Mengapa Saya Tak Dapat Membenci Malaysia - Topix

There are 20 comments on the www.topix.net story from Jun 20, 2012, titled Mengapa Saya Tak Dapat Membenci Malaysia - Topix. In it, www.topix.net reports that:

*Meskipun saya begitu pedih melihat TKI kita yang pulang dengan sekujur luka tubuh dan luka batin.

Join the discussion below, or Read more at www.topix.net.

First Prev
of 2
Next Last
giant

Torrance, CA

#3 Jun 20, 2012
*Karena orang tua saya mendapat layanan kesehatan yang sangat baik dan profesional, meskipun bukan datang sebagai orang yang berkantong tebal. tidak seperti di negara kita...

*Karena sahabat saya yang sudah terkuras habis-habisan uangnya karena harus cuci darah dan melakukan beberapa kali operasi kecil di Indonesia selalu gagal, sekali operasi di Malaysia langsung berhasil.

Jika kita sibuk berdemo disana sini memaki mereka, bahkan memaki pemerintah kita, namun mereka yang disana tenang-tenang saja dan bekerja dua kali lebih keras dari kita. Salah siapa jika taraf hidup mereka lebih tinggi dari kita? Salah mereka?

Setuju sangat rasional!
fmi ries

Indonesia

#4 Jun 20, 2012
PH4NT0M wrote:
Curhatan seorg indo..n
*Meskipun saya geram karena berpikir kenapa tidak ditembak saja kapal yang cari gara-gara di Ambalat.
*Meskipun saya begitu pedih melihat TKI kita yang pulang dengan sekujur luka tubuh dan luka batin.
*Meskipun saya gerah juga mendengar pengakuan hak milik Malaysia terhadap budaya yang belum jelas-jelas milik Indonesia.
*Namun kenapa hingga beberapa kali saya mengunjungi Malaysia, berinteraksi dengan warga negaranya, dan mempelajari apa saja yang mereka lakukan, saya tetap tak dapat membenci Malaysia?
Saya rasa, alasannya sangat sederhana dan subyektif :
*Karena orang tua saya mendapat layanan kesehatan yang sangat baik dan profesional, meskipun bukan datang sebagai orang yang kamu bberkantong tebal. tidak seperti di negara kita...
*Karena sahabat saya yang sudah terkuras habis-habisan uangnya karena harus cuci darah dan melakukan beberapa kali operasi kecil di Indonesia selalu gagal, sekali operasi di Malaysia langsung berhasil.
*Karena mengobati orang berduit maupun tak berduit, sikap mereka tetap sama. Karena para dokter dan medisnya tidak mata duitan! Tidak perlu operasi, ya tidak perlu. Tapi kalau harus operasi pun, biayanya tidak akan sampai mencekik leher dan jaminan profesionalismenya dapat dipercaya. Apakah mereka yang berobat keluar negeri kekurangan nasionalisme? Salah. Saya tahu benar,banyak orang-orang yang saya kenal, cinta mati sama Indonesia. Tapi tentu tak mau mati konyol jika ada tempat lain dimana mereka dapat diperlakukan sebagai manusia. Malunya saya, jika terus menjelek-jelekkan mereka tapi kami butuh..
..........sebagai bangsa indonesia dan rakyat indonesia kita harus bedakan dengan pemerintah yang mengurus negara. ketika disakiti hati oleh malay nasionalis kita harusnya bangkit.....? nasionalis hati tidak bisa ditukar dengan remah remah kebaikan malay.....guitu brooooo....!
indon dongo

