MANILA : Why this eagerness to please Malaysia?

Feb 22, 2013 Full story: Asia News Network 25

The Sultanate of Sulu and North Borneo, now headed by Jamalul Kiram III, who can trace his lineage at least 500 years back -how many Filipinos can go back that far?-still strikes me as a tragic institution, the victim of greed, opportunism, and indifference particularly during the second half of its history.

Full Story
First Prev
of 2
Next Last

“amende lon naik hantu yer”

Since: Oct 12

jom kita naik hantu,malaysia

#1 Feb 23, 2013
sabah sah punya kesultanan sulu , brunei , indonesia , filipina , thailand , singapore juga mengakuinya
SusiloBigTimeGay

Petaling Jaya, Malaysia

#2 Feb 23, 2013
papua bukan indon punya, acheh juga bukan

“amende lon naik hantu yer”

Since: Oct 12

jom kita naik hantu,malaysia

#3 Feb 23, 2013
sokong sabah merdeka dari malaysial heheheheee

malontez mana berani sama sultan sulu
jebut

United States

#4 Feb 23, 2013
Sabahan, Mardikaaa..
opm

Kuala Lumpur, Malaysia

#5 Feb 23, 2013
Referendum Papua tak Sah

J AYAPURA - Forum Anti Pelanggaran HAM (FAP HAM) di Papua dan Federasi Mahasiswa Militan Papua (FMMP) menilai selama ini demokrasi di Papua ‘disunat’ oleh Pemerintah Pusat, sejak tahun 1963 hingga kini. Hal itu mulai dari bidang politik sampai pada pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang tidak pernah dituntaskan penyelesaiannya.

Ketua Forum Anti Pelanggaran HAM (FAP HAM) di Papua, Septi Meidodga, mengatakan, sejarah panjang perjuangan kemerdekaan bangsa Papua Barat mengalami sebuah proses yang cukup fluktuatif. Rakyat Papua menyesalkan dan menganggap tidak sah peralihan kedaulatan bangsa Papua pada 1 Mei 1963 secara de facto dan 1969 secara de jure melalui Pepera yang penuh dengan rekayasa dan intimidasi.

Menurutnya, pelaksanaan Pepera tak sah karena tidak sesuai perjanjian New York 15 Agustus 1962 pasal 18 butir d,‘Yang menetapkan kebebasan memilih bagi semua orang dewasa pria dan wanita, dan bahwa dalam melaksanakan Act of Self-determination harus sesuai dengan tata kebiasaan atau praktik internasional’, atau one man one vote.“Bahwa 1.026 orang yang dipilih Indonesia yang menentukan hasil Pepera sebagai kemenangan Indonesia adalah segelintir rakyat Papua. Hanya, 0,8 persen dari 800,000 rakyat Papua waktu itu. Mayoritas rakyat Papua yakni 99, 2 persen yang karena intimidasi tidak memberikan hak suara,” tegasnya dalam keterangan persnya di Prima Gardern Abepura, Senin,(12/11). Papua setelah berintegrasi dengan Indonesia dan setelah 51 tahun berada dalam negara Republik Indonesia, bangsa Papua mengalami perlakuan-perlakuan yang tidak adil dan manusiawi serta pelanggaran HAM, ketidakadilan sosial dan hukum yang mengarah pada praktik genoside bangsa Papua.“Maka atas dasar hal-hal tersebut di atas menyatakan kehendak kami untuk memilih merdeka-pisah dari NKRI kembali ke status kami sebagai bangsa dan negara Papua Barat 1 Desember 1961,”katanya.
amalilio sabahan hero

Papar, Malaysia

#6 Feb 23, 2013
Operasi Militer di Papua Banyak Melanggar HAM

Sunday, December 9, 2012

JAYAPURA-- Penerapan Operasi Militar di Papua pada masa lalu, diduga mengakibatkan terjadinya banyak pelanggaran HAM.

Hal itu seperti diungkapkan Plt. Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits B Ramandey dalam pidatonya terkait dengan perigatan hari HAM ke-64 tahun, tanggal 10 Desember yang di perigatan secara serentak di seluruh dunia, termasuk Papua.

Menurut Frits, Kajian Komnas HAM tentang Daerah Operasi Militer di Tanah Papua menunjukkan banyak hal yang harus dimintai penjelasan dan klarifikasi. Sebut saja, operasi Koteka di Wamena, penculikan sejumlah orang di Puai Sentani, pemerkosaan terhadap sejumlah perempuan di Mapenduma sebagaimana diungkapkan tim pencari fakta tahun 1998, yang dipimpin Abdul Gafur di Irian Jaya saat itu.

