Mantan Milisi Ditangkap i Distric Suai

Posted in the East Timor Forum

First Prev
of 4
Next Last
NEWS

Indonesia

#1 Aug 23, 2009
Mantan Milisi Ditangkap di Suai
KUPANG, Timex--Nasib naas dialami mantan milisi eks Timtim, Maternus Bere yang ditangkap Polisi Nasional Timor Leste (PNTL) di Suai-Distrik Covalima, Minggu (9/8) kemarin.

Ihwal penangkapan mantan anggota PPI Laksaur ini disampaikan mantan Wakil Panglima PPI, Eurico Guterres yang baru saja mendapatkan laporan dari keluarga korban kepada koran ini, Senin (10/8) malam.

"Dia ke Suai-Covalima pada hari Rabu (5/8) dalam rangka acara adat almarhum ayahnya di Leogore-Suai. Dia ditangkap oleh Polisi Timor Lestedi rumah keluarganya di Leogore atas tuduhan terlibat peristiwa pembunuhan di gereja Suai paska jajak pendapat 1999 silam," beber Eurico.

Ia mengatakan saat ini Maternus Bere ditahan di Suai dan rencananya akan dibawa ke Dili ibukota negara Timor Leste pada hari ini, Selasa (11/8).Penangkapan atas salah satu mantan anak buahnya sangat disesalkan oleh Eurico Guterres.

"Saya sangat menyesalkan sikap arogansi Polisi Timor Leste yang menangkap WNI tanpa meminta ijin kepada pemerintah Indonesia," tegasnya.

Untuk itu, Eurico Guterres meminta kepada Pemerintah Indonesia melalui KBRI di Timor Leste untuk mempertanyakan kejadian ini kepada pemerintah Timor Leste sekaligus memberikan bantuan seperlunya kepada Maternus Bere selama ditahan di Timor Leste.

"Saya kuatir, jangan sampai penangkapan tanpa seijin pemerintah Indonesia ini bisa menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan di perbatasan RI-Timor Leste," kata Eurico Guterres.

Secara tegas, Eurico Guterres meminta kepada keluarga Maternus Bere dan rekan-rekan seperjuangannya di Atambua untuk tetap tenang. "Saya harap tetap tenang, sabar dan jangan terpancing dengan peristiwa penangkapan ini," pintnya.

Insiden ini menurut Eurico akan mengganggu proses rekonsiliasi sebagaimana diinginkan Pemerintah Timor Leste yang digagas oleh Sekretaris Negara Urusan Keamanan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Fransisco da Costa Guterres dalam kunjungan ke Kupang-NTT beberapa waktu lalu.

Fransisco da Costa Guterres berkunjung ke Kupang-NTT untuk berdiskusi dengan WNI asal Timor Leste yang berada di Kupang, NTT agar dapat mewujudkan rekonsiliasi yang baik. Ini dikarenakan, sejak 10 tahun lalu, rakyat Timor-timur (Timor Leste) tercerai-berai dan separuhnya memilih menjadi WNI.

Karena perbedaan itulah membuat gap antara sesama warga Timor Leste, termasuk yang saat ini tinggal di NTT. Konsulat Timor Leste di Kupang, Caetano Guterres yang dihubungi tadi malam mengaku belum mengetahui penangkapan Polisi Timor Leste terhadap WNI di Suai-Distrik Covalima. "Saya belum tahu. Belum ada laporan ke saya," ujarnya.
Andi Liani

Jakarta, Indonesia

#2 Aug 24, 2009
Eurico Guterres itu preman.

Hei Eurico Guterres masih banyak lapangan pekerjaan yang lebih terhormat,--- meskipun tidak menjanjikan penghasilan yang besar --- ketimbang menjadi pedagang/penjual masalah pengungsi eks Tim Tim di Kupang ke Jakarta untuk meraup rupiah.