Jakarta, Indonesia

#5 Jun 20, 2012
fmi ries wrote:
<quoted text>..........sebagai bangsa indonesia dan rakyat indonesia kita harus bedakan dengan pemerintah yang mengurus negara. ketika disakiti hati oleh malay nasionalis kita harusnya bangkit.....? nasionalis hati tidak bisa ditukar dengan remah remah kebaikan malay.....guitu brooooo....!
indon suka jilat memek mamaknya...cam kau

keh3
SERUMPUN

Indonesia

#7 Jun 20, 2012
Betul sekali Malasiya sangat ramah terhadap Indonesia..
SERUMPUN

Indonesia

#8 Jun 20, 2012
Donald: Saya Dipukul Polisi Malaysia Meski Tangan Diborgol

Tangerang (ANTARA News)- Korban pengeroyokan, Donald Pieters Luther Kolopita (47), mengaku dipukul dan ditendang oleh Polisi Malaysia, meski posisi kedua tangannya diborgol saat dibawa Polisi Malaysia menggunakan mobil petugas tersebut.
"Saya tidak berdaya karena mendapatkan pukulan dan tendangan yang kena ulu hati, perut dan dada saya," kata Donald Pieters Luther Kolopita yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Wasit Karate Indonesia PB Forki, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin.
Donald menjelaskan, awal insiden pengeroyokan tersebut terjadi pada Hari Jumat dinihari (23/8) pukul 00.00 waktu setempat, saat Donald akan menghadiri pertemuan wasit karate se-Asia pada Kejuaraan Karate Asia di Malaysia.
Setelah berjalan sekitar 60 meter dari Hotel Alison Kelana di daerah Nilai, Malaysia, secara mendadak Donald mendapatkan serangan pukulan dan tendangan dari arah belakang yang dilakukan empat petugas Polisi Malaysia dengan pakaian bebas.
Diungkapkankan Donald, karena panik dan mengira diserang perampok, Donald yang mantan atlit karate tersebut sempat melepas tendangan kaki kanannya meski kedua tangan dan kaki kirinya dipegang pelaku penyerangan.
Setelah itu, Donald tidak berdaya dan mendapatkan serangan pukulan dan tendangan dari empat pelaku penganiayaan tersebut. Dalam kondisi setengah sadar, kedua tangan Donald diborgol dan diangkut menggunakan mobil aparat Polisi Malaysia dari tempat pengeroyokan menuju Kantor Balai Polisi Malaysia.
Ketika berada di mobil polisi, pelaku masih melakukan pemukulan dan tendangan di bagian perut dan wajah Donald hingga mengeluarkan darah.
"Serangan yang dilakukan pelaku kurang lebih 15 menit setelah itu pihak kepolisian Malaysia melakukan penahanan terhadap dompet, jam dan paspor milik saya," kata Donald.
Dikatakan Donald, akibat dari insiden tersebut, tim Karate Indonenia menarik diri dari Kejuaraan Karate Asia yang berlangsung di Malaysia tersebut.
Namun demikian, Donald mengimbau kepada 25 perguruan karate di Indonesia, agar tidak melakukan tindakan anarkis, karena insiden penganiayaan yang menimpa dirinya sudah diurus oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.
Sementara itu, Ketua Majelis Lintas Perguruan (MLP) Karate Indonesia, GA Pesik mengatakan, PB Forki melalui Ketua PB Forki Luhut Binsar Panjaitan sudah berkoordinasi dengan pihak KBRI di Malaysia dan Polisi Malaysia untuk mencari kejelasan tentang kasus itu.
"Bahkan pihak Kapolda Negeri Sembilan berjanji akan membatu proses hukum insiden pengeroyokan tersebut," ujar Donald seraya mengungkapkan saat ini empat petugas yang melakukan penganiayaan tersebut sudah ditahan pihak Kepolisian Malaysia.(*)
SERUMPUN

Indonesia

#10 Jun 20, 2012
TKI Bermasalah Diperas Petugas Penjara Malaysia

Tanjungpinang (ANTARA News)- Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diusir dari Malaysia mengaku diperas petugas penjara negara tersebut.
"Sebelum dipulangkan ke Indonesia, kami ditahan di penjara Keluang selama berbulan-bulan," kata Sapon, TKI asal Jawa Tengah, Kamis, setelah sampai di pelabuhan Internasional Tanjungpinang bersama 149 TKI lainnya.

