggung sendiri. Tapi untuk gabung denganmu lagi Indonesia, itu tidak mungkin akan terjadi. Sebab tunas muda Timor Leste sekarang ini lebih pintar dan berani dari tunas-tunasmu Indonesia. Mereka bahkan lebih sehat pula. Jadi, jangan buang waktumu bermimpi tentang integrasi, urus saja problemmu, urus saja ketertinggalanmu, dan ketertutupanmu, dan budaya pengecutmu. Sebab Timor Leste sudah muak denganmu, makanya ingin sendiri. Tolong diam dan jangan pernah lagi sebut Timor Leste, lupakan saja kami, anggap kami tidak pernah bergabung denganmu Indonesia, karena jejakmu penuh dengan kotoran, benci dan darah. Perpisahan dengan Indonesia sungguh menjadi kebebasan yang sejati untuk Timor Leste. Betapa indah, bagaikan lahir lagi ke dunia ini. Salam untukmu bekas penjajahku.
|
|
K1TT
Jakarta, Indonesia
|
Judged:
1
Yeah... jejak Indonesia yang pemurah penuh dengan jalan raya, puskesmas, sekolah, dan infrastruktur lain. Kini hancur berantakan karena tak dirawat. Braveheart07 wrote: Tolong diam dan jangan pernah lagi sebut Timor Leste, lupakan saja kami, anggap kami tidak pernah bergabung denganmu Indonesia, karena jejakmu penuh dengan kotoran, benci dan darah. Perpisahan dengan Indonesia sungguh menjadi kebebasan yang sejati untuk Timor Leste. Betapa indah, bagaikan lahir lagi ke dunia ini. Salam untukmu bekas penjajahku.
|
|
LAKAN
Quezon, Philippines
|
K1TT wrote: Yeah... jejak Indonesia yang pemurah penuh dengan jalan raya, puskesmas, sekolah, dan infrastruktur lain. Kini hancur berantakan karena tak dirawat. <quoted text> Kita kasih hancur karena kita mau bangun puskemas dan bangunan-bangunan yang baru. Buat apa pakai bangunan indonesia yang low quality itu!
|
|
Braveheart07
Melbourne, Australia
|
K1TT wrote: Yeah... jejak Indonesia yang pemurah penuh dengan jalan raya, puskesmas, sekolah, dan infrastruktur lain. Kini hancur berantakan karena tak dirawat. <quoted text> Yeah, karena dikau tak tahu banyak apa yang terjadi di belakang pembangunan Indonesiamu, yang mahal sekali yang bahkan negerimu tak akan pernah akan lunas membayarnya, adalah ilegal kontrak atas minyak dan gas bumi kami dengan Australia dengan harus menyerang kami dan menumpahkan darah-darah inosen kami. Yang lain-lainnya, kayu cendana kami untuk istana cendana Jakartamu, batu-batu marmer kami untuk gedung-gedung mewahmu di Jakarta bahkan kekayaan laut kami di ambil selama 24 tahun jajahmu. Hidup dengan Indonesia tidak ada mutu sekali. Tetapi anda bila anda sebut, pendidikan itu baru aku berterima kasih. Tidak semuanya jelek, bekas kawanku, tapi jangan coba tagih utang bekas kawanku, sebab negerimu tidak akan pernah bisa melunasinya. Salut
|
|
Jimi Jery Hernandez
Asia/Pacific Region
|
Kenapa banyak orang melihat situasi politik Timor Leste yang sebenarnya dalam ritem sejarah kemerdekaan suatu bangsa yang sudah normal justru dikwatirkan oleh banyak orang yang tidak mengalami masa perjuangan kemerdekaan secara langsung. apa yang terjadi tahun 65 dan rentetang peristiwa lainya yang merong rong kemerdekaan RI tidak ada bedanya dengan Timor Leste. saya yakin orang Timor juga punya prinsip sekali merdeka tetap merdeka, No way for integration. tapi yang jelas negara kecil kecil kaya bisa jadi rebutan tengkulak hahaha hahahaha... dasar tidak tahu malu asal bunyi aje heheheheh
|
|
South London
UK
|
Never say never. ngca don , oh ya Indo adalah negara yg living in huge debt and high unemployment rate. Takut mas gabung ama Indo.yyyyyyiiii
|
|
South London
UK
|
Bilang ya ama pengamat politiknya utk belajar lagi supaya otaknya bisa tajam. Barangkali lanjut PhD (s3) nya diluar indonesia supaya mutunya lebih top deh.