Kami sebagai orang Timor Leste sangat malu, kalau kamu masuk ke Metro TV dan berbicara sambil meneteskan air mata buaya.

Kami bangga kalau kamu berhasil di Indonesia dengan hasil keringat dan kemampuan otakmu. Bukan dengan mengandalkan kemampuan kamu membuat kerusuhan dan kericuhan.

Timor Leste harus memiliki generasi yang berabad dan cerdas, bukan mengandalkan jotos alias preman.
taroman

Hong Kong

#3 Aug 24, 2009
Si Maternus Bere adalah mastermind pembunuhan tiga pastor dan pembunuhan masal yg terjadi di gereja Suai atau yg di kenal dengan peristiwa Masacre Setembro Negro.
taroman

Hong Kong

#4 Aug 24, 2009
Nia merese atu responsablisa ba ninia aktu neebe nia komete iha tinan 1999.
Babik_Ngepet

Indonesia

#5 Aug 25, 2009
Andi Liani wrote:
Eurico Guterres itu preman.
Hei Eurico Guterres masih banyak lapangan pekerjaan yang lebih terhormat,--- meskipun tidak menjanjikan penghasilan yang besar --- ketimbang menjadi pedagang/penjual masalah pengungsi eks Tim Tim di Kupang ke Jakarta untuk meraup rupiah.
Kami sebagai orang Timor Leste sangat malu, kalau kamu masuk ke Metro TV dan berbicara sambil meneteskan air mata buaya.
Kami bangga kalau kamu berhasil di Indonesia dengan hasil keringat dan kemampuan otakmu. Bukan dengan mengandalkan kemampuan kamu membuat kerusuhan dan kericuhan.
Timor Leste harus memiliki generasi yang berabad dan cerdas, bukan mengandalkan jotos alias preman.
Jangan Sembarang Memfonis Kegiatan Seseorang hanya melalui Pandangan kamu,.Belum tentu itu benar..

Eurico preman hanya karena membawa masalah Eks tim-tim ke jakarta? Apa anda tidak salah.. Warga eks tim-tim adalah WNI, wajar dong kalau dia melapor masalah2 itu ke jakarta,.Karena beliau adalah salah satu warga eks tim-tim yg di kenal oleh pejabat2 di jakarta.

Menurut saya masyarakat eks tim-tim yg ada di NTT juga sangat terbantu bila masalahnya bisa di ketahui di jakarta.

Jadi saudara mengeluarkan pendapat jangan berdasarkan emosi anda dengan individu seseorang pandanglah sisi baiknya,.Atau mungkin anda juga perlu mengoreksi diri anda.

Peace
-->>KORBAN PERANG TIMOR-TIMUR<<--
Kodok

Pusan, Korea

#6 Aug 25, 2009
taroman wrote:
Si Maternus Bere adalah mastermind pembunuhan tiga pastor dan pembunuhan masal yg terjadi di gereja Suai atau yg di kenal dengan peristiwa Masacre Setembro Negro.
betul, memang begitu kesaksiannya menurut pihak falintil, tetapi kesaksian dari pihak pro-integrasi belum tentu seperti itu, situasi pada saat itu memang sedang chaos dan falintil punya keunggulan memiliki banyak senjata sehingga dengan leluasa mengusir orang pro-integrasi ke timor barat sehingga terjadi bentrok kedua belah pihak.
taroman

Hong Kong

#7 Aug 25, 2009
semua orang tahu yg ada di gereja suai adalah para pengungsi yg terdiri dari para wanita dan anak anak. FALINTIL ambil jalan diam karena mereka tahu bahwa kami telah meraih kemerdekaan. jalan ini digunakan agar menghidari dari perang saudarah gdn milisi yg dipersenjatai tni.Dunia tahu bahwa yg melakukan kejatahan perang usai pengumuman hasil referendun adalah milisi pro jakarta dan tni.