Sapon (30) mengaku diperlakukan tidak wajar oleh petugas penjara.

"Saya diperas. Telepon genggam saya diambil, kemudian uang sebesar 300 ringgit juga diminta petugas," ucapnya.

Hal yang sama juga dirasakan Jumadil (40), Mat ALi (32) dan Adin (31), TKI yang dipulangkan bersama-sama Sapon dari Pasir Gudang Malaysia.

"Petugas juga minta uang kepada saya. Nilainya sebesar Rp2 juta," ujar Mat Ali.

Jumadil mengatakan, uang yang didapatnya dari hasil bekerja di kebun sawit diambil petugas.

"Sisa uang saya waktu di penjara sebesar 200 ringgit Malaysia. Semuanya diambil petugas penjara," katanya.

Adin mengatakan, hampir semua TKI mengalami nasib yang sama selama di penjara.

"Namanya juga penjara, pasti tak enak," katanya.

Mereka mengaku jera menjadi TKI tidak resmi di Malaysia karena tidak memperoleh hasil sebagaimana yang diharapkan.

"Tobatlah jadi TKI tidak resmi. Duit tak dapat, malah penyakit berdatangan," ucap Adin.(*)
indon dongo

Bogor, Indonesia

#12 Jun 20, 2012
SERUMPUN wrote:
TKI Bermasalah Diperas Petugas Penjara Malaysia
Tanjungpinang (ANTARA News)- Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diusir dari Malaysia mengaku diperas petugas penjara negara tersebut.
"Sebelum dipulangkan ke Indonesia, kami ditahan di penjara Keluang selama berbulan-bulan," kata Sapon, TKI asal Jawa Tengah, Kamis, setelah sampai di pelabuhan Internasional Tanjungpinang bersama 149 TKI lainnya.
Sapon (30) mengaku diperlakukan tidak wajar oleh petugas penjara.
"Saya diperas. Telepon genggam saya diambil, kemudian uang sebesar 300 ringgit juga diminta petugas," ucapnya.
Hal yang sama juga dirasakan Jumadil (40), Mat ALi (32) dan Adin (31), TKI yang dipulangkan bersama-sama Sapon dari Pasir Gudang Malaysia.
"Petugas juga minta uang kepada saya. Nilainya sebesar Rp2 juta," ujar Mat Ali.
Jumadil mengatakan, uang yang didapatnya dari hasil bekerja di kebun sawit diambil petugas.
"Sisa uang saya waktu di penjara sebesar 200 ringgit Malaysia. Semuanya diambil petugas penjara," katanya.
Adin mengatakan, hampir semua TKI mengalami nasib yang sama selama di penjara.
"Namanya juga penjara, pasti tak enak," katanya.
Mereka mengaku jera menjadi TKI tidak resmi di Malaysia karena tidak memperoleh hasil sebagaimana yang diharapkan.
"Tobatlah jadi TKI tidak resmi. Duit tak dapat, malah penyakit berdatangan," ucap Adin.(*)
aq lagi entot mamak ko ugh..ugh..ah...ah.. crooot,crooot,....cretttt.kena muka ko...salah ko sendiri tak mo mingir..wikikikiki
SERUMPUN

Indonesia

#13 Jun 20, 2012
Betapa bahagianya punya tetangga Malingsia dajjal najis!!!!
indon dongo

Jakarta, Indonesia

#16 Jun 20, 2012
SERUMPUN wrote:
Betapa bahagianya punya tetangga Malingsia dajjal najis!!!!
indon suka jilat memek anjing cam ko.

wikikiki
SERUMPUN

United States

#17 Jun 20, 2012
Tentara Laut Malaysia Merompak Nelayan Sumut

Medan, 22/4 ( www.antarasumut.com ).-“Menyelam sambil minum air”, merupakan pepatah Melayu yang bermakna mengambil kesempatan pada setiap peluang yang terbuka. Inilah yang dilakukan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) terhadap enam orang nelayan asal Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagei (Sergei), Sumut. Kabar yang tak sedap itu diberitakan oleh semua koran terbitan Medan dalam minggu-minggu ini, lengkap dengan gambar para nelayan yang menjadi korban kejahatan tentara laut negeri jiran itu.