|
|
makay costa
Stavanger, Norway
|
Judged:
1
Waoooo, I am astonishingly amaged by this Prof. from Uni. Mataram's narrow minded and shallow political analysis. To me his statement is a rubish and wortless statement to be commented on. If all the Indonesian Politicians and Political analists are smart as he is, then I guess the there would never be any Republic of Indonesia right now because they would rather choose to kneel down every day to pray and adore the Dutch Royal Families and the Dutch flags instead of working hard out their guts to try hold togather country with more than 270 Million of populations. But, this prof. state is good for the pro-autonomists to hold on to their dreams and keep sucking the Rupiah out the pocket of the some loosers officers in the TNI Institutions.
|
|
|
SMILE _STAR
Yogyakarta, Indonesia
|
I THINK ALSO,WE OR EAST TIMOR WIIL NOT COME BACK TO NKRI !!!!!! BECOUSE THAH IS IMPOSIBLE... WE WILL TRY TO DEVELOPT EAST TIMOR TO BE A SUCCSES COUNTRY WITH OUE INTELEGENT AND EATS TIMOR'S PEOPLE POWER AND THE BLESSING OF GOD...!!! WE TRURST IN GOD AND EAST TIMOR. "VIVA TIMOR LESTE" AMI HADOMI O, TIMOR MASKI O KI'IK.......!
|
|
joy
Batam, Indonesia
|
"THIS IS FACT" WHEN TL JOINT WITH RI...GNP=US$1200 AFTER INDEPENDENT.......GNP=US$300 WHEN TL JOINT WITH RI....= STABILITY AFTER INDEPENDENT........= CHAOS EVERY DAY & POOR RAKYAT TL HANYA DIPERALAT SAJA....SIAPA YANG BERKUASA SEKARANG????...AUSTRALIA BUKAN????/ SIAPA YANG MENGUASAI MINYAK TL?..AUSTRALIA BUKAN?? & RAKYAT TL TETAP & TAMBAH MISKIN KARENA KEBODOHANNYA DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN.
|
|
makay costa
Stavanger, Norway
|
continuation from the previous page: Selain mendorong dan mendukung tumbuhnya investasi asing di negara kami, para pengusahal lokal di negara kami pun berusaha berpartisipasi dalam dunia persaingan ekonomi semampu dan sebisa kami. Dan teratur juga dalam undang2 tentang investasi di negara Timor Leste yang mengklasifikasikan type tender untuk perusahaan Internasional and Perusahaan lokal. Hal ini bertujuan untuk megimbang pertumbuhan perusahaan lokal dan perusahaan asing. Surely, bahwa dalam waktu 5 atau 6 tahun kita bisah membuat mukzisat, tapi kita berusaha membangun negara kami dari zero. Sesuatu yang bagi kami orang generasi Timor Leste sekarang merasa bangga karena menjadi saksi sejarah. Kalau saudara JOY dan Cobla sebagai orang Indonesia yang patriot, then kamu harus berterimah kasih bagi para bangsawanmu yang dulu, yang berusaha keras untuk membangu ekonomi negara so that kamu bisa hidup enak, meskipun mereka membangun negara kamu kadang kala diatas mayat rakyatnya sendiri demi kekuasaan dan uang. mengenai pernyataan saudara JOY bahwa orang Timor jadi penonton aza sementara orang asing membangun ekonomi negara kami, then tunjukkan fakta. jangan asal bunyi. Sebelum saudara 'fart too loud and too much', sebaiknya bacalah dulu sedikit sebelum berargumentasi. Mengenai masalah minyak Timor seberapa jauh sih pengetahuan Timor. Check lagi maritime boundary antara Indonesia dan Australia hasil kesepakatan antan Pemerintahan Orde Baru Indonesia dengan Australia. Check juga berapa lahan minyak yang terletak di luar batas laut itu, kemudian bandingkan dengan daerah Timor Gap, berapa banyak Indo dibodohin oleh pemerintahan Australia. Kami orang Timor tidak semudah give up begitu aza. kesepakatan Timor Sea treaty bagi kami merupakan jalan tengah dan jalan pragmatic. kalau saudara JOY dan CABLORA ingin mengetahui secara jelas tentang masalah minyak celah Timor dan segala treaty then kunjungilah website ini: www.timorseada.org Satuhal lagi dengan masalah celah Timor bahwa, pemerintahan bahwa negara mendapat berapa juta dollar atas persetujuan lahan minyak di celah Timor pada tahun 1989 sampai 1999. The Timor Gap treaty was screwed by your formar foreign minister Mr. Ali Alatas, from millions of money were stolen from us. Because of his mess we had to fight against Aussie, and the victim of bullied by the Aussie. Anyway, at the end we got to some compromised level. Bear in mind saudara Joy and Cobla that we don't hate your people. What is past let it remains in the past. We can not change history of the past. After all we will never escape from each other because we are neighbours. We have our differences, but let the differences be the uniqueness and diverse views of our friendships. Dengan adanya para saudagar dan pedagang dari negara kamu berbisnis di TL, mereka juga membantu pertumbuhan ekonomi negara kamu. Wisitawan dari Timor Leste juga menambah beberapa pendapatan parawista negara kamu, terutama di Bali.