Viva FALINTIL
Kodok

Pusan, Korea

#8 Aug 25, 2009
taroman wrote:
semua orang tahu yg ada di gereja suai adalah para pengungsi yg terdiri dari para wanita dan anak anak. FALINTIL ambil jalan diam karena mereka tahu bahwa kami telah meraih kemerdekaan. jalan ini digunakan agar menghidari dari perang saudarah gdn milisi yg dipersenjatai tni.Dunia tahu bahwa yg melakukan kejatahan perang usai pengumuman hasil referendun adalah milisi pro jakarta dan tni.
Viva FALINTIL
dunia semakin lama akan tahu kebohongan falintil.
go hell falintil
taroman

Hong Kong

#9 Aug 25, 2009
Kodok wrote:
<quoted text>
dunia semakin lama akan tahu kebohongan falintil.
go hell falintil
Semakin lama semakin profesiaonal para perajurit falintil..

A luta continua,,
Kodok

Pusan, Korea

#10 Aug 26, 2009
taroman wrote:
<quoted text>
Semakin lama semakin profesiaonal para perajurit falintil..
A luta continua,,
dan semakin lama falintil bodoh..
pntl juga seperti preman, menahan orang asing tanpa mempertimbangkan hukum internasional, sebentar lagi perbatasan timor barat akan ditutup agar orang timor leste tahu diri untuk menghormati orang warga negara lain.
Andi Liani

Jakarta, Indonesia

#11 Aug 26, 2009
Babik_Ngepet wrote:
<quoted text>
Jangan Sembarang Memfonis Kegiatan Seseorang hanya melalui Pandangan kamu,.Belum tentu itu benar..
Eurico preman hanya karena membawa masalah Eks tim-tim ke jakarta? Apa anda tidak salah.. Warga eks tim-tim adalah WNI, wajar dong kalau dia melapor masalah2 itu ke jakarta,.Karena beliau adalah salah satu warga eks tim-tim yg di kenal oleh pejabat2 di jakarta.
Menurut saya masyarakat eks tim-tim yg ada di NTT juga sangat terbantu bila masalahnya bisa di ketahui di jakarta.
Jadi saudara mengeluarkan pendapat jangan berdasarkan emosi anda dengan individu seseorang pandanglah sisi baiknya,.Atau mungkin anda juga perlu mengoreksi diri anda.
Peace
-->>KORBAN PERANG TIMOR-TIMUR<<--
Semua warga eks Tim Tim melebur menjadi warga Indonesia lainnya. Tidak ada lagi prioritas.
Yang perlu sekarang adalah menciptakan kemandirian. Agar mantan pengungsi ini bisa menjadi mandiri, tentu itu harus dicontohkan oleh pemimpinnya. Kalau, pemimpin-pemimpin macam Eurico dengan kelompoknya yang setiap hari kerjaannya main kartu poker, berjudi dari hasil penderitaan rakyat eks Tim Tim pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya, maka apa yang bisa diharapkan agar pengungsi bisa mandiri. Sementara, kebiasaan makan tidur bangun berjudi itu adalah kebiasaan preman. Gimana eks pengungsi bisa berubah bila pemimpinnya adalah preman. Emang pootongannya aja udah preman.

Sudah menjadi rahasia umum, kalau pejabat eks Tim Tim di Kupang setiap hari main judi, kebiasaan itu ditiru oleh anak-anak mereka.
Ini yang menurut saya memalukan. Padahal mereka terima gaji buta dari Pemerintah RI.