Sebanyak enam nelayan Pekan Sialang Buah dengan Kapal Motor (KM) Bintang Laut yang ditekongi (juru mudi) Syafaruddin (35 tahun), pada Kamis (16/4) Subuh bertolak dari Sialang Buah melaut untuk menangkap ikan. Kapal mengarah ke Pulau Berhala (masuk wilayah Kabupaten Sergei) dan alat penunjuk posisi (Geo Position Satelite) menunjukkan berada 46 mil dari bibir pantai Sialang Buah. Ini menunjukkan posisi kapal nelayan itu masih berada dalam wilayah perairan Indonesia.

Selain tekong, para nelayan itu masing-masing Ulul Azmi (24 tahun), Johanuddin (27 tahun), Herman Saputra (37 tahun), yang keempatnya warga Desa Pekan Sialang Buah. Kemudian Syafriuddin (33 tahun) dan Johan (27 tahun) warga Desa Pematang Guntung, masih di kecamatan yang sama. Mereka sudah berpengalaman menjaring ikan di sekitar Pulau Berhala, akan tetapi kini menghadapi bala, yang datangnya dari tentara laut Malaysia.

Ketika sedang sibuk menangkap ikan, sekitar pukul 10.00 WIB muncul kapal patroli TLDM dengan menggunakan KM Laksamana nomor lambung 137. Kapal patroli itu meniupkan terompet sambil merapat dan memerintahkan para nelayan untuk naik ke kapal patroli.“Rapat ..., rapat, naik ke kapal,” kata tekong Syafaruddin menirukan perintah awak kapal patroli Malaysia itu. Setibanya di atas kapal patroli Malaysia, dua nelayan Sergei itu yakni Syafaruddin dan Syafriuddin tanpa tanya atau basa basi langsung digimbal dengan sadis.

Demikian nasib yang menimpa empat nelayan lainnya yang diperintahkan naik ke kapal patroli itu. Para nelayan Sumut itu dipukul, ditendang dan bahkan dicambuk dengan selang yang ada besi pada ujungnya. Tubuh para nelayan itu berbilur-bilur, karena mereka diperlakukan tidak manusiawi. Para nelayan Sergei itu tidak tahu apa kesalahan mereka, karena mereka menangkap ikan masih di perairan Indonesia. Tindakan TLDM merupakan pelanggaran wilayah dan mengobok-obok kedaulatan Indonesia.

Perbuatan sadis dan brutal yang dilakukan TLDM itu masih terus berlanjut dan hampir mirip dengan penyiksaan yang dilakukan Amerika Serikat di Teluk Guantanamo, terhadap pejuang-pejuang dari Irak, Afghanistan, Pakistan dan sebagainya. Setelah satu jam disiksa dengan berbagai gaya dan alat kekerasan, tindakan brutal itu bukannya berhenti. Para nelayan Sergei itu disiksa lebih biadab lagi. Badan mereka disulut dengan puntung rokok dan kemudian mereka dipaksa untuk menelan puntung rokok yang masih membara.

Tidak puas dengan penyiksaan yang biadab itu, para nelayan itu dijemur di dek kapal yang terbuat dari besi di panas terik matahari yang menyengat kulit. Akibatnya kulit para nelayan itu melepuh. Setelah menyiksa para nelayan, tentara laut Malaysia merompak ikan hasil tangkapan nelayan terutama ikan kerapu dan bawal. Nelayan itu dipaksa memindahkan isi kapal itu ke kapal patroli dengan todongan senjata api dan cambuk. Perompakan itu mengakibatkan nelayan menderita kerugian sekitar Rp 15 juta.

