Indonesian Goes Global | The Jakarta ...

Indonesian Goes Global | The Jakarta Globe

There are 26 comments on the www.thejakartaglobe.com story from Feb 24, 2011, titled Indonesian Goes Global | The Jakarta Globe. In it, www.thejakartaglobe.com reports that:

Interest in studying the language is steadily — albeit slowly — rising in universities across Europe. While some universities, such as Italy’s Universite Degli Studi di Napoli l’Orientale (UNO) have offered Indonesian classes since 1964, others have only recently taken interest, including Poland’s UAM and the Tashkent State Institute of Oriental Studies in Uzbekistan, where classes started in 2004.

Join the discussion below, or Read more at www.thejakartaglobe.com.

First Prev
of 2
Next Last
Haji Muhammad Abdullah

Indonesia

#22 Feb 24, 2011
Bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia berasal dari kerajaan Melayu di pulau Sumatra

Bahasa Indonesia adalah bahasa baku (standard or formal langguage); bahasa Malaysia adalah bahasa jalanan (dialect or non standard)

Bangsa Indonesia dengan bangsa Malaysia adalah abang dan adik yang harus saling menyayangi dan saling mencintai untuk menjaga perdamaian.

Pada tahun 1960-1970 bangsa Indonesia mengirimkan banyak guru untuk mengajar di sekolah2 di Malaysia dan juga mengirimkan banyak Prof untuk mengajar di universitas2 di Malaysia;

karena bangsa Indonesia hendak membantun bangsa Malaysia untuk menjadi orang orang pintar dan orang orang yang berilmu

Jakarta Indonesia
malonjing

Jakarta, Indonesia

#23 Feb 24, 2011
mantapz malon gigit jari nak terjun bebas
may

Kuching, Malaysia

#25 Feb 24, 2011
Selanjutnya seperti dikemukakan oleh J.J. de Hollander di dalam bukunya Pedoman Bahasa dan Sastra Melayu bahwa tulisan Melayu Klasik sejak akhir abad ke-13 telah menggunakan huruf Arab. Sekalipun demikian terdapat lafal Arab yang tidak dikenal di dalam bahasa Melayu serta sebaliknya terdapat lafal Melayu yang tiada huruf Arabnya. Karena itu, diciptakanlah huruf Arab khusus untuk bahasa Melayu. Berangsur-angsur melalui pengaruh Portugis dan Belanda, mulai muncul bahasa Melayu yang ditulis di dalam bahasa Latin, di antaranya, terdapat kamus bahasa Melayu.
Bahasa Melayu Peralihan pada abad ke-19, selain ditulis dalam huruf Arab, sudah mulai ditulis dalam huruf Latin. Sejak akhir abad ke-19, mulai berkembang bahasa Melayu Rendah yang dikenal sebagai bahasa Melayu Cina. Muncul sejumlah penyair Cina yang menulis syair dalam bahasa Melayu, seperti syair Djalanan Kereta Api oleh Tan Teng Kie. Selah satu pakar yang terkenal mempromosikan bahasa Melayu Cina adalah Lie Kim Hok. Dan pada awal abad ke-20, bahasa Melayu Cina ini makin berkembang melalui surat kabar Sin Po. Banyak ceritera yang ditulis di dalam bahasa ini sebagai hasil karya para sastrawan Cina Indonesia. Bahasa ini bertahan sampai awal tahun 1950-an.
Pada tahun 1901, kita mengenal ejaan van Ophuijsen yakni ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin yang dibakukan. Kemudian melalui pendirian Balai Pustaka, pada tahun 1917, dikembangkanlah bahasa Melayu Tinggi yang disusul dengan sejumlah karangan klasik seperti Salah Asuhan, Siti Nurbaya, dan sejenisnya. Pada tahun 1928, melalui Sumpah Pemuda, bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia. Pada tahun 1938, di Solo, diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia Pertama dan disusul dengan Kongres Bahasa Indonesia kedua di Medan pada tahun 1954. Kini secara teratur Kongres Bahasa Indonesia diselenggarakan lima tahun sekali. Dan Kongres Bahasa Indonesia ke-8 akan berlangsung pada bulan Oktober tahun 2003.
Pada tahun 1947, ketika Suwandi menjadi Menteri Pendidikan, diadakan perubahan ejaan bahasa Indonesia yang dikenal sebagai ejaan Suwandi. Setelah Malaysia merdeka, mereka menyusun ejaan bahasa Malaysia yang berpedoman kepada ejaan bahasa Inggris. Kemudian terjadi pendekatan di antara pakar bahasa Indonesa dan pakar bahasa Malaysia. Sekalipun istilah yang digunakan oleh bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia masih banyak yang berbeda, namun mereka berusaha untuk menyamakan ejaannya. Kesamaan ejaan itu muncul pada tahun 1972 dalam bentuk EYD.
may

Kuching, Malaysia

#26 Feb 24, 2011
SUMBER FAKTA

Dalby, Andrew. Dictionary of Languages. London: Bloomsbury Publishing, 1998.