Konon, kebiasaan itu sudah mereka sebelum Tim Tim lepas dari Indonesia.
Andi Liani

Jakarta, Indonesia

#12 Aug 26, 2009
Kodok wrote:
<quoted text>
betul, memang begitu kesaksiannya menurut pihak falintil, tetapi kesaksian dari pihak pro-integrasi belum tentu seperti itu, situasi pada saat itu memang sedang chaos dan falintil punya keunggulan memiliki banyak senjata sehingga dengan leluasa mengusir orang pro-integrasi ke timor barat sehingga terjadi bentrok kedua belah pihak.
Pola pikir kamu memang susah. Cara berfikir semacam itu yang membuat saya tidak heran bila sering terjadi konflik di Indonesia. Coba kamu simak dilayar TV, Maluku, Sulawesi, Jakarta dst hampir setiap hari terjadi konflik. Belum lagi, para teroris yang --- entah apa yang terlintas di benak mereka --- setiap hari merencanakan pemboman.

Para milisi itu memang secara sah melakukan pelanggaran HAM yang walaupun diupayakan dengan pendekatan politik melalui rekonsiliasi, tetap tidak mungkin.

Sebaiknya anda harus lebih jernih melihat persoalan, agar tidak terjebak pada pemikiran sempit.

Siapapun kalau dia melakukan kejahatan, sekalipun dalam situasi konflik politik dia harus menanggung akibatnya.
Andi Liani

Jakarta, Indonesia

#13 Aug 26, 2009
Menurut Eurico Guterres ketika delegasi Timor Leste yang dipimpin oleh Secretario de Estado de Sugaranca berkunjung ke Kupang baru-baru, bahwa rekonsiliasi perlu digencarkan.

Padahal, dia tidak tahu bahwa rekonsiliasi sudah masuk ke fase yang tidak dibayangkan. Bahwa secara alami masyarakat Timor Leste sudah saling menerima, dan di sini terasa aneh jika seseorang masih membicarakan konflik politik.

Sikap masyarakat yang demikian dengan sendirinya semakin mengurangi peran para tokoh-tokoh preman untuk bermain sekedar mencari keuntungan dari konflik tersebut.

Peran yang dibutuhkan Timor Leste saat ini adalah kaum terdidik atau kaum intelektual. Bukan terdidik dari penjara, yang mendapat gelar sarjana dari rumah pesakitan.

Negara TL ini membutuhkan intelektual yang lahir dari pergualatan ilmiah mereka dengan buku, komputer, diskusi ilmiah, seminar, penelitian dsbnya. Bukan intelektual pinggir jalan atau intelektual jalanan, intelektual pinggiran, yang tidak memiliki kemampuan akademis untuk menjawab persoalan sosial dan pembangunan bangsa.
Kodok

Pusan, Korea

#14 Aug 26, 2009
Andi Liani wrote:
<quoted text>
Coba kamu simak dilayar TV, Maluku, Sulawesi, Jakarta dst hampir setiap hari terjadi konflik. Belum lagi, para teroris yang --- entah apa yang terlintas di benak mereka --- setiap hari merencanakan pemboman.
lihatlah dirimu di depan kaca,..rupanya sudah lama kamu hidup di hutan tidak pernah melihat TV.. hehehe...
di Indonesia tidak ada lagi konflik kecuali sisa-sisa kelompok teroris hotel di Jakarta yang tinggal menunggu hari untuk ditangkap polisi.
sedangkan bibit konflik telah dibuat pntl goblok yang menangkap warga negara asing yang secara sah measuk ke TL.
Andi Liani

Jakarta, Indonesia

#15 Aug 26, 2009
Habis kamu tidur melulu sih jadi nggak tahu kalo di Ambon setiap hari perang antar kampung terjadi. Ibu rumah tangga hingga anak kecil pun terlibat. Kayak zaman Jahiliah aja.

Di Sulawesi setiap hari terjadi perkelahian antara mahasiswa dengan sesama mahasiswa, mahasiswa tawuran dengan supir angkot, mahasiswa mengeroyok polisi dst. Ini memang sudah parah, intelektual muda kok malah jadi pengacau.

Di negara kami mahasiswa tidak pernah terlibat tawuran. Pengacau malah datang dari kelompok bela diri, itupun beladiri dari Indonesia (silat). Kalau seperti Karate, Kempo, Kung fu jarang terlibat tawuran.