Dikatakan, pembungkaman Grup Mambesak adalah bukti lain bagaimana Negara melakukan intimidasi terhadap masa depan orang Papua tatkala itu. Fakta yang tak dapat dielakan oleh praktek militer di Papua adalah penculikan dan pembunuhan pemimpin Papua Theys Hiyo Eluay, tetapi kita harus yakin bahwa waktu Tuhan selalu indah pada waktunya. Zaman berubah. Rezim orde baru dengan segala otoriternya berakhir dengan adanya gerakan reformasi. Saat itulah kesempatan yang paling berharga bagi orang asli Papua dan semua orang yang ada di Papua untuk menyerukan perubahan termasuk dengan bebas meneriakan nama Papua untuk dikembalikan. Otsus Papua lahir dari perjuangan dan teriakan akan hak asasi manusia dan dugaan pelanggaran HAM masa lalu terhadap HAM orang Papua. Menyadari akan sikap Negara di waktu lalu itulah, maka dalam rumusan UU Otsus Papua dicantumkan pada pasal 45 tentang kewajiban pemerintah, pemerintah pusat untuk memajukan HAM di tanah Papua.

Oleh karena itu upaya pemajuan, perlindungan, dan penegakkan HAM tidak dapat dilakukan hanya dengan mengedepankan aspek pemantauan dan penindakan semata. Upaya yang tidak kalah pentingnya adalah pendidikan dan pemasyarakatan HAM. Hal itu sangat diperlukan untuk memperluas basis sosial bagi tumbuhnya kesadaran HAM, yaitu kesadaran untuk menghargai manusia dan kemanusiaan sebagai wujud karakter bangsa sebagai bangsa yang mengakui prinsip kemanusiaan yang berkeadilan . Dengan demikian pemahaman dan kesadaran sosial mengenai HAM dapat segera ditingkatkan sebagai basis sosial yang penting dalam upaya perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan HAM.

“Pada kesempatan yang berbahagian ini saya ingin menunjukan beberapa catatan penting dugaan operasi militer di Irian Barat, Irian Jaya sampai Papua yang sedang di kaji oleh Komnas HAM RI dimana patut diduga akibat operasi-operasi tersebut terjadi dugaan pelanggaran HAM diantaranya. Operasi Jayawijaya (1961-1962), Operasi Wisnumurti (1963-1965), Operasi Sadar (1965), Operasi Bharatayudha (1966-1967), Operasi Wibawa (1967), Operasi Khusus Pemenangan Pepera (1961-1969), Operasi Tumpas (1967-1970),”katanya.
crystal

Burnaby, Canada

#7 Feb 23, 2013
Technically, the Malaysians is paying rent to the Sultanate of Sulu and that means theis land belongs to them and they have the right to take it back but they don't need to use force . They should send a formal letter to the Malatsian Government or to the Vrotish North Borneo Co, that the Sultinate wants to take the land back for themselves. The Syltinate of Sulu and the the Malaysian Government should give time frame to the British North Borneo Co. that they should vacate the land on a specific date and time. Or I have an idea, why don't they let the British North Borneo rent under Sultanate of Sulu new agreement and at the same time increase the rent to up millions instead of P2.75 pesos a day. I had met a British retire shoulder and his wife Pinay and they have 4 grown up children and some are married and this British guy told me that Sabah or Borneo is part of Philippines own by Sultanate of Sulu and he said that the British are just renting the land to the Sultinate of Sulu. I think you guys, must sit down and talk in a constructive way. The British knew that this land is not Malaysian lands, it's part of the Philippines and belongs to SUltinate of Sulu. Just sit down and talk like a civil people . No need to use force to settle this problem. And also, I heard this too since I was born that Sabah belongs the Sultinate of Sulu and parts of Philippines. Philippines Muslim VERSUS Malaysians muslim should not fight each other.

I hope that this issue will be resolve soon and peace to all mankind.
idiots united

Saint Paul, MN

#8 Feb 23, 2013
Filipinos pleases everything even the mythical non existent black nazarene. Where ever they get the idea is really flabbergasting.