BENAR-BENAR SERUMPUN!!!!!!
SERUMPUN

United States

#18 Jun 20, 2012
Momod atas GW suka ngapus postingan... Kah kah kah
SERUMPUN

United States

#20 Jun 20, 2012
Punya tetangga Malasiya adalah kebahagiaan terindah dalam hidup.. Kah kah kah,,
pecinta indonesia raya

Jakarta, Indonesia

#21 Jun 20, 2012
malingsia, tukang nyodomi anak di bawah umur ....

issss, cpat lah tobat, sebelum itu negara kena bencana
tapi gue seneng kog itu negara kena bencana, biar tidak ada lgi negara banci. yg usil
yg suka ngurusi urusan negara orang :p
indon dongo

Jakarta, Indonesia

#22 Jun 20, 2012
SERUMPUN wrote:
Punya tetangga Malasiya adalah kebahagiaan terindah dalam hidup.. Kah kah kah,,
aq lagi entot mamak ko ugh..ugh..ah...ah.. crooot,crooot,....cretttt.kena muka ko...salah ko sendiri tak mo mingir..wikikikiki
Anonymous

Jakarta, Indonesia

#23 Jun 21, 2012
iisshhh,serumpun sama malon ? sorry ya..
indon stress

Torrance, CA

#24 Jun 21, 2012
SERUMPUN wrote:
Tentara Laut Malaysia Merompak Nelayan Sumut
Medan, 22/4 ( www.antarasumut.com ).-“Menyelam sambil minum air”, merupakan pepatah Melayu yang bermakna mengambil kesempatan pada setiap peluang yang terbuka. Inilah yang dilakukan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) terhadap enam orang nelayan asal Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagei (Sergei), Sumut. Kabar yang tak sedap itu diberitakan oleh semua koran terbitan Medan dalam minggu-minggu ini, lengkap dengan gambar para nelayan yang menjadi korban kejahatan tentara laut negeri jiran itu.
Sebanyak enam nelayan Pekan Sialang Buah dengan Kapal Motor (KM) Bintang Laut yang ditekongi (juru mudi) Syafaruddin (35 tahun), pada Kamis (16/4) Subuh bertolak dari Sialang Buah melaut untuk menangkap ikan. Kapal mengarah ke Pulau Berhala (masuk wilayah Kabupaten Sergei) dan alat penunjuk posisi (Geo Position Satelite) menunjukkan berada 46 mil dari bibir pantai Sialang Buah. Ini menunjukkan posisi kapal nelayan itu masih berada dalam wilayah perairan Indonesia.
Selain tekong, para nelayan itu masing-masing Ulul Azmi (24 tahun), Johanuddin (27 tahun), Herman Saputra (37 tahun), yang keempatnya warga Desa Pekan Sialang Buah. Kemudian Syafriuddin (33 tahun) dan Johan (27 tahun) warga Desa Pematang Guntung, masih di kecamatan yang sama. Mereka sudah berpengalaman menjaring ikan di sekitar Pulau Berhala, akan tetapi kini menghadapi bala, yang datangnya dari tentara laut Malaysia.
Ketika sedang sibuk menangkap ikan, sekitar pukul 10.00 WIB muncul kapal patroli TLDM dengan menggunakan KM Laksamana nomor lambung 137. Kapal patroli itu meniupkan terompet sambil merapat dan memerintahkan para nelayan untuk naik ke kapal patroli.“Rapat ..., rapat, naik ke kapal,” kata tekong Syafaruddin menirukan perintah awak kapal patroli Malaysia itu. Setibanya di atas kapal patroli Malaysia, dua nelayan Sergei itu yakni Syafaruddin dan Syafriuddin tanpa tanya atau basa basi langsung digimbal dengan sadis.
Demikian nasib yang menimpa empat nelayan lainnya yang diperintahkan naik ke kapal patroli itu. Para nelayan Sumut itu dipukul, ditendang dan bahkan dicambuk dengan selang yang ada besi pada ujungnya. Tubuh para nelayan itu berbilur-bilur, karena mereka diperlakukan tidak manusiawi. Para nelayan Sergei itu tidak tahu apa kesalahan mereka, karena mereka menangkap ikan masih di perairan Indonesia. Tindakan TLDM merupakan pelanggaran wilayah dan mengobok-obok kedaulatan Indonesia.
Perbuatan sadis dan brutal yang dilakukan TLDM itu masih terus berlanjut dan hampir mirip dengan penyiksaan yang dilakukan Amerika Serikat di Teluk Guantanamo, terhadap pejuang-pejuang dari Irak, Afghanistan, Pakistan dan sebagainya. Setelah satu jam disiksa dengan berbagai gaya dan alat kekerasan, tindakan brutal itu bukannya berhenti. Para nelayan Sergei itu disiksa lebih biadab lagi. Badan mereka disulut dengan puntung rokok dan kemudian mereka dipaksa untuk menelan puntung rokok yang masih membara.
Tidak puas dengan penyiksaan yang biadab itu, para nelayan itu dijemur di dek kapal yang terbuat dari besi di panas terik matahari yang menyengat kulit. Akibatnya kulit para nelayan itu melepuh. Setelah menyiksa para nelayan, tentara laut Malaysia merompak ikan hasil tangkapan nelayan terutama ikan kerapu dan bawal. Nelayan itu dipaksa memindahkan isi kapal itu ke kapal patroli dengan todongan senjata api dan cambuk. Perompakan itu mengakibatkan nelayan menderita kerugian sekitar Rp 15 juta.
BENAR-BENAR SERUMPUN!!!!!!
Tahniah TLDM kerana tak beri muka kpd indon...hehehe