Kalian emang payah!!!!
Andi Liani

Jakarta, Indonesia

#16 Aug 26, 2009
Kodok wrote:
<quoted text>
lihatlah dirimu di depan kaca,..rupanya sudah lama kamu hidup di hutan tidak pernah melihat TV.. hehehe...
di Indonesia tidak ada lagi konflik kecuali sisa-sisa kelompok teroris hotel di Jakarta yang tinggal menunggu hari untuk ditangkap polisi.
sedangkan bibit konflik telah dibuat pntl goblok yang menangkap warga negara asing yang secara sah measuk ke TL.
Habis kamu tidur melulu sih jadi nggak tahu kalo di Ambon setiap hari perang antar kampung terjadi. Ibu rumah tangga hingga anak kecil pun terlibat. Kayak zaman Jahiliah aja.
Di Sulawesi setiap hari terjadi perkelahian antara mahasiswa dengan sesama mahasiswa, mahasiswa tawuran dengan supir angkot, mahasiswa mengeroyok polisi dst. Ini memang sudah parah, intelektual muda kok malah jadi pengacau.
Di negara kami mahasiswa tidak pernah terlibat tawuran. Pengacau malah datang dari kelompok bela diri, itupun beladiri dari Indonesia (silat). Kalau seperti Karate, Kempo, Kung fu jarang terlibat tawuran.
Kalian emang payah!!!!
Andi Liani

Jakarta, Indonesia

#17 Aug 26, 2009
Kodok wrote:
<quoted text>
lihatlah dirimu di depan kaca,..rupanya sudah lama kamu hidup di hutan tidak pernah melihat TV.. hehehe...
di Indonesia tidak ada lagi konflik kecuali sisa-sisa kelompok teroris hotel di Jakarta yang tinggal menunggu hari untuk ditangkap polisi.
sedangkan bibit konflik telah dibuat pntl goblok yang menangkap warga negara asing yang secara sah measuk ke TL.
Itulah fungsinya polisi. Di Ambalat kapal Malaysia aja nggak berani ditembak padahal sudah jelas-jelas menginjak kedaulatan NKRI.
Mausokar

Jakarta, Indonesia

#18 Aug 26, 2009
Kodok wrote:
<quoted text>
lihatlah dirimu di depan kaca,..rupanya sudah lama kamu hidup di hutan tidak pernah melihat TV.. hehehe...
di Indonesia tidak ada lagi konflik kecuali sisa-sisa kelompok teroris hotel di Jakarta yang tinggal menunggu hari untuk ditangkap polisi.
sedangkan bibit konflik telah dibuat pntl goblok yang menangkap warga negara asing yang secara sah measuk ke TL.
Maluku dari bahasa Portu Maluco artinya gila.
Mausokar