|
|
joy
Padang, Indonesia
|
Judged:
1
I aggree with Ur opinion "makay costa"/ malaysian. SELAMA PEMERINTAH TL MASIH TERUS TERUSAN MEMINTA BANTUAN PASUKAN ASING (AUSSIE) SETIAP ADA MASALAH DI DALAM NEGERI TL, MAKA SELAMA ITU PULA TL TIDAK AKAN PERNAH MAJU DAN TERUS MENERUS AKAN DI ATUR OLEH ASING. KEHADIRAN PASUKAN ASING YANG TERLALU LAMA DI TL JUSTRU AKAN MENAMBAH PROBLEMS. SETIAP ADA PROBLEMS ANTARA PEMERINTAH TL DAN RAKYATNYA MAKA PADA SAAT ITU PULA PEMERINTAH TL AKAN PANGGIL PASUKAN ASING UNTUK MELINDUNGINYA, HAL INI YANG MENYEBABKAN BANYAK RAKYAT TL TIDAK PERCAYA PADA GOVERMENT. SEHARUSNYA TL HARUS BELAJAR MANDIRI UNTUK ATASI MASALAH DALAM NEGERI.
|
|
salim
Jakarta, Indonesia
|
Judged:
1
Kau bebas karena ada di australia. mengapa tidak di timor-timur? Braveheart07 wrote: Terserah apa katamu bekas kawanku, aku lebih pilih bebas. Walau apa yang akan datang, entah itu militermu, jet tempurmu, pasukan gerak cepat elitemu. Entah aku harus luka atau cucur darahku, bahkan tanahku harus runtuh. Aku hanya kasih tahu; Timor Leste tidak akan pernah, tidak akan kembali kepada negerimu. Sebab Timor Leste telah menjadi seorang Bunda untuk anak-anaknya sendiri, betapa susah dan berat beban di pundaknya, Timor Leste akan tanggung dan manggung sendiri. Tapi untuk gabung denganmu lagi Indonesia, itu tidak mungkin akan terjadi. Sebab tunas muda Timor Leste sekarang ini lebih pintar dan berani dari tunas-tunasmu Indonesia. Mereka bahkan lebih sehat pula. Jadi, jangan buang waktumu bermimpi tentang integrasi, urus saja problemmu, urus saja ketertinggalanmu, dan ketertutupanmu, dan budaya pengecutmu. Sebab Timor Leste sudah muak denganmu, makanya ingin sendiri. Tolong diam dan jangan pernah lagi sebut Timor Leste, lupakan saja kami, anggap kami tidak pernah bergabung denganmu Indonesia, karena jejakmu penuh dengan kotoran, benci dan darah. Perpisahan dengan Indonesia sungguh menjadi kebebasan yang sejati untuk Timor Leste. Betapa indah, bagaikan lahir lagi ke dunia ini. Salam untukmu bekas penjajahku.
|
|
makay costa
Stavanger, Norway
|
Joy, first of all I am not Indonesian. I am East Timorese who happen to study overseas. In my previous posted opinion, I tried to write in Indonesian so that you can understand, since I found that my early posted opinion some people did quite get the point. As my Indonesian is quite poor, so sometimes my writing seems like Malaysian. I do agree with you, that I am against a long term foreign interventions. But, the case of East Timor I do understand it is quite complex. In which in Indonesian you some says 'tidak semudah membalik telapak tangan'. Selain kondisi politik di Timor Leste, kondisi institusi keamanan negara Timor Leste masih agak fragile. Hal ini terlihat jelas dalam krisis politik militer yang berpuncak pada tahun 2006. Aku tidak tahu kalu Joy dan kawan-kawannya mengetahui tentang latar belakang kasus krisis militer 2006, yang saya sendiri mengalami sendiri seberapa pahitnya akibat dari kasus itu sendiri. Melihat kembali latar belakang F-FDTL (pasukan pertahann Timor Leste) yang sekarang majoritas merupakan bekas pasukan gerilyawan yang akhirnya dikonvert ke pasukan pertahanan nasional, tentu saja tentu saja keutuhan profesionalistas masih minim dan fragile. Angkatan kepolisian national Timor Leste baru dibentuk pada tahun 2001, karena kebanyakan anggota polisi hanya mendapat pendidikan selama 3 sampai 6 bulan di academi kepolisian national, dengan demikian kemantangan mereka minim, sementara mereka harus diexposekan ke pekerjaan lapangan yang banyak membuntuhkan energi yang lebih dari kemampuan mereka sendiri. Krisis politik militer 2006 merupkan indikasi fragilitas institusi pasukan pertahanan dan kepolisian. Angkatan bersenjata timor leste sendiri gagal dalam mengamankan keamanan dalam negri, mayoritas angakatan kepolisian and militer terlibat dalam kasus penembakan, terjerumus dalam issu regionalisme. Bagi saya secara pribadi, hal ini merupakan kegagalan negara yang bertanggung untuk melatih dan mendidik kedua pasukan itu, namun apapun yang terjadi dalam negara Timor Leste kita tidak akan terus-menerus menuding orang lain or negara lain. Kedatangan pasukan Australia, Portugal, NZ dan Malaysia di Timor Leste pada tahun 2006 karena diundang pemerintah Timor Leste. Sebagai negara anggota PBB ini merupakan hak kami untuk meminta bantuan negara lain untuk membantu. Pembentukan pasukan gabungan antara polisi dan Militer dalam operasi untuk melucuti senjata illegal dan penamkapan pasukan pemberontak merupakan tindakan bijaksana memberikan kembali harapan bahwa institusi keamanan di Timor Leste telah belajar dari kesalahan masa lalu,kini menunjukan kedewasaan dan kemantangan. Penyerahan kaum pemberontak tampa tumpah darah merupakan suatu keberhasilan sangat besar yang dicapai kedua pasukan gabungan.