Since: Mar 12

Location hidden

#9 Feb 23, 2013
opm wrote:
Referendum Papua tak Sah
J AYAPURA - Forum Anti Pelanggaran HAM (FAP HAM) di Papua dan Federasi Mahasiswa Militan Papua (FMMP) menilai selama ini demokrasi di Papua ‘disunat’ oleh Pemerintah Pusat, sejak tahun 1963 hingga kini. Hal itu mulai dari bidang politik sampai pada pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang tidak pernah dituntaskan penyelesaiannya.
Ketua Forum Anti Pelanggaran HAM (FAP HAM) di Papua, Septi Meidodga, mengatakan, sejarah panjang perjuangan kemerdekaan bangsa Papua Barat mengalami sebuah proses yang cukup fluktuatif. Rakyat Papua menyesalkan dan menganggap tidak sah peralihan kedaulatan bangsa Papua pada 1 Mei 1963 secara de facto dan 1969 secara de jure melalui Pepera yang penuh dengan rekayasa dan intimidasi.
Menurutnya, pelaksanaan Pepera tak sah karena tidak sesuai perjanjian New York 15 Agustus 1962 pasal 18 butir d,‘Yang menetapkan kebebasan memilih bagi semua orang dewasa pria dan wanita, dan bahwa dalam melaksanakan Act of Self-determination harus sesuai dengan tata kebiasaan atau praktik internasional’, atau one man one vote.“Bahwa 1.026 orang yang dipilih Indonesia yang menentukan hasil Pepera sebagai kemenangan Indonesia adalah segelintir rakyat Papua. Hanya, 0,8 persen dari 800,000 rakyat Papua waktu itu. Mayoritas rakyat Papua yakni 99, 2 persen yang karena intimidasi tidak memberikan hak suara,” tegasnya dalam keterangan persnya di Prima Gardern Abepura, Senin,(12/11). Papua setelah berintegrasi dengan Indonesia dan setelah 51 tahun berada dalam negara Republik Indonesia, bangsa Papua mengalami perlakuan-perlakuan yang tidak adil dan manusiawi serta pelanggaran HAM, ketidakadilan sosial dan hukum yang mengarah pada praktik genoside bangsa Papua.“Maka atas dasar hal-hal tersebut di atas menyatakan kehendak kami untuk memilih merdeka-pisah dari NKRI kembali ke status kami sebagai bangsa dan negara Papua Barat 1 Desember 1961,”katanya.
tidak sah kq diakui PBB?? hehe....GWOBLOOOKKKK!!!!

wekekekekekeke....
malon anjing inggris

Jakarta, Indonesia

#10 Feb 23, 2013
cukut jembur wrote:
<quoted text>
tidak sah kq diakui PBB?? hehe....GWOBLOOOKKKK!!!!
wekekekekekeke....
Emang goblog malingsia itu. Otaknya aja otak anjing makanya tetep goblog sampe skr
pemandu teksi

United States

#11 Feb 23, 2013
Tentera sulu berjaya

ATM lembik cam kote diorang

wakakakaka
dream catcher

United States

#12 Feb 23, 2013
maling tetep aja maling ~_____~
amalilio sabahan hero

Papar, Malaysia

#14 Feb 23, 2013
cukut jembur wrote:
<quoted text>
tidak sah kq diakui PBB?? hehe....GWOBLOOOKKKK!!!!
wekekekekekeke....
diakui kerana indon memperbolehkan Freeport masuk indon. Bacalah kt wikileaks don, jangan baca cerite lucah jer
amalilio sabahan hero

Papar, Malaysia

#15 Feb 23, 2013
malon anjing inggris wrote:
<quoted text>
Emang goblog malingsia itu. Otaknya aja otak anjing makanya tetep goblog sampe skr
dooon indoooon tolong bersihkan tandas awam kt umah ku ya

“amende lon naik hantu yer”

Since: Oct 12

jom kita naik hantu,malaysia

#16 Feb 23, 2013
sokong sabah merdeka ....iyyeeessssss

sekali merdeka tetap merdeka
agung

Indonesia

#17 Feb 23, 2013
amalilio sabahan hero wrote:
<quoted text>
dooon indoooon tolong bersihkan tandas awam kt umah ku ya
tandas itu WC ya?
maksudnya bersihkan tandas apa? makin aneh maloners sekarang
amalilio sabahan hero

Papar, Malaysia

#18 Feb 23, 2013
agung wrote:
<quoted text>
tandas itu WC ya?
maksudnya bersihkan tandas apa? makin aneh maloners sekarang
tandas tu artinya mak ko la bodo

WC? Wing chun ke? xD

Since: Mar 12

Location hidden

#19 Feb 24, 2013
amalilio sabahan hero wrote:
<quoted text>
diakui kerana indon memperbolehkan Freeport masuk indon. Bacalah kt wikileaks don, jangan baca cerite lucah jer
wilileaks itu akal2an yahudi...jgn percaya 100 %....

Cerita lucah..??
cina berkudis udah login

United States

#20 Feb 24, 2013
cukut jembur wrote:
<quoted text>
wilileaks itu akal2an yahudi...jgn percaya 100 %....
Cerita lucah..??
masa ga tau lucah gan?
Itu lho air liur yg di keluarkan dr mulut....cuuuuuihhh
Mata garuda

United States

#21 Feb 24, 2013
Sabah merdeka

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 2
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

World News Discussions

Title Updated Last By Comments
Islam Will Conquer Italy and the Entire West (Sep '10) 2 min Sheilaa 391,896
Messianic Jews say they are persecuted in Israel (Jun '08) 8 min JOEL 71,140
21 Dead Babies Found on Riverbank in China (Mar '10) 9 min -TheExam- 670
Why should Australians fear from Muslims? (Dec '07) 17 min MUQ2 45,990
Israel's end is near, Ahmadinejad says (Jun '07) 19 min MUQ2 37,831
What can Britain do about the jihadists returni... (Dec '13) 21 min Lawrence James co... 202
Azerbaijani president receives Speaker of Serbi... 24 min Rust 18
More from around the web