Jakarta, Indonesia

#19 Aug 26, 2009
NEWS wrote:
Mantan Milisi Ditangkap di Suai
KUPANG, Timex--Nasib naas dialami mantan milisi eks Timtim, Maternus Bere yang ditangkap Polisi Nasional Timor Leste (PNTL) di Suai-Distrik Covalima, Minggu (9/8) kemarin.
Ihwal penangkapan mantan anggota PPI Laksaur ini disampaikan mantan Wakil Panglima PPI, Eurico Guterres yang baru saja mendapatkan laporan dari keluarga korban kepada koran ini, Senin (10/8) malam.
"Dia ke Suai-Covalima pada hari Rabu (5/8) dalam rangka acara adat almarhum ayahnya di Leogore-Suai. Dia ditangkap oleh Polisi Timor Lestedi rumah keluarganya di Leogore atas tuduhan terlibat peristiwa pembunuhan di gereja Suai paska jajak pendapat 1999 silam," beber Eurico.
Ia mengatakan saat ini Maternus Bere ditahan di Suai dan rencananya akan dibawa ke Dili ibukota negara Timor Leste pada hari ini, Selasa (11/8).Penangkapan atas salah satu mantan anak buahnya sangat disesalkan oleh Eurico Guterres.
"Saya sangat menyesalkan sikap arogansi Polisi Timor Leste yang menangkap WNI tanpa meminta ijin kepada pemerintah Indonesia," tegasnya.
Untuk itu, Eurico Guterres meminta kepada Pemerintah Indonesia melalui KBRI di Timor Leste untuk mempertanyakan kejadian ini kepada pemerintah Timor Leste sekaligus memberikan bantuan seperlunya kepada Maternus Bere selama ditahan di Timor Leste.
"Saya kuatir, jangan sampai penangkapan tanpa seijin pemerintah Indonesia ini bisa menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan di perbatasan RI-Timor Leste," kata Eurico Guterres.
Secara tegas, Eurico Guterres meminta kepada keluarga Maternus Bere dan rekan-rekan seperjuangannya di Atambua untuk tetap tenang. "Saya harap tetap tenang, sabar dan jangan terpancing dengan peristiwa penangkapan ini," pintnya.
Insiden ini menurut Eurico akan mengganggu proses rekonsiliasi sebagaimana diinginkan Pemerintah Timor Leste yang digagas oleh Sekretaris Negara Urusan Keamanan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Fransisco da Costa Guterres dalam kunjungan ke Kupang-NTT beberapa waktu lalu.
Fransisco da Costa Guterres berkunjung ke Kupang-NTT untuk berdiskusi dengan WNI asal Timor Leste yang berada di Kupang, NTT agar dapat mewujudkan rekonsiliasi yang baik. Ini dikarenakan, sejak 10 tahun lalu, rakyat Timor-timur (Timor Leste) tercerai-berai dan separuhnya memilih menjadi WNI.
Karena perbedaan itulah membuat gap antara sesama warga Timor Leste, termasuk yang saat ini tinggal di NTT. Konsulat Timor Leste di Kupang, Caetano Guterres yang dihubungi tadi malam mengaku belum mengetahui penangkapan Polisi Timor Leste terhadap WNI di Suai-Distrik Covalima. "Saya belum tahu. Belum ada laporan ke saya," ujarnya.
Hei Eurico anda bukan militer, tapi mau mengajari militer. Ini memang pekerjaan polisi. Maternus Bere ditangkap karena interpol memiliki bukti-bukti keterlibatannya dalam tindak kejahatan.

Indonesia pun tidak akan dirugikan kalau Maternus Bere ditangkap, lagian dia bukan seorang ilmuwan. Kamu juga kalau masuk di sini pasti ditangkap!
Kodok

Pusan, Korea

#20 Aug 26, 2009
Mausokar wrote:
<quoted text>
Maluku dari bahasa Portu Maluco artinya gila.
maluku itu artinya kerajaan, buang saja itu bahasa portu sudah ketinggalan jaman, penggunanya makin sedikit. bahasa Indonesia, Arab, China, Korea, Japan makin banyak yang menggunakan.

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 4
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

East Timor Discussions

Title Updated Last By Comments
Masyarakat Timor Leste Mulai Antipati Dengan Wa... (Jan '09) 26 min ibu kartika 53
East Timor: Dream Trip Becomes a Nightmare for ... 12 hr mustafaali46 2
Timor Leste Minta Gabung Lagi Dengan Indonesia.... (May '13) Tue indo 435
Mengenal special force Indonesia yg melebihi ke... (Feb '13) Dec 14 Rebmej 363
TIMOR LESTE NEGARA PAliNG MISKINNN (Jun '12) Dec 10 pensiunan 75
Ekonomi timor leste 2014 (Nov '13) Dec 9 TIMOR LONTE 323
togel tembus timur leste (Apr '14) Dec 9 IBU NUHAYATI 13
More from around the web