Grijns, C.D. Kajian Bahasa Melayu Betawi. Terj. Rahayu Hidayat. Jakarta: Penerbit PT Pustaka Utama Grafiti, 1991.

Hanafiah, Djohan. Melayu-Jawa: Citra Budaya dan Sejarah Palembang. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1995.

Hollander, J.J. Pedoman Bahasa dan Sastra Melayu. Terj. T.W. Kamil. Jakarta: Balai Pustaka, 1984.

Kridalaksana, Harimurti (ed). Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1991.

Mohd. Thani Ahmad dan Zaini Mohamed Zain (ed). Rekonstruksi dan Cabang-cabang Bahasa Melayu Induk. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian Pendidikan Malaysia, 1988.

Ophuijsen, Ch. A. van. Tata Bahasa Melayu. Terj. T.W. Kamil. Jakarta: Penerbit Jambatan, 1983.

Poerbatjarak. Riwajat Indonesia I. Jakarta: Jajasan Pembangunan, 1952.

Salmon, Claudine. Sastra Cina Pranakan dalam Bahasa Melayu. Terj. Dede Oetomo. Jakarta: Balai Pustaka, 1985.

Sidharta, Myra (ed). 100 Tahun Kwee Tek Hoay: Dari Penjaja Tekstil sampai ke Pendekat Pena. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1999.

Slametmuljana. Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara. Jakarta: Balai Pustaka, 1987.

Sudjiman, Panuti H.M. Adat Raja-raja Melayu. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia, 1983.

Suryadinata, Leo. Kebudayaan Minoritas Tionghoa di Indonesia. Terj. Dede Oetomo. Jakarta: Penerbit PT Gramedia, 1988.

Tanojo, Adwina Satmoko. Dari Djalanan Kereta Api Sampai Kembang: Suatu Stui atas Syair-syair Tan Teng Kie. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia, 1993.

Wolters, O.W. The Fall of Srivijaya in Malay History. Kuala Lumpur: Oxford University Press, 1970.
may

Kuching, Malaysia

#27 Feb 24, 2011
Penamaan bahasa Melayu di Indonesia dengan nama bahasa Indonesia bermula daripada Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai bentuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang memiliki khazanah budaya dan bahasa dan status tersebut dirasmikan menjadi bahasa negara pada kemerdekaan negara Republik Indonesia pada tahun 1945.
may

Kuching, Malaysia

#28 Feb 24, 2011
Bahasa Indonesia berbeza daripada bahasa Melayu khususnya di Malaysia kerana mempunyai perkataan yang berasal daripada Jawa dan Belanda meskipun bahasa Indonesia didasarkan dan didominasi dari bahasa Melayu Riau. Contohnya "pejabat pos" dikenali sebagai "kantor pos" di Indonesia. Perkataan ini berasal daripada perkataan Belanda kantoor untuk "pejabat". Ketika zaman penjajahan, bahasa Indonesia menggunakan "oe" untuk bunyi "u", sama seperti bahasa Belanda. Namun, setelah penaklukan Jepun, ejaan tersebut ditukar kepada "u". Begitu juga dengan bahasa Melayu. Sebelum 1972, bunyi "ch" dieja dengan "ch" dan bahasa Indonesia menggunakan "tj". Oleh itu, perkataan "cap" telah dieja sebagai "chap" dan "tjap" dalam Bahasa Indonesia. Selepas "Ejaan Yang Disempurnakan" diperkenalkan pada 1972, kedua-dua bahasa menggunakan ejaan yang sama, iaitu "cap". Contoh ejaan lain ialah "dj" (Indonesia) diganti dengan "j" seperti di Malaysia. Ada beberapa ejaan yang masih dikekalkan atas sebab sejarah, contohnya "wang" (Bahasa Malaysia) dan "uang" (Bahasa Indonesia).[1]

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 2
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Uzbekistan, Tajikistan Travel Discussions

Title Updated Last By Comments
News Large Opium Haul Seized Along Tajik Border (Oct '12) Oct '12 StellarKnight 1
News Oh my tasty Russia (Sep '12) Oct '12 Halonen is Conan ... 17
News Uzbekistan to direct $216 million on developmen... (Dec '11) Dec '11 neobyzantine 1
News Clinton visiting Tajikistan, Uzbekistan (Oct '11) Oct '11 Marty 1
News Ecotourism Works in Samarkand notes tourists (Aug '11) Aug '11 Billy John 4
News Over 400,000 foreign tourists travel to Uzbekis... (Feb '11) Feb '11 Cool Guy usa 3
More from around the web