Since: Jul 12

United States

#25 Jul 22, 2012
Abang aku juga di pukul askar indonesia..kerana gag bagi uang...huhu

Since: Sep 11

Location hidden

#26 Jul 22, 2012
Karena Indonesia negara demokrasi, maka opini dengan argumen lemah pun, seperti posting no. 1 dan 2 di atas, tetap harus dihormati.

Jika memang pencipta asli opini tersebut adalah berkebangsaan Indonesia :

Satu dulu pertanyaan sebelum dikembangkan lebih jauh ....
Jika suatu hari Thailand / Vietnam / Filipina / Australia berniat merebut daerah teritorial Indonesia (seperti Ambalat), padahal layanan kesehatan di 4 negara tersebut tidak lebih murah dan tidak lebih baik dari Indonesia.... bagaimana?

Negara tersebut bisa dibenci? he heh

Since: Sep 11

Location hidden

#29 Jul 23, 2012
Registration not required wrote:
<quoted text>apa bukti ambalat milik indon? hehe
Kalau membicarakan Ambalat, sudah banyak informasi yang beredar. Lebih baik refer ke thread itu saja.
Aku

Indonesia

#31 Jul 23, 2012
Trit penjilat

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 2
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Jakarta Raya, Indonesia Discussions

Title Updated Last By Comments
Cowok Cari Pacar Cewek Hypersex suka Phonesex (Nov '12) 3 hr Indah chantika 450
KHUSUS buat cewe.. tante kakak. 23 hr cometodaddy 1
chatsex and phonesex Mon Dikosyaputra 12
Butuh cowo yg bisa nemenin Mon pria_ 27
News >>> I HATE INDONeSIA <<< (Jan '11) Mon test 2,948
Phonesex Mon dimas 7
Bandar Bola, Casino & Tangkas online Terpercaya Sun bandar terpercaya 1
More from around the web