|
|
makay costa
Stavanger, Norway
|
Judged:
1
continue.......... Selama krisis 2006, TNI menjaga border antara kedua negara dengan baik, tidak terjadi percekcokan. Tentu saja sebagai negara tetangga NKRI pasti merasah terganggu kalau kita di TL mempunyai masalah. Hal ini menunjukan sari solidaritas dan saling memperhatikan. Samahalnya waktu tsunami 2004, kita di Timor merasa khawatir dan tersentuh atas pendiritaan penduduk Indonesia, khususnya di propnsi Aceh.
|
|
joy
Batam, Indonesia
|
Ok, I proud with Ur comment but I hope that Ur goverment specially ur president Mr.ramos horta stop to hurt my country with his negative comment, he's often to accuse another country (Indonesia) if his govt/ TL have problems. I proud with Ur PM Xanana, he's never made negative comment to another country/ neighbour, he's very very friendly.
|
|
makay costa
Stavanger, Norway
|
Onething that you need to differentiate between Mr. Horta and Mr. Xanana is that Mr. Horta, besides being an East Timorese local leader, he is also noble peace winner which make him what you called in Indonesian ' tokoh dunia dalam bidang perdamain'. of course he has right to speak out about the truth about the world, this include your country, my country and any country in the world. Both you and I know for sure that Desi Anwar organised a false document for Mr. Alfredo and helped smuggled him into Indonesia (Metro TV's studio in Jakarta) for a life interview. So, why not tell the truth. In Timor Leste a lot of people know that there were former militia leader, like Mr. Rui Lopes and Nemecio de Carvalho and many more perhaps involved in a cladestine movements to create kiosks. Mr. Rui Lopes, though he is a timorese but he hold an Indonesian citizenship, which make him one of your countryman, whatever bad plan or mistakes he and his friends make will certainly will somehow reflect on the image of your country. Again, Indonesia is a big country, one cannot control every single individual out of the 270 millions people. I know for sure that there is always some sensitive issue between us as countries. Sometimes one has to dig out into the most senssitive parts in order to find the wounds to heal and to realize the reason to pardons.
|
|
hiroaki
Kashiwa, Japan
|
Macay you right...Mr Ramos Horta is a world class diplomat, he was one of the best candidate to UN backed by EU,US and China to replace Mr Coffi Anan but he simply withdraw his candidacy because his people need him deeply at that time. Indonesia is a great country the relatoinship between TL and Indo in many ocassion the leaders of TL include Ramos speak great thing about indonesia so there is nothing to be prejudice among the people in two nation. The fairness and transparency about the media in general is a fair judgment from Mr Ramos Horta to made up his conrcen that the jornalist in indonesia have to learn play fair and realize that they did mistakes because they can not hide the fact all the time.
|
|
PEACE
Jakarta, Indonesia
|
|
|
makay costa
Stavanger, Norway
|
PEACE, your comment shows where your brain is. By using such kind of language in this forum you really show us where the quality of your self respects and your IQ is. Next time when you visit this forum make sure you bring up a constructive ideas. If you disagree with then argue in it an intelectual manner. None will be such cheap comment.
PEACE, jangan memalukan saudara sebangsawan Indonesiamu. Penggunaan kalimati sangat menunjukan secara jelas seberapa jauh kualitas jati dirimu, dan tingkat IQ-mu. Lain kali kalau mau memberi komment gunakanlah sedikit otak kamu untuk berpikir jangan memalukan orang Indonesia yang lain hanya dengan tingkat kebodohanmu sendiri. Anggab saja hal ini sebagai bahan untuk mengoreksi diri.
|
|
|